
Tata tersenyum bahagia saat melihat bayi mungil yang ada dalam gendongannya.
"Seperti kata pepatah, ada yang datang ada pula yang pergi! Semuanya silih berganti seperti siang dan malam! Allah mengambil keluarga kalian satu dan menggantinya lagi dengan baru seperti si mungil ini! Semoga kelak kamu menjadi anak yang sholeh, taat pada orang tua, agama dan bangsa, serta sukses di dunia dan di akhirat! " ucap Tata mendoakan sang bayi kemudian menciumnya dengan gemes.
"Aamiin ya Rabbal alamiin.... ! " jawab semua orang yang ada di ruangan Anika.
Dave tersenyum melihat Tata menggendong anaknya Anika, ia sedang membayangkan Tata menggendong anak mereka sendiri. Rasanya ia sudah tidak sabar ingin membuat istrinya itu hamil.
"Sabar Dave, sabar! Masih beberapa hari lagi, setelah itu kau baru bisa kerja keras setiap hari untuk membuat bayi seperti itu! " batin Dave dengan wajah tersenyum.
"Eum.... Kak! Aku pengen bicara penting sama kakak! Kakak jangan marah ya? " ucap Anika dengan pelan dan agak hati-hati.
"Ya udah bicara aja, jangan di tahan! " jawab Tata santai.
Anika melihat ke arah suaminya, dan Riko hanya mengangguk. Ia menghirup oksigen banyak-banyak sebelum mengeluarkan unek-unek nya.
"Se-sebenarnya, aku dan Mas Riko kepengen pulang ke rumah Mama Papa nya Mas Riko, Kak! Itu kalau kakak dan semuanya memberikan izin! Entah kenapa saat aku berjuang melahirkan Revan aku selalu kepikiran Mama mertua aku Kak! A-aku pengen ke sana dengan membawa Revan! " ucap Anika dengan terbata-bata.
Riko menggenggam tangan Anika yang sudah berkeringat dingin saat mengutarakan keinginannya pada Tata dan Kadir yang juga ada di ruangan itu.
"Jadi nama si tampan ini Revan??? Nama yang bagus! " ucap Tata dengan mencium gemes pipi merah Revan.
"Itu hak kalian jika ingin pergi ke rumah orang tua nya Riko! Kakak tidak akan melarang, karena bagaimana pun juga kalian masih punya orang tua yang harus kalian hormati. Terlebih mau mereka jahat atau baik, mereka tetap orang tua kalian. Apa lagi Riko yang sebagai anak laki-laki yang mempunyai tanggungjawab untuk menafkahi orang tua nya yang masih hidup. Bagi seorang Ibu, tidak ada bekas anak dan anak laki-laki itu milik ibunya sampai kapanpun. Pergilah temui mereka selagi mereka berdua masih hidup dan berbakti lah kepada mereka berdua agar kelak nanti Revan juga akan melakukan hal yang sama seperti kalian! " ucap Tata lagi dengan lembut seraya menyerahkan kembali Revan ke dalam pangkuan Anika.
"Riko, kakak hanya punya satu nasihat untuk mu! Istrimu dan Ibumu adalah dua orang yang berbeda, jika Ibumu adalah orang yang telah melahirkan mu ke dunia ini, maka istrimu adalah seorang Ibu yang melahirkan anakmu ke dunia ini. Jika istri dan Ibumu berselisih paham, jangan lah berat sebelah di antara keduanya. Carilah titik permasalahan dari kedua belah pihak dan jika tidak menemukan jalan penyelesaian temui lah seseorang yang bisa di minta pendapatnya untuk masalahmu, seseorang yang netral tidak memihak keduanya dalam istilah seorang pemuka agama atau Pak ustadz. Berusahalah untuk seimbang antara istri dan Ibu mu! " ucap Tata dengan tegas pada Riko.
"Dan untuk mu Anika! Jangan merasa iri saat suamimu begitu menyayangi Ibu nya! Karena sejatinya sampai kapanpun anak laki-laki adalah milik ibunya, dan itu juga berlaku pada mu dan Revan. Surga anak laki-laki ada pada ibunya dan surga seorang wanita ada pada suaminya. Kau sudah merasakan sendiri bagaimana hamil selama 9 bulan, melahirkan dengan taruhan nyawa dan itu juga yang pernah di rasakan Ibu mertua mu saat melahirkan suami mu dulu. Seperti halnya Riko tadi, jika ada masalah yang membuatmu tidak bisa di selesaikan sendiri, carilah jembatan penghubung agar permasalahan itu bisa selesai yang tidak memihak keduanya. " ucap Tata lagi dengan menatap Anika.
"Abang juga ingin menambahkan! Anika, jadilah istri yang penurut pada suamimu, hargailah suami mu karena suamimu adalah neraka dan surga untukmu! Karena jika kau patuh dan taat maka balasannya adalah Surga tetapi jika kau durhaka pada suamimu balasannya adalah neraka. Dan juga untuk mu Riko, jika Anika berbuat salah tegur lah dia dengan lemah lembut jangan membentaknya, apalagi di depan banyak orang. Jika ibumu adalah surgamu maka istrimu adalah neraka sekaligus surgamu. Artinya jika kau mensia-siakan dan menyakiti istrimu bahkan mendzalimi nya maka kau tidak akan mencium bau surga apalagi masuk surga meskipun kau anak yang taat dan berbakti kepada Ibumu. Seperti kata Tata tadi, seimbang lah antara istri dan Ibumu. Berbuat adil lah pada mereka berdua karena mereka berdua adalah dua orang yang sama pentingnya dalam hidupmu! " sahut Kadir panjang lebar.
Anika menangis tersedu-sedu di pelukan Riko mendengar nasihat dari Tata dan juga Kadir. Untung saja Revan sudah di ambil alih oleh Sandra, jadi tidak terusik saat Anika menangis.
"Jika ada apa-apa, jangan sungkan untuk bicara pada kami semua! Jangan di pendam sendiri hingga membuat penyakit dan menggerogoti hati kita! " ucap Dave ikut bicara.
"Terimakasih nasihat nya Kak.. ! InsyaAllah aku akan melakukan apa yang kakak dan Abang katakan! Mudah-mudahan dengan kedatangan kami bersama Revan membuat perselisihan antara aku dan Mama ku dulu bisa selesai dan kembali baik lagi! " ucap Riko dengan penuh keyakinan.
"Aamiin... Terus, kapan kalian akan ke sana? " jawab Tata mengaminkan sambil bertanya lagi.
"Begitu Anika keluar dari sini Kak! Kami akan langsung ke rumah orang tua ku! " jawab Riko dengan mantap.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu! Jaga Anika dan Revan baik-baik Ko.. ! " ujar Tata lagi.
"Biar Abang yang akan mengantarkan kalian ke sana! " ucap Kadir ikut bicara.
"Iya Bang.. ! " jawab Riko mengiyakannya.
πΏπΏπΏ
Dua hari kemudian, Kadir bersama Sandra pergi mengantarkan Anika dan Riko ke rumah orang tua Riko.
Kadir menyetir mobil dengan Sandra duduk di samping nya sambil menggendong Revan. Sedangkan Anika duduk di belakang bersama Riko dengan bersandar di dada suaminya. Ia masih belum kuat untuk bergerak banyak karena masih agak lemah soalnya baru tiga hari habis melahirkan.
Sepanjang perjalanan Sandra tidak henti-hentinya menciumi Revan yang tertidur pulas dengan gemes.
"Mudah-mudahan Mama Papa ada di rumah ya Mas.. ! " ucap Anika pelan pada suaminya.
"Iya sayang.. ! " jawab Riko sambil mencium kening istrinya itu.
Setelah berkendara selama hampir satu jam karena jalanan macet akhirnya mobil yang Kadir kendarai berhenti di sebuah rumah besar yang tampak tidak terawat karena banyak rumput yang tumbuh tinggi di halamannya.
"Mas.. Kenapa rumah Mama Papa kayak gini? Kayak gak ada orang nya! Apa jangan-jangan orang tua kamu udah gak ada lagi di rumah ini Mas? " tanya Anika menduga-duga dengan wajah agak panik.
"Astaghfirullah... Maaf Kak! " jawab Anika dengan muka menyesal.
"Ya sudah, ayo kita masuk! Sayang, kamu tunggu di mobil aja sama Revan! Kasihan Revan di bawa nunggu di luar! " ucap Kadir sambil berpesan kepada Sandra.
Sandra mengangguk paham, Anika dan Riko keluar bersama-sama dari dalam mobil dengan Kadir yang sudah duluan keluar.
Mereka bertiga memasuki pekarangan rumah orang tua Riko yang agak semak setinggi betis orang dewasa.
"Tok... Tok... Tok... ! Assalamu'alaikum.. ! " ucap Kadir dengan kencang sembari tangan nya mengetuk pintu tersebut.
Iya terus mengucapkan salam sebanyak tiga kali sesuai anjurkan Nabi. Baru saja hendak berbalik karena merasa tidak ada orang, terdengar suara kunci pintu terbuka dari dalam rumah.
Dan pintu pun terbuka dengan seorang laki-laki paruh baya yang berdiri mematung dengan mata berkaca-kaca.
"Papa... ! " ucap Riko dan Anika bersamaan dengan suara lirih.
Pak Hamdani Papa nya Riko langsung memeluk Riko dan Anika secara bersama-sama dengan menangis bahagia. Ia menepuk-nepuk punggung Riko dengan tangan tuanya nya itu.
__ADS_1
"Maafkan Riko Pa.. ! Baru datang sekarang bersama Anika menjenguk Papa dan Mama! Mama mana Pa?? " ucap Riko dengan melongok kan kepalanya ke dalam rumah.
"Tidak, Nak! Papa lah yang seharusnya meminta maaf pada kalian berdua yang tidak tegas hingga membuat kita terpisah seperti ini! Ayo kita masuk! Mama kalian ada di dalam! " jawab Papa Riko dengan bibir mengulas senyum bahagia.
Ia mempersilahkan mereka semuanya masuk ke dalam rumah termasuk Kadir. Riko tampak terenyuh melihat keadaan rumah orang tua nya yang tampak tidak terurus. Hatinya bertanya-tanya apakah gerangan yang terjadi sehingga rumah ini tampak seperti rumah yang tidak ada penghuni nya.
"Mama mana Pa? Kok gak keluar! Apa Mama masih marah sama Mas Riko dan Anika? " tanya Anika dengan suara pelan.
"Mama kalian ada di kamar! Ayo kita ke sana saja sekarang! " jawab Papa Riko tersenyum getir.
Anika dan Riko saling berpandangan dengan wajah bertanya-tanya. Mereka tampak agak heran melihat wajah Papa nya berubah agak sendu saat bertanya Mama nya.
Mereka berdua berjalan mengikuti Pak Hamdani ke kamar nya untuk menemui sang istri.
Begitu sampai di depan kamar Mama nya, langkah kaki Riko terasa berat dan jantungnya berdegup kencang. Kondisi Anika juga tidak jauh berbeda, ia menggenggam tangan Riko dengan erat untuk menyalurkan kekuatan agar hatinya tenang.
Saat masuk ke dalam kamar, mereka berdua terkejut dengan pemandangan di dalam kamar tersebut. Tampak seorang wanita berbaring lemah di atas tempat tidur dengan mata terpejam. Tubuh nya begitu kurus dan tampak agak tidak terawat karena terlihat kusam.
Riko tidak dapat menahan air matanya saat menyadari jika wanita yang terbaring lemah itu adalah Mama nya. Anika juga tampak tercekat, lidahnya kelu hingga suaranya tertahan di tenggorokan melihat keadaan Mama mertuanya yang seperti itu.
"Mama.... ! " ucap Riko dengan berlari mendekati sang Ibu sambil berurai air mata.
Ia menangis tersedu-sedu sambil mencium tangan lemah dan keriput Mama nya berulang kali seraya berkata maaf. Wajah lemah dan tau Nyonya Ratih tidak bereaksi apa-apa seolah mati rasa.
Anika juga berjalan mendekat dengan pelan-pelan menghampiri suaminya dan sang Ibu mertua.
"Mama... Maafkan Anika dan Mas Riko! Maaf baru datang sekarang! Maaf karena dulu lebih mementingkan ego kami! Maaf Ma... ! " ucap Anika dengan suara serak sambil duduk di sisi Ibu mertua nya.
"Ratih... Buka matamu sebentar! Apa kau tidak mau lihat siapa yang datang? Riko dan Anika sudah datang Ratih ! Kau tidak perlu merasa bersalah dan menyalahkan dirimu lagi! " ucap Hamdani juga pada istrinya.
"Apa yang terjadi pada Mama, Pa?? " tanya Riko dengan memandang lekat Papa nya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta..
Selamat libur panjang semuanya π€π€π€
Semoga hari kalian menyenangkan ππ..
__ADS_1
Lope-lope sekebon jagung π½π½π½untuk kalian semuanya π₯°π₯°π₯°..