
Pemberitahuan komen-komen yang belum sempat othor balas...
Udah nunggu update nya lama, cerita nya dikit lagi!
Pertanyaan yang sering othor lihat di komen. Maaf sebelumnya, othor sudah berusaha untuk Update rutin tiap hari, tapi yang namanya hidup, othor gak bisa lepas tangan begitu saja dengan kehidupan nyata othor. Apalagi othor sekarang sebagai single parent yang mempunyai anak berkebutuhan khusus dan anak batita yang baru berusia 2 tahun. anak-anak othor juga butuh makan, minum, perhatian, kasih sayang dan lain sebagainya. Jadi othor mohon pengertiannya untuk para readers sekalian.
Jika kalian tidak mau membaca cerita othor ya silahkan di skip atau lewati karena othor menulis di NT sebagai bentuk othor meluapkan kesenangan othor di dunia halu. Mau baca iya gak mau baca ya sudah gak usah baca🤧🤧
Buat para readers setia yang selalu menunggu othor Up. othor ucapkan terimakasih banyak sudah mau bersabar menunggu othor Up🥰🥰. untuk dua minggu ke depan mungkin othor akan Up dua hari sekali karena othor lagi sibuk ngurus klaim asuransi jiwa untuk perumahan yang othor tempati sekarang ini. Ternyata begitu sulit mengurus semuanya sendiri dengan membawa batita. pergi ke RT, kelurahan, kantor camat dan ke Bank yang membuat othor mungkin tidak bisa memegang ponsel untuk menulis.
Othor hanya minta doa dari readers sekalian agar urusan othor berjalan lancar tanpa ada halangan dan hambatan, supaya othor punya waktu banyak untuk melanjutkan cerita ini!.
🌿🌿🌿
"Dasar pelakor! Puas kamu mengambil suami saya! Dan sekarang kamu juga mau mengambil anak-anak saya! " teriak seseorang di belakang Sandra yang sedang bermain bersama Kayla.
Sandra menoleh dan menghentikan kegiatannya bersama Kayla. Semua orang melihat ke arah perempuan itu dan menatap Sandra dengan tatapan menghakimi dan sinis.
"Kamu lagi ternyata! " jawab Sandra dengan santainya kepada Yuli yang sedang cemburu melihat keakraban Sandra dengan Kayla anaknya.
Perempuan yang berteriak dengan kencang tadi adalah Yuli. Ia sedang membeli perlengkapan suaminya di Mall ini dan tanpa sengaja melihat anak-anak nya bermain dengan gembira dengan perempuan yang waktu itu bersama mantan suaminya, Kadir.
Kayla yang ketakutan bersembunyi di belakang Sandra dengan memeluk erat pinggang Sandra. Yuli semakin panas melihat anaknya tidak mau bertemu dengan nya. Dipikiran nya berbagai macam tuduhan yang ia sematkan pada mantan suaminya yang dengan sengaja mencuci otak anaknya.
"Mana Bang Kadir! Apa dia yang sudah mencuci otak dan pikiran anak kandungku? Sehingga ia tidak mau bertemu dengan ku? Mana dia? Aku tidak terima jika dia meracuni pikiran anak-anak ku sehingga mereka membenci ibu kandung sendiri. " bentak Yuli dengan keras.
"Heh... Sadar diri kenapa? Ngaca, ngaca! Kalau gak punya kaca, biar aku belikan kaca! Supaya kamu bisa melihat bagaimana dirimu itu! Kamu sendiri yang membuat anak-anak mu tidak mau menerimamu! Seenaknya saja menuduh orang! Ingat, itu mantan atau m-a-n-t-a-n ! Bukan suami kamu ! " balas Sandra tidak kalah keras.
Beberapa orang yang menonton mereka berbisik-bisik yang masih terdengar di telinga Sandra.
"Apa kalian lihat-lihat! Senang ya dapat tontonan gratis! Gak usah kepo dengan urusan orang! Dan tidak usah menghakimi dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui kebenarannya! Dasar netijen Indonesia, suka banget menjudge orang hanya karena satu sisi! " hardik Sandra kepada sekelompok orang yang berbisik-bisik tadi.
Mareka langsung bubar setelah mendapat semprotan dari mulut judes Sandra.
Kadir yang baru saja kembali dari kamar kecil terkejut melihat mantan istrinya berada di tempat yang sama dengan Sandra dan Kayla.
"Kamu kenapa sih suka banget cari gara-gara! Kemana-mana kenapa ketemu kamu mulu! Kamu sengaja ya ikutin aku! " tuduh Kadir langsung kepada Yuli.
"Aku gak pernah ngikutin kamu, Bang! Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang jelas setelah bertemu kamu terus aku yakin jika semesta masih menginginkan kita bersama! Buktinya kemana pun kita pergi, kita selalu bertemu! " jawab Yuli dengan pedenya.
"Diih, kegeeran banget jadi orang! Sadar woi! Jangan ngehalu siang-siang gini! Kalau masih belum sadar, pergi mandi sana! Biar badan seger dan gak ngelindur lagi! " sahut Sandra dengan mencemooh Yuli.
"Heh, kamu itu siapa? Berani-beraninya kamu ikut campur urusan saya dengan Bang Kadir! "bentak Yuli dengan kesal terhadap Sandra.
"Hellow.... Kamu itu yang siapa? " jawab Sandra balik nanya.
"Aku ini mantan istrinya Bang Kadir! Pergi kamu! Kehadiran kamu di sini gak diperlukan! Kami gak butuh pendapat orang luar seperti kamu! " ucap Yuli dengan pede nya.
"Ya elah, mantan kan? Cuma mantan aja belagu! Eh kutu air, kamu dengerin ya, buka kuping mu lebar-lebar! Aku ini calon istrinya Bang Kadir, Mama nya anak-anak! Kamu itu sudah mantan, gak ada urusannya lagi! Apa kamu gak tahu kata pepatah, buanglah mantan pada tempatnya! Mau tau tempat mantan seperti kamu itu dimana? Tuh, di tempat sampah! " jawab Sandra langsung menunjuk tong sampah yang ada di sudut wahana permainan anak-anak.
Wajah Yuli langsung merah padam mendengar omongan Sandra, sedangkan Kadir senyum-senyum sendiri kegeeran dengan omongan Sandra.
"Mamaaaa.... " pekik Kana dalam gendongan Nana yang baru kembali dari toilet.
"Dengar sendiri kan mereka panggil aku apa?? " ejek Sandra dengan sengaja.
__ADS_1
Hati Yuli semakin sakit dan panas mendengar anak kandungnya memanggil perempuan lain dengan panggilan Mama yang seharusnya hanya untuk dia seorang.
"Na, bawa anak-anak makan di KFC sana! Kakak mau basmi ulat bulu dulu! " pinta Sandra kepada Nana.
"Ila sayang! Ikut Tante Nana dulu ya sama dedek Kana! Ila ikut Tante Nana ke KFC beli ayam goreng! Ila mau kan, Nak? " tanya Sandra dengan lembut sambil jongkok di hadapan Kayla.
"Mama gak ikut Ila dan dedek Kana? " tanya Kayla agak ketakutan.
"Nanti Mama menyusul Ila kok, Nak! Ila jangan takut! Mama mau basmi ulat bulu dulu, takut nya nanti badan Papa kamu gatal-gatal kena bulu ulat bulu! " jawab Sandra seenaknya.
"Mana Ma ulat bulunya! Kok Ila gak nampak! Hati-hati ya Ma, ntar Mama juga kena lagi dengan ulat bulu nya! " sahut Kayla dengan polosnya melihat kearah Papa nya.
Nana tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban nyeleneh Sandra dan kepolosan Kayla tentang ulat bulu versi Sandra.
Yuli semakin panas hatinya melihat interaksi anaknya dengan Sandra yang sudah seperti anak dan Ibu kandung saja.
"Kamu tenang saja sayang, Mama punya jurus jitu agar gak kena sengatan ulat bulu! " jawab Sandra lagi dengan somplak nya.
Tidak ingin sakit perut karena kebanyakan tertawa, Nana segera membawa Kayla dan Kana menuju stand KFC yang ada di Mall ini.
"Kamu lihat Bang! Perempuan yang menjadi calon istrimu ini sudah meracuni anak-anak kita dengan omongan yang gak pantas untuk anak-anak seusia Kayla! Kamu bodoh Bang, sudah tertipu dengan wajah cantiknya! Dasar ular berkepala dua! Aku tidak rela anak-anak ku dekat dengan mu! Mereka anak-anak ku, dan sampai kapanpun tetap menjadi anak-anak ku! " ucap Yuli mencoba memojokkan Sandra di depan Kadir.
"Sudah ngomong nya! Kaki ku pegel nih berdiri lama-lama! Datang cuma mau bikin rusuh saja! Ayo Bang pergi dari sini! Bisa-bisa kelamaan di sini bikin badan kita gatal-gatal lagi! " sahut Sandra tanpa menghiraukan omongan Yuli.
Kadir tersenyum mendengar ucapan Sandra dan ikut melangkahkan kakinya bersama Sandra meninggalkan Yuli di sana.
Sandra yang melihat gelas minuman yang sengaja di tinggal kan pemiliknya di dekat tong sampah.
"Sebentar ya Bang, tunggu di sini dulu! " ucap Sandra menghentikan langkah mereka.
Ia kembali lagi kebelakang, menuju tong sampah dan mengambil minuman sisa tadi dan berjalan ke arah Yuli yang baru mau berjalan meninggalkan mall ini.
"Mandi sana! Biar tidak menularkan gatal mu dengan perempuan lain! Pelaku kejahatan berlagak seperti korban, gak punya harga diri mempermalukan diri sendiri di depan umum! " omel Sandra tanpa melihat ke arah Yuli.
"Aaarrrggghhhh... Dasar perempuan gila! " pekik Yuli dengan wajah kesal.
"Kamu tuh yang gila! " balas Sandra sambil memberikan tanda miring di dahinya.
Kadir hanya geleng-geleng kepala melihat Sandra yang sengaja menjahili mantan istrinya itu.
"Kenapa tengok-tengok! Gak suka mantan istrinya aku gituin, iya? Tuh, sana kejar! Bujuk kasih bon-bon kalau perlu! " hardik Sandra dengan mata melotot melihat Kadir geleng-geleng kepala melihat nya.
"Eeh... Bukan gitu! " kejar Kadir dengan wajah bingung.
"Haduh, perempuan kalau sudah salah paham susah banget di bujuknya! Kadir, Kadir... Sudah pernah berumah tangga masa gak hapal-hapal kalau perempuan itu tidak pernah salah dan tidak mau disalahkan! Nasib, nasib... Baru mau berbunga-bunga eh udah pada mengkerut tuh muka! " gumam Kadir merutuki ketidakpekaan nya.
Sandra masih berjalan cepat meninggalkan Kadir di belakang nya dengan ngomel-ngomel. Ia mengira Kadir geleng-geleng kepala karena tidak suka dengan apa yang ia lakukan kepada mantan istrinya itu. Ia tidak menghiraukan Kadir yang terus menerus memanggilnya dan ia sampai di tempat Nana dan anak-anak makan.
"Mama kenapa wajah nya jelek gitu? Kok Mama sama Papa main kejar-kejaran gak ngajak-ngajak Ila? Masa Ila di suruh makan sama Tante Nana dan dedek Kana, Mama sama Papa main kejar-kejaran! " tanya Kayla dengan nada protes dan terlihat merajuk.
"Mama sama Papa bukan main kejar-kejaran, sayang! Mama tadi hampir di kejar orang gila, jadi ya Mama jalan cepat aja kayak lari dan Papa mu ikutan kayak Mama! " jawab Sandra dengan lembut agar Kayla tidak merajuk.
"Beneran Pa? " tanya nya dengan melihat wajah Papa nya.
"Beneran, sayang! Masa Ila gak percaya sama Mama sama Papa? " jawab Kadir Pura-pura sedih.
"Ila percaya kok sama Papa dan Mama! Oh ya terus orang gilanya mana Ma? Masa orang gila bisa masuk ke sini, Ma? Apa orang gila nya juga mau main kayak Ila dan dedek Kana ya Ma? " tanya Kayla dengan beruntun.
"Orang gilanya udah Mama usir tadi sayang! Dan dia tidak akan datang lagi ke sini! Udah ah nanya nya, Mama kan lapar juga? Mama mau makan kayak Ila dan dedek Kana! " jawab Sandra dengan pura-pura merajuk.
__ADS_1
"Eh iya, Ila lupa kalau Mama belum makan! Nih, Ila kasih ayam goreng nya untuk Mama! " ucap nya dengan tepuk jidat.
Kayla mengambilkan sepotong ayam goreng dan menaruhnya di piring untuk Sandra.
"Kok Papa gak di ambilkan juga! Ila pilih kasih nih! " Kadir ikut-ikutan merajuk.
"Papa kan laki-laki, jadi Papa bisa ambil sendiri! Masa Ila juga yang ambilkan untuk Papa! " tolak Kayla dengan menggembung pipinya.
"Iya deh, iya! Nasib-nasib di anak tirikan ! " jawab Kadir dengan pasrah.
Nana dan Sandra tersenyum geli melihat Kadir yang di nomor duakan oleh anaknya sendiri. Mereka semua melanjutkan makan mereka dengan di iringi celoteh Kayla yang selalu saja ada yang ia tanyakan.
🌿🌿🌿
Yuli kembali ke rumah sakit dalam keadaan pakaian basah karena ulah Sandra.
"Kenapa pakaian mu jadi basah kayak gini, Mbak? Nyemplung di mana tadi? "tanya ipar Yuli sambil mengejeknya.
"Nyemplung di mall ! " jawab Yuli dengan ketus.
"Emang ada kali di dalam mall? Aneh-aneh aja nih orang! " ucap iparnya dengan heran.
"Situ lah yang aneh, sudah tau mall itu apa pakai nanya aja lagi! " jawab Yuli sambil masuk ke kamar mandi mengganti pakaian nya yang basah dengan yang kering.
"Dasar gila! Ngatain orang aneh, padahal dia sendiri yang aneh! Heran aku, bisa-bisa nya Bang Darman cinta mati sama perempuan kayak gitu, cantik kagak apalagi kaya! Udah gitu janda anak dua lagi, gak ada bagus-bagus nya! " omel ipar nya Yuli ketika Yuli hilang dari pandangan matanya.
Darman yang sakit hanya bisa diam saja, karena ia agak susah untuk bicara seperti dulu. Jangan kan mau bicara, mau menggerakkan tangan dan kakinya aja susahnya setengah mati. Ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya dan berharap Yuli mau merawatnya setulus hati.
Keluarga Darman sepakat untuk menyewa rumah di kota selama Darman menjalani pengobatan dan terapi di rumah sakit sampai keadaannya sedikit membaik. Mereka sepakat meminta Dewi selaku anak bungsu keluarga Darman untuk tinggal bersama Darman dan Yuli untuk mengawasi Yuli dalam merawat Abang nya yang dalam keadaan seperti ini.
Yuli keluar dari kamar mandi dengan wajah agak seger, karena ia memutuskan untuk mandi saja agar pikirannya sedikit tenang tanpa emosi dan amarah.
Dewi dengan santai membaca komik milik temannya yang ia pinjam tadi siang. Ia tidak menghiraukan Yuli karena malas jika berdebat dan bertengkar lagi, apa lagi sekarang ini mereka masih di rumah sakit.
Yuli membongkar belanjaan perlengkapan suaminya dan menyusunnya di dalam lemari samping ranjang Darman. Ia kemudian pergi ke luar karena perutnya sudah mulai keroncongan. Tanpa menawari iparnya, Yuli pergi sendiri ke kantin rumah sakit dengan membawa uang sisa belanja tadi.
"Dasar ipar gak ada akhlak! Pergi bukannya basa basi kek, apalagi pamit. Kayak gak pernah di ajarin aja sama orang tuanya bagaimana bersikap dengan orang lain. Seenaknya aja, emangnya aku ini makhluk gak kasat mata! Sampai gak di hiraukan sama sekali! Bener-bener gak punya otak! "adik Darman marah-marah dengan sikap Yuli.
Darman mengeluarkan kata-kata keramat nya dengan lenguhan kecil yang mana langsung membuat Dewi mengalihkan pandangan nya kepada sang kakak.
"Abang mau apa? Mau makan, minum, atau mau apa Bang! " tanya Dewi mendekati ranjang Darman.
"Astaghfirullah hal adzim.... Bau banget! Abang pup ya?Ya ampun, kemana sih tuh mbak Yuli! Suami kayak gini seenaknya pergi, mana gak bilang-bilang lagi, kan susah mau cari nya! " teriak Dewi dengan nada sedikit kencang.
Darman kembali mengeluarkan suara-suara yang aneh yang tidak dimengerti orang. Dewi semakin kesal dan mengerutu karena bau menyengat dari Darman membuat ia mual dan mau muntah. Tidak ingin mencium bau yang semakin membuat perutnya di aduk-aduk, Dewi pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan Darman yang masih berusaha mengeluarkan suaranya karena mungkin sudah risih dengan kotoran yang keluar tersebut.
Dewi pergi mencari Yuli dan akhirnya ketemu ketika Yuli keluar dari kantin rumah sakit.
"Mbak kemana aja sih, tuh urusin Bang Darman! Dia pup, bau banget lagi! " ucap Dewi ngomel-ngomel dengan wajah ketus.
"Kenapa gak kamu bersihin aja sendiri! Giliran uangnya cepat kamu bertindak, tapi giliran membantu merawat abang sendiri aja gak mau! Banyak sekali alasan, dasar adik gak punya otak! Kasihan banget abang mu itu, punya adik ketika mau senangnya aja, giliran sakit tutup mata seolah-olah tidak melihat. "jawab Yuli dengan sinis.
"Alah, gak usah banyak ceramah deh, Mbak! Sudah sana bersihkan sampai bersih, sampai bau busuk nya hilang! " ucap Dewi membantah omongan Yuli.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers sekalian...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
__ADS_1