
Anak serta menantu Galang dan Sekar begitu terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Papa nya.
"Pa, bisa tidak sih kalian introspeksi diri dengan apa yang terjadi dengan Ajeng? Dan kamu Ajeng, bisa gak kamu itu terima saja kalau cinta kamu itu bertepuk sebelah tangan! Emangnya laki-laki yang baik, kaya dan tampan hanya Davin saja? Masih banyak lagi laki-laki yang lebih dari Davin di dunia ini! " tegur Galih anak pertama Galang dan Sekar dengan terlihat kesal.
"Benar apa yang di katakan Mas Galih Pa! Papa mau apa lagi dengan keluarga Bude Ayu? Mau menekan mereka melalui Eyang Batari, gitu? Apa Papa gak capek dan malu jika sedari dulu Papa merongrong mereka untuk menjodohkan Ajeng dengan Davin dengan alasan masih ada ikatan keluarga! Apa reaksi dan jawaban mereka Pa, apa?? Mereka terang-terangan menolak setiap omongan Eyang Batari karena keluarga mereka tidak pernah dan tidak akan mau menjodohkan anak-anak mereka sedari dulu! Apa sampai disini Papa gak paham juga? " tambah Gilang anak kedua mereka.
"Iya, Mama juga! Seharusnya Mama sebagai ibu mengajarkan Ajeng kalau tidak semua keinginan itu harus terkabul, ada kalanya kita terima apa yang sudah di takdir kan Tuhan untuk kita dan jangan sampai kita melakukan hal yang bodoh yang tidak hanya merugikan diri kita sendiri tapi juga merugikan orang-orang yang ada di sekitar kita! Belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa kamu dan Davin itu tidak berjodoh! " ucap Galih lagi dengan nada sendu.
"Kalian berdua tau apa dengan perasaan aku! Aku yang merasakan semua rasa sakit ini? Kalian tidak ada di posisi aku yang harus membiarkan laki-laki yang aku cintai menyukai perempuan lain! Kalian berdua tidak pernah bisa mengerti perasaan aku! Kalian tidak merasakan sakit nya di tolak orang yang kita cintai! " bentak Ajeng dengan wajah marah kepada kedua Abang nya.
"Apa yang dikatakan Ajeng memang benar! Jangan sok naif kalian sebagai kakak! Seharusnya kalian berdua mendukung penuh keinginan adik kalian, dan mensupport nya supaya kuat dalam usaha mendapatkan keinginannya! Bukan malah menjatuhkan kayak gini! Kalian adalah kakak yang seharusnya mendukung dan melindungi adik kalian jika ada yang menyakitinya! Tapi kalian malah menyalahkan dan menyudutkan adik kalian sendiri! Pokoknya Mama mendukung rencana Papa untuk menikahkan Ajeng dengan Davin bagaimanapun caranya! " ucap Sekar dengan lantang mendukung dan membela Ajeng di hadapan Mas-Mas nya.
"Mama.... Mama.... Itulah akibatnya jika selama ini Mama terlalu memanjakan Ajeng! Mama lihat anak perempuan Mama itu! Karena dukungan Mama lah yang menjadikan Ajeng sebagai perempuan yang egois, mau menang sendiri dan tidak mau menerima kritikan dari orang. Teguran dari kami kakak-kakak nya saja selalu di bantah dan di bilang menyalahkan! Justru apa yang kami berdua lakukan ini untuk kebaikanmu sendiri agar tidak terperosok semakin dalam dari rasa kecewa, sakit hati dan tekanan batin. Mau jadi apa kamu kalau nanti kalian berhasil di nikahkan dengan Davin? Apa kamu bisa jamin kalau Davin akan belajar mencintaimu? Apa kamu yakin kalau Davin akan memperlakukan kamu dengan baik? Menyanjung mu dan membelamu didepan semua orang?? Kalau kamu yakin, silakan saja kamu mengejar Davin sampai dapat! Dan jangan pernah meminta aku untuk mendukung obsesi mu itu! Aku secara pribadi tidak akan pernah mendukung kegilaan mu itu! " ucap Galih dengan tegas.
"Aku juga! Aku tidak akan mendukungmu Ajeng! Aku tidak peduli dengan anggapan mu mengatakan aku bukan kakak yang baik! Aku tidak akan mendukung perbuatan yang salah! Asal kamu tahu saja Ajeng, keluarga suami Bude Ayu bukan orang Bule yang gampang tergiur dengan fisik seseorang, apalagi dengan harta orang tersebut. Mereka mempunyai pendirian dan keteguhan hati yang kuat. Jika mereka sudah menolak, sampai matipun mereka akan tetap menolak karena itu sudah menjadi prinsip mereka! Kalau kamu tidak percaya, silakan mencoba mengambil hati mereka dengan sikap kamu yang egois itu! " sahut Gilang ikut menambahkan.
"Sudah diam.... Diam kalian semua! Jangan tambah pusing kepala Papa! Kalian mengoceh saja dari tadi! Bikin kepala Papa tambah pusing saja! " bentak Galang Papa mereka dengan suara menggelegar.
"Terserah Papa mau melakukan apa! Yang jelas kalau terjadi apa-apa sama Papa, jangan salahkan kami berdua karena kami sudah mengingatkan kalian semua! Kami permisi dulu! Lebih baik kami pulang ke Yogyakarta saja dari pada di sini yang pendapat nya tidak pernah di tanggapi dengan baik! Jangan pernah meminta bantuan ku Pa, Ma, jika untuk mewujudkan obsesi Ajeng yang gila itu! Ayo dek kita pulang! " ucap Galih dengan tegas sambil menarik tangan istrinya keluar dari ruang rawat inap Ajeng.
"Aku juga ikut Mas Galih! Ayo dek kita pulang juga! Kasihan anak-anak kita tinggal lama! Assalamualaikum! " ucap Gilang juga keluar bersama istrinya.
Sepeninggalan anak dan menantunya, Galang tampak berpikir keras dengan apa yang di katakan anak-anak nya tadi tentang pandangan mereka terhadap keluarga Davin.
"Pa, pokoknya Papa harus membantu Ajeng mendapatkan Kang Mas Davin! Ajeng sangat mencintai Kang Mas Davin, Pa! Ajeng gak bisa hidup tanpa Kang Mas Davin... Ajeng tidak rela kalau Kang Mas Davin di miliki orang lain! Pokoknya Papa harus bantu Ajeng!. " rengek Ajeng dengan suara kencang.
"Iya iya... Gak usah bawel merengek kayak gitu! Papa lagi mikir nih bagaimana cara agar Davin mau menikahi kamu! Jangan kamu bikin Papa tambah pusing lagi! " jawab Galang dengan nada jengah dengan kelakuan Ajeng.
Setelah mengiyakan ucapan Ajeng tadi, Galang bergegas keluar dari ruangan Ajeng guna menghindari ocehan dan desakan Ajeng yang membuat kepala nya bertambah sakit dan pusing. Sedangkan di dalam kamar rawatnya, Ajeng merengek pada Sekar dengan wajah memelas dan terlukanya agar Sekar semakin bersimpati dan tergugah hatinya untuk membantu mewujudkan impian nya menikah dengan Davin.
__ADS_1
"Aku harus terus meyakinkan Mama kalau aku sangat terpukul dan terluka dengan Davin melamar perempuan lain! Aku harus membuat Mama semakin luluh dan kasihan padaku! Mama pasti tidak akan mau melihat anak perempuan satu-satunya terluka seperti ini! Aku yakin itu! Dan untuk perempuan yang merebut Kang Mas Davin, aku tidak akan tinggal diam! Aku akan berusaha keras mengambil Kang Mas Davin dari mu bagaimana pun caranya! Aku punya Eyang Batari yang begitu menyayangi ku! Jika ia melihat aku yang lemah dan patah hati seperti ini, pasti ia akan mewujudkan impian ku dan mendesak keluarga Kang Mas Davin untuk menikahkan kami! Toh, kami bukan orang miskin! Keluarga kita sederajat dan sama-sama keluarga Ningrat, pasti cocok dan untung jika keluarga kami bersatu dengan ikatan pernikahan ini! Pokoknya aku tidak akan membiarkan Kang Mas Davin lepas dari genggamanku! " batin Ajeng dengan tangan terkepal di balik selimut nya.
Diparkiran rumah sakit, Gilang dan istrinya mengejar Galih yang sudah keluar duluan dari kamar rawat Ajeng. Mereka mengejarnya hingga ke parkiran kendaraan.
"Mas Galih! Tunggu Mas! " teriak Gilang agak sedikit keras dari arah pintu keluar rumah sakit.
Galih yang hendak masuk ke dalam mobil mengurungkan niatnya dan menutup pintu mobil kembali. Dengan terengah-engah Gilang dan istrinya menghampiri Galih yang berdiri tegak bersama istrinya di dekat pintu mobil.
"Kalian kenapa ngos-ngosan seperti itu? " tanya Galih dengan heran.
"Kami mengejar Mas Galih! Takut Mas Galih keburu pergi dan menghilang dari rumah sakit! " jawab Gilang sambil mengatur napasnya agar normal kembali.
"Mau ngapain kalian mengejar kami? Apa ada yang penting? " tanya Saras istrinya Galih.
"Iya Mbak! Apa benar Mas dan Mbak mau langsung pulang ke Yogyakarta? " jawab Gilang dengan bertanya kembali.
"Iya... Mas dan Mbak mu akan pulang sekarang ke Yogyakarta! Untung saja anak-anak sekolah dan tidak mau ikut di ajak ke Jakarta! Memangnya kenapa? " jawab Galih lagi dengan agak bingung.
"Lah, memangnya kalian mau kemana? Dan anak-anak sekarang ada di mana? " tanya Galih lagi semakin heran.
"Itu Mas, anu! Sebenarnya kami mau periksa di RSCM besok pagi! Dua minggu yang lalu kami sudah periksa di rumah sakit umum Bethesda, tapi masih belum terlalu yakin karena masih sangat kecil! Dokter di Bethesda merekomendasikan untuk periksa ulang lagi di RSCM agar lebih yakin lagi tentang dugaan beliau! Makanya kami besok mau ke sana dulu sebelum pulang ke Yogyakarta. Makanya kami berdua minta tolong Mas dan Mbak Saras mau membawa anak-anak sekalian pulang ke Yogyakarta! " jawab Gilang dengan wajah agak sedih.
"Memangnya siapa yang sakit sampai periksa ulang lagi di RSCM? " tanya Saras dengan wajah terkejut.
"Aku Mbak! Tapi bukan sakit! Aku lagi hamil Mbak! Baru jalan 15 minggu! Dua minggu yang lalu sebelum kontrol di Bethesda aku mengalami flek selama dua hari! Pas di periksa di Bethesda, kata dokter tersebut janinnya lambat berkembang dan ada kelainan! Mereka menyarankan untuk di kuret karena bisa membahayakan aku Mbak! Tapi aku dan Mas Gilang tidak rela Mbak karena kami berdua begitu bahagia ketika tahu aku hamil lagi! Makanya kami mau periksa lagi di RSCM agar benar-benar yakin dengan dugaan dokter yang di Bethesda itu! Aku sedih dan terpukul Mbak waktu dokter memberikan kabar itu kepada kami! Kami masih berharap jika dugaan dokter itu salah dan hanya kesalahan teknis saja! " jawab Sofina dengan menangis tersedu-sedu.
"Innalillahi ya Allah.... Yang sabar ya Fin, Gilang! Jika memang rezeki kalian maka akan kembali kepada kalian berdua dan si jabang bayi pasti akan bertahan. Tapi jika bukan rezeki kalian, Mbak harap kalian berdua ikhlas dan bersabar. Karena itu semua ujian dari Allah, dan mudah-mudahan akan di beri Allah lagi nanti gantinya yang lebih baik. Trus, anak-anak Sekarang dimana? " ucap Saras dengan ikut prihatin dan memeluk Sofina dengan lembut.
"Terimakasih atas support nya Mbak! Anak-anak di rumah Mama Papa Mbak, kemarin malam pas sampai kami langsung ke sana! " jawab Gilang dengan mengusap punggung istrinya yang masih sedih.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu! Mas dan Mbak mu hanya bisa mendoakan semoga semua nya berjalan lancar pemeriksaan kalian sesuai dengan keinginan kalian berdua! Kalau gitu Mas sama Mbak mu akan ke rumah Mama Papa aja langsung, mau jemput anak-anak biar nanti gak kesorean kita pulang nya. Mudah-mudahan kereta api nya dapat yang jam tiga! " sahut Galih sambil menepuk pelan bahu Gilang.
"Terimakasih Mbak, Mas! Maaf sudah merepotkan! " ucap Gilang dan Sofina serempak begitu Galih dan Saras masuk ke dalam mobil yang mereka sewa.
Galih dan Saras melambaikan tangan mereka dari dalam mobil ketika mobil tersebut melaju meninggalkan area parkiran rumah sakit tempat Ajeng di rawat.
"Ayo dek, kita langsung ke RSCM buat janji untuk besok! Jam segini kata kawan Mas, orang nya tidak terlalu ramai antri! " ajak Gilang sambil menggandeng lengan istrinya.
"Iya Mas, ayo! Mudah-mudahan besok hasilnya sesuai dengan keinginan kita ya Mas! " jawab Sofina penuh harap.
"Aamiin....InshaaAllah ya dek! Ayo jalan! " sahut Galih dengan tersenyum lembut menatap istrinya.
🌿🌿🌿
Semua tetua dari keluarga Dave dan keluarga Tata sedang berembuk di ruang keluarga pada sore hari nya untuk menentukan kapan pesta resepsi Tata dan Dave akan di gelar. Mereka mencari waktu yang pas tanggalannya menurut perhitungan Jawa karena Eyang kakung meminta hal itu kepada Ibuk nya Tata.
Ibuk Tata dengan senang hati mengerahkan semuanya kepada pihak keluarga besannya karena ia tidak punya siapa-siapa di sini dan tidak punya keluarga lagi selain semua yang ada di villa ini. Hanya saja, Ibuk Tata meminta jika pakaian pernikahan Tata dan Dave juga menggunakan pakaian adat Batak Mandailing sebagai penghargaan atas marga Tata (Boru) dari ayahnya Tata.
Keluarga Dave menyambut antusias permintaan Ibuk nya Tata dan mereka semua mulai berdiskusi menentukan semuanya tanpa campur tangan Dave dan Tata. Dave dan Tata hanya diminta untuk santai saja sambil mempersiapkan mental dan tenaga saja untuk tegak seharian di kursi pelaminan.
"Kalian bertiga harus bantu Ibuk seminggu sebelum hari H resepsi digelar! Kalian harus mencari semua yang Ibuk catatkan tadi pada kalian! Semuanya harus ada dan tidak boleh ada yang kurang, karena khasiatnya berbeda jika bahan-bahannya kurang atau tidak lengkap! " bisik pelan Eyang Putri kepada putri dan menantunya.
"Oke Buk, kami siap! Tapi ngomong-ngomong yang Ibuk catatkan tadi itu untuk buat apa sih? Rini masih bingung Buk? " ucap Bude Rini dengan raut wajah bingung.
"Udah, gak usah banyak tanya! Rahasia itu! " jawab Eyang Putri dengan tersenyum misterius.
Dih..... Ajeng segitu pedenya mau merebut Dave dari Tata🤨gak semudah itu ferguso🙄🙄
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍