
Jaka dan Samson berhasil menyerahkan paket yang di berikan Tata kepada salah satu penjaga rumah Tata. Yang menerima paket langsung menyerahkannya pada kepala penjaga yang selalu mengamati semua tempat yang di sinyalir rawan di masuki penyusup melalui layar komputer CCTV di ruang jaga.
"Pak, ada paket dari Non Tata! " lapornya dengan meletakkan kantong kertas itu di hadapan kepala penjaga.
"Oke, silakan kembali berjaga! "jawab Kepala penjaga dengan wajah datar.
Setelah salah satu bawahannya keluar, ia langsung membuka koran yang menutupi kotak itu. Begitu melihat kode yang tertulis pada lapisan koran yang selanjutnya, ia langsung menyobek kotak tersebut dengan bringas dan mengambil botol bedak tersebut.
Ia lalu membuka paksa tutup bedak dan membuang isinya untuk mengeluarkan sesuatu yang ada dalam botol itu. Sebuah plastik klip ukuran kecil tersembul keluar, ia lalu menariknya hingga keluar semuanya. Dengan cepat ia membuka plastik klip itu dan membuka gulungan kertas dalam amplop kecil yang sengaja membungkus sebuah benda dan akhirnya sebuah flashdisk sudah tergeletak di atas meja.
Kepala penjaga lalu mengambil sebuah amplop coklat yang besar dan sebuah plastik klip lagi dari dalam sebuah lemari di ruangan itu. Ia memasukkan flashdisk tersebut ke dalam plastik, kemudian memasukkan plastik tadi ke dalam amplop coklat yang besar tadi dan memberikan lem perekat agar tertutup sempurna.
Ia memanggil salah satu anak buahnya dan memberikan amplop coklat tersebut pada nya dengan beberapa petuah.
"Antar kan amplop ini pada alamat yang ada di sini! Jangan sampai hilang karena nyawamu yang akan menjadi ganti nya! Pastikan amplop ini di terima oleh orang yang nama nya ada di kertas ini! " ucap Kepala penjaga dengan nada tegas.
"Baik Pak! Akan saya laksanakan! " jawab anak buahnya dengan patuh.
Setelah mengirimkan amplop tersebut pada anak buahnya, ia meraih ponsel nya dan mengirim pesan jika tugas nya sudah ia lakukan.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Tata yang baru saja mau masuk rumah di kaget kan dengan teguran dari suaminya yang keluar dari ruang kerja dan hendak mengantar Arkan keluar sekalian ia juga pulang ke apartemen nya.
"Kamu dari mana sayang? Happy banget aku lihat? " tegur Dave pada istirnya yang lewat.
"Ya Allah Mas.... Bikin kaget saja! Itu dari luar, aku baru saja ngirim bedaknya anak-anak yang kebawa di koper aku! Jadi aku minta tolong mamang sopir untuk antar bedak itu ke rumah! Anak-anak kan hari ini pulang ke rumah dan mungkin beberapa jam lagi akan sampai! " jawab Tata jujur.
"Oh.... Kirain dari mana! Oh ya, Mas mau pulang ke apartemen! Kasihan Grandfa dan Grandma hanya berdua saja di sana, dan udah mau Asar juga! Baik-baik di rumah ya sayang!Love you... Cup! " ucap Dave dan memberikan kecupan singkat di bibir istrinya.
"Iya Mas hati-hati.... ! " jawab Tata dengan mencium tangan suaminya sebelum Dave keluar.
"Haaah.... Kapan aku seperti itu dengan ayang Susan! " keluh Arkan dengan lirih melihat kemesraan Bos nya.
Tata langsung naik ke atas begitu suaminya pulang ke apartemen. Dave yang satu mobil sama Arkan memberikan perintah lagi pada Arkan.
"Perintahkan orang bayangan mu untuk menjaga dan mengawal kemana saja istriku pergi! Aku harus berjaga-jaga untuk mengatasi segala kemungkinan dan aku tidak boleh lengah karena kita tidak tahu kapan musuh akan bergerak! " ucap Dave dengan wajah datar.
"Oke.... ! " jawab Arkan mengangguk paham.
Selama perjalanan menuju apartemen, mereka berdua hanya diam dan larut dengan pikiran masing-masing.
Tata yang baru saja mengunci pintu kamar mendapat pesan di ponsel khusus nya dari Kepala penjaga di rumahnya jika paket yang Tata kirim sudah ia kirim kembali sesuai instruksi yang Tata berikan.
Tata langsung meraih laptopnya dan duduk di atas kasur dengan wajah serius.
"Tiger, aku mengirimkan paket untuk mu dan aku minta agar kau mengirimkan paket itu lagi pada orang yang juga mengawasi Galang! Dan akan kita lihat apakah mereka itu kawan atau lawan! " pesan email pun terkirim.
__ADS_1
"Kira-kira siapa ya yang juga mengawasi Galang dan apa tujuannya? Apakah Galang juga punya musuh atau saingan bisnis? Aku jadi penasaran siapa orang itu! " gumam Tata sambil berpikir๐ค.
Tidak lama kemudian, balasan email dari Tiger pun masuk dengan mengatakan jika paket yang di kirim padanya sudah ia terima dan akan ia berikan pada orang tersebut.
Di lantai bawah tepat nya di dapur, Eyang Putri sedang memberikan arahannya pada Mbok Nah, Imah dan Lastri untuk membuat sesuatu.
Ketiga Bude Dave masih di rumah itu dan belum pulang karena menunggu suami mereka menjemput mereka masing-masing.
"Buk... ! Ibuk lagi bikin apa sih? Bikin jamu ya? " tanya Bude Rini dengan melihat perasan air kunyit.
"Atau Ibuk mau bikin jamu kayak kita dulu ya? " ucap Bude Wati ikut menduga-duga.
"Iya.... Tapi ini bukan sekedar jamu! Ini jamu untuk stamina agar tetap fit dan kuat ! Dan ini ramuan untuk meredakan sakit setelah malam pertama, di gunakan untuk berendam agar sakitnya hilang! Dan ini lagi untuk luluran agar badan kita halus dan wangi setiap saat! " jawab Eyang Putri yang membuat rasa penasaran anak-anaknya terjawab juga.
"Kok kita dulu gak di kasih jamu untuk stamina dan untuk luluran! Aku dulu cuma Ibuk kasih ramuan untuk berendam aja setelah malam pertama! " protes Bude Ditha dengan wajah cemberut.
"Aku di bikinin kok Mbak sama Ibuk jamu untuk stamina, tapi dua hari setelah malam pertama! Tapi aku juga gak di bikinin luluran kayak gini! " jawab Mami Sita yang membuat Bude Ditha semakin merenggut wajah nya.
"Aku juga sama kayak Mbak Ditha! Ibuk mah pilih kasih! " ucap Bude Rini ikut protes.
"Aku juga.... ! " Bude Wati tidak mau ketinggalan.
"Ibuk bikinin Ayu jamu stamina karena ia ngeluh kewalahan mengimbangi aktivitas suaminya di ranjang, makanya Ibuk bikinin! Emangnya suami kalian juga kayak gitu di ranjang? Ibuk lihat kalian gak ngeluh sama Ibuk, biasa aja! " jawab Eyang Putri yang membuat mata anak dan menantunya membulat kaget.
"Apa??? Jadi Dayton bringas ya Yu di ranjang waktu kalian masih pengantin baru? " ucap Bude Ditha kaget dan bertanya dengan muka penasaran.
"Bule ya bringas lah Mbak di ranjang! Tenaga nya kuat banget, bisa sampai empat ronde kalau mau di ikutin! Makanya aku ngeluh sama Ibuk karena aku capek dan lelah mengimbangi kekuatan suami ku di ranjang! " jawab Mami Sita santai.
"Ah, gak cuma suami kamu Yu, Bang Hasan juga kuat banget libidonya! Sebulan setelah malam pertama, minta mulu kerjaannya! Sehari bisa tiga kali kayak minum obat! Kalau aku gak di kasih jamu khas Bugis sama mertua aku mungkin aku bakalan tepar di kerjain mulu! " cerita Bude Rini dengan malu-malu.
"Apaaa??? Huahahahaha..... " Bude Ditha, Bude Wati dan Mami Sita kaget dan tak lama kemudian mereka bertiga tertawa ngakak.
"Ya Tuhan... Gak nyangka banget kalau Hasan kuat juga ternyata! " celutuk Bude Wati tidak percaya.
"Mas Hasan baru ketahuan kuat setelah sebulan malam pertama! Lah aku, dari malam pertama kuat nya minta ampun sampai sekarang! Makanya sekarang sebelum perang aku minum obat encok biar paginya badan aku gak kumat encok nya! " ucap Mami Sita lagi membuat kakak-kakaknya tertawa terpingkal-pingkal.
"Kalau kamu gimana Dith?? " tanya Bude Wati..
"Biasa aja sih Mbak, cuma kadang-kadang kalau lagi tinggi libido nya Mas Vian sama kayak Hasan! Sehari bisa tiga kali kayak minum obat! " jawab Bude Ditha santai.
"Ha... Ha... Ha.... ! Ternyata suami kita kuat-kuat semua soal ranjang! " jawab Mami Sita tertawa kencang.
"Buk.... Aku minta dong Buk jamu nya! Gak banyak-banyak kok Buk! Sebotol aja cukup kok! " ucap Bude Wati pada Eyang Putri.
"Wah... Mbak semangat rupanya mau minum biar kuat ngimbangi Mas Toto! " celutuk Bude Rini dengan wajah salut.
"Ini bukan untuk Mbak... Tapi untuk Mas Toto ! Biar kuat dan gak gampang capek! Masa iya baru seronde aja udah K.O! " jawab Bude Wati cuek.
__ADS_1
"Apaaaa!!! "
"Gubrak.... ! "
"Ha..... Ha..... Ha..... "
"Aduh... Sakit perutku ketawa! Ha.... Ha.... Ha.... "
Mereka yang tadi kaget tidak lama kemudian tertawa terbahak-bahak mendengar yang kewalahan ternyata kakak mereka sendiri. Eyang Putri dan para pelayan tersenyum geli mendengar curhatan kakak beradik tersebut tentang suami mereka.
"Ya Allah.... Ya Allah... Gak nyangka banget aku kalau yang kewalahan itu Mas Toto! Ha... Ha... Ha.... " ucap Bude Ditha dengan mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata akibat kebanyakan tertawa.
"Iya Mbak.... Gak bisa kebayang aku wajah K.O nya Mas Toto! Ha... Ha... Ha... " sahut Bude Rini ikut komentar.
"Ya ampun Mas Toto.... Mas Toto! Malu-maluin banget! " tambah Mami Sita juga ikut tertawa.
"Makanya Mbak minta dikit jamu nya sama Ibuk! Mbak kan juga pengen kita saling mengimbangi kayak kalian! " kata Bude Wati lagi tidak mau kalah.
"Kenapa kamu baru ngomong sekarang Nduk?? Kan bisa Ibuk buatin dari dulu! " ucap Eyang Putri geleng-geleng kepala.
"He... He... He... Wati malu Buk! Tapi sekarang Wati gak malu lagi lah! Yang penting Wati gak kecewa lagi kayak dulu-dulu! " jawab Bude Wati cengengesan.
"Ya sudah... Nanti Ibuk buatkan juga untuk kamu dan kamu minumkan pada Toto! " sahut Eyang Putri mengabulkan permintaan menantunya.
"Nah sekarang kita fokus dulu bikin untuk Dave dan Tata! Ayo kalian buruan bantu mereka biar cepat selesai ramuan dan jamu nya! " tambah Eyang Putri lagi pada mereka semua.
"Oh iya hampir lupa! Emangnya Tata masih virgin ya? Kan udah janda, udah pernah menikah! " tanya Bude Rini dengan melihat pada semua kakak nya terutama adiknya Mami Sita.
"Entah lah Mbak! Aku merasa kalau Tata masih suci karena aku seperti masih melihat seorang gadis bukan seorang wanita yang sudah menikah pada umumnya! " jawab Mami Sita dengan mengangkat bahunya.
"Tapi kalau menurut penglihatan Mbak nih ya... Tata memang masih virgin! Aura nya beda waktu pertama Mbak lihat dia waktu ulang tahun Abeth waktu itu! Kalau menurut Ibuk bagaimana? " ucap Bude Wati dengan meminta pendapat Eyang Putri.
"Sama seperti dugaan Wati! Kalau Tata memang masih suci dan makanya Ibuk sangat bahagia waktu pertama ketemu di Bandung kemaren. Yah walaupun waktu itu Tata sudah janda Ibuk gak masalah karena ia pernah menikah, tapi begitu melihat aura nya yang bersih dan bersinar membuat Ibuk merasa bagai mendapat durian runtuh! Semua ini khusus Ibuk buatkan untuk Tata dan Dave! " jawab Eyang Putri dengan di angguki anak-anaknya.
"Jackpot ini mah Si Bule! Sama-sama dapat masih bersegel! " komentar Bude Ditha dengan di angguki mereka semua.
"Buk... Ngomong-ngomong Bapak itu dulu kuat juga gak kayak suaminya kita-kita? " tanya Bude Rini tiba-tiba pada Eyang Putri.
"Kalau Bapak kalian gak kuat, gak mungkin anaknya ada empat kayak kalian ini! " jawab Eyang Putri santai.
"Prang......... ! " bunyi sutil terjatuh di lantai oleh Mbok Nah.
"Huahahaha.... ha...ha.... ha.... " mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban santai Eyang Putri tentang suaminya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers akuh tercinta...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ๐๐....
Lope-lope sekebon sawit๐๐๐...