
Tata terbangun dari tidurnya saat dadanya terasa penuh dan nyeri karena belum di keluarkan Asinya.
"Kemana suamiku Njel?? " tanya Tata saat menyadari sang suami tidak ada di dalam kamar rawat nya.
"Tadi kakak ipar ada urusan Kak!! Kakak mau apa biar aku bantu! " jawab Angel berdiri dari duduknya.
"Tidak usah repot-repot kau duduk saja di sana! " sahut Tata dengan suara pelan.
Matanya memandang langit-langit di atas kamar nya dengan menghela napas pelan. Pikiran nya mumet dengan masalah yang menimpanya saat ini hingga ia sulit untuk mengambil keputusan terkait kondisi Ibuk nya saat ini.
"Tok... Tok... Tok... "
"Masuk saja.. " jawab Angel karena Tata tidak bergeming dari menatap langit kamar nya.
Ternyata Anika dan Riko yang datang berkunjung ke kamar Tata. Kedatangan mereka berdua tak kunjung membuat Tata sadar dari lamunan panjang nya hingga akhirnya Anika mendekati Tata dan menyentuh tangan nya.
"Kakak..! " ucap nya pelan dengan menyentuh punggung tangan Tata.
"Astaghfirullah hal azim... Eh kalian!! " jawab Tata kaget sembari menolehkan kepalanya.
"Kakak lagi mikirin apa sampai gak sadar kami datang? " tanya Anika dengan nada khawatir.
"Haah... Entahlah, rasanya kakak gak mikirin apa-apa! Tapi perasaan kakak seperti campur aduk sekarang ini! " jawab Tata dengan menghela napas nya dengan agak kencang.
"Kakak gak boleh banyak pikiran karena setau Nika ibu menyusui gak boleh banyak pikiran karena bisa menghambat produksi Asi! Oh ya kapan si kembar bisa pulang ke rumah? " Ucap Anika dengan menanyai kabar si kembar.
"Kakak belum tau Nika! Hari ini aja kakak belum ketemu mereka dari kemarin. Terakhir menyusui mereka langsung dua hari yang lalu. " jawab Tata dengan nada gusar.
Karena masalah ini ia merasa bersalah mengabaikan anak-anak nya dan hanya mengandalkan botol Asi tanpa menyusui mereka secara langsung.
"Rasanya kepala kakak mau pecah karena masalah ini bukan masalah kecil, mereka semuanya sama-sama penting buat kakak! Anak-anak kakak prioritas utama kakak, tapi keadaan ipar kakak dan anak-anak nya sekarang ini juga menjadi tanggung jawab kakak sebagai keluarga mereka satu-satunya! Sudah cukup dulu kakak tidak memperdulikan mereka karena kakak mengira mereka baik-baik saja, tapi sekarang posisi mereka sama dengan si kembar yang akan menjadi prioritas kakak ke depannya. Tapi masalah bertambah dengan keadaan Ibuk, kakak bingung mau mendahului yang mana sekarang ini sedang saat ini si kembar butuh sekali perhatian kakak sebagai ibunya. " curhat Tata mengeluarkan unek-unek nya.
"Kak, In Syaa Allah Ibuk gak papa! Nika yakin kok kalau Ibuk perempuan yang kuat sama kayak kakak! Kakak fokus aja dengan keadaan si kembar agar berat badannya cepat naik dan bisa pulang ke rumah dengan cepat. Kalau si kembar cepat pulang ke rumah otomatis banyak yang akan membantu kakak menjaga nya di banding kan di rumah sakit. Nika yakin semua keluarga Kak Dave gak akan tinggal diam membiarkan kakak sendiri yang meng handel si kembar. Mereka pasti dengan suka rela membantu kakak dan kakak juga bisa mengurus keadaan ipar kakak dan anak-anak nya tanpa bingung mau mendahulukan yang mana di antara mereka! " sahut Anika dengan panjang lebar.
"MasyaAllah... Ternyata Anika kecil yang manja dan seenaknya sendiri tenyata udah dewasa dan bijak sekali pemikiran nya! " ucap Tata dengan nada menggoda.
"Ish, gak usah ngeledek ya Kak! Mana ada Anika kecil dan manja, gak ada ya kecil bisa bikin anak kecil! " sungut Anika dengan bibir maju 5 senti.
"Hehehehe... " Tata terkekeh kecil melihat bibir Anika yang mengerucut menyerupai ikan ******.
"Oh ya, gimana keadaan toko kamu Ko? " tanya Tata pada Riko.
"Alhamdulillah baik Kak! Terkadang kalau banyak pelanggan, Papa yang bantuin di toko! Soalnya aku masih belum yakin mau cari karyawan yang bisa di percaya Kak, aku takut dapat karyawan yang salah kayak waktu itu. " jawab Riko dengan jujur.
"Iya juga sih, tapi kalau memang udah gak sanggup mengatasinya sendiri jangan di paksa! Kakak rasa kalau cuma mencari atau menseleksi karyawan yang jujur kakak bisa bantu dengan bantuan orang kakak menyeleksi nya sebelum kamu rekut. Mereka pasti bisa mencari orang yang jujur dan dapat di percaya untuk bekerja di toko mu. Mencari uang boleh, tapi ingat untuk meluangkan waktu bersama keluarga dan diri sendiri. Jangan sampai mencari uang keluarga tersisih kan karena habis waktu hanya untuk bekerja. " nasihat Tata dengan bijak.
"Iya Kak, Riko juga gak mau kayak gitu karena bagi Riko keluarga adalah segala nya! Nanti kalau Riko udah keteteran banget, Riko akan hubungi kakak. Kalau untuk sekarang masih bisa Riko atasi sendiri! " ucap nya dengan mengangguk setuju.
"Ya udah, Nika sama Mas Riko pamit dulu ya Kak! Kasihan Mama jagain Revan lama-lama meskipun Mama gak keberatan sama sekali! In Syaa Allah kalau besok ada kesempatan Nika ke sini lagi jenguk Ibuk sama Revan. " ucap Anika dengan menyalami tangan Tata dan mencium pipi kiri kanan karena Tata duduk di atas bed nya.
"Gak perlu repot-repot ke sini, soalnya kasihan Revan di bawa ke rumah sakit. Banyak virus penyakit di sini dan rentan untuk anak kecil kayak Revan. Do'akan aja Ibuk cepat sehat dan kembali ke rumah seperti dulu. " sahut Tata melarang Anika bawa Revan ke rumah sakit.
__ADS_1
"Iya Kak, Nika pasti doakan Ibuk kok! Kami pamit pulang, assalamu'alaikum!! " ucap Anika bersamaan dengan Riko mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam... " jawab Tata dan Angel serempak.
Begitu pintu kamar rawat nya tertutup kembali, Tata beranjak dari bed nya menuju kamar mandi. Ia membasuh mukanya agar tampak segar dan fresh.
"Angel, tolong kau bikin identitas baru untuk kakak iparku dan kedua anaknya dan kunci semua data diri mereka agar tidak bisa di bobol oleh siapapun termasuk hacker sekalipun. Aku tidak mau pihak dari laki-laki bejat itu dan keluarga nya terutama tua bangka itu menemukan mereka bertiga. Kalau saja aku masih sendiri, maka aku sendiri yang akan menghabisi mereka berdua dengan kedua tangan ku. Sayang nya sekarang aku sudah memiliki anak karena aku tidak mau anak-anak ku mendapat karma atas perbuatan ku. " ucap Tata saat keluar dari kamar mandi.
"Beres Kak, akan aku kerja kan! " jawab Angel memberikan jempol nya.
"Oke, ayo temani kakak ke ruangan si kembar! Kakak mau mengAsihi mereka langsung! Asinya udah pada merembes nih di kain nya! " ajak Tata sembari mengganti handuk kecil pengganjal Asinya yang keluar sendiri saking banyaknya.
"Ayo Kak, aku juga belum pernah ketemu anak-anak kakak! " sahut Angel dengan sangat antusias.
Setelah menaruh handuk kecil yang sudah lembab di tempat pakaian kotor, Tata keluar kamarnya bersama Angel dengan mengunci pintu terlebih dahulu dari luar dan berjalan menuju kamar bayi yang tempat di ujung lorong lantai 5 ini.
Suster Sari yang bertugas menyambut bahagia kedatangan Tata untuk menyusui langsung ke enam bayi-bayi nya.
"Alhamdulillah Nyonya udah datang, saya baru mau ke kamar Nyonya mau mengambil stok Asi untuk si kembar. Kata Dokter Fadhlan jika si kembar terus menampakkan kenaikan berat badan nya dalam seminggu ini maka minggu berikut nya si kembar udah bisa di bawa pulang Nyonya! " ucap Suster Sari dengan wajah sumringah.
"Benarkah??? Ya Allah, saya senang sekali mendengar nya Sus! In Syaa Allah selama seminggu ini akan saya pastikan mereka semua tidak akan kekurangan Asi mereka! Saya udah gak sabar pengen bawa mereka pulang! " sahut Tata dengan wajah benar-benar bahagia.
Wajah nya langsung bersinar ceria mendengar kabar bahagia ini dari Suster Sari.
Dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya, Tata memasuki ruangan bayi dan menyusui bayi-bayi nya satu persatu dengan perasaan bahagia.
Sementara Dave yang sudah kembali dari Rooftop mendapati kamar rawat istrinya dalam keadaan terkunci dari luar.
Arkan sudah kembali ke kantor karena ia ada pertemuan penting menggantikan Dave yang masih cuti.
Baru mau memejamkan mata, ia di panggil seseorang dari depan lorong.
"Raden... ! " panggil orang itu.
"Eh Mak Ijah.. ! " jawab Dave dengan menoleh ke kiri.
"Maaf karena mengejar kalian di parkiran tadi Mak lupa ngasih titipan Kanjeng Ndoro untuk kalian! Pasti sekarang makanan nya udah dingin karena udah dari tadi. " ucap Mak Ijah dengan wajah menyesal sembari tangan nya memegang sebuah rantang susun empat.
"Ya Allah Mak.. Maaf ngerepotin pakai bawain ke sini lagi! Gak papa dingin yang penting gak basi aja! Lagian Tata kan gak boleh makan makanan yang masih panas! Mak udah makan?? " sahut Dave tidak mempermasalahkan hal itu.
"Belum Den.. Tanggung mau makan sekarang, soalnya Mak mau ke ruang IGD sekarang karena kata Suster tadi Nyonyah mau di pindahkan ke ruang rawat nya sebentar lagi. Ntar kalau Nyonyah udah di ruangan nya baru Mak makan! " jawab Mak Ijah jujur.
"Ya udah deh kalau gitu, nanti Dave delivery kan Mak makanan kalau Ibuk sudah di pindahkan ! Eits Mak gak boleh nolak! " ucap Dave dengan jari telunjuk bergerak kiri kanan isyarat tidak boleh menolak.
"Iya deh kalau gitu! Mak balik ke IGD lagi ya Den! " jawab Mak Ijah pasrah.
"Iya Mak, terimakasih udah capek-capek ngantar rantang nya! " ucap Dave dengan tulus.
"Iya Raden, sama-sama! " sahut Mak Ijah dengan tersenyum.
Begitu Mak Ijah masuk ke dalam lift, Tata keluar dari ruangan bayi bersama Angel kembali menuju kamar rawat nya. Sedangkan Dave langsung membuka pintu kamar rawat Tata untuk menaruh rantang yang di bawa Mak Ijah di atas laci di samping lemari pendingin.
__ADS_1
"Loh, Mas bawa apa?? " tanya Tata saat melihat Dave meletakkan sesuatu di atas laci.
Karena pintunya terbuka lebar ia hanya melihat punggung suaminya tanpa melihat apa yang di letakkan di atas laci tersebut.
"Mak Ijah bawain rantang yang tadi pagi mereka bawa ke sini, tapi karena melihat kita di parkiran mereka lupa kalau ada titipan makanan untuk kamu dari Mami! " jawab Dave dengan membuka rantang tersebut satu persatu.
"Wah kebetulan aku laper banget abis nyusuin si kembar. Oh ya kapan Ibuk pindah ke ruangannya Mas? Aku pengen lihat Ibuk! " sahut Tata mengelus perut nya sambil bertanya lagi.
"Ini udah mau pindah kata Mak Ijah, makanya ia belum sempat makan siang. Mas mau pesan kan Mak Ijah makan siang lewat kurir aja begitu Ibuk sudah di ruangan nya. " ucap Dave memberitahu Tata.
"Biar aku aja Kak yang pesankan makanannya sekalian aku mau tau di ruangan mana biar nanti aku chat kakak di ruangan nomor berapa! " tambah Angel mengajukan dirinya.
"Oh ya udah kalau gitu, sekalian pesan juga untuk mu! Mas kasih uang nya! " jawab Tata sembari menyuruh Dave ngasih uang ke Angel.
Dave dengan sigap mengeluarkan dompet nya dan meraih dua lembar uang merah memberikan nya kepada Angel.
"Makan siang apaan duitnya 200 ribu?? Palingan nasi padang 25ribu sebungkus! Yang makan juga cuma dua orang duitnya sebanyak makan 7-8 orang! " cetus Angel dengan mata melotot.
"Gak usah makan makanan padang! Pesan makanan yang sehat untuk Mak Ijah, sesekali gak makan nasi padang gak bakalan sakit perut! " omel Tata yang tahu kegemaran Angel yang gila makanan padang yang santan dan berlemak.
"Alah, dulu kakak juga doyan banget makan nasi padang! " cibir Angel merenggut sebel.
"Puasa dulu sampai si kembar umur 6 bulan! " sahut Tata dengan terkekeh kecil.
"Ya udah, aku ke bawah dulu!" ucap Angel berjalan keluar dari ruang rawat Tata.
Sembari makan, Dave memberitahu keadaan Aqila keponakan Tata yang kecelakaan dua tahun lalu sesuai yang di katakan Tiger dan Martin.
"Mas, kalau kayak gitu kondisi nya aku harus mempertemukan mereka sama Ibuk begitu Ibuk sadar nanti! " ucap Tata sambil mencuci tangan nya.
"Apa gak papa kalau kita kasih tau Ibuk sekarang yank?? Mas takut Ibuk pingsan lagi nanti! " sahut Dave agak khawatir.
"In Syaa Allah gak Mas! Aku akan ngomong pelan-pelan nanti sama Ibuk agar Ibuk gak tau dari orang lain. Justru kalau Ibuk tau bukan dari mulut aku nantinya itu yang bikin Ibuk drop karena kecewa sama aku merahasiakan keadaan cucunya! Aku gak mau Ibuk kayak gitu Mas! " jawab Tata lagi dengan wajah sendu.
"Iya juga ya.. Ya udah, kita tunggu aja Ibuk sadar dulu! Mas mau hubungi Tiger dulu agar memberitahu Martin untuk membawa kakak ipar kamu kesini begitu Ibuk sudah di beritahu! " ujar Dave sambil mengutak-atik ponselnya.
Bunyi ponsel Dave membuat Tata menautkan alisnya.
"Cepat banget balasannya?? " tanya Tata heran.
"Bukan dari Tiger! Ini dari Angel yang ngasih tau kamar rawat Ibuk! " jawab Dave memberitahu.
"Oh, kirain balasan dari Tiger! " sahut Tata.
"Belum juga di kirim yank! Nih, barusan di kirim! " ujar Dave sembari menutup layar ponselnya.
"Oh iya, Mami Papi udah di kasih tau belum Mas keadaan Ibuk?? " tanya Tata tiba-tiba teringat dengan mertuanya.
"Astaghfirullah hal azim... Mas lupa yank!! " jawab Dave menepuk pelan jidat nya.
Bersambung...
__ADS_1