Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kumpul bersama...


__ADS_3

Kadir keluar rumah barengan dengan Sandra sambil menggendong Kana.


"Bang, beneran yang di katakan Ila kalau Abang dan anak-anak tinggal di rumah besar ini? " tanya Anika dengan memicingkan matanya tidak percaya.


"Iya benar! Kamu gak mau peluk Abang dulu nih! Udah main interogasi aja! " jawab Kadir dengan pura-pura merajuk.


"Ish udah tua juga, ngambekan banget! " omel Anika tapi tetap berjalan ke arah Kadir dan memeluknya dengan erat.


"Makin gemuk aja kamu sekarang! Perasaan baru tiga bulanan lebih kamu di Bandung, kenapa cepat banget suburnya! " komen Kadir yang mendapat pelototan dari Anika.


"Aku bukan gemuk, tapi berkembang! Ya gak etis juga kali orang hamil tapi tubuh nya kurus ceking kayak orang gizi buruk! " jawab Anika dengan bibir manyun.


"He.... He... He.... Peace✌becanda doang! Jangan di ambil hati! " sahut Kadir dengan terkekeh.


"Dasar Duda ngebet kawin! Nyebelin! Kakak masih mau sama laki-laki yang beginian! Kalau Anika mah ogah banget, udah kaku gak ada romantis-romantis nya lagi! " cibir Anika dengan bertanya kepada Sandra.


"Udah, udah... Kita masuk dulu! Kakak pengen ngemil dulu, lapar bawa mobil sampai rumah! " lerai Tata dengan mendorong tubuh Anika masuk ke dalam rumah.


Begitu masuk ke ruang tamu, mata Anika terbelalak melihat foto Tata terpampang bersama Ibuk di rumah tamu.


"Ja-jadi, rumah gedongan ini punya kakak! " tanya Anika dengan menoleh mukanya ke arah Tata.


Tata hanya mengangguk dan langsung berjalan masuk lagi ke dalam menuju ruang keluarga.


"Kak, nanti kalau si dedek udah lahir, bikinin Anika foto yang segede gaban gitu yah! Nanti tarok nya dalam kamar, biar setiap masuk kamar Mas Riko selalu ingat dengan Anika dan si dedek! " ucap Anika ketika mereka semua sudah duduk di sofa ruang keluarga.


"Ngapain juga tarok dalam kamar foto segede gitu? Gak di tarok foto pun si Riko pasti gak akan lepas dari bayangan kamu! Apalagi kalau foto segede gitu di tarok di kamar, bisa-bisa si Riko selalu kaget liat kamu seperti selalu ngawasin dia setiap saat! " sahut Kadir menimpali ucapan Anika.


"Ish Abang, Anika kan lakukan itu biar Mas Riko selalu ingat setiap saat sama anak dan istrinya! Kita kan gak tau nasib seseorang, bisa aja nanti nasib Anika sama kayak Kak Tata di selingkuhin suami sama ondel-ondel! " jawab Anika sewot.


"Hush.... ! Gak boleh ngomong kayak gitu! Omongan itu adalah doa! Gak semua laki-laki itu kayak gitu Anika! Kamu jangan pernah lupa untuk berdoa kepada Allah agar kalian selalu berjodoh sampai ajal menjemput! " nasihat Tata dengan lembut.


"Astaghfirullah hal adziim... Maafkan Anika ya Allah... Mudah-mudahan jodoh Anika dan Mas Riko sampai kami tua dan sampai ajal menjemput! " ucap Anika beristighfar.


"Aamiin.... " ucap semuanya mengaminkan doa Anika.


"Nah, gitu dong! Lagipula gak ada seorangpun yang mau rumah tangga nya gagal seperti kita-kita ini! Ini semua murni takdir dari yang maha kuasa yang memberikan cobaan sesuai kemampuan hambanya! " sahut Sandra ikut bicara.


"Tuh dengerin kalau Ustadzah Sandra sudah mengeluarkan ceramahnya! " ucap Tata meledek Sandra.

__ADS_1


"Asem.... " sungut Sandra dengan wajah mangkel.


"Ha.... Ha... Ha.... " semua orang tertawa melihat Sandra kesel di ledek Tata.


"Wuih.... Seru banget kayaknya ini! Gak ngajak-ngajak lagi! " ucap Nana yang baru pulang dari restoran.


Ia belum melihat Anika karena posisi Anika membelakangi sehingga hanya terlihat punggungnya saja. Begitu mendekat ia langsung kaget dan memeluk Anika dengan penuh kerinduan.


"Loh Anika? Ya Allah... Kamu udah gak di Bandung lagi? Kapan kamu datang? Kok nggak ngabarin kalau mau ke Jakarta? Terus dimana suami kamu? " cerocos Nana panjang seperti rel kereta api.


"Kak, aku jawab yang mana dulu nih? Panjang banget kayak kereta api pertanyaan nya? Aku sampai lupa kakak nanyain apa aja! " sahut Anika dengan memijit keningnya.


"He.... He.... He..... He..... " Nana cengengesan dengan nyengir.


"Tau tuh! Dah lah, sekarang bersih-bersih aja sana ajak Anika! Kamarnya di depan kamar kamu aja! Banyak kuman dari luar itu! " ucap Tata menyuruh mereka berdua ke atas.


Nana pun menggandeng tangan Anika membawanya naik ke lantai atas menuju kamar yang sudah di siapkan untuk nya.


Setelah merasa keduanya sudah benar-benar pergi, Tata langsung mengatakan sesuatu yang membuat Kadir merah padam menahan amarah.


"Jadi laki-laki itu tahu karena menyewa detektif untuk ngikutin kamu? " tanya Kadir lagi dengan geram.


"Sepertinya laki-laki tua itu gak bisa di anggap remeh juga! " celutuk Sandra ikut bicara.


"Memang, hanya saja saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa sampai nanti Anika melahirkan! Aku tidak mau ambil resiko dengan kandungan Anika jika aku tidak bertindak cepat! " sahut Tata lagi.


"Terimakasih banyak ya Ta, kamu benar-benar penolong yang dikirim Tuhan untuk keluarga kami! " ucap Kadir dengan terharu.


"Sama-sama Bang! Karena Anika sudah aku anggap adik sendiri seperti Nana! Oh ya, gimana dengan orang yang Abang minta tolong itu? Apakah sudah ada kabar? " jawab Tata dengan tulus sambil bertanya kembali.


"Alhamdulillah... Mereka mau menjadi saksi dan siap memberikan keterangan mereka. InsyaAllah dia hari lagi Abang akan kesana bersama Susan, Sandra dan anak-anak! Bagaimana pun juga mantan mertua Abang tinggal di sana, dan Abang tidak akan memutuskan hubungan antara kakek dengan cucunya hanya karena masalah ini! " jawab Kadir dengan wajah lega.


"Syukur lah kalau gitu! Abang benar! Bagaimana pun juga mereka masih mempunyai ikatan darah dan itu tidak bisa di putuskan dengan apapun! " ucap Tata membenarkan nya.


"Terus sekarang ini gimana rencana kau Tet tentang Anika? Gak mungkin juga Anika LDR sama suaminya? " tanya Sandra penasaran.


"Siapa bilang mereka LDR, Riko menyusul ke sini, dan mungkin saat ini ia sudah berangkat dari Bandung naik kereta api! " jawab Tata menjelaskan nya.


"Aku kira mereka LDR an ! " ucap Sandra lagi.

__ADS_1


"Mereka tinggal dengan kita sampai mereka bosan ! Kalau mereka sudah ada tujuan, aku akan membiarkan mereka hidup di luar sana dengan keinginan mereka sendiri! " jawab Tata dengan memejamkan matanya.


"Papa, dedek Kana nya bobok tuh! " celutuk Kayla menunjuk Kana yang sudah terlelap sehingga biskuit yang di pegang nya jatuh ke lantai.


"MasyaAllah sayang! Mama sampai gak sadar kamu sampai ketiduran! " ucap Sandra membetulkan posisi Kana.


"Sini, biar Abang antar saja ke atas! Nanti tangan kamu pegel lagi kelamaan mangku Kana! " sahut Kadir dengan meraih Kana ke dalam gendongannya.


"Tapi Bang, nanti Kana nangis kalau bangun gak ada orang? " kata Sandra agak khawatir.


"Tenang aja, ada Anika yang akan Abang suruh jagain Kana di atas, sekalian dia juga tidur dengan Kana! " jawab Kadir dengan enteng.


"Terserah Abang aja lah! " ucap Sandra membiarkan Kadir membawa Kana ke atas.


"Ila ikut Papa! " teriak Kayla berlari menyusul Papa nya.


"Kayaknya obrolan kita seperti nyanyian Nina Bobo bagi Kana! " ucap Tata pada Sandra.


"Kayaknya begitu! Ha..... Ha.... Ha.... " mereka berdua pun tertawa dengan geli.


Tiba-tiba saja, ponsel Tata berbunyi dengan nyaring sehingga membuat tawa mereka terhenti.


"Hallo, assalamualaikum... " ucap Tata kepada sang penelpon.


Tata mengernyitkan keningnya mendengar apa yang di katakan sang penelpon, raut wajahnya berubah menjadi serius dan datar. Tata tidak berkata apa-apa, ia hanya mendengarkan dengan berjalan ke arah pintu samping.


Sandra yang melihat ekspresi wajah Tata yang berubah seperti itu, ikut bangkit dari duduknya mengekor di belakang Tata dan ikut duduk di pendopo kecil di taman samping.


Tata menghela napas kasar setelah mematikan sambungan telepon nya.


"Ada apa lagi Tet! Pasti ada masalah lagi kan? Udah ketebak dari mukak kau itu! " ucap Sandra sambil bertanya.


"Salah satu pegawai loundry di Medan mengalami pelecehan ketika melayani pelanggan yang mengambil pakaian mereka. Karena kebetulan teman satu kerjaannya pergi menjemput anak nya ke sekolah, pelanggan tersebut melakukan perbuatan bejatnya di loundry karena sepi. Sekarang mereka ada di kantor polisi karena pegawai ku melaporkan pelecehan tersebut dengan bukti kamera CCTV yang ada di tempat loundry! " jawab Tata dengan wajah geram.


"Apa???? Kurang sekali tuh laki-laki! Awas aja, akan aku bejek-bejek jadi perkedel! " pekik Sandra langsung berdiri tegak dengan tangan terkepal.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2