
Tata sampai di rumah nya terlebih dahulu bersama bodyguard yang tadi ia bawa waktu ke rumah Kadir. Tak lama kemudian, mobil yang di tumpangi Sandra dan Kadir pun sampai juga.
"Masih tidur Kana?? " tanya Sandra ketika turun dari mobil.
"Masih, anteng banget dia tidurnya! Gak terbangun sedikit pun ketika ada lewat jalan yang jelek tadi ! " jawab Tata sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Kadir keluar dari mobil sambil menggendong Kayla karena Sandra tidak sanggup menggendong nya sambil menaiki anak tangga.
Ketika mereka hendak masuk kedalam rumah, sebuah sepeda motor tampak memasuki parkiran kendaraan. Ternyata Nana yang baru saja pulang kerja.
"Assalamualaikum... Loh ada Abang juga? Bukannya Kak Sandra nginap di sana ya di suruh Kayla? " tanya Nana dengan heran.
"Udah yuk masuk! Nanti aja ceritanya di dalam! Kamu bersih-bersih dulu sana! " ucap Tata memberi perintah sambil melangkah masuk.
"Iya Kak, " jawab Nana patuh.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, Tata membawa Kana ke dalam kamar Sandra begitu juga dengan Kayla yang juga di minta Sandra untuk di letakkan di kamarnya juga. Alasannya agar nanti ketika mereka terbangun mereka tidak kaget dan menangis karena di tempat yang agak asing dan ada dia bersama mereka jika besok pagi mereka terbangun.
"Bang, kamar Abang yang nomor 4 itu ya? Sudah di siapkan sama Bu Vira tadi. " tunjuk Tata ke arah kiri ketika mereka keluar dari kamar Sandra.
"Terimakasih ya Ta... Maaf jika Abang merepotkan kamu lagi! Seandainya saja dulu Abang bisa mencegah Dika dari doktorin Mama, mungkin saat ini kalian masih bersama dan hidup bahagia! " ucap Kadir dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Bang, sama-sama! Itu sudah masa lalu dan sudah takdir Tata, Bang! Biar ini menjadi pelajaran untuk kita semua, jadi mari kita lupakan saja dan jangan di ungkit-ungkit lagi. Sudah saatnya kita semua hidup bahagia. " jawab Tata dengan lapang dada.
"Subhanallah... Abang lega mendengar nya! Abang harap kamu juga melanjutkan hidup kamu bersama laki-laki yang tulus mencintaimu, menikah dan punya anak. Membina rumah tangga yang harmonis bersama pasangan mu hingga surganya Allah SWT. " ucap Kadir dengan tulus.
"Aamiin ya rabbal alamiin🤲🤲🤲.. " ucap Tata memgaminkan doa Kadir.
"Ya sudah, Abang istirahat gih! Tata mau ke bawah dulu nemuin Bi Sum! Pasti dia lagi bingung mau istirahat di mana! " sahut Tata lagi mempersilahkan Kadir ke kamar yang ia tunjuk tadi.
"Astaghfirullah hal adziim... Abang lupa kalau Bi Sum juga ikut! " jawab Kadir menepuk pelan keningnya.
"Santai aja Bang! Biar Tata yang urus Bi Sum, Abang ke kamar saja! " ucap Tata terkekeh kecil.
"Ya udah kalau gitu Abang ke kamar dulu! " sahut Kadir berjalan ke kamar nya.
__ADS_1
Tata pun pergi ke lantai bawah, dan benar saja Bi Sum masih berdiri di dekat sofa sambil memeluk tas nya.
"Loh Bi, kenapa hanya berdiri? Gak duduk? " tegur Tata ketika berjalan mendekati Bi Sum.
"He... He.. He... Gak papa Non, Bibi gak enak aja duduk di saat gak ada orang! " jawab Bi Sum malu-malu.
"Ya ampun... Maaf ya Bi, " ucap Tata dengan agak menyesal.
Ia lalu menuju interkom yang ada di dinding tidak jauh dari tangga. Tata berbicara dengan Bu Vira dengan layanan interkom tadi. Bi Sum terkagum-kagum dengan apa yang ada di dalam rumah besar dan megah ini.
"Rumah orang kaya mah beda, mau panggil pun cukup telpon aja kayak gitu! Gak perlu sakit leher jerit-jerit manggil! " gumam Bi Sum dengan lirih terkagum-kagum.
Setelah selesai berbicara, Tata kembali duduk di sofa dan tak lama kemudian Bu Vira datang menghampiri Tata.
"Bu, ini Bi Sum! Tolong antar dia ke kamar nya ya? Dan Bi Sum, silahkan ikut Bu Vira! Selamat istirahat dan jangan sungkan. Anggap aja rumah sendiri! " Ucap Tata kepada Bu Vira dan Bi Sum bersamaan.
"Baik Nona! " jawab Bu Vira patuh.
"Terimakasih banyak Nona! " jawab Bi Sum lagi dengan tersenyum bahagia.
"Baik Nona! " Bu Vira mengangguk patuh.
Bi Sum berjalan di samping Bu Vira menuju kamar yang akan ia tempati. Kamar tersebut melewati ruang makan utama, ruang makan para pelayan dan keamanan dan toilet, ruang santai para pekerja, baru setelah itu kamar untuk pekerja wanita yang ada di rumah ini. Pekerja yang laki-laki mempunyai kamar yang berjarak 100 meter dari kamar pekerja wanita, sedangkan kamar untuk pasangan pekerja suami istri juga terpisah dari kamar pekerja yang single.
"Subhanallah, Ini gak salah Bu, kamar yang harus saya tempati? " ucap Bi Sum kaget dan tidak percaya.
"Bener Mbak, ini kamarnya! Oh ya, sepertinya umur saya lebih muda dari Mbak deh! Gak usah panggil Ibu, panggil nama aja! Kalau di panggil Ibu sama yang agak muda gak masalah! Agak gak enak aja yang lebih tua dari saya panggil Ibu! " ucap Bu Vira agar risih di panggil Ibu oleh Bi Sum.
"He... He... He... Saya sungkan aja, wong sampean kan atasan pekerja di sini! Kalau gitu saya panggil Mbak aja biar agak akrab! Walaupun pun saya agak tua, tapi gak sopan bagi saya panggil nama saja! " jawab Bi Sum dengan terkekeh.
"Terserah Mbak saja! Ayo Mbak, masuk! Silahkan istirahat! Saya mau memanggil Mimi dulu untuk membuatkan makan malam Nona! " ucap Bu Vira tidak keberatan dan hendak pergi dari situ.
"Iya Mbak, monggo! " jawab Bi Sum mempersilahkan Bu Vira pergi.
Setelah Bu Vira hilang dari pandangannya, Bi Sum masuk dan menutup pintu kamar. Di dalam kamar sudah terdapat tempat tidur single yang sudah terpasang kasur dan sprei berwarna maroon polos dengan satu bantal, satu guling, satu selimut. Sudah ada lemari plastik tingkat tiga, kipas angin dan kamar mandi juga di dalam.
__ADS_1
"Ya Allah, kamar ini terlalu besar dan luas untuk pembantu seperti ku! Isi kamar ini juga sangat lengkap, dan aku menjadi sungkan untuk tinggal di kamar yang sebesar ini! Kasurnya juga empuk dan harum selimutnya! " kata Bi Sum dengan penuh haru duduk di tempat tidur.
Bi Sum bangkit dari duduknya dengan meraih tas yang berisi pakaian nya, ia kemudian membuka lemari dan menyusun semua pakaian nya di dalam lemari, dan menyimpan kembali tasnya di rak lemari paling bawah.
🌿🌿🌿
Di ruang makan, Tata duduk bersama Nana menunggu Mimi membuatkan mereka makan malam sambil menceritakan kejadian yang di alami Kadir di rumah kontrakan nya.
"Kak, kayak nya ada yang sengaja deh memfitnah Bang Kadir? Soalnya kenapa mereka bersikeras berusaha mengusir Bang Kadir dari rumah tersebut kalau bukan ada yang sengaja ingin menyingkirkan Bang Kadir dari sana! Kalau memang di grebek karena berzina atau semacamnya, palingan mereka langsung di nikahkan saat itu juga, gak pakai di usir segala! Itu menurut pendapat aku karena aku sering dengar dari teman-teman kerja yang sering sekali membicarakan kampung mereka yang selalu menangkap basah pasangan mesum. " ucap Nana dengan opininya.
"Benar juga pendapat kamu itu, kakak juga kepikiran begitu! Gak mungkin ada asap kalau gak ada api! Dan kita harus mencari di mana api itu berasal biar kita siram dengan air es agar tidak menimbulkan asap yang membuat rugi semua orang! " sahut Tata membenarkan omongan Nana.
"Iya Kak, kasihan Bang Kadir namanya tercoreng karena orang yang tidak bertanggung jawab! Padahal setau Nana selama ini Bang Kadir cukup di segani warga di kampung itu, apalagi yang punya rumahnya! Pasti mereka bingung kenapa Bang Kadir keluar dari rumah mereka tanpa bilang-bilang! " tambah Nana dengan raut wajah kasihan.
"Kamu tenang aja! Tidak lama lagi kita akan tau siapa yang berencana menyingkirkan Bang Kadir dari kampung itu, dan kita akan mengadili nya di hadapan semua orang! " jawab Tata dengan tersenyum misterius.
Tak lama kemudian, Mimi datang dengan pelayan yang lainnya membawakan makan malam yang di pesan Tata yaitu salad buah semangkuk besar dan dua piring spaghetti. Mereka berdua makan sambil bercerita banyak hal.
🌿🌿🌿
Di sebuah rumah.
"Sial.... Sial.... Sial... Kalau kayak gini keadaan nya, gak ada gunanya aku provokasi warga untuk membenci si Kadir itu dan memfitnah nya dengan foto rekayasa! Sialan!! Brak... Brak... " ucap Wati kesal sambil marah-marah dan memukuli meja yang ada di rumahnya.
Ia pergi ke dapur mengambil air minum dan meminumnya dalam sekali teguk.
"Pokoknya, aku harus membalas sakit hati atas penolakan Kadir itu bagaimana pun caranya! " ucap Wati dengan penuh dendam sambil menggenggam gelas yang ia pegang tadi.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta 🥰🥰
Dan Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..
__ADS_1