
"Mas ih... Dosa tau kayak gitu sama Mami! Awas kalau besok-besok kayak gitu lagi! " omel Tata begitu ia kembali ke kamar mereka.
"Iya, maaf.. ! Abisnya Mas kesel sih, mereka gak mau di omongin waktu itu! " jawab Dave dengan suara merendah.
"Minta maaf nya sama Mami lah! Lagian tuh ya, mau kesal pun gak gitu juga caranya! Mereka orang tua kita, jadi sebisa mungkin kita berbicara yang tidak menyakiti perasaan mereka! Emang nya nanti Mas mau anak-anak Mas nanti bicara gak sopan sama Mas?? " ucap Tata mulai melunak.
"Duh, gak maulah sayang.. ! Mas bakalan minta maaf sama Mami! Mas gak mau anak-anak kita berbuat tidak sopan pada kita orang tua nya! " jawab Dave agak ketakutan mendengar ucapan istrinya.
"Makanya Mas.. Apa yang kita perbuat pada orang tua kita, nanti anak kita akan seperti itu juga! Jika kita menyayangi orang tua kita, maka anak-anak kita juga akan seperti itu kepada kita. Tapi jika kita durhaka kepada orang tua kita, maka anak-anak kita juga akan durhaka kepada kita. Karena kita pasti akan menjadi orang tua seperti orang tua kita dulu, dan apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai di waktu senja! " ucap Tata lagi dengan memeluk tubuh suaminya.
"Astaghfirullah hal adzim... Maafkan aku ya Allah.. Sudah berkata keras dan kasar kepada Mami ku! Maafkan Mas sayang... ! " sahut Dave istighfar dengan membalas pelukan istrinya.
"Iya... Ya udah, yuk! Kita siap-siap ke rumah sakit! Kasihan kalau mereka semua gak bisa membujuk kakak! Mudah-mudahan dengan kedatangan kita kakak mau berpikir dengan kepala dingin! " ucap Tata melepas pelukan nya.
Dave mengangguk patuh, ia lalu mengikuti Tata menuju ruang walk in closet dan memakai pakaian yang di ambil kan istrinya itu.
"Mas, nanti pulang dari rumah sakit kita ke rumah aku dulu ya? Mau ketemu Ibuk di sana! Ibuk kan pulang hari ini! " ucap Tata saat mereka berjalan di tangga.
"Oke.. ! " jawab Dave dengan mengangguk pelan.
Mereka berdua pergi dengan di sopir kan Samson ke rumah sakit.
Mami Sita yang tidak tenang dan kepikiran Abeth terus jadi tidak bisa tidur. Ia hanya bolak balik saja kiri kanan dan mata nya masih betah melek gak mau merem sedikitpun.
"Aku jadi gak tenang kalau cuma diam di rumah! Aku susul saja lah merek semua di rumah sakit! " ucapnya bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian.
Setelah merasa semuanya lengkap dan tidak ada yang ketinggalan, Mami Sita turun ke lantai bawah.
Ia berjalan keluar rumah menuju tempat para sopirnya sedang berkumpul.
"Tohir... ! Tohir.... ! " panggil Mami Sita sambil berjalan pelan dengan kipas di tangan agar tidak kesandung, soal nya ia selalu memakai pakaian kebesaran nya kebaya dengan kain batik dan tidak ketinggalan rambut yang di sanggul dengan sanggul yang ia pakai sendiri.
Setiap hari ia selalu memakai kebaya dan sanggul yang tidak pernah ketinggalan. Sama persis dengan Eyang Putri dan kakak-kakaknya. Hanya saja Bude Wati yang tidak memakai sanggul karena sudah berhijab beberapa bulan belakangan ini. Tapi tetap masih memakai kebaya yang hanya saja semenjak berhijab ia memakai kebaya yang lengan nya tertutup dan tidak tembus pandang.
"Iya Ndoro! " Sahut Jaka yang datang dengan setengah berlari.
"Tohir nya masih belum pulang, Ndoro! " ucap Jaka begitu sudah di depan Mami Sita.
"Aduh, saya lupa kalau Tohir yang antar Papi dan semuanya ke rumah sakit! Ya udah, kalau gitu kamu antar saya ke rumah sakit! " sahut Mami Sita dengan menepuk pelan jidatnya dan langsung meminta Jaka mengantarnya.
"Baik Ndoro.. ! " jawab Jaka dengan berlari mengambil mobil.
__ADS_1
Mami Sita berdiri menunggu Jaka dan tak lama Jaka menghentikan mobil di sisi Mami Sita agar Mami Sita segera naik.
Mami Sita masuk ke dalam mobil dan Jaka melajukan kendaraan keluar pekarangan rumah keluarga Ryder menuju rumah sakit.
Di rumah sakit, Tata berjalan dengan tangan di genggam dan di gandeng erat oleh Dave menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai tiga.
"Mas ih, malu tahu di lihat orang! Masa kayak gandeng anak kecil aja! Lagian kan kita di rumah sakit, bukan mau nyeberang jalan! " ucap Tata agak risih saat melihat para pengunjung dan perawat senyum-senyum melihat ia di gandeng Dave dengan erat.
Di mana-mana perempuan yang menggandeng lengan lakinya, lah ini kebalikan nya. Dave yang menggandeng lengan istrinya, bisa kebayang gimana laki-laki bertubuh besar dan kekar menggandeng lengan perempuan yang bertubuh mungil yang tingginya bahkan hanya sebatas dadanya.
Dave tidak menghiraukan ucapan istrinya yang terdengar seperti suara bisikan. Ia bahkan memasang wajah datar dan dingin saat berjalan dengan tidak melihat kiri kanan.
"Biar kamu gak di gaet laki-laki lain makanya mau Mas jaga erat-erat! " jawab Dave tanpa ekspresi.
"Dasar posesif... ! " gumam Tata pelan.
Ia akhirnya pasrah di pegang seperti itu oleh suaminya. Masa bodoh lah dengan pandangan orang dan pasang muka tembok aja.
Mereka berdua sampai di lantai tiga dan langsung menuju ruangan kamar Abeth. Mereka berdua heran melihat semua orang duduk di luar tidak terkecuali dengan Papi, Henry, serta dua pasang sesepuh keluarga mereka yaitu kedua Eyang dan GrandFa Grandma.
Padahal sedari dulu Grandma paling dekat dengan Abeth tapi tampaknya Abeth benar-benar kecewa dan tidak mau di ganggu siapa pun.
"Iya.. ! " jawab Papi dengan semuanya mengangguk.
"Ya udah, kalau gitu biar Tata coba dulu ya masuk ke dalam! Mudah-mudahan gak di tolak kakak! " ucapnya lagi seraya berdiri bersama Dave yang memang tidak duduk.
Dengan penuh keyakinan Tata berjalan di depan dengan Dave ikut di belakangnya mendekati pintu ruangan Abeth.
"Tok... Tok... Tok... ! "
"Kak, ini Tata.. ! Boleh Tata masuk gak! " ucap Tata dari depan pintu.
Tidak aja jawaban dan saat ia memutar handel pintu ternyata tidak di kunci. Pintu terbuka dan dengan mengucapkan Bismillah Tata masuk ke dalam kamar perawatan Abeth.
Begitu ia masuk, ia melihat Abeth berbaring dengan menghadap ke dinding kamarnya dengan tertutup selimut.
"Maaf ya Kak, jika Tata main masuk aja! Padahal kakak gak jawab panggilan Tata tadi! " ucap Tata lagi begitu di dekat ranjang Abeth.
Masih tetap tidak ada jawaban dan Tata perlahan mendekati Abeth dan menyentuh pelan punggung belakang Abeth yang tertutup selimut.
"Kak.. ! Maafkan Tata ya... ! Gara-gara salah culik kakak yang jadi mengalami semua ini dan itu juga karena kakak yang melindungi Tata! Tata gak tau harus berkata apa karena Tata sangat berterimakasih karena kakak melindungi Tata yang hanya seorang ipar. Karena menolong Tata kakak mengalami semua ini. Maafkan Tata ya Kak... ! " ucap Tata lembut dengan memeluk Abeth dari belakang.
__ADS_1
"Hiks.... Hiks.... Hiks... " Abeth menangis terisak-isak di balik selimut nya.
Tata hanya diam saja dan membiarkan Abeth menangis supaya lega mengeluarkan isi tangisannya. Ia tetap memeluk Abeth dari belakang sembari mengusap pelan tubuh Abeth dari luar selimut.
Dave duduk di sofa melihat interaksi istrinya dalam membujuk kakak nya.
Sedang semuanya yang di luar mengintip dari pintu yang terbuka sedikit karena tidak tertutup rapat oleh Dave tadi.
Tangisan Abeth perlahan berhenti setelah menangis hampir lima belas menit. Ia membuka selimut nya dan memperlihatkan wajah nya yang memerah karena kebanyakan menangis. Apalagi dengan kulitnya yang putih jadi hidungnya tampak sangat merah begitu juga dengan matanya yang sembab.
"Sedikit pun kakak tidak pernah menyesal menyelamatkan mu Ta.. ! Kakak hanya kecewa kenapa mereka tidak jujur terlebih lagi dengan Henry suami kakak sendiri yang ikut merahasiakan hal sepenting ini. Apa kakak gak berhak untuk tahu bagaimana kondisi kakak yang sebenarnya?? " ucap Abeth membuka mulutnya berbicara dengan nada sedikit emosi.
"Kakak merasa seperti orang bodoh, Ta.. ! Apakah mereka pikir kakak akan rapuh dan sedih jika mereka mengatakan nya langsung sehabis kakak operasi?? Mungkin awalnya memang sedih, tapikan setidaknya mereka bisa menghibur kakak dan pastinya kakak tidak akan sedih berlama-lama karena masih ada sedikit harapan meski peluang nya juga sedikit! Itu yang membuat kakak kecewa pada semua orang termasuk pada suami kakak sendiri! " curhat Abeth panjang lebar.
"Iya Kak... ! Tata ngerti perasaan kakak! Tata juga mengerti kekecewaan kakak! Tapi balik lagi dengan semua niat baik mereka, mereka tidak ingin membuat kakak semakin terluka. Mungkin niat mereka semua baik, hanya saja cara nya yang kurang tepat. Apa yang baik menurut mereka ternyata tidak baik menurut kakak! Begitu kan?? " sahut Tata dengan lembut menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Abeth.
Abeth mengangguk membenarkan perkataan adik iparnya itu.
"Mami, Papi dan terutama kakak ipar Henry pasti memikirkan kondisi kakak pasca habis operasi jika mereka mengatakannya langsung pada kakak. Mungkin mereka tidak mau membuat kakak sedih dan mungkin akan berakibat buruk pada bekas operasi kakak jika seandainya kakak berontak dan tidak menerima kenyataan tentang kondisi kakak. Apa lagi Mami yang seorang ibu yang pastinya akan melakukan hal apapun asalkan anaknya tidak bersedih. Mami orang pertama yang terluka jika terjadi sesuatu pada anaknya, terlebih anak perempuan nya. Mami sampai pingsan berkali-kali saat mendengar kabar tentang kakak dan aku. Papi dan Henry juga pasti sedih, hanya saja mereka menutupinya dengan wajah mereka yang terlihat tegar di luar. Mereka semua mengutamakan kebahagiaan kakak meskipun cara yang mereka gunakan kurang tepat yaitu dengan merahasiakan semua tentang kondisi kakak! " ucap Tata panjang lebar.
"Lagi pula kakak kan tahu bagaimana kasih sayang Mami Papi dan semua orang pada kakak.. ! Mereka hanya tidak ingin melihat kakak terpuruk saja. Suatu hari nanti kakak pasti mengerti karena nanti juga akan menjadi orang tua dan seorang Ibu. Kakak pasti juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka, akan selalu melindungi anak-anak nya meskipun anaknya sudah besar dan berkeluarga. Karena bagi orang tua terutama Ibu, mau sebesar apa pun atau semandiri apapun anak-anak mereka, mereka tetap anak kecil bagi orang tua nya. Mereka tetap menganggap anak mereka anak kecil yang sampai kapanpun mendapatkan cinta dan kasih sayang mereka sebagai orang tua. Seperti kata pepatah kasih orang tua sepanjang masa, begitulah kasih sayang Mami Papi kepada kakak yang anak perempuan mereka. " tambah Tata lagi yang membuat Abeth kembali menangis karena kata-kata Tata menembus relung hatinya.
Ia menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh Tata. Mami Sita yang baru datang sewaktu Abeth baru bicara tadi ikutan menangis mengintip dari pintu bersama yang lainnya. Mereka semua mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan di dalam.
Eyang Putri dan Eyang Kakung tersenyum bangga melihat Tata sepertinya berhasil membujuk Abeth. Tidak terkecuali Grandma dan GrandFa yang juga tersenyum melihat Tata berhasil menyakinkan Abeth jika mereka memang ingin yang terbaik untuk Abeth.
"Ayo kita duduk saja menunggu! Biarkan mereka bicara, setidaknya Tata berhasil membujuk Abeth! " ucap Eyang Putri dengan di jawab anggukan mereka semuanya tidak terkecuali mertuanya Abeth.
Hanya Mami Sita, Papi dan Henry yang bertahan berdiri di depan pintu menguping pembicaraan mereka.
"Tapi Ta, apakah nanti kakak bisa menjadi seperti yang kamu katakan tadi, menjadi seorang ibu?? Dokter memang bilang masih ada harapan meskipun sangat kecil. Tapi kakak takut tidak bisa memberikan keturunan untuk suami kakak, Ta.. ! Kakak takut mommy daddy kecewa karena keturunan mereka terputus karena kekurangan kakak sebagai seorang perempuan! " ucap Abeth dengan wajah pesimis.
"Kakak gak boleh ngomong gitu! Kita punya Allah.. ! Minta semua nya pada Allah, jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! Apalagi zaman sekarang sudah canggih, kita bisa melakukan bayi tabung. Banyak kok artis-artis yang susah memiliki keturunan dengan cara alami melakukan program bayi tabung dan mereka berhasil. Kakak juga bisa seperti itu, asalkan kakak selalu bersemangat berusaha dan tidak putus asa berdoa jika nantinya masih gagal. Allah pasti mengabulkan keinginan kita dan ia melihat seberapa besar keinginan kita untuk memiliki nya hingga akan mengabulkan keinginan kita sesuai waktunya. Jadi kakak jangan pesimis, kakak harus optimis dan bersemangat ya... ! " sahut Tata memberikan dorongan dan semangat untuk Abeth.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
Lope-lope untuk pembaca setia Tata dan Dave 🥰🥰🥰🥰..
__ADS_1