
Setelah mengatakan semua itu, Dewi langsung terlelap begitu saja. Begitu juga dengan Darman yang juga langsung terlelap tidak lama setelah Dewi.
Yuli berdiri dari duduknya mendekati Darman untuk memastikan jika laki-laki itu benar-benar sudah tidur seperti adiknya. Setelah yakin, Yuli berjalan mendekati Dewi, ia mencubit kencang pipi Dewi untuk memastikan jika Dewi juga sudah tertidur pulas atau tidak. Yuli tertawa gembira karena tidak ada reaksi apa-apa ketika ia dengan sengaja mencubit pipi Dewi.
"Oh Yuli, kau memang sangat pintar! Sekarang waktunya eksekusi sebelum ada yang datang dan memergoki ku pergi dari sini! " ucap nya dengan pelan sambil terkekeh di hadapan Dewi.
Yuli bergegas mencari uang milik Dewi dengan tidak sabaran. Ia membongkar semua pakaian Dewi yang ada dalam lemari kecil dekat ranjang Darman, namun ia tidak menemukan apa-apa.
"Sialan! Dimana sih Dewi menyimpan perhiasan itu! Apakah ia tahu jika aku akan mencurinya? Tapi sepertinya itu tidak mungkin, karena ia tidak melihat aku ketika mengintip nya tadi! Fokus Yuli, fokus! Pokoknya kau harus mencarinya benar-benar! " ucap nya dengan dirinya sendiri sambil memijit keningnya.
Yuli membongkar pakaian Dewi, kemudian ia menemukan tas untuk wadah pakaian di pojokan lemari. Ia mengeluarkan semua pakaian Dewi yang ada di dalam tas tersebut, dan ia melonjak kegirangan ketika menemukan apa yang ia cari.
"Ya ampun..... Akhirnya kau jadi milikku sayang! Muach.... Muach... Muach.... ! " pekik Yuli sambil menciumi uang itu berulangkali.
Yuli cepat-cepat mengemasi pakaiannya dan memasukkan nya ke dalam tas miliknya. Ia juga mengambil semua uang yang ada di dalam tas Darman, uang yang di peruntuk keluarga Darman selama mereka di rumah sakit, selama ini ia tidak bisa leluasa mengambil uang tersebut jika bukan untuk kebutuhan mereka selama di rumah sakit karena selalu di awasi dan dipantau oleh Dewi.
"Selamat tinggal mimpi buruk! Selamat datang kebahagiaan! " ucap Yuli dengan wajah cerah ketika keluar dari ruang rawat Darman.
Ia lalu pergi dari rumah sakit dengan hati bahagia, ia merasa jika hidup nya sangat beruntung bisa pergi dari laki-laki penyakitan seperti Darman dengan membawa uang yang banyak.
Yuli pergi dari rumah sakit dengan menggunakan angkot, ia berencana untuk menyewa penginapan yang jaraknya agak jauh dari rumah sakit ini. Ia tidak ingin ambil resiko di temukan oleh orang-orang suruhan keluarga Darman.
πΏπΏπΏ
"Astaghfirullah hal adzim Dave???? Ngapain mata kamu kayak zombie gitu?? " pekik Mami Sita dengan wajah kaget.
Mami Sita yang ingin memulai aktivitas paginya dengan mengurus kebun kecil miliknya di buat kaget dengan Dave yang tiba-tiba muncul dari dapur dengan wajah kuyu dan lesu, dengan lingkaran hitam di sekitar matanya membawa segelas air.
"Ada apa Honey?? Kenapa teriak-teriak kayak melihat setan? " tanya Papi yang datang dengan wajah ikutan panik.
"Tuh setannya! " jawab Mami Sita dengan menunjuk ke arah Dave yang dengan cuek meminum air putih yang ada di tangan nya.
"Oh my god, Boy? What happened?? " ucap Papi juga dengan wajah kaget.
"Semalam aku bermimpi jika Tata di bawa kabur orang! Karena mimpi itu, aku tidak bisa tidur sampai sekarang! Mau kerja malah tidak bisa fokus! Jadi ya gini hasilnya! " jawab Dave sambil duduk-duduk malas di sofa tengah.
"Makanya sebelum tidur itu baca doa dulu, jangan asal tidur aja! Lagian siapa juga yang mau bawa kabur Tata, hanya orang yang bermental baja yang bisa membawa Tata kabur. " sindir Mami Sita dengan ketus.
"Hei Boy! Pergilah mandi agar badanmu segar! Dan segeralah istirahat supaya pikiranmu jadi tidak ngelantur kemana-mana! Jangan lupa nanti siang ada meeting penting dengan klien dari Jepang! " ucap Papi Dayton dengan titahnya.
Dave beranjak dari duduknya, pergi ke kamar atas untuk melakukan perintah Papi nya. Ia bertekad akan terus maju untuk mendapatkan hati Tata dan tidak akan membiarkan mimpinya menjadi kenyataan.
__ADS_1
"Astaga, Si Arka belum juga memberikan informasi tentang siapa laki-laki yang waktu itu memberikan Tata kado! Aku harus bergerak cepat agar tidak kecolongan. " ucap Dave tiba-tiba ketika baru selesai mandi.
Dengan masih menggunakan handuk di pinggangnya, Dave melakukan panggilan telepon terhadap Arka.
"Aku tidak mau tahu, dalam waktu 10 menit kau harus datang ke rumah dengan membawa laporan tentang laki-laki yang mencoba bersaing dengan ku mendapatkan Tata! " ucap Dave dengan keras ketika Arka menjawab panggilanya dan langsung menutup ponselnya begitu saja tanpa Arka sempat menjawabnya.
"Pokoknya aku tidak boleh kecolongan lagi! Tata adalah milikku, dan selamanya akan menjadi milikku! " tekad Dave sambil menggenggam erat ponselnya.
Ia lalu menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya dan memakainya dengan cepat-cepat.
Di tempat lain, Arka yang baru saja selesai olahraga langsung berlari ke kamar mandi untuk mandi sehabis Dave menelponnya.
"Dasar Bos durhakim! Seenaknya saja memberikan perintah! Emangnya bisa ke sana dalam waktu 10 menit, di kiranya aku ini jin. Yang bisa langsung ke sana dalam hitungan detik! Untung aja sahabat, kalau tidak sudah aku gantung itu Bule di pohon cabai! " omel Arka ketika ia mau mandi.
Ia mandi secepat kilat dan memakai pakaian juga secepat kilat. Ia langsung menyambar amplop coklat yang memang sudah ia persiapkan sejak dua hari yang lalu.
Tanpa menunggu lama, Arka langsung tancap gas menuju ke kediaman utama keluarga Ryder.
Arka menyetir mobil ugal-ugalan seperti orang yang kerasukan setan, menyalib kendaraan yang sedang melaju dengan kecepatan di atas normal. Ia tidak memperdulikan umpatan kasar para pengguna mobil yang kesal karena ulahnya itu.
10 menit waktu ketika Arka sampai di kediaman utama keluarga Ryder. Ia langsung keluar dari mobil sambil berlari membawa amplop coklat yang dari tadi tidak ia lepas dari tangannya.
"Ya elah Bos, cuma lima menit aja perhitungan banget sih! Aku bukan jin yang bisa datang kesini dengan sekejap mata! " gerutu Arka dengan wajah manyun.
"Kapan aku mengatakan kalau kau itu jin? Dasar aneh, kalau kau bukan sahabat sudah aku jadikan kau OB ! " jawab Dave sambil melemparkan bungkusan keripik pisang yang ia makan kepada Arka yang langsung di sambut Arka dengan sigap.
"Suka hati Bos lah! Dimana-mana Bos selalu benar! " ucap Arka pasrah sambil memakan keripik pisang yang di lemparkan Dave tadi.
Ia dengan santai memakan keripik pisang dengan kaki di naikkan ke atas meja seperti lagaknya seorang Bos Besar.
Dave membaca isi amplop yang di berikan Arka dengan sangat serius. Ia memijit keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut melihat siapa orang yang mencoba mengincar pujaan hatinya.
"Arka, aku tidak mau tahu! Pokoknya kau harus mencari tahu dengan detail usaha pria ini baik yang legal maupun ilegal. Cari dengan teliti kecurangan atau kebobrokan pria ini walaupun hanya sebesar semut sekalipun. Kita harus tahu kelemahan pria ini apa dan jika sudah kau dapatkan segera laporkan kepadaku! " perintah Dave dengan tegas.
"Oke Bos! " jawab Arka mengiyakan perintah Dave.
"Seperti nya pria ini lumayan membuat Bos kelimpungan ya? " tanya Arka kepo.
"Ini bukan kantor Ka! Panggilan itu hanya jika di kantor! " jawab Dave dengan mengusap kasar wajahnya.
"Ya ampun Bro! Mau gimana lagi kalau sudah kebiasaan, lagian aku nyaman dengan panggilan itu! Terus gimana dengan pertanyaan aku tadi? " ucap Arka dengan malas sambil mendesak Dave menjawab pertanyaan nya.
__ADS_1
"Aku yang gak nyaman jika kita hanya di rumah. Kalau di kantor tidak masalah. Au ah aku pusing jika kembali mengingat si kunyuk itu! " jawab Dave juga dengan malas.
"Iisshh, orang kepingin tahu, malah jadi galau gini! " sahut Arka sebel.
"Dasar rese! Kepo banget dengan masalah orang kayak emak-emak yang hobi banget mau tau urusan orang, biar bisa di jadiin bahan gosip! " ucap Dave sebel dengan melemparkan bantal sofa ke arah Arka.
"Enak aja nyamain aku kayak emak-emak! Aku itu kepo biar nanti bisa aku bantu! Tapi kalau gak mau ya gak apa-apa, lumayan juga gak capek-capek ngurusin orang yang lagi galau! " jawab Arka pura-pura tidak perduli.
"Aku gak galau bahlul! Awas aja kalau gak mau bantuin! Aku akan bilang ke Tata supaya jodohin Susan dengan orang lain, dan kamu gigit jari cewek incaran mu di embat orang! " ancam Dave menggunakan nama Susan.
"Eeh enak aja, main adu-aduin segala! Pokoknya awas aja kalau sampai yayang Susan sampai berpaling, aku akan demo nanti dengan Nona Tata biar Bos di tolak jadi calon suami! " jawab Arka ikutan mengancam Dave.
"Dasar asisten bahlul! Sahabat lacnut! Sini kau! Akan aku patahkan kakimu! Berani banget ikut-ikutan mengancam! " teriak Dave berusaha mengejar Arka yang langsung berlari setelah mengancam Dave.
πΏπΏπΏ
Dewi terbangun ketika ia di bangun kan seorang perawat yang sudah berusaha membangunkannya dari tadi pagi.
"Loh, Sus? Kenapa anda membangunkan saya? Jam berapa ini? Kenapa saya masih mengantuk sekali? " tanya Dewi dengan beruntun sambil mengucek matanya.
"Maaf Mbak! Saya lancang membangunkan Mbak! Habisnya Mbak saya gak bangun-bangun sampai sekarang ini! Padahal tadi pagi saya bangunkan gak juga bangun. Saya takut Mbak kenapa-napa, makanya saya bangun kan. " jawab perawat itu dengan wajah menunduk.
"Emangnya jam berapa sekarang Sus? " tanya Dewi dengan heran.
"Jam 6 sore Mbak! " jawab perawat itu lagi.
"Apa??? Jadi saya tidur dari semalam dan baru bangun jam 6 sore gitu?? " tanya Dewi dengan wajah kaget.
"Iya Mbak? Emangnya ada apa ya?? " tanya perawat itu dengan bingung.
"Di-dimana kakak ipar saya yang perempuan itu Sus? " tanya Dewi dengan wajah panik.
"Perempuan yang mana Mbak?, soalnya dari tadi pagi tidak ada siapa pun di ruangan ini kecuali Mbak dan pasien. " jawab perawat itu dengan jujur.
"Apaaaa???? " pekik Dewi dengan kagetnya
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semaunya..
Semoga hari kalian menyenangkan ππ..
__ADS_1