Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Extra part 1


__ADS_3

Lima tahun kemudian...


"Mas... Mas Dave... Mas... ! " panggil Tata dengan suara kencang dan urat leher yang menonjol keluar.


Orang yang dipanggil tidak menampakkan batang hidung hingga membuat Tata semakin kesal hingga ke ubun-ubun kepala.


Ia baru saja pulang dari mengecek restoran yang baru di launching di Mall daerah Tebet. Sewaktu memasuki rumah, sudah terpampang mainan yang berserakan di ruang tamu hingga ruang keluarga seperti kapal pecah.


"Kemana tuh orang?? Gak bapaknya, gak anaknya gak ada yang jawab teriakanku! Apa teriakan ku tadi kurang kencang nya?? Padahal tadi sudah nada paling tinggi deh! Kalau kayak gini keadaan nya, aku mesti beli toa yang gede biar mereka langsung datang dalam sekali panggil! " cerocos Tata sambil menahan kesal di hatinya.


Saat ini Tata dan keluarga besarnya tinggal di kediaman miliknya sejak dua tahun lalu. Keluarga nya tidak bisa di katakan kecil karena jumlahnya ada 8 orang meskipun hanya ada 2 orang dewasa karena selebihnya anak-anak usia lima tahun.


Ibuk sudah kembali tinggal di Bandung bersama kedua cucu perempuan nya Amirah dan Aqila karena kakak iparnya tidak ikut karena ia ikut suami baru nya.


Nada sudah menikah lagi dengan Martin dua tahun lalu dan saat ini mereka sudah di karuniai seorang anak perempuan yang cantik persis fotokopian Martin yang kini berusia satu tahun. Nada dan Martin tinggal di pinggiran Jakarta tempat Martin melakukan tugas nya melayani masyarakat kurang mampu dalam hal kesehatan. Ia menjadi dokter di Puskesmas kecil di tempat itu dengan rekomendasi Tata karena Puskesmas itu masih dalam naungan Tata. Kediamannya yang mereka tempati juga bukan kediaman sembarangan karena selalu di jaga dan di awasi oleh orang-orang nya Tata.


Sedangkan Bang Sandi Abang nya ikut Ibuk nya di Bandung bersama kedua anak-anak nya. Meskipun awalnya ia selalu di tolak oleh kedua anak-anak nya, tapi sekarang mereka sudah akrab kembali meskipun Bang Sandi tinggal terpisah dari mereka yaitu tinggal di Paviliun sayap kanan. Bang Sandi sampai saat ini masih sendiri karena takut untuk memulai hidup baru dengan orang baru, ia takut membuat kesalahan yang sama seperti di masa lalu. Anak-anak Tata juga akrab dengan uwak mereka, karena setiap dua bulan sekali Tata pasti pulang ke Bandung untuk menjenguk mereka di sana.


Mak Ijah ikut Tegar dan Kania pulang ke Medan untuk meneruskan usaha Laundry milik Ibuk yang tadinya mau di jual Tata. Tegar menikah dengan Kania beberapa bulan yang lalu dan mereka pulang ke Medan atas permintaan Kania. Meskipun awalnya Tegar menolak karena tidak mau istrinya trauma karena kota itu adalah mimpi buruk sang istri, tapi karena Kania bersikeras jika ia tidak lagi mengingat hal itu, Tegar akhirnya luluh dan mereka sudah tinggal di sana selama tiga bulan.


Tata memasuki arah kamar nya di lantai atas karena tidak kunjung menemukan anak-anak nya di penjuru rumah. Bahkan Bu Vira kepala pelayan juga baru pulang dari pasar ikut mencari keberadaan para tuan kecil dan Nona kecil mereka bersama pelayan yang lain.


"Kalian dengar kan perkataan saya waktu itu?? " tanya Tata dengan menatap tajam pelayan-pelayan di rumah nya.


"Ingat Nyonya! Tidak boleh membereskan mainan anak-anak karena itu bukan pekerjaan kami! " jawab mereka kompak.


"Good.. Sekarang kembali bekerja! " ucap Tata dengan tersenyum puas.


Tata sengaja melakukan semua itu karena ingin mengajarkan kepada anak-anak nya agar selalu membereskan barang-barang mereka sendiri setiap mereka selesai bermain. Tidak seorang pun di izinkan Tata untuk membantu mereka termasuk kedua mertuanya dan kakak ipar nya.


"Astaga... ! Kemana lah ya anak-anak itu?? " gumam Tata sembari berjalan menuju kamar nya lagi.


Begitu tangannya membuka pintu kamar, tampaklah pemandangan yang membuat nya tersenyum sekaligus menangis secara bersamaan. Bagaimana tidak, saat ini ia melihat semua anak-anak dan suaminya tertidur di atas karpet bulu dengan begitu nyenyak nya, dan yang membuatnya ingin menangis adalah wajah Dave yang penuh dengan hasil karya princess kesayangan semua orang dengan menggunakan alat make up Tata.


Tata langsung mengabadikan pemandangan ini dengan kamera ponselnya dan bahkan merekam nya melalui video. Setelah puas memfoto dan merekam pemandangan di depan mata, Tata segera mendekati suami nya dengan mengambil toner yang ada di atas meja riasnya bersama kapas.


Dengan pelan Tata membersihkan muka suaminya dengan kapas yang sudah di beri cairan pembersih. Hal itu membuat Dave terbangun dan tersenyum lebar saat melihat siapa yang membangunkan nya itu. Dave langsung duduk dan memberikan luma tan yang cukup lama di bibir mungil sang istri yang sampai saat ini masih menjadi candu nya.


"Begini nih yang namanya pria macho yang mempunyai hati hello kitty! Badan nya aja yang kekar tapi hatinya lembut banget sama perempuan hingga membuat perempuan klepek-klepek! " ucap Tata dengan tangan terus membersihkan wajah sang suami.


"Mas lembut hanya pada tujuh perempuan istimewa di hidup Mas sayang! Eyang Uti, Grandma, Mami, Bude-Bude, kakak, kamu dan princess kita! Selebihnya Mas gak peduli! " jawab Dave dengan masih tersenyum lebar.


Mengingat tentang Eyang, saat ini hanya tinggal Eyang Uti saja karena Eyang kakung sudah berpulang ke rahmatullah pada saat anak-anak Tata berumur tiga tahun atau lebih tepatnya dua tahun lalu sebulan setelah Nada menikah dengan Martin.


Semenjak saat itu, Eyang Uti tinggal di kediaman Ryder namun sesekali menginap di rumah anak-anak nya yang lain sesuai selera nya. Rumah mereka yang di Yogyakarta sengaja tidak di jual karena Mami Sita dan kakak-kakak nya tidak setuju rumah tersebut di jual. Alhasil setiap mereka rindu dengan Eyang kakung, mereka akan berkunjung ke rumah itu sekedar melepas rasa rindu.


"Kalian ngapain aja sampai mereka tertidur dengan muka capek kayak gitu? " tanya Tata setelah membersihkan wajah suaminya.


Di umurnya yang ke 36 Dave bertambah tampan dengan wajah setengah Bule nya, ibarat kata hot daddy banget sebutan paling pas untuk bapak-bapak beranak enam ini.


"Biasalah yank! Kami main bola hingga kecapean dan setelah itu Elea ku bermain salon-salonan setelah selesai mandi hingga aku jadi seperti ini! " jawab Dave santai.

__ADS_1


"Huh... Sepertinya besok aku harus belanja make up lagi di Mall! Baru dua minggu aku pakai sekarang aku harus beli lagi! " ucap Tata dengan menghela napas nya frustasi.


Dave terkekeh mendengar keluhan istrinya karena ulah Putri nya yang bermain alat-alat make up Mami nya itu. Ia menarik sang istri kedalam pelukan nya dan melabuhkan ciuman kecil pada bibir yang mengerucut itu sembari di selingi beberapa luma tan panjang.


Saat ia akan mencium istrinya untuk yang ketiga kalinya, tiba-tiba punggung di pukuli oleh beberapa tangan kecil hingga membuat pasutri tersebut menoleh barengan ke arah belakang Dave.


"Don't touch my Mom! Bugh... Bugh... Bugh... " teriak kelima anak kembar Tata dan Dave yang laki-laki dengan memukuli punggung Dave membabi buta.


"Aduhh, aduh... Sakit!! Elea tolong Papi!! Tolong Papi Elea.. !! " teriak Dave berpura-pura kesakitan hingga membuat princess nya ikutan terbangun.


Elea yang belum ngumpul nyawanya langsung melotot marah melihat Papi kesayangannya di pukuli oleh kelima kakak nya. Dengan sekali lompatan, anak usia 5 tahun itu langsung membalas memukuli kelima kakak nya dengan jurus andalan nya.


"Jangan pukul Papi ku! Rasakan serangan ku!! " teriak Elea dengan menghajar kakak-kakak nya dan menjambak rambut mereka hingga mereka mengaduh kesakitan.


Melihat kehebohan di depan matanya Tata menghela napas dalam-dalam karena keisengan suaminya membalas perlakuan anaknya sendiri seperti itu. Semenjak berusia satu tahun, kelima anak laki-laki nya begitu posesif padanya melebihi sang suami. Sedangkan anak perempuan nya posesif pada Papi nya bahkan terkadang Tata tidak di perbolehkan dekat-dekat apalagi menempel pada sang Papi.


"Mas ih, iseng banget jahilin anak sendiri! Tuh lihat mereka pada berantem saling jambakan kayak gitu! " ucap Tata gemes sambil mencubit perut keras suaminya yang sampai sekarang susah untuk di cubit.


"Hehehehe... ! Salah sendiri pelit banget sama Mas! Masa mau mesra-mesraan sama istri sendiri gak boleh! Cup... " jawab Dave terkekeh sambil mencuri kecupan di bibir Tata.


"Papi...... !!! " pekik Tira yang melihat kelakuan Dave.


Dave langsung berlari keluar kamar mendengar teriakan tersebut sambil tertawa terbahak-bahak.


Dengan cepat Tira berlari kearah meja rias dan mengambil sebuah tisu. Ia lalu berjalan ke arah Tata yang masih duduk di atas karpet dan tanpa berkata mengelap mulut Tata yang tadi di kecup sang suami hingga membuat Tata terkekeh geli.


"Tira gak suka Papi genit-genit sama Mami! Apa lagi sampai cium-cium Mami! Cuma Tira yang boleh cium Mami! " ucap nya dengan suara tegas namun terdengar begitu imut dan lucu di telinga Tata.


Melihat Tata tertawa di ciumi kakak mereka, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa ikutan mendekati Tata dan menciumi semua wajah Tata seperti abang mereka tadi. Elea merenggut kesal melihat kakak-kakak nya rebutan menciumi Mami mereka. Meskipun ia lengket dengan Dave, tapi ia juga tidak kalah lengket dengan Tata meskipun hanya perkataan Dave yang paling ia dengarkan di bandingkan perkataan Tata.


"Huaaaa... Muka Mami habis di ciumi kakak!! " jerit Elea dengan menangis kencang.


Jeritan Elea membuat aksi kakak-kakak nya terhenti dan melihat nya dengan tatapan malas dan jengah.


"Mulai lagi drama nya! Dasar ratu drama! " omel Bima dengan wajah kesal.


"Mas Bima??? " tegur Tata dan menatap lembut putra nya.


"Iya Mami, maaf... ! " jawab nya dengan menundukkan kepala.


Tata tidak pernah menampakkan wajah datar dan dingin miliknya di hadapan keenam anak-anak nya, bahkan memberikan tatapan tajam saja ia tidak pernah jika menegur anak-anak nya. Dengan tatapan lembut saja anak-anak nya mengerti jika di tegur, apa lagi ketika Tata mendiamkan mereka semua. Itu artinya Tata sedang marah kepada mereka semua termasuk kepada sang putri bungsu yang sering kali membuat ulah hingga darahnya naik dengan cepat ke atas ubun-ubun.


"Come on Boys, girl.. ! Kita keluar kamar dan Mami akan memasak makan malam untuk kita semua! Jangan lupa kalian semua cuci mukanya terlebih dahulu karena baru bangun tidur! " ajak Tata berjalan keluar kamar dengan memberikan perintah kecil pada ke-enam anak-anak nya.


"Yes Mami.... " jawab mereka semua dengan patuh termasuk Elea.


Mereka berjalan berurutan di belakang Mami mereka keluar dari kamar menuju lantai bawah mencuci muka di keran ambil wudhu dekat mushola mini yang ada di kediaman mereka.


Dave sedang duduk santai di ruang keluarga sambil mengecek email yang masuk di MacBook nya.


"Sayangku My Ruby... ! Bikin kan Mas kroket daging untuk makan malam ya?? " ucap Dave saat melihat Tata menuju arah belakang.

__ADS_1


"Iya Mas... ! Oh ya, tolong chat Nana agar datang ke rumah besok pagi-pagi sekali! Bilang padanya kalau aku tidak mau menerima alasan apapun jika ia tidak mau datang! " jawab Tata sambil meminta bantuan suaminya itu.


"Beres sayang... ! " jawab Dave lagi.


Bu Vira langsung menghampiri Tata yang masuk ke area dapur. Beberapa pelayan ikut di belakang nya menunggu perintah majikan mereka.


"Ani, Ima dan Lala! Kalian di sini saja mengawasi anak-anak saya yang sebentar lagi akan ke sini! Saya mau memasak makan malam untuk keluarga saya dan tugas kalian bertiga hanya mengawasi anak-anak saya! Bu Vira, bantu saya menyiapkan makan malam! " perintah Tata pada tiga pelayan yang berdiri di belakang Bu Vira dan pada Bu Vira sendiri.


"Baik Nyonya! " jawab mereka patuh.


Bu Vira dengan sigap berjalan menuju ruang penyimpanan bahan-bahan makanan baik berupa daging maupun Sayur-sayuran. Seperti mini market kecil, Bu Vira mengambil keranjang dan mengisi nya dengan bahan-bahan pokok yang di sebutkan Tata tadi padanya.


Tata melakukan hal yang sama menuju lemari penyimpanan bahan-bahan kering untuk mengambil berbagai macam bumbu serta tepung dan minyak goreng.


"Ini Non bahan-bahan nya! " ucap Bu Vira dengan meletakkan keranjang tersebut di atas meja.


"Mami... ! Elea mau kroket daging yang banyak.. ! " teriak Elea yang udah datang ke dapur dan langsung minta di duduk kan di atas kursi di meja bar pada Ani.


"Of course honey... ! Mami akan membuatkan nya! " jawab Tata sambil mencuci daging sapi khas dalam.


"Mami.. ! Mas Juna mau Udang goreng tepung asam manis! " teriak Arjuna juga udah datang.


"Mas Dewa juga Mi.. ! " teriak Sadewa.


"Mas Kula mau Spagetti aja Mi.. ! " teriak Nakula.


"Mas Bima mau steak Mi.. " ucap Bima.


"Mas Tira mau kroket daging sama udang goreng tepung asam manis Mi.. " sahut Yudistira juga dengan memegang sebuah buku di tangan nya.


"Oke baby.... Duduk dengan tenang di sana dan makan cemilan yang di sediakan Mbak Ina ya?? " jawab Tata dengan tersenyum melihat ke arah anak-anak nya.


Ina dengan cepat mengambil beberapa toples camilan biskuit yang di buat sendiri oleh Tata dan menaruhnya di meja bar yang sedang di hadapi anak-anak majikannya. Tak hanya biskuit, Ina juga menyajikan beberapa cup puding yang ia ambil dari lemari pendingin dan menyajikannya di hadapan kembar enam.


Begitulah keseharian Tata jika di akhir pekan, meskipun terkadang ia mengecek atau mengontrol restoran nya, ia tetap turun ke dapur meskipun cuma hari minggu saja.


🌿🌿🌿


Sementara itu di sebuah apartemen mewah seorang wanita matang sedang uring-uringan setelah mendapat chat dari seseorang yang tidak ia duga.


"Akkhhh... Kak Tata nyebelin banget sih! Apa maksudnya coba suruh Kak Dave yang chat aku, dan suruh ke rumah nya besok pagi-pagi sekali! Mana ancamannya serem banget lagi! " teriak Alana alias Nana dengan begitu frustasi sambil mengacak-acak rambut nya sendiri.


"Na, di suruh kakakmu besok pagi ke rumah pagi-pagi sekali! Kata kakakmu dia tidak terima penolakan jenis apapun atau kalau kamu nekat tidak datang maka kakakmu akan menghubungi Fadlan langsung dan memintanya untuk membujuk mu saat itu juga! "


Begitulah bunyi chat yang masuk ke WA nya Nana atas nama Dave. Nana patah hati dua tahun lalu saat tau dokter anak kecengan nya menikahi perempuan lain. Ia langsung memutuskan untuk pergi ke Medan guna menyembuhkan luka hatinya dan menetap di sana hingga setahun lebih lamanya.


Ia di paksa pulang ke Jakarta enam bulan lalu dan menempati apartemen mewah hadiah Tata pada hari ulang tahunnya empat tahun lalu. Ia pulang karena harus membantu Tata mengontrol restoran yang sempat ia tinggalkan karena patah hati. Ia mau tidak mau harus pulang karena pengganti nya waktu ia melarikan diri meninggal dunia karena kecelakaan.


"Ish... Kak Tata tau banget bikin aku mati kutu! " omel Nana yang misuh-misuh sendirian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2