
Semua orang melongo melihat perubahan mood Tata yang tadinya ketus berubah melow.
"Yang sabar ya Jeng, sepertinya cucu kita dendam sama kita sampai kita selalu salah di mata emaknya! " bisik Mami Sita pada Ibuk Tata yang mengusap dada dengan kelakuan anaknya.
"Iya Jeng! Padahal udah seneng banget mau cucu, eh cucu nya malah gak suka sama kita! Padahal masih dalam perut udah segitu nya sama kita! " sahut Ibuk berbisik dengan wajah pasrah.
Eyang Kakung dan Papi Dayton mendekati Tata dan membujuknya dengan kata lemah lembut namun bukannya reda malah makin kencang tangisan nya.
"Fix ini mah, Anak nya si Butet pasti ngeselin banget pas udah lahir nanti! " bisik Susan pada Sandra yang masih berdiri di sisi suaminya.
Bisikan Susan juga terdengar oleh Kadir yang tampak mengulum senyum nya.
"Yank, ntar kalau kamu hamil jangan kayak gitu ya sama Mas! Mas bisa mati berdiri yank kalau kamu dan anak Mas gak suka lihat muka Mas! Bayangin aja sembilan bulan di benci anak yang masih dalam perut! " bisik Kadir di telinga Sandra setelah mendengar bisikan Susan pada istrinya.
"Ya mana aku tau lah Mas! Itukan bukan kemauan aku! Kayak si Butet juga, itu bukan kemauan nya dia! Makanya Mas, saat aku hamil nanti Mas selalu baik-baik sama aku biar anak Mas gak benci sama Mas! " bisik Sandra juga menjawab ucapan suaminya.
Dave masih frustasi dan hanya bisa melihat istrinya dari jauh. Dia di temani Arkan dan Abeth serta suaminya.
"Ngenes banget nasib aku, masih segede kecebong aja aku udah di benci ama anak aku sendiri! Padahal dia ada juga hasil kerja keras aku di Maldives kemaren siang malam, eh giliran jadi malah di benci! Dendam apa si kecebong ama Bapak nya yang ganteng ini! " ucap narsis Dave dengan wajah nelangsa.
"Sabar Bro! Kayaknya kecebong elu bakalan jadi Mafia nih, soalnya doyan berantem! Kan kata Eyang tadi si Tata saking kesal nya pengen menghajar kita berdua sampai K.O! " sahut Arkan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dave.
"Sorry... Sorry... Hanya bercanda Bro! Jangan marah! " ucapnya lagi dengan cengengesan memberikan dua jari tanda damai✌.
"Benar kata Arkan! Kamu harus banyak-banyak ngumpulin stok sabar! Soalnya kamu akan kayak gini bukan sehari dua hari, tapi sembilan bulan! Bayangkan saja, sehari aja bagai setahun. Apalagi sampai sembilan bulan! " ucap Abeth yang semakin membuat Dave mau menangis saja.
"Ya ampun honey... ! Kamu bukan nya meredakan kesedihan Dave malah makin parah hingga berdarah-darah! " sahut Henry yang nyatanya sama saja dengan bini nya.
"Dasar kakak dan ipar laknat! Bukan nya menghibur malah makin aku tambah bete! " ucap Dave dengan nada jengkel.
__ADS_1
Tata yang masih menangis langsung terdiam saat melihat Calvin kakak laki-laki nya Sandra lewat dengan membawa sepiring makanan.
Melihat Tata yang tiba-tiba diam, semua orang ikutan diam karena takut salah langkah lagi.
"Koh, itu apaan ? Kok wangi banget! " tanya Tata sambil mendekati Calvin.
"Ini gulai rebung sama ikan Mas! Kamu mau?? " jawab Calvin dengan menawarkan pada Tata.
"Mau, mau! Tapi boleh minta banyak gak Koh? Sepiring gak cukup untuk Tata yang makan, tapi harus Kokoh yang ambilkan ! " jawab Tata dengan penuh antusias seperti kucing manis minta di elus.
"Okeh, Kokoh antar ini dulu ya untuk Ce Eca ! Kasihan Ce Eca udah kelaparan! " ucap Calvin lembut sembari mengacak pelan rambut Tata.
Tata mengangguk dan duduk manis di kursi seperti anak kucing yang penurut pada babu nya. Dave mendengus kesal saat tangan kakak nya Sandra mendarat di kepala sang istri.
"Tata sayang, tadi katanya mau pulang karena capek dan mengantuk?? " tanya Papi Dayton lembut seraya berjalan mendekati menantu nya.
"Ngantuk nya hilang Pi, Tata tiba-tiba lapar dan pengen makan makanan yang di bawa Koh Calvin tadi! Rasanya Tata udah gak sabar pengen makan nya dan terasa udah di ujung lidah! " jawab Tata dengan meneguk ludah nya saking kepengen.
"Gak tau Pi, entah kenapa di hidung Tata bau makan itu begitu menggugah selera Tata! Baunya begitu wangi dan Tata suka Pi! " jawab Tata juga heran kenapa ia begitu suka makan yang sangat ia hindari dari ia kecil.
"Ya sudah, tuh sudah di ambilkan Koh Calvin! " sahut lembut Papi Koh sembari menunjuk Calvin dari belakang dengan membawa mangkok di kedua tangan nya.
Calvin membawa mangkok ukuran sedang menuju meja yang ada di ruangan itu. Tidak lupa ia membawakan juga sebakul nasi yang masih mengeluarkan uap panas di atas nya.
Tata terlihat meneteskan air liurnya melihat gulai rebung yang begitu menggugah selera nya tergeletak di atas meja. Tanpa menawarkan siapapun ia mengambil nasi dan menaruh nya di atas piring serta tidak lupa gulai yang membuat ia menjadi ngiler.
Tata makan nasi dengan lauk gulai rebung dengan ikan Mas dengan begitu lahap hingga nambah berkali-kali hingga tidak terhitung berapa kali ia nambah.
"Ya Allah Kak Tata! Selama ini Anika gak pernah lihat Kak Tata makan kayak orang kesurupan gitu! Segede apa lambung Kak Tata kok bisa menampung makanan sebanyak itu! " ucap Anika pelan agar tidak kedengaran Tata.
__ADS_1
"Aku jadi sangsi kalau itu Kak Tata atau bukan! Atau jangan-jangan itu jin qorin yang sedang menyerupai Kak Tata? " sahut Nana ikut berkomentar tapi hanya yang di sekitar nya yang dengar termasuk Ayah Jamal dan Riko.
"Hush... ! Sembarangan kalau ngomong! Itu memang kakak kalian! Sepertinya bayi yang ada dalam kandungan nya yang membuat nya menjadi seperti itu! Kamu kan waktu hamil Revan juga aneh! " ucap Ayah Jamal pada Nana dan Anika.
"Seperti nya kita harus menahan tindak tanduk kita di depan Tata untuk delapan bulan ke depan! Gak lucu kita semua di musuhi anak yang ada dalam kandungan Tata! Padahal Ditha udah senang banget dan membayangkan akan bermain-main nanti jika itu bayi lahir! " ucap Bude Ditha pada kakaknya yang lain.
"Benar yang kamu bilang itu Tha! Sepertinya hasil bulan madu Dave ada dendam kesumat sama kita semua kecuali suami kamu Yu! " sahut Bude Wati ikut berkomentar.
"Iya Mbak yu, Ayu jadi penasaran apa jenis kelamin nya nanti saat lahir! Kalau perempuan udah pasti ia akan menjadi pelakor yang melarang Eyang nya dekat ama Eyang kakung! " jawab Mami Sita di luar nalar.
"Hahahaha... Gak kebayang Mas Yu lihat kamu rebutan Dayton dengan cucu sendiri! Pasti seru banget dan sudah pastinya sang cucu yang menjadi tahta tertinggi di keluarga Ryder! " ucap Pakde Toto dengan tertawa ngakak.
"Benar banget kamu Mas! Kok jadi lucu ya ngebayangin semua itu! " sahut Bude Rini ikut terkekeh.
Gak cuma Pakde Toto dan Bude Rini tersenyum geli, Ibuk Tata dan Mak Ijah juga tersenyum geli membayangkan semua itu.
Sementara itu, Dave yang melihat Tata makan jadi makin shock dengan ulah istri kesayangan nya itu. Bagaimana tidak, nasi sebakul habis ia makan seorang diri lengkap gulai rebung nya juga ludes tak tersisa.
"Alhamdulillah.... " terdengar ucapan Tata saat ia selesai makan.
"Ya Allah Arkan! Itu yang makan emang istri aku kan??? Bukan sebangsa lelembut atau dedemit? Ya ampun... Kemana larinya makanan sebanyak itu?? " tanya Dave pada Arkan dengan wajah shock.
"Plak... "
"Sembarangan kamu ngomong! Masa istri sendiri di katakan kayak gitu! Kakak aduin Tata baru nyahok kamu! " ucap Abeth kesal dengan menabok kencang kepala Dave.
Dave meringis kesakitan sambil memegang kepala nya usai di pukul sang kakak.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya 🤗🤗🤗
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍