
Keesokan harinya, Kadir menghubungi Dave untuk meminta tolong rekomendasi kan dokter kandungan yang hebat untuk memeriksa Sandra.
"Apa Sandra hamil? " tanya Dave dari seberang sana.
"Kemungkinan besar iya Mr. Dokter langganan Tata untuk di rumah mengatakan nya langsung, hanya saja karena ia dokter umum, ia ingin kami memeriksa Sandra ke ahli nya! Meskipun aku bukan orang kaya, aku ingin Sandra di periksa oleh dokter kandungan yang kompeten agar kami benar-benar yakin hasilnya! " jawab Kadir dengan jujur.
"Aku setuju itu! Kalau begitu, pakai saja Dokter Aisyah yang sedang menangani Tata juga! Jika istriku tahu, pasti ia akan menyarankan hal yang sama! Aku akan hubungi Dokter Aisyah, dan kalian bisa bersiap-siap pergi ke sana! " ucap Dave mendukung penuh keinginan Kadir.
"Terimakasih banyak Mr. Anda memang sangat baik! Terimakasih sekali lagi! " jawab Kadir penuh haru.
"Tidak usah formal dan sungkan begitu! Kita kan teman sekaligus saudara! Nanti Arkan akan memberitahu mu kabar dari Dokter Aisyah! " ucap Dave santai.
"Oke Mr. Terimakasih sekali lagi! " jawab Kadir sebelum menutup panggilan nya.
Begitu telpon mati, Kadir mengusap air mata yang keluar dari sudut mata nya. Ia tidak menyangka jika Dave membiarkan istrinya di periksa oleh Dokter yang menangani Tata.
"Aku tidak perduli jika tabungan ku habis untuk mengetahui kebenaran ini! Mudah-mudahan semuanya sesuai dengan perkataan Dokter itu ya Allah.. ! " gumam Kadir sebelum masuk ke kamar nya.
Ia berjalan menuju lantai atas dengan membawa teh anget dan semangkuk bubur yang di buatkan Bu Vira khusus untuk Sandra.
"Say..... "
"Huek... Huek... Huek. "
Kadir yang mau masuk dan memanggil sayang menjadi panik saat terdengar bunyi orang muntah di kamar mandi. Ia cepat-cepat meletakkan nampan di atas meja dan berlari masuk ke kamar mandi.
"Astaghfirullahalazim sayang! Apa masih mual! " ucap Kadir sembari memijat tengkuk Sandra dengan lembut.
Sandra berusaha mendorong Kadir karena tidak ingin melihatnya dalam keadaan kotor seperti ini.
"Jangan Mas, jijik! " larang Sandra saat Kadir mencuci mulut nya yang bekas muntahan.
"Gak papa kok sayang! Ayo kumur-kumur dulu! " jawab Kadir tidak jijik sama sekali.
Sandra kemudian berkumur-kumur dan dengan telaten Kadir mengelap mulut Sandra dengan tisu.
"Ayo Mas bantu! " ucap Kadir dengan memegang lengan Sandra saat keluar kamar mandi.
Kadir berjalan pelan sambil memegang lengan istrinya agar tidak terjatuh karena Sandra tampak lemas dan wajah nya pucat. Ia mendudukkan Sandra di atas tempat tidur, mengangkat kaki Sandra hingga semuanya naik ke atas tempat tidur.
"Minum dulu sayang teh anget nya! Biar mual mu sedikit berkurang! " pinta Kadir sembari mengambil cangkir berisi teh anget.
Sandra mengangguk pelan dan patuh meminum teh anget tersebut dari tangan suaminya.
"Udah Mas, aku mau rebahan! " ucap Sandra menyudahi minum nya.
"Ya udah, kamu tiduran dulu aja sayang! Nanti jika kabar dari Dokter Aisyah datang kita akan periksa ke sana! " sahut Kadir dengan mengusap pelan pipi mulus istrinya.
"Dokter Aisyah??? " tanya Sandra dengan menautkan alis nya.
"Iya, Dokter Aisyah! Tadi Mas minta tolong Mr untuk merekomendasikan dokter kandungan yang bagus untuk pemeriksaan kamu, tapi Mr malah menyuruh kamu di periksa juga sama Dokter Aisyah, Dokter kandungan nya Tata! Mas tidak bisa menolak karena Mr bilang jika Tata tahu, pasti akan merekomendasikan Dokter Aisyah juga. " jawab Kadir jujur.
"Tapi Mas, kalau Tata pakai Dokter Aisyah itu pasti biayanya mahal! Aku gak mau Mas terbebani dengan biaya pemeriksaan nya! Lebih baik kita periksa di Dokter kandungan yang biasa aja, dan uang nya bisa kita simpan untuk sesuatu yang lebih penting! " ucap Sandra agak keberatan.
"Mas ngerti kecemasan kamu sayang! Tapi, Mas pengen kamu di periksa oleh orang yang benar-benar berkompeten. Supaya hasil yang di keluarkan benar-benar real dan gak salah dalam hal medis. Gak papa kok uang tabungan Mas habis buat pemeriksaan kamu, yang penting hati kita puas dengan hasilnya. Uang masih bisa di cari lagi sayang, jadi kamu jangan khawatir lagi ya?? " sahut Kadir dengan lembut sambil membelai rambut istrinya.
"Hu... Hu... Hu.. Aku jadi terharu! Makasih ya Mas, Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan prediksi Dokter yang kemarin! " ucap Sandra menangis dengan memeluk tubuh suaminya.
Entah mengapa ia menjadi begitu sensitif sekali dan gampang sekali bersimpati. Ia memeluk erat tubuh suaminya yang duduk di samping nya. Tak lama kemudian, ponsel Kadir berbunyi ada pesan yang masuk.
Kadir meraih ponsel yang tergeletak di atas meja di samping tempat tidur. Ia membaca pesan yang masuk dan tersenyum sumringah.
"Sebentar lagi kita siap-siap ya Sayang! Kita akan ke rumah sakit dan bertemu dengan Dokter Aisyah! Kata Arkan jam 11 Dokter Aisyah buka praktek nya, jadi jam sepuluh kurang kita berangkat biar gak macet. " ucap Kadir setelah membaca pesan yang masuk di ponselnya.
"Iya Mas.. " jawab Sandra sambil menganggukkan kepala nya.
Karena Sandra masih lemas, Kadir lah yang mempersiapkan segalanya mulai dari mandi hingga berpakaian rapi. Sandra tersentuh dan terenyuh melihat suaminya gesit membantunya tanpa mengeluh.
"Emm Mas, aku boleh tanya gak! " panggil Sandra agak ragu.
Kadir yang sedang memakai pakaian nya langsung menoleh pada sang istri.
"Boleh, masa istri nanya gak boleh! " jawab Kadir dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
"Apakah dulu waktu Kayla dan Kana dalam kandungan ibu mereka, Mas perhatian kayak gini?? " ucap Sandra sembari menggigit bibir nya dan meremas tangannya sendiri.
Kadir yang melihat istrinya agak segan langsung mendekati Sandra duduk dan memegang dagu nya agar mata mereka berdua saling bertatapan.
"Gak! Aku sibuk bekerja karena tuntutan mantan istri ku, makanya aku tidak mau mensia-siakan kesempatan ini melakukan apa yang dulu tidak pernah aku lakukan pada Kayla dan Kana jika benar-benar kamu hamil sayang! " jawab Kadir jujur.
"Aku ingin melakukan yang terbaik untuk kamu dan calon anak kita jika perkataan Dokter waktu itu memang benar. Aku akan menjadi Papa dan suami yang siaga untuk kalian berdua! " tambah Kadir lagi dengan mengecup lembut bibir istrinya.
Senyum Sandra terbit mendengar ucapan Kadir yang menyejukkan hatinya. Dalam hati, Sandra berharap jika semuanya bukan mimpi dan ia benar-benar hamil.
"Dah yuk, kita berangkat! Ntar telat lagi kita sampai! " ucap Kadir dengan meraih tangan Sandra untuk berdiri.
Mereka berdua berangkat dengan diantar sopir di kediaman Tata yaitu Mang Eko. Tepat pukul 10.50 Sandra dan Kadir tiba di rumah sakit milik Ryder Corp untuk bertemu dengan Dokter Aisyah.
Mereka langsung menuju ruangan yang sudah di beritahu Arkan dalam chat nya tadi. Perasaan suami istri tersebut tidak karuan dan cemas dengan berbagai macam kemungkinan.
Kadir yang memegang tangan Sandra yang dingin makin mengeratkan genggaman tangan nya, ia berusaha membuat Sandra rileks sembari menguatkan dirinya sendiri.
"Jangan gugup ya sayang! Bismillah aja, semoga semuanya sesuai dengan yang kita harapkan! " ucap Kadir dengan pelan saat mereka mendekati ruangan Dokter Aisyah.
Sandra mengangguk dengan menggenggam erat tangan suaminya. Kadir langsung bertanya pada suster yang berjaga di samping ruang praktek Poli kandungan.
"Permisi Sus! Apa praktek Dokter Aisyah sudah di buka? " tanya Kadir sopan.
"Sebentar lagi Pak! Kira-kira 15 menit lagi di buka, silahkan ambil antriannya, isi datanya dan tunggu di sana! " jawab Suster tersebut dengan ramah.
"Baik Sus! " ucap Kadir sambil memberikan data-datanya.
"Jadi Bapak adalah Bapak Kadir suami ibu Cassandra??? " tanya Suster tersebut terkejut saat melihat KTP mereka berdua.
"Iya Sus, ada apa ya?? Apa ada yang salah? " tanya Sandra yang heran dengan wajah kaget Suster tersebut.
"Maaf Pak, Bu.. ! Saya lancang karena tidak langsung bertanya tadi! Untuk Bapak Kadir dan Ibu Cassandra silahkan masuk duluan karena kalian urutan pertama di periksa! " jawab nya dengan wajah bersalah.
"Beneran Sus! Saya tidak mau nanti di bilang menyerobot antrian! " ucap Sandra masih tidak percaya.
"Benar Bu! lagipula kan baru ibu yang datang mendaftar! Dokter Aisyah juga berpesan jika ada pasien yang datang bernama Bapak Kadir dan Ibu Cassandra langsung di suruh masuk saja! " sahut Suster tersebut jujur.
Sandra dan Kadir mengikut dari belakang dan mereka masuk bersama-sama ke dalam ruang praktek tersebut.
"Pasti ini Bapak Kadir dan Ibu Sandra ya? " tanya seorang Dokter wanita yang sudah berumur dengan tersenyum ramah.
"Benar Dokter! Apa tidak apa-apa jika istri saya yang di periksa duluan? " jawab Kadir membenarkan sambil bertanya juga.
"Tidak apa-apa Pak Kadir! Saya sudah di pesan kan oleh orangnya Mr Ryder untuk melayani kerabat mereka yang akan datang periksa kandungan. Jadi Bapak tidak usah khawatir dengan hal lain. " ucap Dokter Aisyah dengan wajah menyakinkan.
"Alhamdulillah kalau begitu Dok! Saya hanya tidak mau menyerobot antrian dan bersikap seenaknya saja! " sahut Kadir dengan wajah lega.
"Santai saja Pak Kadir! Ngomong-ngomong apa keluhan Ibu?? " ucap Dokter Aisyah seraya bertanya pada Sandra.
"Badan lemas, mual pagi hari dan sedikit pusing Dok! " jawab Sandra menyebutkan keluhannya.
"Sus, tolong cek tensi dan berat badan Ibu Sandra dulu ya! Silahkan Ibu ikut Suster ke sebelah sana! " pinta Dokter Aisyah pada perawat yang ada di ruangan nya.
"Mari Bu ikut saya! " ajak Suster tersebut dengan ramah.
Sandra mengangguk dan bangkit dari kursi menuju ruang pojok dan langsung mengukur berat badan nya. Ia kembali ke kursi dan melakukan cek tekanan darah nya.
"Berat 50, tekanan darah normal Dok 110/90 . " lapor Suster tersebut pada Dokter Aisyah.
"Langsung bawa aja Sus ke atas bed! " perintah Dokter Aisyah pada perawat nya.
"Ayo Bu, ikut saya! " pinta Suster pada Sandra setelah mengangguk pada perintah Dokter Aisyah.
Sandra patuh dan dengan pelan naik ke atas bed dengan dua pijakan anak tangga kecil. Suster tersebut menyelimuti kaki Sandra hingga perut nya. Ia menuruni selimut tersebut hingga di bawah bagian sensitif Sandra. Menyibak blouse yang di kenakan nya hingga memperlihatkan perut datar nya.
"Maaf ya Bu saya buka sedikit! " ucap Suster dengan sopan saat membuka kancing celana kulot Sandra hingga memperlihatkan perut bagian bawahnya.
Sandra hanya mengangguk mengerti, aktivitas mereka tak luput dari pengamatan Kadir. Sandra terkejut saat sesuatu yang dingin di letakkan di atas permukaan kulit perut nya.
"Ayo kita mulai! Jangan terlalu tegang! Santai saja, anggap aja hanya pemeriksaan rutin biasa! Bismillahirrahmanirrahim... " ucap Dokter Aisyah dengan tersenyum lembut.
Ia berjalan mendekati alat USG yang berada si dekat kepala Sandra. Sedangkan Kadir tetap di kursinya melihat layar monitor yang di perintahkan Dokter Aisyah untuk ia lihat dengan seksama.
__ADS_1
"Jangan tegang Bu Sandra, rileks aja! " tegur Dokter Aisyah dengan menggerakkan stik USG dengan gerakan agak kencang di bagian perut bawahnya.
"Apa kalian lihat Sebuah titik yang ada di layar monitor? Itu janin Bu Sandra! Usia kandungan nya diperkirakan 8weeks artinya sudah dua bulan. Masih terlalu kecil, tapi anggota tubuhnya sudah mulai terbentuk! " ucap Dokter Aisyah dengan mata fokus melihat ke arah monitor.
"Ja-jadi istri saya benar-benar hamil Dok? " tanya Kadir dengan mata berbinar.
"Tentu saja Pak! Udah jelas kok di lihat oleh alat USG ini! Kalian mau dengan detak jantung nya? " jawab Dokter Aisyah sambil mengatur agar mereka bisa mendengar detak jantung janin.
Dug Dug Dug Dug
Kadir tidak kuasa untuk tidak tersenyum lebar, sedangkan Sandra menangis dengan penuh rasa haru. Ia tidak menyangka jika di dalam tubuhnya sudah bersemayam buah cinta nya bersama sang suami.
"Ba-bagaimana keadaan anak saya Dok? " tanya Kadir dengan bibir gemetar.
"Janin nya sehat dan kuat! Berat dan besarnya normal! Nanti akan saya berikan vitamin, penambah darah dan asam folat! Usahakan makan makanan yang banyak mengandung asam folat seperti alpukat, kacang-kacangan, serta sayuran hijau! Jangan lupa minum juga susu hamil nya! " jawab Dokter Aisyah dengan tersenyum lebar.
"Alhamdulilah... " ucap Sandra dan Kadir barengan.
"Untuk sekarang sampai di sini dulu ya.. Kita akan cek lagi di bulan berikut nya! Usahakan untuk selalu periksa setiap bulan perkembangan nya agar kita tahu jika ada masalah pada janin dan bisa mengatasinya! " ucap Dokter Aisyah dengan meletakkan kembali stik USG pada tempat nya.
Suster pun bergerak cepat dengan membersihkan perut Sandra dari gel saat USG dengan tisu. Setelah itu ia mengaitkan kembali kancing celana Sandra dan menurunkan blouse yang di kenakan Sandra.
Kadir beranjak dari duduk nya menyongsong Sandra yang akan turun dari bed pemeriksaan. Ia memegang erat tangan istrinya yang terasa dingin seperti es.
Mereka berdua kembali duduk di hadapan Dokter Aisyah untuk mendengar kan perkataan Dokter Aisyah seputar kehamilan dan Kadir berkesempatan bertanya hal selama ini tidak ia ketahui saat mantan istrinya hamil Kayla dan Kana.
"Terimakasih Dokter atas semua nya! InsyaAllah saya dan istri saya akan mematuhi semua nasihat Dokter! Kalau begitu kami permisi dulu ya Dok! " ucap Kadir saat mereka hendak undur diri.
"Sama-sama Pak Kadir, Bu Sandra! Jangan lupa vitaminnya di minum dan datang lagi bulan depan! " sahut Dokter Aisyah dengan tersenyum ramah.
"Iya Dokter! Oh ya pembayaran nya di mana ya Dok? Di sini apa dengan suster yang di luar? " tanya Kadir sebelum mereka keluar.
"Oh iya saya lupa! Sesuai perintah Mr Ryder, semuanya pemeriksaan Ibu Sandra di tanggung oleh Ryder Corp hingga nanti melahirkan! " jawab Dokter Aisyah yang membuat wajah Sandra dan Kadir kaget setengah mati.
"Aapaaa???? Yang benar Dok?? " teriak mereka agak sedikit kencang karena kaget dan tidak percaya.
"Tidak mungkin saya berbohong Pak, Bu! Mr Ryder sendiri yang mengatakan nya kepada saya! " jawab Dokter Aisyah dengan wajah serius.
"Eung... Ya sudah, kalau gitu kami permisi dulu ya Dok! Assalamualaikum! " ucap Kadir langsung menyudahi pertemuan mereka.
Mereka keluar dari ruang periksa dengan wajah yang tidak bisa di baca. Berbagai macam dugaan, atas apa yang di lakukan Tata dan keluarganya pada mereka berdua.
"Sayang, keluarga Tata itu malaikat ya? Pasti dia tahu kalau kamu beneran hamil! Rasanya kayak masih mimpi kamu hamil dan semua biaya pemeriksaan ke Dokter sampai melahirkan nanti juga di tanggung mereka! Mas merasa gak enak, terutama sama Tata! Sampai sekarang ia selalu baik sama Mas dan juga Anika! Padahal dulu perlakuan keluarga kami begitu buruk pada Tata! " ucap Kadir mengeluarkan isi hati nya pada sang istri saat mereka berjalan menuju parkiran.
"Tata emang kayak gitu orang nya Mas! Ia selalu memprioritaskan persahabatan kami! Makanya aku sama Susan juga melakukan hal sama pada Tata! Bagi kami bertiga persahabatan kami dari dulu melebihi hubungan saudara. Saling mendukung, saling mensupport dan saling menghina dan mengejek kalau kita ketemu! Tidak ada satu permasalahan pun yang membuat persahabatan kami retak, karena jika salah satu ada masalah pasti diantara kami bertiga ada penengah nya, entah siapa pun itu! " jawab Sandra dengan tersenyum simpul mengingat masa-masa mereka dulu.
"Mas salut dengan persahabatan kalian! Dengan saudara aja belum tentu kayak gitu, apalagi kalian bertiga yang tidak ada hubungan darah. Tapi hubungan kalian bertiga melebihi hubungan saudara kandung. Mudah-mudahan nanti anak-anak kalian nanti juga bersahabat dengan rasa persaudaraan yang tinggi seperti kalian! " ucap Kadir dengan tersenyum bangga.
"Aamiin... Senang banget rasanya lihat anak kita akan bermain dengan anak-anak nya Tata! Mereka hanya berselisih empat bulan saja! " sahut Sandra dengan mengusap perut nya.
"Iya ya sayang! Oh ya, kok kita gak tau ya kalau si dedek udah dua bulan ada di sini? " ucap Kadir sembari ikut mengusap perut Sandra.
"Iya ya Mas... Aku sampai lupa kalau aku udah telat datang bulan dan gak sadar kalau sedang hamil! Aku kira semingguan ini aku masuk angin biasa dengan badan lemas, eh gak taunya lagi hamil! " sahut Sandra sembari terkekeh.
"Mas bahagia sayang! Ternyata bukan mimpi Kayla dan Kana punya adik lagi! Mas mencintaimu sayang! Kamu dan anak-anak kita! Cup.. " ucap Kadir dengan mengecup lembut kening Sandra agak lama saat di dalam mobil.
"Mas ih! Malu atuh sama Mang Eko! " sahut Sandra dengan wajah malu saat Kadir mengecup keningnya lama di dalam mobil walaupun ia menghadap ke depan.
"Hehehehe... Santai aja Mbak! Gimana pemeriksaan nya Mbak, Mas? " ucap Mang Eko santai dan tidak mempermasalahkan nya.
"Alhamdulillah positif Mang... Istri saya benar-benar hamil dan udah 2 bulan! " jawab Kadir dengan tersenyum lebar.
"Alhamdulillah... Selamat ya Mas, Mbak! Semoga lancar hingga lahiran nanti, ibu serta bayinya sehat dan selamat! " ucap Mang Eko dengan tersenyum tulus.
"Aamiin... Makasih doa nya Mang! " jawab Sandra dan Kadir dengan tersenyum bahagia.
"Langsung pulang kita Mbak, Mas? " tanya Mang Eko sambil menghidupkan mesin mobil.
"Kita ke supermarket dulu Mang, mau beli susu hamil sama buah-buahan! " jawab Sandra dengan diangguki suaminya.
"Oke siap! " ucap Mang Eko langsung meluncur ke supermarket sesuai permintaan Sandra.
Bersambung..
__ADS_1