Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Menyambut kepulangan si kembar


__ADS_3

Semua orang yang ada di kediaman Ryder sudah menunggu dengan gelisah kedatangan Tata dan si kembar. Bahkan Amirah, Kayla dan Kana sedari tadi tidak berhenti mengoceh bertanya kenapa adik bayi mereka belum datang.


Sandra memang sengaja mengajak anak-anaknya untuk bertemu dengan keponakan Tata. Aqila yang duduk di kursi roda ikut bermain bersama Kana meskipun ia hanya duduk memperhatikan saja tapi kadang ia ikut bicara tentang mainan Barbie kepunyaan Kana.


"Mah, nanti kalau Aqila sudah sembuh Aqila boleh kan ikut main bersama Kana? " tanya Aqila pada Nada yang duduk memperhatikan nya.


"Tentu saja sayang.. ! Nanti Mommy juga akan ajak Aqila main di pusat permainan anak di Mall! Kita nanti juga akan beli boneka yang Aqila suka biar bisa bermain sama Kana, kakak Kayla dan Kakak Amirah! " jawab Abeth yang bicara.


Sedari awal kenal Abeth memang menyuruh Amirah dan Aqila memanggil nya Mommy seperti panggilan yang akan ia semat kan pada keenam anak-anak Tata dan Dave padanya.


"Mommy janji?? " sahut Aqila dengan memberikan jari kelingking nya.


"Janji dong??? " jawab Abeth ikut menautkan jari kelingking mereka berdua.


Mereka lalu tersenyum lebar dan Nada ikut tersenyum bahagia melihat kebahagiaan anak-anak nya.


Tiba-tiba terdengar suara deru mobil yang membuat semua orang langsung berdiri bersiap-siap dengan posisi masing-masing di depan pintu ruang tamu.


Begitu pintu terbuka mereka semua bersorak mengucapkan ucapan selamat datang.


"Selamat datang dedek kembar "


Begitu teriak mereka semua sembari meniupkan konfeti warna warni hingga beterbangan. Tata yang di posisi belakang tersenyum bahagia melihat antusias sahabat, ipar dan semua asisten rumah tangga di rumah mertuanya menyambut kedatangan mereka dengan kejutan kecil yang dampaknya besar.


"Astaga-astaga!! Lucu banget sih anak-anak nya Mommy!! " pekik Abeth dengan gemes melihat keponakan nya satu persatu.


"Iya.. Ya Allah pengen aku bawa pulang satu! " ucap Susan gemes dengan memegang pipinya sendiri.


"Eits... Enak aja! Bikin aja sendiri! " jawab Tata pura-pura marah.


"Dih pelit! Ya ampun.. ! Ini yang paling gemes! Cantik banget kayak boneka! " sahut Susan dan langsung speechless saat melihat princess dalam gendongan Grandpa Dave.


"Astaga.. !! Bener banget! Grandpa, Abeth mau gendong si cantik?? " pinta Abeth pada Grandpa dengan mata berbinar melihat princess.


"Gak! Princess gak boleh jauh dari Grandpa! Kamu gendong yang lain aja, tuh masih banyak! " jawab Grandpa sambil berjalan menjauh dari cucu perempuan nya.


Muka Abeth mengkerut atas penolakan Grandpa nya, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena Grandpa tiba-tiba mendadak sakit bahu yang membuat lengannya kram.


"Aduh, aduh... ! Honey, tolong lengan ku tiba-tiba kram??? " teriak Grandpa pada Grandma.


Hap... Dengan gerakan cepat Abeth meraih princess dari tangan Grandpa dan berpindah padanya.


"Daddy kualat! Sudah tua masih ngotot gendong cucuku dari rumah sakit tadi sampai sekarang! Gak sadar umur tuh Pak tua! " ejek Papi Dayton pada ayahnya.


"Iya Tuh! Grandpa kualat! Masa mau di monopoli sendiri si cantik! Kita kan juga mau gendong! " sungut Abeth ikut merundung Grandpa nya.


"Kalian berdua ya... ! Awas saja, aku akan memberikan sebagian harta ku untuk princess dan kalian berdua tidak akan mendapatkan nya satu sen pun! " ancam Grandpa dengan geram.


"Gak takut! " jawab Papi Dayton dan Abeth barengan.


"Harta ku juga udah banyak dan hampir sama dengan Daddy! Jadi aku gak butuh tuh harta Daddy! " ucap Papi Dayton santai.


"Walaupun perusahaan suamiku gak sebanyak Grandpa dan Papi, tapi setidaknya aku tidak akan kelaparan dan jatuh miskin selama tujuh turunan! " tambah Abeth lagi dengan sombong nya.


"Astaga kalian ini! Bisa-bisanya ngomongin harta di depan cicit-cicit ku! Ayo Ta, bawa cicit-cicit Grandma ke kamar mereka! Bisa sakit telinga mereka mendengar pertengkaran unfaedah ini! " ucap Grandma dengan suara keras melotot kepada suami, putra, dan cucunya.


Mereka yang menggendong bayi kembar berjalan ke kamar untuk si kembar yang di desain langsung oleh ahli nya yang membuat Tata hendak menangis saking haru nya.

__ADS_1


"Ya Allah... ! Cantik banget kamar nya! Nuansa lautan yang biru membuatnya menjadi sangat indah! " ucap Tata dengan mata kagum.


"Ini ide nya Abeth sayang! Katanya biru bisa untuk laki-laki dan perempuan, karena si kembar kan tinggal satu kamar sampai usia tiga tahun! " sahut Mami Sita memberitahu Tata.


Tata tidak bisa menggambarkan kebahagiaan nya melihat kamar anak-anaknya se menakjubkan ini. Sebuah bok ukuran jumbo yang muat untuk sepuluh bayi jika dijejerkan, sebuah lemari pakaian kayu yang antik berwarna biru dengan hiasan gambar lautan dengan ikan-ikannya, sebuah kulkas tempat penyimpanan Asip Tata untuk stok si kembar, sebuah lemari tempat perlengkapan mandi si kembar yang sangat lengkap isinya serta sebuah sofa khusus untuk Tata saat akan mengAsihi si kembar.


Semua itu adalah hasil inisiatif Abeth sendiri di bantu Mami Sita dan Grandma, karena Tata belum menyiapkan sama sekali perlengkapan si kembar karena udah keburu lahiran.


"Terimakasih ya Mi, Kakak, dan juga Grandma! Tata bahagia banget karena Tata belum menyiapkan apa-apa untuk si kembar, dan kalian sudah membantu Tata melakukan semua ini! Si kembar pasti senang sekali berada di tengah-tengah keluarga yang begitu menyayangi mereka! " ucap Tata dengan memeluk Mami Sita dengan wajah bahagia.


"Sama-sama sayang! Si kembar kan cucu pertama Mami dan cicit pertama Grandma kamu! Jadi semua nya pasti akan menjadi istimewa persiapan nya! Apa lagi Mommy nya yang heboh banget dan melakukannya tanpa ada yang kurang satu pun! " jawab Mami Sita seraya menyindir Abeth yang sangat cerewet saat pengerjaan kamar tersebut.


"Dih Mami! Abeth kayak gitu karena gak mau mereka melakukan kesalahan sedikitpun! Semuanya kan harus di awasi dengan ketat agar hasilnya juga sempurna dan tidak asal-asalan! " cibir Abeth membela diri.


"Terimakasih ya Kak! Si kembar pasti seneng banget punya Mommy yang menyayangi mereka kayak gini! " ucap Tata dengan tulus pada iparnya itu.


"Santai aja! Si kembar kan anak kakak juga dan kami punya darah yang sama, terlebih lagi kami adalah mahram yang tidak bisa di bantah kan! " jawab Abeth santai.


"Mommy! Masa dari tadi kami gak bisa lihat dedek kembar nya! Kami kan juga mau lihat dedek nya! " protes Amirah tiba-tiba dengan wajah cemberut.


"Iya, masa orang dewasa aja yang boleh liat dedek kembar! Kita-kita kan juga pengen lihat dan main sama dedek kembar! " tambah Kayla dengan kedua tangan melipat di dada.


Abeth dan Tata terkekeh dengan protes anak-anak yang sedari tadi belum diberi kesempatan untuk melihat adik bayi mereka.


"Aku juga mau kasih Viona sama dedek kembar! " celutuk Kana dengan menunjukkan Barbie kesayangan nya.


"Hahahaha.. ! Aduh, aduh.. Cucunya Omi, sini kita lihat dedek bayinya! Kasihan banget dari tadi cuma berdiri aja! " ucap Mami Sita dengan terkekeh geli.


"Iya ya.., Maafin Uti Buyut ya?? Kelamaan gendong adik bayinya, nih udah Uti Buyut taruh di boks nya! " sahut Eyang Uti ikutan tersenyum geli.


"Grandpa pasti seneng banget akhirnya ada juga yang mengambil mata yang sama persis kayak dia! " gumam Abeth lirih tapi masih kedengaran oleh Dave yang berdiri di sampingnya.


"Pasti lah! Otomatis princess ku akan jadi kesayangannya Grandpa! Huh, bertambah lagi saingan berat dalam menyayangi princess kecil ku! " celutuk Dave sembari menghela napas kasar.


"Ish, gak boleh gitu! Princess gak punya Mas aja, Papi berhak, Eyang berhak, Grandpa berhak memberikan cinta dan kasih sayang mereka untuk princess dan anak-anak kita yang lain! Gak boleh pelit! " ucap Tata dengan menyikut lengan suaminya.


Dave hanya bisa mengusap dada dalam hati dan kamar tersebut ribut dengan celoteh anak-anak yang sedari tadi sibuk mengajak si kembar untuk bermain. Hanya princess yang terbangun dan memperlihatkan mata cantiknya, sedangkan kelima kakak nya tertidur pulas tanpa terganggu sama sekali dengan keributan itu. Sandra dan Nana berebutan menggendong princess saking gemes nya. Sedangkan Anika pasrah hanya bisa melihat dan menciumnya saja karena Revan protes dan cemburu saat Anika hendak mengambil ancang-ancang akan menggendong princess. Ia langsung menjerit keras begitu tangan Anika menyentuh princess.


"Dasar anaknya Riko! Masih kecil gede banget cemburuan nya! Giliran emaknya mau gendong gak boleh, tapi sedari tadi ia yang semangat nyium dedek cantiknya! " omel Anika gemes pada anaknya sendiri.


"Eh bahlul! Itu anak kamu juga! " sahut Nana menoyor pelan bahunya.


Anika hanya nyengir mendengar sahutan kakak nya. Sedangkan anak kecil yang mulai menginjak usia setahun tersebut tidak perduli dengan omongan emak dan Aunty nya, ia malah asyik memegang jemari princess yang menggenggam erat tangan nya.


"Eh iya.. Dari tadi aku belum tau siapa nama si kembar Tet?? " tanya Sandra tiba-tiba.


"Tunggu Papinya lah Tot! Yang kasih nama kan Papinya, aku ngikutin aja! Kata Mas Dave nanti malam akan diumumin nama si kembar sekalian ngomongin acara Aqiqah nya mereka! Pokoknya kalian semua gak boleh pulang dulu setelah makan malam! " jawab Tata sambil menunjuk Susan, Nana, Anika dan Sandra satu-satu.


"Tenang aja Kak! Tadi aku sengaja bawa baju ganti Revan kok, jadi di jamin kami belum pulang hingga nanti malam! " ucap Anika santai.


Di dalam kamar tersebut hanya mereka saja, karena para pria mengikuti Dave ke taman samping sembari bersantai. Sedangkan para orang tua lainnya termasuk Eyang dan Granny memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum makan siang.


Mbok Nah dan Mbok Sri memasuki kamar bayi dengan membawa cemilan dan makanan khusus Tata atas suruhan Dave. Tata yang sedang menyusui si cantik tersenyum lega karena suaminya tetap memperhatikan asupan makanan nya selagi ia menyusui.


"Makanan nya di habisin ya Den Ayu! Ini Mbok buatin khusus untuk Den Ayu biar Asinya tambah banyak! " ucap Mbok Nah saat meletakkan nampan berisi makanan di atas meja khusus.


"Ya Allah, terimakasih banyak ya Mbok atas perhatian nya! Akan Tata habisin kok! " jawab Tata dengan tulus.

__ADS_1


"Sama-sama Den Ayu, Raden yang berpesan untuk selalu mengirimkan makanan setiap dua jam sekali! Kalau ada yang Den Ayu mau, tinggal bilang aja sama kita berdua! " sahut Mbok Nah lagi pada Tata.


"Ini saya bawakan jamu untuk Den Ayu untuk mengembalikan otot-otot kewanitaan Den Ayu habis melahirkan! Ini jamu resep si Mbah saya Den Ayu dan di jamin top markotop! " ucap Mbok Sri dengan mengedipkan matanya sambil meletakkan segelas cairan berwarna kuning pekat.


"Wah, mantap benar itu Mbok! Ntar kalau saya udah lahiran saya pesan jamu nya ya Mbok! " celutuk Sandra dengan mata berbinar.


"Beres Non! Tinggal bilang aja nanti sama si Mbok dan akan cus si Mbok bikinkan! " sahut Mbok Sri memberikan jempolnya.


"Mbok Sri emang top banget deh! " ucap Sandra membalas memberikan kedua jempolnya juga.


"Makasih ya Mbok, udah repot-repot bikinin Tata jamu nya! " ucap Tata pada Mbok Sri.


"Sama-sama Den Ayu! " sahut Mbok Sri tersenyum malu.


Setelah meletakkan makanan untuk Tata dan teman-temannya, dua asisten rumah tangga tersebut pamit keluar untuk melanjutkan pekerjaan mereka di dapur.


"Jadi kakak selalu menyiapkan makanan setiap menyusui si kembar?? " tanya Nana penasaran.


Tidak hanya Nana, Abeth, Susan, Anika, Sandra dan Nada pun ikut penasaran dengan jawaban Tata.


"Sudah pasti lah Na! Mereka setiap menyusu tidak pernah sebentar, pasti lama! Terutama yang pertama dan si cantik yang paling lama minum susu! Sampai-sampai setiap habis menyusui perutku langsung keroncongan! Karena itu setiap mau menyusui makanan harus standby di depan mata! " jawab Tata santai.


"Astaga!! Mantap kali porsi makan kau sekarang Tet! Semua makanan yang kau makan sebanyak itu habis di serap anak-anak kau! ckckck... Salut aku weh! " ucap Sandra begitu takjub.


"Iya, makan mu banyak tapi badan mu tetap aja kayak waktu hamil gak turun gak naik kakak tengok! Tetap ada pipi bakpao nya dan pastinya dua aset mu saja yang bertambah gede! Kalian pasti lihat kan?? " sahut Abeth dengan menunjuk dua aset Tata yang sedang di kuasai anaknya.


"Hahahaha... !Betul kali itu Kak! Aku rasa si Mr pasti uring-uringan dua aset miliknya sekarang di kuasai oleh enam mulut sampai dua tahun lamanya! Mana bertambah gede lagi dari biasanya, membuat kepala Mr pusing atas bawah! " jawab Sandra dengan tersenyum mesum.


"Eh mulut! Lupa kau kalau di sini masih ada anak perawan hah! " omel tata dengan gemes.


"Alah, gak usah sok polos lah kau Tet! Mereka berdua emang masih perawan tapi mereka lebih ahli secara teorinya! Ya gak Na, Bon?? " sahut Sandra lagi dengan seringai jahilnya.


"Hahahaha... Bukan maksud apa-apa sih Kak! Hanya aja itu sebagai acuan saat sudah nikah nanti dan biar gak di kira polos-polos amat sama suami! Ya gak Kak Susan?? " tambah Nana yang membuat suasana semakin semangat.


"Mungkinlah... " jawab Susan acuh.


"Jiah si Bon-bon! Berlagak paling lugu padahal dialah suhu nya! " ejek Sandra pada Susan.


"Hahahaha.... " mereka semua tertawa melihat wajah Susan yang memerah di skakmat Sandra.


"Halah, kayak kau gak aja Tot! Lupa kau waktu sekolah dulu kau lah yang paling doyan ngajak kita nonton film yang ada adegan skidipapap nya! " balas Susan gak mau kalah.


"Hahahaha... " tawa mereka makin kencang saat kenakalan mereka terbuka oleh Susan.


"Pengalaman itu Bon! Biar gak bodo-bodo amat awak di kira orang! Yang penting jangan klen lakukan kalau bukan sama suami, bisa gawat itu! Cuma nonton sekedar teori gak papa lah, asal gak kebablasan! " jawab Sandra santai.


"Iya, benar itu San! Saat sudah menikah malah kita di tuntut untuk lebih belajar lagi dalam memuaskan suami! Biar suami kita gak cari lobang lain kalau kita memberikan service yang benar-benar istimewa! Malah kita harus buat suami kita gak bisa melupakan service kita dan bahkan selalu meminta lebih! " tambah Abeth tidak kalah gilanya.


"Astaga kakak! Nyebut Kak, masih ada yang singel ini! Bisa gawat kalau pikiran mereka terkontaminasi sama omongan kakak! " seru Tata dengan wajah merah padam karena malu.


"Jiah... Yang suhunya malah malu! Hahahaha... " ucap Sandra mengejek Tata.


"Santai aja lah Tet! Anggap aja Nana sama aku lagi belajar cara memuaskan suami saat udah nikah nanti! " jawab Susan tidak kalah absurd nya.


"Hahahaha... " suara tawa kembali terdengar mendengar jawaban Susan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2