
Di kantor polisi.
Dian datang ke kantor polisi dengan membawa baju Dika, makanan kesukaan Dika dalam sebuah rantang. Ia menunggu waktu jenguk yaitu pukul 10.00 WIB, dengan tersenyum senang.
"Nyonya Dian, silahkan masuk dan waktu anda hanya 10 menit. " seru petugas kepolisian sambil memeriksa Dian sebelum masuk.
Dian mengucapkan terimakasih ketika ia melewati petugas polisi yang memeriksanya tadi. Ia tersenyum senang melihat Dika dari kejauhan.
"Silahkan Nyonya, dan ingat hanya 10 menit! " ucap petugas tersebut memperingatkan Dian.
Begitu melihat Dika, Dian langsung memeluk nya seakan-akan mereka pasangan halal yang terpaksa berpisah karena pria nya masuk penjara.
Dika begitu bahagia melihat Dian yang menjenguknya dan ia melihat kanan kiri memastikan sesuatu.
Dian yang mengetahui apa yang di cari Dika, langsung memasang wajah sedih dan tidak berapa lama ia menangis tersedu-sedu.
"Sayang, kenapa kamu menangis? Apa yang membuat mu sedih? " tanya Dika dengan heran.
"Aku sedih lihat kamu Mas? Pasti kamu nyariin Mama kamu kan Mas? Hu... Hu... Hu... Istri kamu itu memang kurang ajar Mas, kemarin dia membuat Mama mu seperti ini! " ucap Dian masih menangis sambil memberikan ponselnya kepada Dika.
"Apa maksud kamu Dian? Aku tidak mengerti! Untuk apa ponsel mu ini? " tanya Dika dengan wajah bingung.
"Kamu lihat foto itu Mas, lihat baik-baik. Itu foto Mama mu yang sudah di sakiti istrimu itu! Dia memukuli Mama yang waktu itu memohon untuk membebaskan mu Mas! " jawab Dia masih dengan menangis sedih.
"Apa kamu bilang! Kamu gak bohong kan Dian! " ucap Dika dengan raut wajah terkejut.
"Hu.. Hu.. Hu... Tega sekali kamu menuduh aku berbohong Mas, itu foto yang nyata bukan hoax. " jawab Dian dengan wajah di bikin terluka.
"Maaf kan aku Dian, aku hanya tidak mau kamu berkata bohong! " ucap Dika menyesal menuduh Dian.
__ADS_1
Dika kemudian membuka galeri ponsel Dian, dia begitu terkejut dan syok melihat wajah Mama nya di foto ini. Dika memgepal tangannya erat-erat seakan-akan semua aliran darahnya mengalir dengan deras di seluruh pembuluh darahnya melihat foto tersebut. Ia marah, sakit hati akan perbuatan istrinya yang membuat wajah Mama nya babak belur seperti itu.
Dian tersenyum senang tanpa sepengetahuan Dika, ia bahagia bisa membuat Dika percaya dengan omongannya. Dian memang sengaja memfoto wajah Mama nya Dika yang sedang tertidur semalam. Ia sengaja melakukan hal itu agar Dika semakin percaya dengan omongannya.
"Keterlaluan sekali kau Tata! Kau tega sekali membuat Mama ku babak belur seperti ini! Mama ku bukan penjahat yang harus kau hajar seperti itu. Awas saja kau Tata, aku akan membuat kau membalas semua perbuatan yang kau lakukan kepada Mama ku! Aku bersumpah kalau aku akan menghancurkan mu Tata, sehancur-hancurnya sampai kau mengemis minta ampun di bawah kaki ku! " Batin Dika dengan wajah merah padam menahan amarah.
"Yes! Akhirnya gampang juga membuat Mas Dika membenci istrinya itu! Pasti sekarang ia marah dan dendam banget sama si Tata ! Rasain loe Tata, tidak lama lagi Mas Dika akan menceraikan elo istri mandul! Udah gak bisa ngasih anak, belagu, sok berkuasa lagi! Baru juga punya satu restoran, belagunya minta ampun! " Batin Dian kegirangan karena berhasil menghasut Dika.
"Mas, kenapa kamu diam saja! Ayo bicara Mas! Jangan diam saja! " ucap Dian pura-pura prihatin.
"Bagaimana keadaan Mama sekarang ini Dian? " tanya Dika dengan wajah sendu.
"Tante Retno sekarang ini lumayan lebih baik! Walaupun belum bisa bicara karena mulutnya bengkak, ia sudah mulai bisa menjawab satu kata walaupun agak berantakan. Hanya saja Tante Retno susah untuk makan, minum saja harus pakai pipet dan makan cuma bisa makan bubur saja. " jawab Dian dengan mimik wajah sedih.
Dika mengusap wajahnya dengan kasar mendengar ucapan Dian tentang Mama nya. Ia semakin marah dan dendam terhadap Tata, ia bertekad akan secepatnya keluar dari penjara ini bagaimana pun caranya. Ia akan menuntut balas atas perbuatan Tata terhadap Mama nya.
Dian yang di puji seperti itu semakin besar kepala, ia begitu bahagia mendengar Dika begitu mencintainya.
"Waktu nya sudah habis! Silahkan keluar karena tersangka akan kembali ke sel nya! " tegur petugas kepolisian terhadap Dian.
"Mas, aku pulang dulu ya? Kapan-kapan aku akan jenguk Mas lagi bersama Mama. Oh ya ini ada makanan kesukaan Mas dan beberapa pakaian. Dimakan ya Mas, aku masak sendiri loh khusus buat Mas! " ucap Dian pamit seraya memberikan rantang dan bingkisan plastik kepada Dika.
Dian segera keluar dari ruangan khusus menjenguk para terpidana. Ia keluar dari kantor polisi dengan hati yang begitu bahagia.
🎍🎍🎍
Tata yang masih di ruangan rahasianya sedang mengutak-atik laptop nya untuk menemukan siapa yang telah mencari informasi tentang dirinya.
"Ketemu! Arkansas! Siapa Arkansas itu? " gumam Tata dengan mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Ada apa Kak? "tanya Angel.
"Jel, tolong nanti kau cari tahu informasi tentang pria ini! Yang bulan lalu mencari informasi tentang ku! " perintah Tata sambil memperlihatkan data di laptopnya kepada Angel.
"Baik Kak! Aku akan mengirimnya ke email Kakak begitu dapat informasi nya! " jawab Angel dengan mantap.
Setelah mengatakan semua itu, Angel pun pergi dari ruangan tersebut dan melakukan perintah Tata. Hanya tinggal Tata sendiri di ruangan tersebut sambil duduk di kursi kebesarannya dengan memejamkan matanya.
Di restoran, Sandra masih mencurigai Tata yang pergi secara misterius tidak seperti biasanya. Ia masih penasaran urusan Tata yang di katanya lebih penting menyangkut hidup dan mati.
"Kenapa pulak aku merasa si Butet mempunyai banyak rahasia ya? Tapi rahasia apa pulak yang di miliki si Butet? Aku tengok biasa-biasa aja itu anak, gak ada yang aneh-aneh. Tapi kenapa perasaan ku kalau ada yang ia sembunyikan ya? " gumam Sandra dengan lirih.
"Bu Bos! Kenapa dari tadi melamun melulu sih? Katanya tadi lapar, tapi makanannya gak di makan, cuma di aduk-aduk doang! " tegur salah satu koki kepada Sandra.
"Astaga naga! Kenapa pulak kau kagetin aku kayak gitu! Kalau aku jantungan bagaimana nanti aku mau kawin lagi kalau aku mendadak mati! " omel Sandra dengan wajah kaget.
"Ya ampun Bu Bos! Saya gak ngagetin Bu Bos! Bu Bos aja yang lagi melamun, nikah Bu Bos, nikah! Bukan kawin. Dosa kalau kawin sebelum nikah! " jawab Koki tanpa merasa bersalah.
"Sama aja lah itu, nikah sama kawin! Sama-sama bercocok tanam juga nya dia! " jawab Sandra dengan asal.
"Astaga Bu Bos! Jangan ngomong langsung gitu dengan saya! Jangan bikin pikiran polos saya jadi ternoda karena ucapan Bu Bos tadi. " jawab koki kaget bin terkejut dengan jawaban absurb Sandra.
"Cih, ngakunya polos, nyatanya suhu! " cibir Sandra mengejek sang koki sambil berjalan keluar dari dapur.
Bersambung.
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya.
Selamat berakhir pekan...
__ADS_1