Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
42. Bertindak di luar batas


__ADS_3

Setelah Dika di bawa ke kantor polisi, Tata juga ikut ke sana untuk memberikan kesaksiannya terkait laporan yang ia buat. Sedangkan Sandra bertugas mengurus restoran selama Tata masih di kantor polisi.


Untuk membersihkan nama restoran yang sudah di klaim Dika, Sandra menggelar layar lebar yang menampilkan rekaman ketika Dika mencuri sertifikat restoran di ruangan yang biasa nya di gunakan Sandra.


Semua pelanggan dan karyawan melihat bebas rekaman tersebut di layar lebar dan berbagai macam sumpah serapah, makian dan hinaan yang keluar dari mulut mereka untuk Dika.


Begitu Dika di bawa keluar oleh pihak kepolisian, Rosalia langsung kabur dari restoran karena takut di tangkap juga. Ia tidak mau masuk penjara seperti tuannya Dika dan ia juga mengabarkan apa yang terjadi pada Dika kepada ibunya.


"Astaga... Astaga... Ya Tuhan Dika? Kenapa kau bisa di tangkap polisi? " raung Nyonya Retno dengan histeris ketika menerima telepon dari Rosalia.


Ia melemparkan semua barang yang ada di dekatnya hingga hancur berantakan. Keributan yang di buat Mama nya Dika membangunkan Dian yang tertidur karena baru pulang kerja.


"Ya ampun Tante?? Apa yang terjadi? Kenapa semuanya jadi berantakan begini? " teriak Dian dengan wajah heran.


"Dika di tangkap polisi Dian! Tante mau bikin perhitungan dengan perempuan sialan itu! Dia harus mengeluarkan Dika dari dalam penjara! Tante tidak rela anak Tante masuk penjara karena perempuan sialan itu! " jawab Nyonya Retno penuh dendam.


"Apa?? Yang benar Tan? " pekik Dian dengan wajah kaget.


Nyonya Retno hanya menganggukkan kepalanya dengan ekspresi muka yang datar.


"Tante mau kemana? " panggil Dian ketika melihat Mamanya Dika sudah mendekati pintu keluar rumah.


"Tante mau ke restoran! Tante mau kasih pelajaran untuk perempuan kampungan itu! " jawab Nyonya Retno dengan wajah merah padam menahan amarah.


"Tunggu Tan! Dian juga mau ikut! " teriak Dian sambil menyambar jaketnya yang tergantung di belakang pintu rumah.

__ADS_1


Nyonya Retno dan Dian pergi dengan menggunakan taksi, dan mereka langsung turun begitu taksi berhenti di depan pintu masuk restoran.


Ketika memasuki restoran, Nyonya Retno dan Dian kaget melihat layar lebar yang mempertontonkan rekaman ketika Dika mencuri sertifikat restoran ini.


"Apa apaan kalian ini! Hentikan video itu! Itu bukan anakku! Hentikan semuanya! " pekik Nyonya Retno dengan meraung kencang seperti orang kerasukan.


"Hei Buk! Gak usah teriak-teriak kayak orang gila! Anak situ yang ada di video, pake ngaku bukan lagi! Udah ketahuan masih aja gak mau ngaku! " hardik salah satu pelanggan restoran yang sedang membayar di kasir.


"Tidak usah ikut campur! Ini bukan urusan mu! "jawab Mama nya Dika dengan ketus.


"Begini nih! Kalau orang gak punya otak! Bukannya malu dan minta maaf malah nyalahin orang ! Untung aja menantunya bukan aku, kalau aku punya mertua kayak gitu sudah aku kasih sianida biar cepat koid ! " ucap karyawan bagian kasir.


"Kurang ajar kalian! Bruk! Bruk! Bruk! " raung Nyonya Retno sambil menghancurkan hiasan dinding dan barang-barang yang ada di dekat nya.


Para karyawan berusaha memegang Nyonya Retno yang seperti kesetanan itu, namun entah kenapa tenaganya kuat sekali sehingga ia bisa dengan mudah mendorong dua orang karyawan yang memegangnya jatuh tersungkur.


Semua orang panik dan segera menelpon ambulan, sedangkan yang lain berusaha menghubungi Sandra yang sedang keluar sebentar.


Sedangkan Nyonya Retno masih mengamuk membuat restoran berantakan dan barang-barang banyak yang hancur. Dian hanya diam saja melihat Mama nya Dika melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan isi restoran.


"Berhenti! Apaan berantakan seperti ini! " teriak Tata yang baru pulang dari kantor polisi.


"Ini dia dalang nya yang telah membuat anakku masuk penjara! Mati kau perempuan sialan! " pekik Nyonya Retno tiba-tiba berlari membawa vas bunga dan menghantam nya di kepala Tata.


"Tata/Nona/Nyonya! " teriak Sandra, Tegar dan para karyawan serentak.

__ADS_1


Tata yang mendapat serangan tiba-tiba seperti itu memejamkan mata nya sebentar, minimalisir rasa sakit di kepala sejenak. Sedangkan Nyonya Retno tersenyum puas karena berhasil menyakiti Tata dan Dian juga tersenyum bahagia melihat Tata hanya diam tidak berkutik di hajar Mama nya Dika.


Tata mengusap darah yang mengalir mengenai kening dan pipinya dengan santai, seolah-olah itu bukan hal yang menakutkan. Ia mengangkat wajahnya, dan tersenyum menyeringai ke arah Nyonya Retno dan Dian.


Tata berjalan mendekati Nyonya Retno dan tanpa aba-aba menampar wajah Nyonya Retno kiri dan kanan berulang kali dengan keras sekuat tenaga sehingga sudut bibirnya mengeluarkan darah, begitu juga dengan mulutnya juga mengeluarkan darah saking kuatnya tamparan tersebut.


"Plak! Plak! Plak! Kau belum tahu siapa aku Nyonya! Aku bukan orang yang berbuat kasar kepada orang tua, tapi kau tidak bisa di bilang secara baik-baik! Rupanya kau suka bermain kasar! Aku Terima tantangan mu! " ucap Tata dengan seringai menakutkan di hadapan Nyonya Retno dan memukulinya tanpa henti hingga Nyonya Retno terduduk di lantai dengan wajah lebam.


Dian terkejut melihat Tata yang membalas perbuatan Mama nya Dika dengan brutal tanpa ampun, dan tidak ada seorang pun yang menghentikan aksinya tersebut.


"Hentikan! Kau menyakiti orang tua! Dimana hati nurani mu sebagai seorang wanita hah! " teriak Dian lantang sambil berlari mendekati Mama nya Dika.


"Apa kau bilang! Nurani hah! Hei perempuan sundal! Ngaca dulu baru ngomong! Kau bilang hati Nurani? Apa kau pikir benalu itu punya hati Nurani juga? Kau juga, apa punya hati Nurani? " jawab Tata dengan nada mengejek ucapan Dian.


"Perempuan murahan seperti mu itu, tidak pantas mengeluarkan kata nurani! Kalau mereka punya hati nurani, mereka tidak akan melakukan hal yang menjijikkan seperti ini! " ucap Tata lagi dengan tatapan tajam.


Dian meneguk ludahnya dengan kasar melihat tatapan mata Tata yang seolah-olah akan menguliti nya hidup-hidup. Ia tidak menyangka, Tata berani memukuli mertuanya di hadapan semua orang.


"Bawa perempuan tua itu dari sini, sebelum aku khilaf mematahkan kaki dan tangannya tanpa ampun. Dan kau perempuan tua, aku tidak akan membebaskan anakmu dengan mudah dari jeruji besi ini! " ucap Tata dengan wajah menakutkan.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak yang tersinggung dengan dialog dalam part ini, karena ini murni hanya fiksi saja. Othor masih punya mertua, tapi tidak mempunyai perilaku yang seperti ini.

__ADS_1


Jangan lupa jaga kesehatan ya readers...


__ADS_2