Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kelahiran


__ADS_3

Begitu Tata sudah masuk ke dalam mobil, Mami Sita langsung mengambil tempat di samping Tata sembari menggenggam tangan Tata yang tampak gemetaran.


Piyama tidur Papi Dayton penuh dengan darah dan ia juga langsung masuk ke dalam mobil sambil menyuruh Tohir untuk cepat tancap gas.


"Buruan ke rumah sakit Tohir! Jangan sampai kita terlambat membawa menantuku ke sana! " perintah Papi Dayton dengan raut muka cemas.


"I-iya Ndoro.. ! " jawab Tohir gugup karena ikutan tegang.


Ia langsung tancap gas membawa Tata ke rumah sakit tempat Dokter Aisyah bertugas.


Dave yang selesai berpakaian segera keluar kamar untuk membawa Tata ke rumah sakit. Ia berpapasan Ibu mertuanya di anak tangga yang sama mau turun.


"Loh, kok Ibuk di sini? Tata sama siapa? " tanya Dave yang mendadak oon.


"Ibuk ganti pakaian dulu, Tata sama Mami Papi kamu lah! Ayo cepetan kita ke sana, pasti mereka sudah pergi duluan! " jawab Ibuk sambil berjalan cepat menuruni anak tangga.


"I-iya Buk... ! " sahut Dave sambil berlari menyusul.


Begitu sampai di luar, GrandFa dan Grandma nya sudah menunggu di dalam mobil yang satunya bersama Jaka sebagai sopir. Dave masuk ke dalam mobil yang di setir Samson dengan ibu mertua nya duduk di bangku belakang.


"Tunggu aku.. ! " teriak Abeth yang berlari mendekati mereka.


"Kak, tunggu di rumah saja! Jika ada apa-apa aku akan kabari kakak! Kakak cukup kabari Eyang dan keluarga kita yang lainnya.. ! " pinta Dave dengan wajah memohon pada kakak nya.


"Baiklah kalau begitu! Cepat lah berangkat, semoga Tata dan anak-anak tidak apa-apa! " jawab Abeth dengan wajah pasrah.


Dave mengangguk dan langsung memerintahkan Samson untuk jalan dengan cepat.


Sementara itu Papi Dayton kembali memarahi Tohir agar menambah kecepatan laju mobil karena cemas dan panik melihat Tata terus-terusan menangis kesakitan meskipun Mami Sita berupaya menenangkan nya.


"Sabar sayang.. ! Banyak-banyak istighfar.. ! Serahkan semuanya pada Allah dan jangan berhenti berdzikir! " ucap Mami Sita dengan mengelap keringat Tata yang bercucuran di dahi dan lehernya.


"Allahu akbar... ! Sakit banget Mi.. ! Ternyata begini nikmat nya sakit saat melahirkan. Tata jadi nyesal dulu sering marah sama Ibuk waktu Ibuk sibuk bekerja.. ! Maafin Mas Dave ya Mi jika selama jadi anak Mami Mas Dave sering nyakitin hati Mami! Allahu akbar.. Laa ilaha illallah.. " ucap Tata dengan napas terengah-engah.


"Iya sayang.. ! Kamu harus kuat dan percaya jika Allah akan selalu bersama kita! Mami gak pernah sakit hati dengan kenakalan suami mu Nak! Sayang nya Ommi.. Baik-baik ya sayang di dalam sana! Ommi percaya jika kalian semua juga kuat.. Kita berjuang sama-sama ya sayang.. Ommi, Mami dan semua nya akan berusaha menjaga kalian dari sini! " jawab Mami Sita sambil berbicara di depan perut Tata.


Begitu Mami Sita selesai bicara, perut Tata kembali kontraksi sehingga membuat Tata meringis menahan sakit dengan menggigit bibirnya hingga menimbulkan bekas yang sangat jelas.


"Cepat Tohir bawa mobilnya.. ! " perintah Papi Dayton dengan kencang.


"I-iya Ndoro.. ! Ini juga udah cepat Ndoro, ntar kalau di tambah lagi bisa-bisa kita semua bertemu malaikat maut sebelum waktu nya.. ! " jawab Tohir dengan ikut bersuara kencang.


"Apa kamu bilang.. ! " ucap Papi Dayton dengan menatap tajam sopirnya sambil berpegangan.


"Maaf Ndoro.. ! " sahut Tohir menyadari ucapannya tadi.


"Pi... Jangan ganggu konsentrasi Tohir dengan ocehan Papi! Seharusnya Papi ikut berdoa dan berdzikir supaya menantu dan cucu-cucu kita baik-baik saja! " omel Mami Sita yang tiba-tiba kesal dengan keriuhan suaminya.


Tata terus menerus komat kamit berdzikir seraya menahan sakit pada perut dan pinggang nya. Ia merasa ada sesuatu yang keluar dari jalan lahir anak-anak nya.


"Mi... Kayak ada yang keluar.. ! " ucap Tata dengan sangat pelan.


"Apa???? " teriak Mami Sita kaget.


Ia langsung menundukkan kepala dan menyingkap sedikit daster bagian bawah Tata dan mata nya terbelalak kaget melihat cairan bening mengalir di paha Tata dan bercampur dengan darah yang keluar tadi waktu di rumah.


"Papi... Tohir... ! Lebih cepat bawa mobilnya! Ketuban nya sudah pecah.. ! " teriak Mami Sita dengan kencang.


Tohir spontan menambah kecepatan mobilnya hingga terasa melayang-layang di jalanan. Beruntung pagi itu belum banyak kendaraan yang lalu lalang, sehingga ia bisa melakukan kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Mami Sita terus memberikan instruksi nya agar Tata menghirup oksigen banyak-banyak dan memegang erat genggaman tangan nya kala rasa sakitnya kembali datang.


Sementara itu, Dave mengambil alih pekerjaan Samson karena sebel Samson menolak untuk menambah kecepatan mobilnya karena takut mati.


"Raden... Pelan-pelan bawa mobilnya?? Saya masih perjaka dan belum merasakan surganya dunia?? Saya belum mau ketemu malaikat Izrail Raden.. !! " pekik Samson dengan berpegangan dan menutup kedua matanya.


Ibuk hanya diam di belakang sembari juga berpegangan pada jok kursi Samson dengan mulutnya yang tidak berhenti berdzikir agar mereka sampai di rumah sakit dengan selamat.

__ADS_1


"Bodo... ! Dosa apa aku punya sopir cemen banget kayak kamu! Gak usah banyak bacot dan tetap diam duduk lah dengan anteng! " sembur Dave dengan mata fokus ke depan.


Mobil yang di kemudikan Tohir akhirnya memasuki pelataran rumah sakit milik keluarga Ryder. Dan ternyata di depan pintu IGD sudah berdiri Dokter Aisyah dengan dua orang perawat yang membawa bankar pasien.


"Dokter... ! " ucap Papi Dayton saat membuka pintu mobil.


"Suster Sari langsung menghubungi saya Mr dan tolong taruh Nona Tata di bankar ini karena akan kami bawa ke ruang observasi! " jawab Dokter Aisyah memberitahu sebelum di tanya pemilik rumah sakit.


Papi Dayton langsung menggendong Tata begitu seorang perawat membantu membuka kan pintu mobil bagian belakang.


Ia menaruh Tata di atas bankar dan saat hendak di dorong, terdengar suara teriakan dari orang yang mereka kenal.


"Tunggu Pi.... " teriak seseorang dari kejauhan.


Dave yang dari jauh melihat istri nya di naikkan ke atas bed langsung menghentikan mobil dan keluar begitu saja dengan berlari ke pintu ruang IGD. Padahal mereka baru sampai di gerbang depan yang jaraknya lumayan jauh jika berlari sekalipun.


"Mas... " ucap Tata lirih saat mendengar suara suami nya.


Dengan napas yang masih ngos-ngosan, Dave menghampiri bed Tata dan menggenggam erat tangan nya.


"Ayo dorong Nona Tata ke ruang observasi! Saya akan memeriksa nya terlebih dahulu sebelum di ambil tindakan! " ucap Dokter Aisyah pada perawat.


"Tadi di mobil ketuban nya sudah keluar Dokter! " sahut Mami Sita memberi tahu Dokter Aisyah.


"Terimakasih sudah memberitahu Nyonya! " jawab Dokter Aisyah dengan tersenyum ramah.


Dokter Aisyah masuk duluan ke dalam ruang IGD dengan di ikuti bed Tata yang di dorong dua perawat dan Dave yang berjalan di samping istri nya sembari menggenggam tangan nya.


Perawat langsung menutup tirai dan Dokter Aisyah memasang sarung tangan lateks nya untuk memeriksa keadaan Tata.


"Maaf ya Nona.. ! " ucap Dokter Aisyah saat menekuk kaki Tata dan melepaskan ****** ***** nya yang sudah basah terkena darah.


Seorang perawat membawa plastik dan memasukkan celana tersebut ke dalam nya. Sedangkan perawat yang satunya lagi dengan telaten membersihkan darah yang mengering di sela paha hingga kaki Tata


"Subhanallah sudah pembukaan lengkap.. ! Nona Tata masih kuat jika melakukan persalinan normal? Karena kalau tidak kuat kita lakukan operasi saja seperti niat awal kita! " ucap Dokter Aisyah sambil bertanya pada pasien nya.


"Sayang... Kamu yakin? Kamu udah lemah kayak gini yank! Mas gak mau kenapa-napa? " ucap Dave agak khawatir dan berat mengizinkan Tata melahirkan secara normal.


"InsyaAllah aku yakin Mas... ! Aku kuat melahirkan anak-anak kita dengan jalan normal! Kamu bantu doa ya.. Akhhhh... Allahu akbar.. " jawab Tata dan berteriak setelah itu.


"Tunggu Nona... ! Jangan mengejan sebelum saya suruh! Ikuti aba-aba dari saya! Suster.. Pasang infus dan suntikkan penambah stamina pada infus tersebut! " ucap Dokter Aisyah sembari memberikan instruksi pada perawat nya.


"Mr tolong support istri nya dan berdiri di dekat kepala Nona sembari membisikkan doa agar prosesnya berjalan lancar! " perintah nya pada Dave yang tampak tegang dan cemas.


Dave mengangguk patuh dan berdiri di dekat kepala Tata dengan tangan nya mengusap keringat di dahi Tata. Sesekali ia mengecup hangat dahi Tata menyalurkan dukungan nya.


"Ambil nafas banyak-banyak Nona, jangan angkat pinggul nya, matanya jangan di pejam, lihat ke perut Nona. Jika sakit seperti mau BAB datang lagi, mengejan lah seperti akan pup dengan sangat panjang dan jangan putus-putus! " ucap Dokter Aisyah pada Tata.


Melihat Tata kembali meringis, Dokter Aisyah langsung berteriak.


"1.. 2...3...Mengejan kuat Nona! "


"Eeeuuuugggghhhhhhhhh.. "


"Ayo lagi Nona yang panjang dan jangan diangkat pinggul nya! "


"Eeeeeeuuuuuuggggghhhhhh... "


"Oek.... Oek... Oek... "


"Alhamdulillah bayinya laki-laki.. ! " teriak Dokter Aisyah dengan menyerahkan nya kepada perawat.


Dave menangis saat mendengar tangisan anaknya, ia mengecup kening Tata berulang kali sebagai luapan kebahagiaan nya.


"Ayo Nona, tetap semangat! Masih lima bayi lagi yang sudah antri! Lakukan seperti tadi jika sakitnya datang lagi! " ucap Dokter Aisyah menyemangati Tata.


Tata tersenyum kecil sembari menganggukkan kepala nya. Ia kembali mengejan saat gelombang itu datang.

__ADS_1


"Oek... Oek... Oek.. "


"Alhamdulillah laki-laki.. "


"Oek... Oek... Oek... "


"Laki-laki lagi.. "


"Oek... Oek... Oek... "


"Laki-laki lagi... "


"Oek... Oek... Oek... "


"Masih laki-laki.. "


"Dokter... Saya sudah gak kuat ! Saya mau tidur.. ! " ucap Tata dengan tubuh benar-benar lemah.


"Sekali lagi Nona.. ! Masih satu lagi! Nona harus kuat demi anak-anak Nona! Apa Nona tidak mau melihat si bungsu lahir? Tarik napas dalam-dalam dan bayang kan anak-anak Nona menanti untuk keluar dan bertemu dengan Nona! " sahut Dokter Aisyah memberikan semangat nya.


"Kamu bisa sayang.. ! Mas percaya kamu bisa! Ayo kita berjuang agar si bungsu lahir dan bertemu kita berdua! " tambah Dave menyemangati Tata.


Melihat semangat dan dukungan suaminya membuat Tata mengumpulkan tenaganya untuk mengeluarkan si bungsu ke dunia ini.


"Iya Mas.. Aku akan berusaha mengeluarkan anak kita! Bismillahirrahmanirrahim.. " jawab Tata dengan menggenggam tangan suaminya.


"I love you... " bisik Dave di telinga Tata.


Tata mengejan kembali saat gelombang itu datang dan bayi terakhir pun keluar bersama plasenta nya yang juga ikut meluncur.


"MasyaAllah... Si bungsu perempuan.. ! " ucap Dokter Aisyah sambil memegang bayi merah tersebut.


"Dokter... Kenapa si bungsu tidak menangis?? " tanya Dave dengan heran.


"Iya Dokter... Kenapa Putri ku tidak menangis seperti kakak-kakak nya? " tanya Tata dengan wajah cemas.


"Jangan berpikiran negatif Nona.. ! Suster.. Ambil penyedot cairan! Seperti nya bayi ke minum cairan ketuban! " jawab Dokter Aisyah dengan wajah tenang sambil memberikan perintah pada perawat nya.


Tata tiba menangis karena pikiran nya kalut melihat sang putri tidak menangis. Pikiran nya berkecamuk takut terjadi apa-apa pada anaknya.


Hal itu juga yang di rasakan Dave, namun ia menutupi perasaannya dengan menciumi kening Tata sembari berbisik meminta keajaiban dari sang pemberi kehidupan.


Dokter Aisyah memasukkan penyedot tersebut kedalam mulut bayi perempuan Tata dan menyedot cairan yang masuk ke dalam mulut sang bayi.


"Oek.... Oek... Oek... "


Tangisan itu pun terdengar setelah beberapa kali Dokter Aisyah membuang cairan yang di ambil melalui sedotan pada bayi tersebut.


Tata dan Dave menangis haru dan bahagia karena akhirnya Putri mereka menangis juga seperti kakak-kakak nya.


"Alhamdulillah ya Allah... " ucap Tata dan Dave barengan.


"Selamat ya Mr, Nona.. ! Keenam bayi kembar nya lahir dengan selamat, lima laki-laki dan satu perempuan. Kami akan membawa nya ke ruang bayi dan akan di masukkan ke ruang inkubator sementara dulu! " ucap Dokter Aisyah dengan tersenyum manis pada Tata dan Dave.


"Kenapa di taruh di inkubator Dokter? Apa terjadi sesuatu dengan bayi-bayi kami? " tanya Dave heran dan bingung.


"Alhamdulillah.. Bayi-bayi Nona dan Mr semuanya sehat. Tapi beratnya di bawah rata-rata yaitu 1,7 hingga 1,9 ons. Bayi yang beratnya di bawah normal rentan terhadap serangan virus dan bakteri! Mereka akan tetap di inkubator sampai berat badan mereka normal dan bertambah. Mereka dalam pengawasan Dokter anak yang berpengalaman. Nona dan Mr tidak usah khawatir, bayi-bayi kembar memang lahir seperti itu dan juga lahirnya lebih cepat dari kelahiran bayi tunggal pada umumnya. " jawab Dokter Aisyah dengan ramah.


"Bagaimana agar bayi-bayi kami naik berat badan nya Dokter? " tanya Tata dengan suara lirih.


"Dengan Asi Nona... ! Sekarang kami akan membawa bayi-bayi ini keruang inkubator agar terhindar dari kuman dan virus! Nona akan di bersihkan perawat sebelum di pindahkan ke ruang perawatan. Saya permisi dulu Nona, Mr. Nanti saya akan datang untuk visit ke ruangan Nona! Tapi terlebih dahulu saya jahit dulu ya sedikit jalan lahir nya karena tadi sobek sedikit! " jawab Dokter Aisyah sembari memberi kode agar perawat yang menggendong bayi-bayi Tata segera pergi ke ruangan bayi.


Dokter Aisyah pun langsung mengambil peralatan untuk menjahit bagian inti Tata yang sedikit sobek.


"Dokter... ! Jangan di jahit semua! Nanti saya bingung nyari mulut goa nya kalau Dokter jahit semuanya! " teriak Dave nyeleneh dengan kencang saat Dokter Aisyah hendak bekerja.


"Tenang saja Mr.. Masih saya sisain kok untuk Mr! " jawab Dokter Aisyah tak kalah somplak nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2