Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kembali ke Jakarta...


__ADS_3

"Hei boys! Kau apakan istri ku sampai sempoyongan seperti itu? " tegur Papi Dayton kencang dengan logat Bule nya.


Mami Sita terhuyung dengan berpegangan di sofa setelah Dave mengguncang tubuhnya dengan begitu kencang dan berteriak histeris.


Dave masih dengan euforia nya kegirangan ketika mendapat kabar jika lamarannya tempo hari di terima Tata. Ia sampai tidak memikirkan keadaan Mami nya yang sempoyongan dan tetap jingkrak-jingkrak seperti anak kecil.


"Dasar anak semprul! Gak bertanggungjawab setelah bikin Mami nya pusing kayak gini! Tuh Pi, kelakuan anak mu itu koyo ngono! " omel Mami Sita dengan mendengus kesal.


"Emang nya kenapa Dave sampai kegirangan kayak gitu honey? " tanya suaminya penasaran.


"Baru dapat jackpot anakmu! Lamaran nya di terima Tata! Tadi Ibuk nya Tata ngasih kabar kalau lamaran anak mu di terima Tata! " jawab Mami Sita sambil memijit kepala nya.


"Wah, alhamdulillah itu! Akhirnya punya menantu juga kita ya honey! Ya ampun, kasihan sekali istriku ini! Sini Papi pijat kepala nya! " ucap Papi Dayton dengan mengambil tempat di samping Mami Sita dan mulai memijat lembut kepala Mami Sita yang hari ini tidak memakai sanggul dan konde.


"Papi memang yang terbaik! " puji Mami Sita dengan tersenyum bahagia.


Dave yang kelelahan jingkrak-jingkrak datang dan duduk di seberang Papi dan Mami yang lagi pijat pijatan.


"Mesra-mesraan di depan anaknya yang masih sendiri! Dasar emang, udah tua masih kayak anak muda aja! Lihat aja nanti kalua aku udah nikah ama Tata, aku gak mau kalah meratukan Tata sebagai istri! Emangnya yang tua aja yang bisa mesra-mesraan, aku nanti juga bisa keles! " batin Dave mendumel dalam hati melihat kedua orang tuanya bermesraan dengan dalih pijatan.


"Kenapa mulutmu komat kamit kayak gitu? " tegur Mami Sita dengan memicing kan matanya.


"Gak ngapa-ngapain! " jawab Dave ketus.


"Lah, ditanya bagus-bagus malah ngegas ini anak! Mulut udah kayak mulut bebek kayak gitu komat kamit dibilang gak ngapa-ngapain! " sahut Mami Sita mendengus kesal.


"Lagi baca mantra! Biar Dave sama Tata sah secepatnya, kalau perlu besok pagi lebih baik lagi! " jawab Dave asal.


"Gedebuk.... " bunyi bantal sofa di pukul Mami Sita ke tubuh Dave tanpa ampun.


"Sembarangan koe kalau ngomong! Pernikahan pertamamu dulu saja sudah dadakan karena darurat! Sekarang ini Mami gak aka tinggal diam ya Dave! Mami akan menghubungi Eyang mu langsung dan pernikahan mu kali ini harus di gelar secara besar-besaran dan menggunakan adat seperti rencana Mami! Awas aja kalau koe ikut campur! Mami nikahin Tata nanti dengan orang lain! " ancam Mami Sita dengan mata melotot.


"Eh busyet! Kenapa jadi Mami yang bersemangat? Inikan pernikahan kami berdua, jadi kami berdua dong yang akan terlihat dan pernikahan ini harus sesuai dengan keinginan kami berdua! Masa sesuai dengan keinginan Mami! Emangnya Mami mau nikah lagi ya? " protes Dave tidak terima.


"Gak usah membantah! Pokoke pernikahan kali ini Mami dan Bude-Bude mu yang akan mengurusnya! Kamu dan Tata akan terima beres saja! " ucap Mami Sita tegas tanpa bisa di bantah.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Mami Sita langsung pergi ke dapur dan meninggalkan Dave yang berwajah masam dan kesal.


"Pi, bilangin dong sama istrinya itu! Yang mau nikah kan Dave sama Tata, masa ia kami gak di perbolehkan mengatur pesta sesuai keinginan dan impian kami sendiri! Tata pasti gak mau jika semuanya sesuai keinginan Mami! " rengek Dave kepada Papi nya.


"Sorry son! Papi gak bisa bantu! Kamu kan tahu sendiri jika Mami kamu itu keras dan jika ia berkata hitam maka tidak akan bisa berubah putih kecuali Mami kamu berubah pikiran! Lagi pula Papi gak mau gara-gara Papi bujukin Mami kamu jatah malam Papi berkurang! " jawab Papi Dayton mengedip kan matanya sambil berdiri dan ikut ke arah istrinya pergi.


"Whatttttt! " pekik Dave bertambah masam dengan jawaban Papi nya.


"Dasar bangkotan mesum! Udah tua juga masih aja mesumnya gak ketulungan! Mami ngeselin banget sih! Masa aku gak boleh punya rencana sendiri! " rutuk Dave sambil memukuli bantal sofa.


Ia lalu bangkit dari duduknya dan naik ke atas menuju kamar pribadi nya dengan wajah di tekuk.


🌿🌿🌿


Ternyata langkah Tata untuk menjaga pusat loundry miliknya dengan para penjaga tidak salah sama sekali. Lusi baru saja mengabarkan jika orang tua Kania mengamuk karena tidak di perbolehkan menemui Kania. Mereka bertambah marah ketika tahu bahwa Kania tidak tinggal di loundry ini lagi.


Mereka sampai berteriak membabi buta menghina dan menjelek-jelekkan tempat usaha loundry sehingga menimbulkan keributan antara karyawan loundry dengan orang tua Kania. Kalau saja penjaga bayaran Tata tidak bergerak cepat mungkin loundry menjadi tempat sasaran kemarahan mereka.


Para penjaga langsung mengusir mereka secara paksa dari area loundry dan bahkan mereka menambah personil tambahan agar mereka tidak berani lagi membuat keonaran di kawasan loundry.


"Kania, kita akan ke Jakarta lusa dan aku ingin menanyakan sekali lagi sama kau! Apakah kau benar-benar yakin mau ikut aku ke Jakarta dan memulai hidup baru jauh dari keluarga mu? " tanya Tata ketika mereka selesai makan malam.


"Bagus! Jawaban itulah yang aku tunggu! " ucap Tata dengan tersenyum lebar.


"Besok aku akan ke kantor polisi bersama pengacara untuk membuat laporan baru! Kau tunggu di rumah sambil menyiapkan barang-barang yang akan kau bawa ke Jakarta! Kau harus yakin dan siap jika sewaktu-waktu pihak kepolisian membutuhkan keterangan dari mu dan itu bisa di lakukan secara online! Aku akan mengerahkan semua orang-orang ku untuk membuat bajingan itu mendekam lama di balik jeruji! " sahut Tata lagi dengan penuh keyakinan.


"Terimakasih Nona! Semoga semuanya berjalan dengan lancar esok hari! " jawab Kania dengan tulus.


"Aamiin.... " ucap Tata mengaminkan doa Kania.


Keesokan harinya, Tata sudah pergi ke kantor polisi setelah sarapan bersama Kania. Ia sudah bikin janji dengan Bang Ritonga untuk bertemu di kantor polisi.


"Udah lama kau datang Ta! " tanya Bang Ritonga begitu ia sampai.


"Baru menginjakkan kaki aku Bang di kantor ini! Abang sudah datang! Gimana Bang, apa semua berkas-berkas laporan kita untuk Kania sudah beres? " jawab Tata sambil bertanya kembali.

__ADS_1


"Beres! Kau tenang saja! Kita akan buat bajingan tengik itu mendekam lama di dalam penjara, apalagi bukti yang kau kasih sama Abang begitu kuat untuk membuat dia tidak berkutik! " ucap Bang Ritonga dengan memberikan jempol nya.


Mereka pun tersenyum senang dan langsung masuk ke dalam kantor polisi secara bersama-sama. Pihak penyidik langsung menerima fotocopy rekaman CCTV rahasia yang ada di dalam ruangan loundry dari tangan Bang Ritonga selaku pengacara dari Kania. Bang Ritonga sengaja menyimpan rekaman asli untuk jaga-jaga jika ada pihak penyidik bermain curang terhadap kasus ini.


Kania di rumah Tata sedang membereskan semua barang-barang nya yang akan ia bawa ke Jakarta besok. Ia menatap sendu potret lama seorang perempuan yang menggendong seorang balita dengan tersenyum bahagia.


"Tolong restui dari atas sana semua langkah Kania untuk memulai hidup baru ya Bun! Kania kangen banget sama Bunda! Kania akan selalu berusaha membalas budi Nona Tata yang sudah mau membantu Kania hingga detik ini! Semoga Bunda tenang dan bahagia di sana! Doa Kania selalu untuk Bunda! " ucap Kania dengan lirih sambil menciumi foto lusuh itu.


Pagi-pagi sekali Kania sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum mereka berangkat ke bandara Kualanamu. Ia sudah tidak sabaran lagi untuk pergi meninggalkan kan semua mimpi buruk nya selama ini.


"Wah, mantap kali lah sarapan kita pagi ini! " komentar Tata dengan mencium aroma nasi goreng buatan Kania yang begitu harum dan wangi sehingga membuat perutnya langsung keroncongan.


"Hanya nasi goreng biasa Nona! Nasi goreng yang dulu selalu di bikin Bunda saya ketika saya mau sekolah! " jawab Kania merendahkan diri.


"Kau terlalu merendah Kania! Nyatanya wangi nasi goreng mu memang menggugah selera makan ku! Kau harus optimis dengan apa yang kau lakukan, sehingga kau akan semakin bersemangat untuk melakukan yang terbaik! " ucap Tata dengan sungguh-sungguh.


"Terimakasih atas pujiannya Nona! Sekarang Nona harus merasakannya dengan lidah Nona agar pujian Nona benar-benar nyata! " jawab Kania lagi dengan tersenyum kecil.


"Oke! Selamat makan! " ucap Tata sambil mengangkat tangan membaca doa makan.


Mereka berdua sarapan dengan penuh nikmat meskipun hanya berdua saja. Setelah sarapan, mobil yang membawa mereka ke bandara Kualanamu tiba di depan rumah.


"Nona! Mobilnya sudah datang! " pekik Kania dari depan pintu.


"Kau suruh sopirnya memasukkan semua barang-barang kau itu! " teriak Tata dari lantai atas.


"Baik Nona! " jawab Kania dengan kencang.


Tata sedang menghubungi Tiger untuk segera menemuinya di tempat biasa begitu ia sampai di Jakarta nanti. Ia juga meminta Tiger untuk membawa dalang dari pengusiran Kadir ke tempat eksekusi musuh-musuh mereka.


"Kau bawa dia dengan mata tertutup! Pastikan jika ia tidak mengenal tempat yang akan ia tempati selama tiga bulan ke depan! " perintah Tata dari balik ponselnya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...

__ADS_1


Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


__ADS_2