
Pagi-pagi sekali, Sandra bangun dan selesai sholat subuh ia langsung mengemasi pakaian nya dan sang suami ke dalam koper. Ia hanya membawa satu koper saja karena ia berniat belanja di sana tepatnya di Myeongdong street yang selama ini ia idam-idam kan.
Setelah merasa semua nya sudah beres dan tidak ada yang ketinggalan. Ia membangunkan anak-anak yang masih tertidur pulas di atas tempat tidur. Semalam mereka tidur berempat di atas kasur, tapi di tengah malam ia dan kadir pindah karena kasur nya sempit jika di pakai untuk berempat. Apalagi anak-anak tidurnya lasak dan gak pernah diam, alhasil suami istri itu tidur di kasur tambahan di lantai sambil berpelukan.
"Anak-anak belum bangun sayang? " tanya Kadir saat masuk ke dalam kamar.
Ia baru saja pulang dari Masjid di ajak mertuanya sholat di masjid dekat rumah mertuanya ini.
"Belum Mas, nih baru mau aku bangunin! " jawab Sandra yang mendekati tempat tidur.
"Oh ya sayang, semalam Mr. menelpon kamu dan karena kamu udah tidur jadi Mas yang angkat. Katanya mereka sudah pulang ke Jakarta sore kemarin. " ucap Kadir memberitahu istrinya.
"Loh, kok cepat banget! Katanya kemaren mau puas-puasin jalan-jalan di sini? " tanya Sandra dengan heran.
"Kata si mister, mereka semua udah gak sabar pengen tahu Tata beneran hamil atau nggak! Makanya langsung pulang mereka sore itu dan mumpung Tata nya gak ngereog di ajak ke rumah sakit! " jawab Kadir lagi sesuai yang di sampaikan Dave padanya.
"Oh... gitu! Mudah-mudahan si Butet beneran hamil! " ucap Sandra dengan tulus.
"Aamiin... ! " sahut Kadir mengaminkan doa istrinya.
πΏπΏπΏ
Sementara itu, Dave yang tidur lagi habis sholat subuh menggeliat meraba kasur nya yang tidak ada siapa pun. Ia langsung terduduk karena takut Tata kenapa-napa saat meraba kasur di sebelah nya kosong.
"Huek.... Huek.... Huek... "
Bunyi seseorang yang mengeluarkan isi perut nya di dalam kamar mandi. Tata yang perut nya terasa di aduk-aduk memuntahkan semua isi perut nya yang sedari sholat subuh ia tahan. Kepala nya berdenyut pusing dengan hebat. Ia sudah mengeluarkan apa yang ia makan semalam hingga tidak tersisa. Bahkan sampai hanya keluar cairan kuning yang pahit luar biasa keluar dari mulut nya.
Dave yang mendengar suara tersebut langsung melompat turun dari tempat tidur dan menerobos masuk ke kamar mandi.
"Astaghfirullah hal adzim sayang! " Teriak Dave dengan berlari menangkap tubuh Tata yang hampir limbung jatuh ke lantai.
Ia langsung menggendong Tata keluar dari kamar mandi dan meletakkan nya ke atas tempat tidur.
Ia bergegas membuka pintu kamar dan berteriak kencang memanggil sang Mami.
"Mami... Mami... Mami... ! " teriak Dave seperti tarzan di hutan.
"Mami... Mami... Mami... ! " panggil Dave lagi dengan suara yang lebih kencang dari yang pertama.
"Davindra Ryder... ! Ini rumah, bukan hutan pakai teriak-teriak seperti itu! " ucap Mami Sita juga dengan suara keras berjalan menaiki tangga.
"Dave.. ! Ada apa?? Kenapa teriak-teriak begitu?? " tanya Eyang Uti heran.
"Iya Nak Dave! Ada apa?? " Ibuk ikut bertanya dan menaiki tangga.
Tidak hanya Mami Sita yang datang, tapi juga Eyang Uti dan Ibuk mertuanya juga naik ke lantai atas.
"Mami kemana sih? Di panggil-panggil lama banget datang nya! " ucap Dave dengan wajah kesal.
"Mami lagi di bawah, menyiapkan sarapan untuk kita semua! Semua orang juga lagi di bawah, kamu itu teriak-teriak aja bisa nya! Ada apa sih panggil-panggil Mami? " tanya Mami Sita juga tidak kalah kesal.
"Buruan masuk Mi, tolongin Tata! " jawab Dave dengan menarik tangan Mami nya masuk ke kamar.
"Tata kenapa??? " tanya Mami Sita, Eyang Uti dan Ibuk barengan.
"Kompak banget nanya nya! " celutuk Dave yang langsung mendapat jeweran di telinga nya.
Begitu mereka masuk, mereka langsung kaget melihat Tata berbaring di atas tempat tidur dengan wajah pucat seperti mayat hidup.
"Astaghfirullah hal adzim adek... ! " pekik Ibuk dengan wajah khawatir dan duduk di pinggir kasur.
"Ya Allah, Nduk?? Kamu kenapa?? Ada yang sakit! " tanya Eyang Uti dengan meraih jemari Tata.
"Iya sayang! Apa kepala mu pusing?? " tanya Mami Sita juga dengan wajah yang sangat khawatir.
"Iya Mami, kepala pusing banget! Kayak di pukul pakai palu! Perut Tata juga mual, sudah dari subuh tadi Tata tahan biar gak muntah! Tapi akhirnya gak tahan dan keluar semua isi perut Tata Mi.. ! Hiks.. Hiks.. Badan Tata lemes banget! " jawab Tata pelan sambil menangis kejer.
"Ya Allah... Nak! Yang sabar ya.. ! Memang begitu lah perempuan yang sedang hamil! Semua nya di ganjar pahala yang besar oleh Allah SWT! Yang kuat ya sayang nya Ibuk! " ucap Ibuk dengan mengusap air mata anak nya.
Eyang Uti mengusap punggung tangan Tata dengan wajah kasihan melihat cucu menantu nya sedang mabuk.
__ADS_1
"Pengen peluk Papi... ! " rengek Tata dengan manja.
"Dave.. ! Buruan cepat panggil Papi kamu! " teriak Mami Sita kencang.
"I-iya Mi... ! " sahut Dave yang kaget mendengar suara kencang Mami nya.
Ia langsung berlari ke kamar Mami nya namun tidak ada siapa-siapa di dalam kamar.
"Mi, Papi kemana?? Kok gak ada di kamar nya? " tanya Dave dengan menjulurkan kepala nya masuk ke dalam kamar.
"Astaga Dave! Bukan nya kamu tau kalau setiap pagi Papi mu di taman belakang! Kenapa sekarang jadi oon gini sih kamu! Buruan cepat panggil! " jawab Mami Sita dengan wajah garang.
"Buk, mau muntah lagi! " rengek Tata dengan berusaha menutup mulutnya agar muntah di atas kasur.
"Iya sayang, ayo Ibuk bantu! " jawab Ibuk dengan di bantu Mami Sita memapah Tata ke kamar mandi.
Eyang Mami pergi keluar dan memanggil Mbok Nah dari pinggir tangga.
"Iya Ndoro sepuh! " jawab Mbok Nah dari bawah tangga dengan melongok kan kepala nya melihat ke atas.
"Tolong ambil kan baskom agak besar dengan beberapa handuk hangat! Bawa ke atas kamarnya Dave! " perintah Eyang Uti dari lantai atas.
"Baik Ndoro! " jawab Mbok Nah patuh.
Eyang Uti kembali masuk ke kamar Dave dan Tata sedang di papah Mami dan Ibuk nya kembali ke kasur.
Wajah nya menjadi semakin pucat dan terlihat sangat lemah.
Papi Dayton datang bersama Dave dan Eyang Kakung ke kamar Dave. Sebelum masuk ke sini ia sudah terlebih dahulu mencuci tangan nya.
"Papi.... ! " rengek Tata begitu melihat Papi Dayton masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang Papi di sini! Apa masih mual?? " jawab Papi Dayton sambil duduk di samping Tata.
Tata langsung memeluk Papi nya dengan wajah manja dan memejamkan matanya saat menghirup aroma sang Papi. Dave karuan cemburu karena anaknya pilih kasih dan lebih memilih memeluk Opa nya.
"Tampaknya nya si kembar lebih sayang Opa nya dari pada Papi nya! " Celutuk Dave dengan wajah manyun.
"Hehehehe... ! Itu artinya pesona nya Dayton lebih kuat dari pada kalian berdua! " ucap Eyang Kakung sembari terkekeh.
Ibuk hanya tersenyum geli melihat kecemburuan menantu dan besan nya.
Mbok Nah datang sembari mengetuk pintu membawa pesanan Eyang Uti.
"Ini Ndoro sepuh! Mau di taruh di mana? " ucap Mbok Nah dengan membawa baskom ukuran besar.
"Taruh dekat tempat tidur aja Nah! Oh ya bikinin wedang jahe anget ya untuk Tata, supaya mual nya sedikit berkurang! " jawab Eyang Uti sembari memberikan tugas lagi pada Mbok Nah.
"Baik Ndoro sepuh! " jawab Mbok Nah patuh dan pamit undur diri.
"Untuk apa baskom itu Eyang?? " tanya Dave dengan heran.
"Untuk muntahan Tata! Kalau muntah di baskom itu aja! Biar gak capek bolak-balik ke kamar mandi! Takut kenapa-napa kalau ke kamar mandi terus dengan tubuh lemah seperti ini! " jawab Eyang Uti penuh perhatian.
Dave mangut-mangut mengerti ucapan Eyang nya, dan baru beberapa detik Eyang nya berhenti bicara, Tata kembali hendak muntah. Dengan sigap Dave meraih baskom tadi dan menaruhnya di pangkuan Tata sambil ia pegang, sedangkan Papi Dayton memijat tengkuk Tata. Lagi-lagi yang keluar hanya cairan kuning seperti tadi yang membuat mulutnya terasa semakin pahit.
"Pusing banget Mami! Perut Tata kayak di aduk-aduk! Hiks... Hiks... Mulut Tata pahit! " ucap nya lagi sambil merengek menangis terisak.
Mami Sita naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah kanan Tata. Alhasil pasangan suami isteri itu mengapit Tata di tengah-tengah mereka. Ia mengusap pelan perut Tata yang sudah terasa menonjol meskipun hanya terasa saat di raba saja.
"Sayang nya Ommi..! Jangan nakal ya?? Kasihan Mami yang muntah-muntah terus! Baik-baik di dalam ya sayang! Ommi gak sabar pengen ketemu kalian semua! " ucap Mami Sita seolah-olah berbicara dengan si jabang bayi.
"Ommi... ??? " ucap Tata pelan dengan mata terpejam.
"Iya... Ommi! Oma Mami! " jawab Mami Sita lagi.
"Tata suka Mi. ! Jadi Mami di panggil Ommi, Papi di panggil Oppi! Di elus lagi ya Mi perut nya! Rasanya nyaman! " ucap nya dengan tersenyum lirih.
Mami Sita tersenyum bahagia karena tampak nya calon cucu nya juga sayang pada nya. Ia menatap Dave dengan pandangan mengejek seakan-akan berkata kasihan gak di sayang anak sendiri.
Dave mendengus kesal melihat calon anak nya benar-benar pilih kasih.
__ADS_1
Tata yang masih di dalam pelukan Papi tiba-tiba membuka matanya dan berkata sesuatu yang membuat Dave semakin kesal setengah mati.
"Papi, pengen makan spaghetti bikinin GrandaFa! Yang banyak keju nya dan di kasih gula merah! " pinta Tata dengan mata puppy eyes nya.
"Dave... ! Buruan hubungi GrandaFa mu dan suruh datang ke Indonesia sekarang juga! " perintah Papi Dayton tanpa banyak protes.
"Iya Pi... ! Tambah lagi siangan nya! " gerutu Dave pelan dengan wajah semakin dongkol.
"Tata sayang, masih lama nunggu GrandaFa datang ke sini! Tata mau makan apa nak! Pagi ini Tata belum makan sesuatu! " ucap Mami Sita dengan lembut sambil tangan nya terus mengusap perut Tata.
Tata menggeleng kepala nya karena ia tidak pengen makan apa-apa. Mulut nya terasa pahit dan ia hanya menginginkan spaghetti bikinin GrandaFa nya saja.
"Ya sudah kalau gak mau! Nanti minum dulu wedang jahe nya ya Nduk! Supaya kamu agak segeran dan mual nya sedikit berkurang! " ucap Eyang Uti dengan menatap Tata kasihan.
"Gak mau Eyang! Mulut Tata gak enak! Kepala Tata juga pusing banget! " tolak Tata dengan halus.
Mbok Nah datang dengan membawa nampan berisi wedang jahe dan sepiring ubi bakar di kasih keju yang banyak.
"Itu apa Nah?? " tanya Mami Sita saat Mbok Nah menaruh nampan tersebut di atas tempat tidur.
"Wedang jahe Ndoro! Dan ini sarapan yang sengaja saya bikin untuk Den Ayu! Melihat Den Ayu muntah-muntah seperti ini, tiba-tiba saja saya kepikiran bikin ini Ndoro! Ubi cilembu bakar di kasih keju yang banyak! Mudah-mudahan Den Ayu suka dan perut nya mau menerima makanan ini! " jawab Mbok Nah dengan tulus.
"Bau nya enak Mbok! Pi, Tata mau coba! " pinta Tata pada Papi Dayton.
Mbok Nah dengan cekatan menyerahkan sepiring ubi bakar kepada Tuan nya. Sesuap demi sesuap ia memakan Ubi bakar buatan Mbok Nah hingga beberapa habis beberapa potong. Semua orang tersenyum senang melihat Tata makan dengan lahap dan tidak memuntahkan nya lagi.
"Sepertinya Ubi bakar mu manjur Nah! " puji Ibuk pada Mbok Nah.
"Alhamdulillah.. ! Saya senang mendengar nya Nyonya! Mudah-mudahan Den Ayu gak muntah lagi! " ucap Mbok Nah dengan tersenyum bahagia.
"Udah Pi.. Kenyang! " tolak Tata saat tinggal beberapa suapan saja.
"Iya Nak! Ayo di minum dulu! " ucap Papi Dayton memberikan gelas air putih.
Tata meminum nya hanya dengan beberapa teguk. Ia lalu memeluk kembali tubuh Papi nya dan memejamkan mata nya. Papi Dayton mengusap lembut bahu Tata hingga tidak lama terdengar suara dengkuran pelan yang menandakan jika Tata sudah tertidur.
"Pi.... " ucap Dave tiba-tiba masuk dan langsung mendapatkan pelototan dari semua orang.
"Sorry... ! "sahut nya pelan dengan memberikan tanda damai dengan dua jarinyaβ.
Mami Sita mendengungkan sholawat sembari mengelus perut Tata dengan wajah bahagia. Ia senang bisa dekat dengan calon cucu-cucu nya.
"Ayo kita keluar! Biarkan Tata istirahat dengan tenang! Kasihan, pasti tubuhnya lelah setelah muntah terus-terusan! " ucap Eyang Uti pelan pada semua orang.
"Iya, Ayo.. ! " sahut Eyang Kakung dengan mendorong tubuh Dave keluar kamar.
"Kok Dave di suruh keluar juga sih Eyang! " protes Dave dengan malas berjalan.
"Udah, keluar saja! Lagian kamu mau ngapain di dalam! Toh, sudah ada Mami Papi kamu! Kamu temani Eyang aja ngasih makan ikan-ikan! " ucap Eyang Kakung tidak peduli.
"Ayo Buk, kita sarapan dulu! Tadi kita belum sempat sarapan karena mendengar teriakan Dave! " ajak Ibuk pada Eyang Uti.
"Iya Nduk, Ayo... ! " sahut Eyang Uti sambil berjalan beriringan menuruni tangga.
Sementara Dave misuh-misuh kesal karena di paksa Eyang Kakung pergi ke kolam belakang.
Di negara yang berbeda, GrandaFa dan GrandMa sudah dalam perjalanan menuju Indonesia dengan pesawat pribadi mereka. Mereka kaget bercampur bahagia saat Dave mengatakan jika Tata hamil kembar enam. Ia bertambah bahagia saat Tata ingin makan makanan buatan tangan nya sendiri.
"Honey... Apa kau tidak capek senyum-senyum seperti itu dari tadi?? Lihat, mereka sampai melihat mu dengan tatapan aneh begitu! " tegur GrandMa dengan jengah melihat suami dingin nya berubah menjadi cair semenjak mendapat kabar dari cucu laki-laki mereka.
"Tidak sama sekali! Aku tidak peduli mereka mau bilang apa! Entah hal baik apa yang aku lakukan di masa lalu hingga aku mendapatkan kebahagiaan berlipat-lipat seperti ini! Rasanya aku tidak percaya jika aku akan menjadi GrandaFa buyut dari enam cicit-cicit ku! " jawab GrandaFa Luis masih dengan tersenyum lebar.
"Kau benar! Aku masih tidak percaya jika kita akan punya cicit enam sekaligus! Rasanya aku akan selalu berdoa pada Tuhan minta di berikan umur yang panjang agar bisa bersama mereka hingga mereka dewasa nanti! " sahut GrnadMa Elie juga dengan tersenyum bahagia.
"Aamiin... ! " jawab GrandaFa Luis dengan menggenggam tangan istrinya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya π€π€π€
Semoga hari kalian menyenangkan ππ
__ADS_1
Love you πππππ