Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Berubah sikap..


__ADS_3

Begitu mendapatkan pemberitahuan dari pihak kepolisian, Kadir dan Sandra langsung pergi ke kantor polisi dan melihat keadaan Retno mamanya.


Begitu sampai di Lembaga Permasyarakatan (Lapas), mobil ambulance rumah sakit jiwa sudah terparkir di halaman lapas. Ia langsung masuk ke dalam Lapas sambil menggenggam tangan Sandra.


Saat sampai di dalam, ia sempat berbicara sebentar dengan Kepala Lapas tempat Mama nya melaksanakan hukuman atas kejahatannnya.


Tidak lama kemudian, Mamanya keluar dengan di apit dua orang petugas rumah sakit jiwa yang memegang kedua lengan nya Retno yang memakai baju khusus rumah sakit jiwa dengan tertawa terbahak-bahak, tak lama ia menangis sambil memanggil nama Dika, ia kembali tertawa dan dalam sekejap marah-marah memaki-maki nama Tata. Begitu lah yang dilakukan Retno sampai masuk ke dalam ambulance rumah sakit jiwa.


Kadir hanya memperlihatkan wajah miris nya atas apa yang menimpa sang Mama.


"Padahal Mas berharap Mama akan bertaubat dan intropeksi diri atas semua kesalahan nya selama ini dengan kematian Dika, tapi semuanya tidak mungkin terjadi dengan keadaan nya yang sekarang seperti ini! " ucap Kadir dengan nada getir.


"Mungkin ini balasan yang harus di terima Mama kamu Mas! Kita sebagai anak hanya bisa mendoakan agar orang tua kita berubah dan hasilnya hanya Allah yang menentukan. Benarkan??? " sahut Sandra mencoba menghibur calon suaminya.


"Kamu benar sayang! Kamu gak ilfil kan sayang sama Mas yang punya ibu yang seorang narapidana dan seorang pasien rumah sakit jiwa? " tanya Kadir dengan perasaan was-was.


"Ya nggak lah..! " jawab Sandra santai.


"Alhamdulillah kalau begitu! Terimakasih ya sayang! Mas beruntung punya calon istri sebaik kamu! " ucap Kadir dengan tersenyum bahagia.


"Terus sekarang apa yang akan kamu lakukan Mas! " tanya Sandra lagi dengan menatap wajah Kadir.


"Entah lah sayang, Mas bingung! " jawab Kadir.


"Maksud aku apa Mas gak mau mengatakan apa yang terjadi pada Mama Mas kepada Anika? Karena bagaimana pun juga Anika kan masih anak kandung Mama! " ucap Sandra lagi pada Kadir.


"Mungkin nanti saja lah sayang! Mas mau fokus pada pernikahan kita dulu, Mas mau secepatnya menghalalkan kamu! Mas gak mau perempuan secantik kamu di embat orang lain kalau Mas gak bergerak cepat! " jawab Kadir sambil sedikit menggombal.


"Ah...Mas bisa aja! " sahut Sandra dengan senyum malu-malu meong mendengar gombalan Kadir.


"Yuk kita pulang! " ajak Kadir sambil menggenggam tangan Sandra.


Sandra menganggukkan kepala nya dan mereka berdua keluar dari Lapas dan masuk ke dalam mobil sambil tersenyum bahagia terukir di wajah mereka berdua.


...****************...


Tepat dua hari setelah kepulangan dua pasang pengantin dari bulan madu, Sandra dan Kadir menggelar akad nikah di kediaman orang tuanya Sandra di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.


Pernikahan yang hanya dihadiri keluarga besar Sandra saja, dan keluarga besar Tata karena sudah bergabung keluarga Ryder dan Kusuma menjadikan nya semakin banyak.


"Saya terima nikah dan kawinnya dengan Mas kawin tersebut Tunai! " ucap Kadir lantang dengan sekali tarikan nafas saat mengucap ijab qabul.


"Bagaimana saksi? " tanya Pak penghulu pada Ayah Jamal selaku saksi dari pihak Kadir dan Uncle Steven dari pihak Sandra yang tidak lain Adik kandung Papi Koh.


"Sah.... "


"Sah.... "


"Sah.... "


Ucap mereka serempak bersama para keluarga. Kadir menghela nafas lega karena hatinya terasa plong saat ijab qabul nya berjalan lancar.


Pak penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai agar pernikahan mereka langgeng hingga ke surga.


Sandra datang dari kamarnya di apit Susan dan Tata yang memegang lengan kiri dan tangan nya. Kadir terpana melihat istrinya, yah perempuan yang ia cintai sudah sah sebagai istrinya datang mendekatinya dengan memberikan senyuman manis semanis gula. Istrinya terlihat sangat cantik berkali-kali lipat dalam balutan kebaya modern warna putih tulang dan make up minimalis.


Sandra duduk di samping Kadir dan menyalami tangan suaminya dengan takzim tanda ia menghormati sang suami dan Kadir mencium lembut kening Sandra.

__ADS_1


Ribuan kupu-kupu keluar dari hatinya tatkala ia mendapatkan ciuman lembut di kening dari sang suami. Begitu juga dengan Kadir yang tidak bisa menggambarkan perasaan nya.


Mereka berdua lalu menandatangani berkas-berkas yang di berikan Pak penghulu dan akhirnya mereka sudah resmi menikah secara agama dan secara hukum negara dengan masing-masing memegang buku nikah mereka.


Juru kamera mengabadikan momen mereka berdua yang tersenyum lebar memamerkan buku nikah mereka.


"Cie.... Cie.... Udah ganti status nih ye... ! " goda Susan pada kedua mempelai.


"Kau kapan lagi Bon nyusul kita-kita? Apa kau gak mau punya buku kecil kayak gini? " sahut Sandra menyerang Susan balik.


"Kau tanya aja sama orang nya, kapan dia melamar aku? " jawab Susan menunjuk Arkan dengan dagunya.


Arkan yang sedang berbincang dengan Dave tidak menyadari ucapan Susan. Hal itu membuat Tata yang meradang karena entah kenapa ia sangat kesal sekali dengan Arkan dan Dave suaminya.


"Mas... Kalau mau ngobrol tentang kerjaan jangan di sini! Ajak Arkan keluar dan kalau perlu gak usah balik sekalian! " ucap Tata dingin pada suaminya.


Semua orang terperanjat mendengar ucapan dingin Tata pada suaminya karena ia berkata dengan suara yang lantang. Setelah mengatakan semua itu ia pergi meninggalkan mereka semua menuju keluar.


"Astaghfirullah adek... Kenapa ia jadi seperti itu?? " tanya Ibuk dengan mengurut dadanya.


Dave yang mendengar nada dingin istri nya menjadi bingung. Semua orang bertanya padanya kenapa Tata bersikap seperti itu dan bertanya apakah mereka bertengkar.


"Dave serius Mami, Papi, Bude, Pakde, Eyang... ! Tadi malam kami baik-baik saja dan gak pernah bertengkar sekalipun! Dave juga bingung kenapa Tata jadi berubah sikap seperti itu! " jawab Dave meyakinkan semua orang jika mereka berdua memang baik-baik saja.


"Ya Allah, maafkan Tata ya Nak udah bersikap tidak sopan begitu sama kamu! " ucap Ibuk dengan mata berkaca-kaca.


"Ya ampun... Ibuk, kenapa ibuk yang meminta maaf? Dave gak papa kok! " jawab Dave yang mendadak ikut sedih melihat Ibu mertuanya hendak menangis.


"Jeng, jangan di masukkan ke dalam hati! Mungkin Tata lagi ada masalah hingga berkata seperti itu! " ucap Mami Sita dengan menggenggam tangan besan nya itu.


"Kalian tunggu saja di sini, biar Eyang yang bicara dengan Tata! " ucap Eyang Putri pada semua orang.


"Mas juga gak tau sayang, Mas gak pernah lihat wajah Kak Tata yang seperti itu! " jawab Riko dengan menaikkan kedua bahunya.


Tata yang berdiri di luar rumah berkali-kali membuang napas nya agar emosi nya reda, tapi bukannya reda malah semakin dongkol.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu ada masalah? Cerita sama Eyang, siapa tahu Eyang bisa bantu? " ucap Eyang Putri menghampiri Tata dengan mengusap lembut punggung Tata.


Tiba-tiba hati Tata menjadi menghangat oleh usapan lembut Eyang Putri pada punggung nya, emosi nya langsung menguap dalam sekejap.


"Eyang.... Tata gak tau kenapa Tata benci banget lihat wajah Mas Dave dan Arkan! Apalagi kalau lihat mereka ketawa-tawa, rasanya Tata ingin menghajar mereka berdua sampai K.O! Pokoknya Tata gak suka aja lihat wajah mereka berdua apalagi sampai melihat mereka tertawa atau tersenyum! " jawab Tata lagi dengan nada manja sambil memeluk erat Eyang Putri.


Mendengar jawaban Tata, Eyang Putri tersenyum lebar dan ia mengusap lembut kepala Tata yang memeluk nya dengan erat. Cukup lama mereka berdua di posisi itu dan di rasa Tata udah gak emosi lagi, Eyang Putri membawa Tata masuk ke dalam rumah.


Begitu masuk ke dalam rumah, mood Tata kembali berubah. Tiba-tiba ia menjadi tidak suka melihat Papi Dayton memeluk erat Mami Sita dan ia langsung mendekati mereka berdua dan memisahkan mereka hingga membuat semua orang melongo.


"Mami apa-apaan sih! Ngapain Mami peluk-peluk Papi! Tata gak suka! Papi cuma punya Tata! Mami pergi jauh-jauh Deh! " ucap Tata dengan nada ketus dan menarik tangan Papi Dayton agar menjauh dari Mami Sita.


Semua orang melongo melihat tingkah Tata yang di luar nalar. Sebelum mereka membuka mulut nya untuk protes, Eyang Putri langsung mengeluarkan titahnya dengan nada tegar.


"Jangan ada yang berkomentar satu orang pun jika tidak ingin ada badai di pesta ini! Eyang akan mengatakan semua nya pada kalian semua dan jangan melanggar apa yang Eyang katakan! " ucap Eyang Putri dengan tegas menatap mereka semua yang ada di ruangan tersebut.


"Papi, Tata mau makan ! Tata lapar! Ambilkan Tata makan ya Pi? " rengek Tata manja sambil bergelayut di lengan Papa mertuanya.


Eyang Putri berjalan mendekati Papi Dayton dan Tata, ia membisikkan sesuatu di telinga menantunya hingga sebuah senyuman terbit di wajah Papi Dayton.


"Iya sayang, ayo Papi ambil kan untuk menantu kesayangan Papi! " jawab Papi Dayton dengan tersenyum sumringah.

__ADS_1


Mami Sita, Dave, Ibuk dan semua orang masih shock dengan apa yang di lakukan Tata.


"Ayo kalian semua ikuti saya ke sebelah sana! " ucap Eyang Putri pada semua orang termasuk pada suami nya Eyang Kakung di pojokan sana.


"Buk, apa maksud semua ini? " tanya Mami Sita dengan wajah masih shock.


"Iya Eyang, kenapa Tata menjadi seperti itu? Gak mungkin kan istriku punya skandal sama Papi! " ucap Dave lagi yang langsung mendapat jeweran dari Eyang Putri.


"Adududuh... Eyang, kenapa Dave yang di jewer?? " sahut Dave merintih kesakitan.


"Sembarangan kalau ngomong! Ibuk harap kalian semua pasang kuping kalian lebar-lebar! Kalian semua nya juga, karena Eyang mengatakan nya hanya sekali! " ucap Eyang Putri pada anak dan menantu nya serta pada cucu-cucu nya tidak terkecuali pada sepasang pengantin baru dan keluarga nya.


"Seperti yang kalian semua lihat, Tata mengalami mood yang buruk, yang selalu berubah-ubah kapan pun dan dimana pun! Ibuk, Eyang yakin seyakin-yakin nya jika saat ini Tata sedang hamil dan itu langsung berpengaruh pada mood nya yang gampang marah dan sangat sensitif! " ucap Eyang Putri dengan penuh penekanan.


"A-apa??? Hamil... ! Alhamdulillah... ! " ucap mereka semua berbarengan dengan wajah terkejut dan mengucap syukur.


"Ja-jadi Ayu akan punya cucu Buk?? " tanya Mami Sita dengan berlinang air mata.


"Iya Yu, Ibuk sangat yakin! Makanya kita harus membawa Tata periksa ke dokter untuk mengetahui lebih jelas nya lagi! " jawab Eyang Putri dengan sangat yakin.


"Ya Allah, ternyata aku akan punya cucu! Aku akan punya cucu Jah! " ucap Ibuk Tata menangis haru dengan memeluk Mak Ijah.


"Yuhuu.... Aku akan jadi ayah! " ucap Dave bersorak kegirangan.


"Ternyata tokcer juga bibit nya Babang Bule! " celutuk Susan juga.


"Kalian jangan senang dulu! Seperti nya kehamilan Tata membuat nya menjadi sosok yang berbeda! Kalian lihat sendiri kan bagaimana sikap nya barusan! " ucap Eyang Putri yang langsung membuat mereka semua terdiam.


"Terutama untuk kamu Dave! Tata mengatakan pada Eyang jika ia tiba-tiba benci melihat wajah kamu dan Arkan! Ia bahkan semakin benci melihat wajah kamu dan Arkan jika kalian tersenyum dan tertawa hingga ingin sekali menghajar kalian sampai K.O! " ucap Eyang Putri yang langsung membuat Dave terduduk lemas.


Sama hal nya dengan Dave, Arkan langsung meneguk ludah nya begitu mendengar ucapan Eyang Putri jika Tata ingin menghajarnya dengan mampus. Membayangkan nya saja ia sudah gemetaran apalagi jika mengalami nya langsung.


"Buahahaha..... " Bagas beserta sepupu Dave yang lainnya kompak menertawakan kemalangan yang menimpa Dave dan Arkan.


"Mas Dave udah di benci anaknya sejak dalam masih dalam perut! Hahahaha... " ucap mereka lagi dengan tertawa terpingkal-pingkal.


"Kalau begitu berarti cucu nya Ayu juga benci dong Buk sama Ayu! Tuh, buktinya ia gak suka Ayu dekat-dekat sama suami Ayu! " ucap Mami Sita menduga-duga.


"Sepertinya begitu! " jawab Eyang Kakung yang menjawab.


"Hua... ! Masa Ayu di benci sama calon cucu Ayu sendiri! Ayu gak rela! " rengek Mami Sita dengan memeluk Bude Wati.


"Sudah... Sudah, Tuh lihat mereka datang! " lerai Eyang Kakung pada anak-anak nya.


Tata dan Papi Dayton datang mendekati mereka semuanya karena ia ingin pamit pulang.


"Eyang, ayo kita pulang! Tata capek, ngantuk! Mau bobok! " ucap Tata mendekati Eyang Putri.


"Tata sayang ngantuk?? Ya udah, ayo kita pulang, Nduk! " jawab Eyang Putri dengan lembut.


"Mami ngapain dekat-dekat! Mami gak boleh dekat-dekat Papi! Papi punya Tata! Mami Bertha juga, ngapain dekat-dekat Papi Koh! Tata gak suka Mami Bertha juga dekat-dekat Papi Koh! " sembur Tata lagi dengan ketus pada Mami Sita dan Mami Bertha.


"Adek sayang nya Ibuk?? Kok adek ngomong nya gitu, Nak! " ucap Ibuk dengan lemah lembut pada Putri nya.


Mendengar suara lembut Ibuk nya membuat Tata merasa ia di marahi hingga tak lama kemudian ia langsung menangis dengan kencang.


"Hua.... Ibuk jahat! Ibuk gak sayang adek lagi! Ibuk jahat! Hua.... Ibuk jahat! Hu.... Hu.... Hu... ! " teriak Tata kencang dengan lelehan air mata di pipinya.

__ADS_1


Ia menangis sejadi-jadinya dengan begitu pilu padahal ibunya hanya berkata lembut penuh kasih sayang.


Bersambung...


__ADS_2