
Tata terbangun dari mimpi indah nya dengan seorang diri di dalam kamar.
"Aku kangen banget sama Mas Dave, tapi lihat wajah nya aku langsung benci! Pengen kali aku tampol wajah cakep nya itu! " keluh Tata dengan menghela napas kasar.
"Hoam.... ! " ia menguap dengan menutup mulutnya.
"Rasanya segar kali tidur aku sekarang ini, perasaan dulu bangun tidur biasa aja! Tapi sekarang rasanya agak beda! " gumam ia lagi dengan menggerakkan badannya di atas tempat tidur.
"Krucuk.. Krucuk.. Krucuk... " bunyi perut Tata berdemo.
"Aku lapar lagi?? Padahal tadi di pesta udah makan banyak kali kayak orang kelaparan gak makan seminggu! Atau jangan-jangan aku busung lapar kali ya?? Soalnya gak pernah-pernah makan sebanyak ini ! Apa lagi aku lihat perut aku kok kayak sedikit buncit! Fix, benar-benar busung lapar aku ini! Biasanya kalau banyak makan dan langsung BAB perut aku langsung kempes! Tapi kok ini masih kayak gini?? Seingat aku sebelum tidur tadi udah nyetor ke kamar mandi! " gumam nya dengan tegak di depan cermin melihat diri nya sambil membuka perut nya.
Perut nya memang agar terlihat sedikit menonjol tapi hanya sedikit, itupun jika di perhatikan lebih dekat dengan sedikit rabaan dan tanpa adanya baju. Tapi jika di lihat dengan tertutup baju, perut Tata terlihat biasa aja dan tetap datar seperti biasanya.
"Dah lah, bodo amat lah ! Mau busung lapar kek, mau rakus kek, yang penting aku makan dulu! " jawab nya sendiri sambil menurunkan kembali bajunya hingga perut nya kembali tertutup.
Ia keluar kamar dan mencari Ibuk nya yang lagi duduk santai bersama besan nya.
"Buk, adek lapar! " rengek Tata manja dan langsung duduk di samping Ibu nya.
"Ayo kita makan, Ibuk sudah masak sambal ijo pesanan adek! " jawab ibuk dengan membelai rambut anaknya.
"Benarkah??? " ucap Tata dengan menelan air liur nya.
Ia benar-benar ngiler membayangkan maka sambal cumi-cumi cabe ijo yang ia pesan tadi. Apa lagi makan dari tangan Papi mertuanya langsung, pasti enak banget.
"Tapi, adek pengen makan di suapi Papi?? " rengek ia lagi dengan menatap Ibu nya.
"Biar Mami panggil kan Papi dulu! " ucap Mami Sita langsung tanggap.
"Beneran Mi... ! Asyik... ! " sahut Tata kegirangan seperti anak kecil yang di kasih permen.
Mami Sita pun beranjak ke depan memanggil suaminya yang sedang mengobrol bersama Dave dan Eyang nya.
"Pi, menantu kesayangan Papi minta makan di suapi Papi langsung! Pakai tangan Papi! " ucap Mami Sita langsung saat berada di dekat suaminya.
"What.... ! " pekik mereka kaget termasuk Eyang Kakung.
"Honey... ! Kamu kan tau sampai sekarang aku susah makan pakai tangan! Gimana aku suapi Tata makan pakai tangan! " ucap Papi Dayton menatap melas pada istrinya.
"Mana Mami tau Papi... ! Itu kan permintaan calon cucu kita?? Mami aja sampai sekarang masih cemburu tau gak! Masa masih bentuk kecil aja udah pilih kasih sama Mami! Gak adil! Buruan Papi ntar keburu ngambek menantu kita! " sungut Mami Sita dengan muka cemberut.
"Sepertinya kita harus cepat-cepat bawa Tata ke rumah sakit! Kita harus cepat-cepat tahu Tata itu beneran hamil apa tidak! Ini tidak bisa di tunda lagi! Bapak serahkan semua nya sama kamu Dayton! Kamu pasti bisa membujuk Tata agar mau di periksa ke rumah sakit! " ucap Eyang Kakung dengan tegas pada Papi Dayton dan Mami Sita.
"Aku juga cemburu sama Papi! Masa sama Papi nya gak mau dan maunya cuma sama Eyang nya! Ini kan juga gak adil buat aku! Diskriminasi dalam keluarga! Pilih kasih banget! " sahut Dave juga menyuarakan kecemburuan nya.
"Sudah, sudah... ! Gak usah protes! Ayo buruan! Nanti keburu Tata marah! " ucap Eyang Kakung pada semuanya.
Ternyata begitu sampai di meja makan, semuanya langsung kaget karena ternyata Tata makan di suapi Pakde Toto dengan Bude-Bude nya duduk di depan Tata.
"Loh, katanya tadi mau makan di suapi Papi?? Kok sama Pakde?? " tanya Mami Sita kaget.
"Papi kelamaan! Tata keburu lapar! Lagian enak kok di suapi Pakde! Nanti malam Papi suapi Tata lagi ya?? Sekarang Tata mau di suapi Pakde dulu! " jawab Tata dengan mulut masih penuh makanan.
"Makan dulu Nduk, nanti baru ngomong! Gak baik itu, nanti koe keselek! Nih Eyang Uti buatin jeruk nipis hangat! " tegur Eyang Uti lembut dengan meletakkan segelas air jeruk nipis hangat.
"Iya Eyang, terimakasih! " jawab Tata patuh.
"Giliran di tegur ibuk gak marah dan gak nangis! Lah tadi cuma di bilangin pelan aja sama ibuknya malah langsung nangis kejer! " bisik Bude Ditha pada Mami Sita.
Dave makin cemburu dan kesal melihat istri kesayangan nya makan di suapi Pakde nya. Kalau beneran istrinya hamil ia benar-benar merasa tersisih kan oleh anaknya sendiri.
Mereka yang ada di sana hanya diam melihat Tata makan, seolah-olah itu adalah tontonan yang menarik saat ini.
__ADS_1
Tiba-tiba Bagas datang menegur mereka dan berusaha mencomot cumi sambal yang hanya tinggal seuprit lagi di dalam piring.
"Pada ngapain sih lihatin orang makan ampe segitu nya! Kayak gak ada kerjaan aja! " ucap nya santai dengan tangan terulur mau mencomot cumi sambal ijo.
"Plak... "
"Awww... "
"Enak aja main comot! Ini punya kakak! Kalau kamu mau bikin aja sendiri! " tepis Tata dengan keras pada tangan Bagas sambil memberikan pelototan tajam nya.
"Iya iya.. ! Pelit banget Kak Tata! Masa nyicip dikit aja gak boleh! Ntar aku doain kuburan Kak Tata sempit baru tau rasa! " ucap Bagas dengan wajah mengkerut.
"Bodo.. ! Di mana-mana kuburan emang sempit! Kalau mau lapang ya di lapangan bola sana! " jawab Tata jutek dan gak peduli.
Bagas yang mau jawab lagi langsung mendapat pelototan tajam dari semua orang termasuk emak Bapak serta Eyang-Eyang nya.
Ia langsung berlari menjauh sebelum di keroyok semua orang. Eyang Kakung memberikan kode pada Papi Dayton agar melakukan apa yang ia perintahkan tadi.
"Ekhem.... Tata sayang, ntar sore Tata mau gak pergi temani Papi ke rumah sakit yang paling bagus di kota Ini?? " tanya Papi Dayton dengan jantung cenat cenut.
Bukan hanya jantung Papi Dayton yang cenat cenut, tapi jantung semua orang sedang ketar ketir akan kemungkinan buruk yang akan terjadi.
"Hah, ke rumah sakit?? Emang Papi sakit apa?? Kok gak ngasih tau?? Sakit nya di mana?? Parah ya?? " jawab Tata balik dengan segudang pertanyaan.
Papi Dayton jadi bingung mau jawab apa. Ia memberikan kode mata pada semua orang tapi semuanya malah pura-pura gak tau. Papi Dayton mendengus kesal karena ia tidak di bantu sama sekali termasuk istrinya yang pura-pura melihat ke sembarang arah.
"Eung, gak sakit-sakit amat! Hanya pegel-pegel aja! Tata mau kan?? " tanya Papi Dayton lagi.
Tata tampak berpikir dengan memegang dagunya, ia tiba-tiba kepikiran tentang perutnya yang buncit meskipun terasa saat di raba.
Semua orang yang ada di sana menunggu jawaban Tata dengan perasaan campur aduk, cemas, takut Tata marah dan ngamuk, gado-gado lah pokoknya.
"Kenapa berasa kayak nunggu goncang arisan ya?? Deg degan berharap nama kita yang keluar ! " bisik Bude Ditha pada Bude Wati.
"Boleh deh Pi... ! Tapi sebenarnya Tata pengen ke rumah sakit milik keluarga kita aja, kan Papi pemilik nya! Kita gak akan menunggu lama kalau mau periksa karena kita bos nya! Apalagi kita bisa di periksa dengan dokter yang kita mau! " jawab Tata dengan sedikit sombong.
"Pi, kenapa kok aku rasa sifat nya Tata berubah jadi sifatnya Daddy yang angkuh dan sombong sama orang lain ya?? Atau cuma perasaan aku aja! " bisik Mami Sita pada suami nya.
"Benar honey.. ! Entah kenapa aku juga merasa seperti Daddy yang ngomong, bukan Tata! " bisik Papi Dayton balik.
"Sejak kapan si Tata menjadi sombong kayak gitu?? " bisik Bude Ditha pada Bude Wati.
"Entah lah, perasaan dulu aku lihat anaknya santun?? Ntar aku tanya Dave! " jawab Bude Wati juga berbisik dengan mengangkat bahunya.
"Kenapa aku lihat cucu menantu kita sifat nya seperti Besan kita pertama kali bertemu?? " bisik Eyang Kakung juga pada istrinya.
"Iya Pak, sepertinya feeling aku sudah pasti benar jika Tata benar-benar hamil! " jawab Eyang Putri juga berbisik.
Tata yang sedang asyik makan di suapi Pakde Toto tidak menyadari jika semua nya bisik-bisik tetangga membicarakan perubahan sikap nya. Ibuk juga bisik-bisik tetangga dengan Mak Ijah dan Bude Rini.
Eyang Kakung kembali memberikan kode mata nya pada Papi Dayton agar bicara lagi.
"Kalau begitu, gimana kalau kita pulang saja sekarang ke Jakarta! Papi biar bisa periksa di sana! Tata mau gak?? " tanya Papi lagi.
"Mau Pi, mau! Tata juga mau periksa ah! Tata pengen juga di layani suster-suster perawat di rumah sakit itu! Pasti seru memerintah mereka semua! " jawab nya lagi bersemangat.
Semuanya melongo mendengar alasan Tata mau di periksa juga.
"Kenapa istriku berubah jadi Bossy yang sombong begini?? Apa ini bawaan anakku?? Kalau benar berarti sifatnya persis kayak GrandFa! " batin Dave dengan menghela napas nya kasar.
"Emang nya Tata sakit juga Nduk, mau di periksa juga? " tanya Eyang Uti.
"Gak kok Eyang! Cuma Tata heran aja, kenapa Tata lapar terus! Padahal udah makan banyak masa gak kenyang-kenyang! Dulu waktu kecil kata Pak ustadz baca doa dulu setiap mau makan biar setan gak ikut makan dan kita cepat kenyang. Lah ini, Tata udah baca doa makan tapi kok kenyang nya cuma sebentar, abis itu lapar lagi. Tadi di kamar Tata pegang perut Tata kok ada yang jendul gitu, makanya Tata juga mau periksa Eyang! Tata takut kalau Tata kena busung lapar! " jawab Tata panjang lebar.
__ADS_1
"Apa???? " mereka semua nya langsung lemas mendengar jawaban polos Tata yang mengira dirinya terkena busung lapar.
"Boleh Eyang pegang gak Nduk perut jendul nya?? " pinta Eyang Uti.
"Boleh kok Eyang! Sini Eyang duduk dekat Tata! " jawab Tata dengan senang hati.
Eyang Uti pindah duduk di sebelah Tata menggantikan Pakde Toto yang sudah pindah ke sebelah istrinya Bude Wati.
Tata mengangkat sedikit perut nya dan Eyang Uti meletakkan telapak tangan kanan nya di atas perut Tata yang di kiranya busung lapar tadi.
Wajah Eyang Uti kaget dan langsung menatap semua orang satu per satu sambil mengangguk kan kepalanya.
Mami Sita langsung menangis diam-diam di sisi Papi Dayton, begitu juga Ibuk yang menangis pelan di belakang Mak Ijah. Sedangkan Pakde dan Bude-Bude nya Dave tersenyum bahagia begitu juga Eyang Kakung. Dave yang tidak mengerti hanya melihat semua orang dengan wajah heran dan bingung.
"Kalau begitu, ayo kita come on sekarang! Papi juga penasaran mau dengar kata dokter kalau Tata itu busung lapar apa tidak! " ucap Papi Dayton dengan penuh semangat.
"Ayo Pi... ! Kita pulang sekarang! Tata juga gak sabar dengar! Masa iya perempuan secantik Tata kena busung lapar. Duit Tata kan banyak, Duit Mas Dave juga banyak, apalagi duit Papi Mami pasti banyak, masa iya Tata bisa kena busung lapar kayak orang misqueen yang gak makan-makan! " sahut Tata kembali sombong dengan uang nya.
Ibuk mengurut dadanya mendengar perkataan yang keluar dari mulut Putri nya.
"Sabar Nyah, itu bukan Non Tata! Itu bawaan jabang bayi! " bisik Mak Ijah pada Ibuk.
"Mami ikut ya sayang? Mami kan juga penasaran pengen lihat! " pinta Mami Sita dengan wajah di buat seimut mungkin.
"Bude juga pengen ikut! "
"Iya, Bude juga! "
"Ibuk juga mau ikut! "
"Boleh deh, semuanya boleh ikut ! " jawab Tata santai.
"Mas boleh ikut gak Mas kan juga kepengen lihat! " tanya Dave dengan wajah minta di kasihani.
Tata tampak berpikir sejenak, namun seutas senyuman tersungging di wajah nya.
"Boleh, tapi Mas pakai topeng ya! Soalnya Tata benci lihat wajah Mas yang sok kegantengan itu! " jawab Tata lagi yang membuat Dave semakin merenggut sebel.
"Hahahaha.... " semua orang tertawa kencang mendengar perkataan Tata yang membenci wajah ganteng suaminya.
"Bagas!!! Bagas!! " teriak Tata kencang memanggil sepupu suami nya.
"Iya... Kencang banget manggil nya! Kayak aku ini budeg aja! Apaan?? " jawab Bagas ikutan berteriak dari arah luar.
Tata menyuruh Bagas mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Bagas. Dave mulai was-was dengan apa yang di bisikkan istrinya itu.
Tak lama kemudian, terdengar gelak tawa Bagas sambil memegang perut nya setelah Tata membisikkan sesuatu di telinga nya.
"Okeh... Oke! Siip... ! Kakak tenang aja! Aku akan buat topeng yang bagus untuk Mas Dave! " jawab Bagas lagi dengan memberikan jempol nya.
"Bikin nya di pesawat aja! Kita mau pulang sekarang! Ayo Mak, bantu Tata siap-siap. " ucap Tata pada Bagas dan Mak Ijah.
"Hah, mau pulang sekarang?? Kok dadakan banget! " tanya Bagas kaget.
"Gak usah banyak tanya! Ayo buruan kita siap-siap! Nanti keburu malam lagi! " jawab Tata tanpa bisa di bantah.
Bersambung...
Kasihan amat nasib Babang Bule, wajah ganteng nya di benci kecebong nya yang baru tumbuh🤧🤧🤧
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya 🤗🤗🤗
Gong Xie Fa Cai untuk yang merayakannya besok🤗🤗jangan lupa Angpao nya ya untuk othor😘😘😘🥰🥰🥰
__ADS_1
Semoga di tahun Kelinci air ini, kita semua mendapat umur yang panjang, kemakmuran dan kedamaian.. 🙏🙏🙏