Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
37. Keributan di Foodcourt


__ADS_3

Nyonya Retno mengoceh tanpa henti menghina dan memojokkan Tata di depan umum. Dian tersenyum senang melihat Mamanya Dika mempermalukan Tata di hadapan orang banyak.


Bisik-bisik terdengar di sekeliling Tata, menghina dan menghujatnya atas apa yang di lakukan Nyonya Retno padanya. Susan dan Sandra menjadi geram melihat tingkah laku Nyonya Retno yang terlewat batas dan hendak membalas nya, namun Tata menahan semua itu hanya dengan kerlingan mata.


Sedangkan Nana menatap nanar Mama nya yang sedang bertindak tidak etis di hadapan orang banyak.


"Kak, maaf ya? Karena ulah Mama kakak jadi basah dan kotor begini? " ucap Nana setengah berbisik dengan suara serak hendak menangis.


"Jangan menangis! Jangan tampakkan kelemahan mu di hadapan lawan! Kau harus kuat Nana! Kakak tidak apa-apa! Jangan khawatir! " ucap Tata sambil mengambil tisu untuk mengeringkan wajahnya.


"Kakak, Hiks.... Hiks... Hiks... " sahut Nana semakin deras air mata nya dengan tangan menutup mulut.


Susan dan Sandra menguatkan Nana sambil menggenggam tangan Nana agar ia kuat dan tidak khawatir soal Tata.


"Sudah puas bicaranya Nyonya Retno yang terhormat! " ucap Tata dengan keras dan tegas.


"Lihat semuanya! Seorang menantu berbicara seperti itu kepada mertua nya sendiri? Apa itu yang di sebut sopan santun! " ejek Nyonya Retno dengan suara lantang agar semua orang mendengarkannya.


"Mbak, jangan begitu sama mertua sendiri! Mertua itu seperti orang tua kita, yang harus kita hormati. "


"Kurang ajar banget sih jadi menantu! Kalau aku jadi mertuanya, sudah aku tendang dia jadi menantuku! "


"Gak mungkin ada asap kalau gak ada api! Mungkin ibu yang dzolim dengan menantu, makanya menantunya juga begitu dengan ibu! "


"Dosa Mbak berbuat dzolim dengan mertua sendiri. Bagaimana pun juga mertua yang sudah melahirkan suami kita. Jadi sebisa mungkin kita menghormati nya. "


"Kurang kalau cuma di siram pakai air minum! Kalau aku punya menantu seperti itu, sudah aku siram pakai air comberan atau air cucian piring. "


Begitulah ucap segelintir orang yang menyaksikan aksi mertua Tata di dalam Foodcourt tersebut. Mereka berbisik menghakimi tanpa tahu kejadian yang sebenarnya.


Nana segera menghapus air matanya dan berdiri tegak karena sudah tidak tahan mendengar orang-orang menghakimi Tata seenak perut mereka.


"Cukup Ma, Apa tidak puas Mama selama ini mendzalimi Kak Tata, menumpang hidup di rumah Kak Tata tanpa seizinnya, merampas uang restoran milik Kak Tata tanpa sepengetahuan Kak Tata dan membiarkan anak Mama sendiri yang tidak lain suami Kak Tata membawa perempuan lain yang bukan mahramnya masuk kedalam rumah Kak Tata, membiarkan mereka berbuat zina di kamar Kak Tata. Apa belum cukup semuanya Ma?? " teriak Nana dengan lantang.

__ADS_1


Nyonya Retno terkejut mendengar ucapan Nana yang membuka semua nya di hadapan semua orang.


"Hei anak bau kencur! Jangan sembarangan kalau ngomong ya?Ini juga, anak durhaka! Membela orang lain dari pada Mamanya sendiri! " hardik Nyonya Retno dengan keras.


Nana langsung drop dikatakan anak durhaka oleh Mamanya. Air mata nya mengalir deras, hatinya sakit dan hancur berkeping-keping di katakan begitu di hadapan orang banyak.


"Jangan dengar kan dia, kau bukan anak durhaka! Kau ingat dengan kisah Nabi Ibrahim yang ayahnya menentang seruan Nabi Ibrahim. Kau tahu kan kalau Nabi Ibrahim bukan anak durhaka menentang ayahnya yang masih menyembah berhala. Begitu juga dengan mu Nana, yang menentang kedzoliman Mama mu terhadap orang lain. Itu bukan anak durhaka Nana. Jadi, jangan kau simpan dalam hati ucapan yang menyesatkan seperti itu. " ucap Susan panjang lebar menguatkan Nana.


Nana langsung menghentikan tangisannya begitu mendengar kata-kata Susan. Ia menoleh ke arah Tata yang hanya diam saja, tidak bereaksi membalas tuduhan, makian dan hinaan Mama nya.


"Kenapa Kak Tata hanya diam saja? Tidak membalas ucapan fitnah Mama? " tanya Nana dengan pelan.


"Tata diam bukan karena takut, dia menunggu di saat yang tepat. Kau belum mengenal siapa Tata yang sesungguhnya! Kau lihat saja nanti, Tata akan memukul telak Mama mu itu! " jawab Sandra dengan seringai licik nya.


"Ada apa ini ribut-ribut? Siapa yang membuat keributan di tempat umum seperti ini? " ucap seseorang dengan tegas dan mata melotot tajam.


"Silahkan cek kamera CCTV-nya Pak! Anda akan menemukan siapa yang membuat keributan di sini! Tapi sebelum itu, tutup semua pintu masuk, agar tidak ada seorang pun yang kabur walaupun hanya seekor semut. " jawab Tata dengan nada santai.


Laki-laki yang datang tadi langsung mengecek kamera CCTV yang letaknya tidak jauh dari Foodcourt tersebut, dengan pintu masuk di jaga ketat satpam. Setelah beberapa saat kemudian, laki-laki tadi pun berbicara dengan beberapa orang yang terlihat seperti keamanan walau tidak memakai pakaian satpam.


Mereka mendekati Nyonya Retno dan tanpa permisi langsung menarik tangan nya menuju pos keamanan.


"Lepaskan! Kalian menangkap orang yang salah! Perempuan itu yang membuat keributan! Bukan saya! Lepaskan! Dian, tolong Tante! " teriak Nyonya Retno dengan meronta-ronta.


Melihat Mama nya Dika di bawa paksa pihak keamanan, Dian langsung menciut dan ikut dari belakang dengan menutupi wajahnya dengan tas. Ia tidak ingin di semprot Dika karena membiarkan Mama nya sendirian di tempat itu.


Tata dan Nana mengikuti dari belakang untuk memberikan saksi mereka atas keributan yang di lakukan Nyonya Retno tadi.


"Heh Buk! Kalau tidak tahu apa-apa, tidak usah sok ikut-ikutan menghujat orang! Emangnya situ orang benar apa? Ikut campur menghakimi orang lain yang belum tentu kebenarannya! " hardik Sandra terhadap Ibu-ibu yang tadi ikutan mencemooh Tata dengan bisik-bisik.


"Udah Tot, gak usah ngurusin yang gak penting seperti itu! Netizen mah gitu, suka nyinyir hidup orang lain. Padahal hidupnya lebih ngenes dari yang ia hujat. " ucap Susan menghentikan aksi Sandra.


Mereka berdua pun berlari mengejar Tata dan Nana yang sudah duluan pergi menuju pos keamanan.

__ADS_1


Ketika sampai, Nyonya Retno sudah duduk di hadapan laki-laki yang membubarkan keributan tadi dengan wajah pucat.


"Jelaskan, apa maksud ibu membuat keributan di tempat umum seperti tadi? Apa ibu tahu, kalau perbuatan ibu itu mengganggu kenyamanan pengunjung Mall ini? " tanya petugas tersebut dengan suara keras dan tegas.


"Sa..saya hanya melampiaskan kekesalan saya saja Pak! Kenapa saya yang di salahkan! Perempuan itu yang harus anda salah kan, bukan saya! " ucap Nyonya Retno dengan ngotot ia benar.


"Ibu pikir saya ini buta?? Tidak bisa melihat jika ibu lah yang memulai semuanya dengan menyiram Nona ini duluan? Iya?? " bentak petugas tersebut dengan nada marah.


Nyonya Retno menciut dan ketakutan, ia menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya meremas ujung baju nya. Ia tidak berani mengangkat wajahnya karena takut melihat wajah menyeramkan petugas tersebut.


"Jawab Bu, jangan diam saja! Mana tadi suara ibu yang kayak kaleng rombeng tadi yang tidak berhenti berkicau?? " hardik petugas itu lagi.


"Sa-saya... "


"Udah Pak, gak usah di perpanjang lagi! Biarkan ini menjadi pelajaran untuk ibu ini, agar tidak seenaknya berbuat sesuatu. Jika hal ini terulang lagi, bukan hanya pos keamanan saja, kantor polisi yang akan menjadi tempat penginapan ibu ini nanti. " sahut Tata menengahi dengan tersenyum mengejek ke arah Nyonya Retno.


"Baiklah jika itu yang Nona mau! Saya akan membebaskan Ibu-ibu ini sekarang! Nona sungguh baik hati mau memaafkan orang yang sudah berbuat jahat dengan Nona! " ucap petugas tersebut dengan tersenyum ramah.


"Silahkan Ibu pergi! Dan awas, jangan sekali-kali berbuat seperti ini lagi! Untung saja Nona ini tidak mau memperpanjang semua ini, kalau tidak, mungkin Ibu akan di minta ganti rugi! " ucap petugas tersebut dengan ketus kepada Nyonya Retno.


Tata mendekati Nyonya Retno dan berbisik di telinga nya " Ini belum seberapa nenek tua! Jika kau berani bertindak macam-macam, maka aku akan membalas nya lebih dari ini lagi! Kau hanya nenek tua yang tidak berguna di mata ku! Kau dan anak mu itu akan mendapatkan balasan dariku secara perlahan! Cam kan itu! "


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Mohon dukungannya nya ya..


Untuk Novel othor yang satu nya lagi ikutan NTWA untuk pemula..


Baru Bab 3 nih...


__ADS_1


__ADS_2