
Saat Tata masih tidur dan Dave sedang sholat subuh, Tiba-tiba ada yang menggedor pintu kamar mereka dengan kencang.
"Tet, Tet, bangun kau Tet.. ! Butet... ! " panggil Sandra dari luar kamarnya Tata.
Dave yang baru selesai sholat langsung berdiri dan membangunkan istrinya yang lagi tidur.
"Sayang, bangun sayang! Ada Sandra tuh di luar lagi gedor pintu! Bangun sayang! " ucap Dave dengan menggoyang bahu Tata agar terbangun.
"Eugh... Aku masih ngantuk Mas! Aku kan lagi dapet, gak bisa bantuin Mas gulat! Ntar aja tunggu beberapa hari lagi, Mas! " jawab Tata dengan ngawur dan kembali mengerat kan selimut nya.
Dave malah terkekeh geli mendengar istrinya salah paham dan dikira akan meminta morning ***. Sementara Sandra masih menggedor pintu kamar mereka dengan kuat sambil memanggil nama istrinya.
Dave berjalan membukakan pintu masih dengan pakaian sholat nya.
"Ceklek.. "
"Tuh masih molor! Bangunin aja sendiri! " ucap Dave menunjuk dengan dagunya.
Sandra yang tadi nya mau bertanya langsung masuk dengan geleng kepala.
Ia menarik oksigen banyak-banyak dengan berteriak kencang.
"Kebakaran.. ! Kebakaran.. ! Restoran kebakaran! Restoran kebakaran! " teriaknya di telinga Tata.
Tata langsung duduk dan melompat dari atas tempat tidur dengan wajah panik.
"Mana, mana kebakaran nya! Mana.. ! " teriaknya juga dengan panik.
Dave hanya geleng-geleng kepala melihat ulah Sandra dalam membangunkan istrinya itu.
"Udah selesai kebakaran nya! Jam segini bukannya bangun malah molor! Udah punya lakik juga masih aja malas! Mau rezeki kau di patok ayam! " omel Sandra dengan berkacak pinggang.
Tata yang di bohongin hanya mendengus kesal dan balik lagi naik ke atas tempat tidur.
"Eits, mau kemana? Enak aja mau balik molor! " cegat Sandra dengan menahan lengan Tata.
"Masih ngantuk aku ini Tot! Lagian kan aku lagi dapet jadi gak sholat aku! Kau galak kali melebihi Pak Surip waktu sekolah dulu! Emangnya ada apa sampai aku di bangunin pagi-pagi gini? " jawab Tata dengan sangat malas.
"Anika seperti nya mau melahirkan! Dari jam tiga bangun katanya udah mules-mules! Makanya aku bangunin kau biar kita jaga-jaga kalau memang mau lahiran dia! " ucap Sandra menjelaskan maksud ia menggedor pintu kamar Tata.
"Oh mau melahirkan.. ! Apa??? Cemana bisa gitu? Katanya kan masih dua minggu lagi? Beneran emang mau lahiran ?? " sahut Tata kaget.
"Bah, gak percaya kali kau ini! Ibuk dan Mami yang bilang gitu! Mana mungkin lah mereka noko nokohin kita! Paul lah kau ini! " jawab Sandra dongkol.
"Sensi kali lah kau ini! Aku yang lagi dapet kau pulak yang garang! " ucap Tata dengan wajah cemberut.
Saat mereka masih berdebat, Nana tiba-tiba datang dengan berlari dan penuh keringat di keningnya.
"Kak, cepetan turun! Kita harus pergi ke rumah sakit! Anika udah pecah ketuban! " teriak Nana dengan napas terengah-engah.
"Apa??? " pekik Sandra dan Tata barengan karena kaget.
Sandra langsung berlari keluar kamar Tata bersama Nana. Sedangkan Tata langsung menyeret suaminya ke kamar mandi.
"Ayo Mas mandi! Kita harus cepat-cepat ke rumah sakit! " ucap Tata dengan menarik tangan suaminya.
"Kenapa kita harus mandi bareng saat kamu lagi datang bulan sih, Yank! Gak adil banget gak bisa ngapa-ngapain! " jawab Dave dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Gak ada waktu lagi Mas! Ntar deh kita mandi bareng saat aku udah bersih datang bulan! " jawab Tata dengan tidak sadar atas ucapannya.
Dave menyeringai licik dan ia mulai melakukan aksinya.
"Alah, palingan kamu php doang! Nanti giliran udah bersih aku ajak malah gak mau! Sekarang aja manis banget janjinya! " ucap Dave melancarkan aksi nya.
"Ish, gak percaya banget sih Mas! Dosa kalau aku bohongin suami sendiri! " jawab Tata masih tidak sadar masuk perangkap serigala lapar.
"Apa buktinya?? " tanya Dave lagi minta jaminan.
"Mau bukti apa lagi sih Mas! Apa perlu di rekam semua perkataan aku kita akan mandi bareng saat aku udah bersih, gitu?? " ucap Tata masuk dalam perangkap suaminya.
"Gak juga sih! Mas cuma mau kamu janji aja kalau kamu gak akan pernah nolak setiap Mas minta mandi bareng! Kalau kamu ingkar janji harus di hukum! " jawab Dave menyeringai devil.
"Iya, iya, aku janji! Dah yuk cepetan mandi! " sahut Tata mengiyakan tanpa menyadari janji yang di minta suaminya itu melebihi ekspetasi nya.
Dave tersenyum penuh kemenangan dan ia pun mandi bareng bersama istrinya meskipun ia berada di luar batas penutup shower yang tembus pandang.
Dave menelan ludah melihat istrinya mandi dengan bugil dari arah luar dan ia cepat-cepat mandi agar pikiran tidak terkontaminasi dengan pemandangan yang hanya bisa di lihat matanya saja tapi tidak bisa di sentuh.
Karena ia lagi datang bulan, Tata mandi di bawah shower yang punya pintu yang transparan tanpa menyadari jika ia sudah membuat hasrat suaminya bangkit.
Dave keluar duluan dari kamar mandi karena ia tidak tahan untuk menerkam istrinya itu.
"Aduh, bisa gila aku di kasih pemandangan seperti tadi! Alamat gak bisa tidur ini karena kebayang terus siluet nya di pikiran! Benar-benar istri gak peka banget! Udah tau suaminya gak bisa di pancing kayak gini eh malah ia menjadi-jadi bikin aku tambah pusing aja menahan junior agar gak bangun! " keluh Dave mondar-mandir di dalam kamar.
"Loh Mas.. ! Kalau udah selesai kenapa gak pakai baju duluan? Pakai nungguin aku segala lagi! Yuk aku bantu pakai baju! " tegur Tata saat keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian dalam lengkap.
Dave hanya diam saja dan menuruti istrinya yang menarik tangan nya ke lemari pakaian. Tata dengan telaten membantu Dave berpakaian lalu ia juga makai pakaian nya sendiri.
"Ayo Mas, buruan! Jangan bengong aja! " ucap Tata lagi melihat suaminya hanya bengong saja.
"Di bawa ke rumah sakit mana Anika, Buk! " tanya Tata begitu sampai di ruang keluarga pada Ibuk nya yang sedang duduk bersama Mami Bertha.
"Gak tau Ibuk, Dek! Kita tunggu saja Sandra yang memberitahu nanti! Soalnya Sandra, Kadir dan Nana sudah ikut bersama Anika dan Riko! " jawab Ibuk dengan menepuk sofa di sebelahnya.
"Iya, benar yang di katakan Ibuk kau itu, Tet! Nanti nelpon juga nya si Bontot! " ucap Mami Bertha ikut menjawab.
Dave pergi mencari keberadaan ayah Jamal dan Papi Koh yang sedang mengamati Kayla dan Kana bermain di taman samping selagi Kadir dan Sandra masih di rumah sakit.
Tata duduk di ruang keluarga mengobrol bersama Ibuk nya dan Mami Bertha.
Hingga jam delapan pagi, belum ada juga panggilan dari Sandra membuat Tata lah yang menghubungi nya duluan.
"Halo Tot, di rumah sakit mana klen sekarang! Ditunggu-tunggu sampai sekarang gak juga kau kasih kami kabar! Cemana lah kau ini Tot! " cerocos Tata tanpa henti begitu panggilan nya di jawab.
"Astaga Tet, lupa aku mau kasih tau kalian di rumah! Kami gak di rumah sakit, tapi di klinik bersalin! Gak keburu soalnya Anika udah gak tahan lagi karena sakitnya! Alamat nya di sini... " jawab Sandra dengan menyebutkan alamat klinik bersalin tempat Anika melahirkan.
"Ya udah, kami ke sana sekarang! " ucap Tata sambil mematikan teleponnya.
Tata dan Dave berinisiatif untuk datang saja ke sana bersama Ibuk dan Mami Bertha. Mereka langsung meluncur ke alamat yang di berikan Sandra dengan Dave yang menyetir mobil.
"Jadi ini klinik bersalin nya? Lumayan bagus juga dari luar! Ayo Buk, Mi kita masuk! " komentar Tata saat baru keluar dari mobil melihat bangunan di hadapan nya.
Mereka bertiga masuk duluan karena Dave masih memarkirkan mobil nya dan akan menyusul.
"Mi, Buk, itu Sandra! Ayo kita hampiri dia! " tunjuk Tata ke arah di depannya saat ia melihat Sandra sedang duduk bersama Kadir.
__ADS_1
Mereka pun berjalan cepat menghampiri Sandra dan Kadir.
"Tot...! Cemana keadaan Anika? Dah lahir belom?? " tanya Tata begitu mereka sudah di depan Sandra.
Baru mau menjawab pertanyaan Tata, terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin.
"Oek... Oek.... Oek... Oek.... ! "
"Alhamdulillah... " ucap semua orang dengan wajah lega dan tersenyum bahagia.
"Gimana? Udah lahir anak nya? " tanya Dave yang baru saja datang.
"Alhamdulillah, barusan aja Mas! " jawab Tata dengan wajah bahagia.
"Dari tadi kami di sini gak lahir-lahir si baby! Giliran klen datang langsung lahir dia! Gak sukak kali mungkin dia di tungguin sama kita, Mas! " ucap Sandra dengan wajah cemberut.
Kadir tersenyum kecil mendengar ucapan kekasihnya yang kesal sang ponakan lahir saat Tata datang.
Pintu kamar bersalin terbuka, Riko keluar dengan tampilan yang mengerikan. Rambutnya acak-acakan, baju nya semua kancing terlepas hingga menampakkan kaos dalam nya, lengan nya penuh dengan cakaran kucing garong hingga tampak meninggalkan banyak bekas yang masih ada darahnya sedikit-sedikit.
"Gimana keadaan Anika dan anak kalian Ko? " tanya Tata dengan sangat antusias.
"Alhamdulillah sehat Kak! Baby nya Laki-laki dan lagi IMD di dalam! Nanti mereka berdua akan di pindahkan ke ruang perawatan! " jawab Riko dengan wajah sumringah.
Setelah menjawab pertanyaan Tata, Riko mendudukkan diri di kursi tunggu dengan wajah capek dan lelah.
"Apa yang terjadi? Kenapa penampilan mu jadi seperti ini? Apa ada badai di ruang bersalin? " tanya Dave kepo dan duduk di samping Riko.
"Iya... Perasaan tadi rapi banget, kenapa jadi hancur begini! " tambah Kadir ikut penasaran.
"Ini lebih dari pada badai Bang! Ini gabungan angin topan beliung, badai tornado dan Tsunami! " jawab Riko yang membuat Dave dan Kadir bertambah bingung.
"Maksud mu apa?? " tanya mereka berdua barengan.
"Jika nanti Kak Tata dan Kak Sandra hamil dan mau melahirkan, pastikan dulu jika kuku mereka pendek agar tidak bisa mencakar lengan Abang semua seperti tangan aku ini! Jangan juga mendekatkan kepala kita di dekat kepala istri kita kalau gak mau rambutnya di jambak kayak rambut aku ini, dan juga usahakan gak pakai baju kemeja agar gak di tarik hingga putus semua kancing nya kayak gini! " jawab Riko dengan wajah nelangsa.
Dave dan Kadir saling berpandangan dan tak lama kemudian tawa mereka berdua pecah mendengar jawaban Riko akan apa yang dilakukan Anika padanya di ruang bersalin.
"Huahahaha... "
Riko mendengus kesal karena kakak-kakak iparnya menertawakan nya dengan begitu renyah. Untung saja klinik tersebut lagi sepi sehingga mereka tidak mendapatkan teguran dari para perawat dan bidan yang ada di sana.
"Astaga... ! Perut ku sakit sekali kebanyakan ketawa... ! " ucap Kadir dengan mengusap air mata yang keluar di sudut matanya.
"Iya... Aku juga! Ha... Ha... Ha... ! " jawab Dave dengan masih tergelak hingga wajah nya memerah.
"Tertawa aja kalian sekarang, karena nanti apa yang aku alami kalian rasa kan sendiri! Nanti giliran ku yang menertawakan kalian! " ucap nya dengan hati dongkol setengah mati.
"Buahahaha.... " mereka makin renyah tertawanya mendengar kekesalan Riko.
**Bersambung...
Babang Dave mengambil kesempatan dalam kesempitan rupanya😏😏..
Selamat atas kelahiran anaknya Anika dan Riko baby boy alias baby pokat🤗🤗🤗...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya..
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
Selamat liburan untuk yang liburan Natal dan tahun baru 2023🥳🥳🥳**...