Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Lamaran berujung akad nikah...


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu semua orang pun tiba, baik dari keluarga Dave maupun Tata sama-sama sibuk mempersiapkan segalanya dari sehabis subuh.


Tata ketiduran di kamar paviliun dan terbangun jam 3 dini hari. Ia langsung mengendap-endap memasuki rumah utama seperti seorang pencuri dan langsung menuju kamarnya di lantai atas. Namun rupanya peri keberuntungan Tata sedang merajuk pada saat itu karena ternyata di dalam kamarnya sudah ada Ibuk yang dengan sengaja tidur di kamar Tata menunggu kepulangan Tata dari tempat persembunyian.


Alhasil Tata mendapatkan kuliah umum menjelang waktu subuh mendengar omelan Ibuk sepanjang jalan kenangan. Yah, terimalah nasib mu Tata yang membuat sang ibu negara mengeluarkan titah dan dekrit kerajaan yang tidak bisa di ganggu gugat apalagi di tawar sepuluh ribu dapat tiga.


Sehabis sholat subuh dan membersihkan diri, Sandra dan Susan naik ke lantai atas untuk melihat apakah Tata sudah kembali ke kamar apa tidak. Mereka berdua melongo melihat Tata duduk di atas kasurnya dengan mata terkantuk-kantuk sementara Ibuk masih setia memberikan tausiah nya dengan Mak Ijah yang menyisir rambut panjang Tata duduk di sebelah nya.


"Alhamdulillah kalian sudah bangun! Tolong kalian di sini jagain Tata, dan jangan biarkan dia kabur lagi! Ibuk akan ke bawah untuk mengecek semua persiapan nya sekalian akan memanggil tukang rias agar mereka segera datang dan merias Tata! " ucap Ibuk memberikan perintah pada Sandra dan Susan.


"Ibuk, ini kan hanya lamaran doang! Bukan mau langsung nikah, masa iya pakai di panggil tukang rias segala sih! Adek kan gak suka yang terlalu ribet kayak gini... Lagian masa dandan untuk lamaran aja mesti jam segini sih Buk?? Acaranya kan mulai jam 9, masa iya jam 4.30 sudah mulai dandan! " rengek Tata dengan wajah yang mengiba minta di kasihani.


Namun rupanya rengekan Tata tidak membuat Ibuk menjadi luluh, dan malah membuat Tata semakin cemberut karena di tolak Ibuk mentah-mentah.


"Gak usah banyak kali lah ceritamu! Cukup diam dan menurut aja sama Ibuk! Adek terima beres aja semuanya! Ayo Ijah kita cek semuanya sebelum calon besanku datang! " jawab Ibuk sambil berjalan keluar kamar.


Sepeninggalan Ibuk dan Mak Ijah keluar kamar, Sandra dan Susan langsung mengerubungi Tata seperti semut duduk sama-sama di atas kasur.


"Kemana aja kau semalam pauk! Keliling kami berdua cariin kau di suruh Ibuk! Kami kira kau minggat gak mau kawin sama si Babang Bule? " cerca Sandra dengan menoyor bahu Tata.


"Berondok lah aku! Malas kali lah aku di suruh spa ini spa itu! Klen berdua kan tau sendiri kalau aku paling tidak suka kalau ada yang mengutak-atik badanku lebih dari satu orang, walaupun itu sama-sama perempuan! " jawab Tata dengan malas.


"Dasar lah kau ini! Berondok gak ngajak-ngajak! " ucap Susan juga ikutan menoyor bahu Tata.


"Bah, mau ikut berondok jugak kau rupanya? " sahut Sandra heran.


"Ya iyalah kalau diajak si Butet semalam! Cuma gak diajak nya aku, alhasil aku yang di repetin Ibuk gara-gara dia menghilang bagaikan angin keluar dari pantat! " ucap Susan seenak udelnya.


"Kentut itu namanya! Lagian gak cuma kau aja semalam yang di omelin Ibuk pauk, aku juga! " sahut Sandra dengan menempeleng pelan kepala Susan.


"Woi, kenapa klen malah sibuk begaduh sih! Udah pening aku makin tambah pening! " pekik Tata dengan sangat geram.


Mereka berdua langsung terdiam, namun hanya sesaat karena Sandra kembali kepo bertanya kepada Tata.


"Eh Tet, ngomong-ngomong dari kapan Ibuk di kamar kau? Betah kali kuping mu dengar tausiah Ibuk tanpa banyak protes? " tanya Sandra dengan muka penasaran.


"Dari jam 3 pagi! " jawab Tata tiba-tiba kembali gondok.

__ADS_1


"Dari jam 3 pagi Ibuk di kamar kau?? " tanya Sandra lagi dengan wajah tidak percaya.


"Kenapa pulak aku boong! Bahkan dari jam 3 tadi juga Ibuk tidak berhenti memberikan kuliah umum menjelang subuh tentang apa yang boleh dan tidak boleh perempuan lakukan ketika akan memulai hidup baru meskipun dulu ia sudah pernah menikah! Klen bayangin aja gimana aku gak berkutik selama satu jam setengah di ceramahi sepanjang jalan kenangan gatot subroto hingga ke jabodetabek tanpa berhenti sebentar! " jawab Tata curhat panjang lebar dengan wajah cemberut.


Untuk sesaat Sandra dan Susan hanya terdiam bengong mendengar cerita Tata, namun tiba-tiba terdengar pecah tawa Sandra dan Susan yang menertawakan kesialan Tata yang langsung di beri hadiah kuliah singkat setelah keluar dari tempat persembunyian.


"Huahahaha.....Gak bisa aku bayangin gimana panas nya kuping kau Tet mendengar omongan pelan Ibuk tapi nyelekit di hati selama satu jam setengah itu! Buahahaha.... Aduhh... Aduhh... Sakit perut aku ketawa kayak gini! " ucap Sandra dengan masih tertawa terbahak-bahak di atas kesialan Tata.


"Iya.... Ibuk ngomel memang lembut dan gak ngegas kayak si Bontot kalau ngomel! Tapi kata-katanya itu loh ya yang tajam setajam pedang samurai dan langsung ngena kali di hati! Ha.... Ha.... Ha... " sahut Susan juga tertawa kencang sambil mengusap air matanya yang keluar karena terlalu lama tertawa.


"Dasar sahabat lacnut! Ketawa aja klen, ketawa sampai puas! Sampai kering itu gigi! " omel Tata keki di ketawain sahabat-sahabatnya.


Mendengar omelan Tata tidak membuat tawa mereka berhenti, justru membuat Sandra dan Susan semakin kencang tawanya menertawakan Tata yang merajuk.


Gelak tawa mereka terhenti dengan kedatangan Ibuk masuk ke dalam kamar di ikuti tiga orang wanita yang membawa sebuah koper ukuran sedang berjalan di belakang Ibuk dan ikut masuk kamar.


"Ini dek anak saya! Tolong bikin cantik mempesona biar calon suaminya nanti tambah klepek-klepek pengen cepat kawin! Kalian bertiga, ini Mbak Luna dan dua asistennya yang akan membuat kalian beda dari biasanya! " ucap Ibuk dengan tersenyum lebar.


"Kok kita sih Buk? Kan Tata yang mau di rias? " jawab Sandra dengan heran dan bingung.


"Siapa yang bilang kalau cuma Tata aja yang akan di rias? Kalian berdua juga! Dan kalian berdua akan selalu bersama Tata, menjaga Tata biar gak kabur sampai keluarga pihak laki-laki datang! " ucap Ibuk dengan senyum mengembang.


"Ya iya lah... Dah gak usah banyak protes dan nikmatin aja prosesnya! Silakan dek, di rias mereka bertiga! " jawab Ibuk sambil keluar dari dalam kamar.


"Huahahaha..... Rasain klen.... Syukurin....... " giliran Tata yang tertawa terbahak-bahak melihat wajah lesu dan cemberut Sandra dan Susan.


"Nasib.... Nasib.... Apes aku datang ke sini! " keluh Sandra dengan wajah pasrah.


"Gara-gara kau lah Tot, ngebet kali ngajak aku naik ke lantai atas! " gerutu Susan dengan manyun menyalahkan Sandra.


Mereka berdua saling menyalahkan dan membuat tawa Tata semakin kencang sambil mengeluarkan air mata di sudut matanya. MUA yang bernama Luna langsung mengeksekusi wajah Tata untuk di rias, begitu juga dengan dua asistennya yang mengeksekusi wajah Sandra dan Susan yang masih gondok dan kesal merutuki diri sendiri masuk ke kamar Tata.


Tepat pukul 8.00 waktu setempat, Dave dan keluarga nya tiba di villa milik Tata.


"Eh Bro, kita mau lamaran bukan mau langsung akad nikah kan?? " tanya Arkan dengan wajah kaget melihat dekorasi villa Tata dengan tenda berhiaskan berbagai macam bunga dan hiasan lainnya.


"Ya lamaran lah, tepatnya lamaran secara resmi di depan semua keluarga! " jawab Dave yang masih memainkan ponsel nya.

__ADS_1


"Kalau hanya lamaran kenapa dekorasinya meriah kayak gini? Mana banyak tenda nya lagi di hias bunga-bunga kayak tenda orang mau nikahan. " ucap Arkan lagi yang mana langsung membuat Dave mendongakkan wajahnya dan melihat kearah luar.


Dave langsung melongo dan langsung membuka kaca mobilnya untuk memastikan jika penglihatannya gak salah. Tidak hanya Dave dan Arkan yang kaget dan heran, semuanya keluarga besar Dave yaitu Mami Papi, Eyang, Pakde Bude, Grandfa Grandma, dan sepupu nya Dave juga ikutan kaget melihat dekorasi villa Tata yang begitu mewah dan meriah hanya untuk ukuran sebuah acara lamaran.


"Yu, kita gak salah tempat kan? Atau jangan-jangan kita salah rumah lagi? Ini kayak rumah orang mau nikahan, bukan mau lamaran kayak kita? " tanya Eyang Putri dengan agak pelan kepada Mami Sita.


"Iya Yu, benar tuh kata Ibuk! Jangan-jangan kita salah masuk rumah! " sahut Bude Ditha membenarkan ucapan Ibuk nya.


"Ayu gak salah rumah Buk, Mbak yu! Emang villa nya Tata ya ini lah! Ayu juga heran dan bingung kenapa suasana nya jadi agak meriah dan bagus kayak gini seperti mau pesta nikahan saja! " jawab Mami Sita juga sangat bingung.


"Sudah... Sudah.... Mendingan kita masuk aja lah dulu, biar nanti kita tanyakan apakah ada yang mau menikah di rumah ini! " sahut Eyang kakung mengambil inisiatif untuk berjalan kearah pintu masuk tamu.


Ayah Jamal yang keluar langsung menghampiri dan menyambut kedatangan rombongan keluarga Dave bersama dengan Anika dan Riko dengan pakaian yang warnanya senada.


"Selamat datang Keluarga besar Nak Dave! Ayo-ayo silahkan masuk.... " ucap Ayah Jamal dengan ramah dan tersenyum lebar sambil menyalami yang laki-laki satu persatu.


"Ayo Babang Bule masuk! Pasti gak sabaran mau ketemu Kak Tata, ya kan??? " goda Anika dengan santai bergelayut manja di lengan Dave dengan perut buncit nya.


Karena sudah tidak kaget lagi dengan tingkah Anika, Dave membiarkan saja Anika bergelayut seperti seorang istri yang menjaga suaminya dari para pelakor yang berserakan di mana-mana.


Riko hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya dan ia mempersilakan semua keluarga Dave masuk ke dalam rumah karena kursi di tenda hanya untuk tamu yang ada di sekitar villa yang sengaja mereka undang agar ikut mendoakan Tata dan Dave nantinya.


Begitu Mami Sita dan keluarga besarnya duduk di kursi yang sudah di sediakan, Ibuk Tata datang bersama Mak Ijah dan Nana dengan tersenyum lebar dan ramah menghampiri mereka semuanya.


"Selamat datang di rumah kami yang sederhana ini Besan, Bapak Ibuk dan semuanya! Maaf jika yang ada di sini membuat kalian semuanya heran dan bingung. Bolehkah saya meminta sesuatu di hari ini pada kalian semuanya terutama kedua besan dan terutama Nak Dave sendiri! " ucap Ibuk Tata dengan penuh kelembutan.


"Terimakasih atas sambutannya Jeng Besan! Jujur saja kami semuanya bingung dan takut salah masuk rumah! Kok saya rasanya deg-degan dengan permintaan Jeng Besan ya? Takut gak bisa mengabulkan? " jawab Mami Sita dengan agak was-was.


"Gak usah tegang gitu kok Jeng! Saya selaku orang tua Tata satu-satunya hanya minta agar hari ini nak Dave bukan hanya melamar Tata secara resmi tetapi langsung melakukan ijab qabul pada Tata alias nikah siri terlebih dahulu! " ucap Ibuk mata dengan penuh keyakinan dan penuh harap.


"Apaaaa?????? " ucap Arkan yang langsung kaget dan berteriak kencang.


Bersambung...


Nah loh.... Nah loh..... kenapa justru Arkan yang berteriak kaget??? Acara lamaran berubah menjadi akad nikah langsung...


Kira-kira Dave mau kagak ya di minta nikahin Tata langsung? Gak cuma hanya lamaran aja!

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2