Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Salah tangkap.


__ADS_3

Arkan terlihat menghubungi seseorang dan tidak lama setelah itu, datang dua buah mobil dan turun beberapa pasukan dengan pakaian serba hitam lengkap dengan atribut mereka dan senjata api.


Salah satu yang mungkin ketuanya membungkuk hormat pada Arkan dan mereka berbincang sejenak. Arkan lalu membawa orang itu ke hadapan Dave dan lagi-lagi ia membungkuk hormat kepada Bos yang sebenarnya.


Seseorang keluar dari mobil membawakan beberapa barang, lalu menyerahkannya kepada Arkan.


"Pakai ini Bro.. ! Rompi anti peluru, hanya untuk berjaga-jaga saja! " ucap Arkan saat menyerahkan satu ke tangan Dave dan satu lagi kepada Henry.


Dave dan Henry memakainya dengan cepat begitu juga dengan Arkan memakainya lengkap dengan senjata api yang ia selipkan di pinggang. Dave memilih senjata api yang ia mau dengan mencobanya dan Henry juga mengambil satu lalu menyelipkan nya di pinggang.


Lion yang melihat aktivitas mereka hanya diam memperhatikan saja, karena ia tidak perlu aktivitas apapun. Dibalik pakaian nya sudah lengkap senjata yang akan ia gunakan untuk menghabisi musuh berupa belati dan beberapa shuriken yang selalu siap.


Dave melipat lengan bajunya hingga ke siku dan ia terlihat gagah dengan memakai rompi anti peluru, di tambah lagi dengan wajah tampannya yang dingin dan datar.


...****************...


Di Markas Geng Cobra.


King Cobra yang sudah selesai membersihkan diri dari sisa-sisa perempuan malam yang ia pakai tersenyum senang karena sebentar lagi ia akan bersenang-senang dengan perempuan cantik seperti Tata.


"Buka pintunya! " perintahnya pada penjaga ruangan tempat Abeth di tahan.


Anak buahnya langsung membuka kan pintu tersebut dan King Cobra masuk dengan seringai mesumnya sembari menggosokkan telapak tangannya.


Abeth yang ketakutan langsung gemetaran dengan mata terpejam dan masih tertutup hoodie jaket Tata.


"Hallo cantik?? Apa kau sudah bangun? Saat ini kau ada di istana ku, dan sebentar lagi kita akan bersenang-senang berdua! Aku akan membuatmu mengerang di bawah kungkungan ku! Ha... Ha.... Ha.... ! " ucapnya dengan tertawa mesum dan mata penuh nafsu.


Abeth semakin bergidik ngeri dan ketakutan jika tubuhnya di sentuh penjahat itu. Ia semakin banyak berdoa dalam hatinya agar penjahat mesum ini segera pergi dari harapan nya.


"Ya Allah.... Tolong lah aku! Aku tidak sudi tubuhku di sentuh penjahat ini? Lebih baik aku mati saja dari pada tubuh ku di sentuh dan di jamah nya! " batin Abeth dengan menangis tertahan.


King Cobra mendekati Abeth, duduk di atas ranjang dekat Abeth di ikat dan dengan lancangnya membelai kaki jenjang Abeth yang tertutup celananya. Abeth semakin ketakutan saat tangan penjahat itu membelai kaki nya dan naik lagi membelai lengan nya.


"Buka ikatannya! Aku tidak mau cantik ku kesakitan seperti ini! Aku ingin kita bersenang-senang bersama dan saling melengkapi memberikan kepuasan! " perintahnya pada anak buahnya yang memang masih berdiri tegak di depan pintu.


"Baik ketua! " jawab nya patuh.


Ia lalu mendekati Abeth dan membuka ikatan pada kakinya, tangannya. King Cobra kemudian mendekati wajahnya, menyingkirkan hoodie yang menutupi rambut nya. Ia mengernyit kan dahinya saat melihat rambut pirang kecoklatan milik Abeth, ia lalu dengan cepat meraih wajah Abeth dan kaget melihat orang yang ia mau begitu berbeda.


"Siapa kau! Bagaimana bisa kau yang ada di sini? " ucap nya dengan mata berkilat amarah.


"K-kau yang siapa? Kenapa k-kau menculik ku? " jawab Abeth dengan suara bergetar menahan tangis.


"Penjagaaaaa! " teriak King Cobra seraya turun dari atas kasur dengan tegak pinggang.


Penjaga yang memang masih berdiri tampak ketakutan dan menunjukkan wajah nya tidak berani mengangkat wajah nya.


"Jelaskan padaku bagaimana perempuan nya berubah?? " tanyanya dengan garang dan mata melotot tajam.


"Ma-maaf Ketua! Sedari tadi saya menjaga di depan tidak ada yang masuk ataupun keluar! Dari awal Adi dan Emo yang membawa perempuan itu masuk ke dalam ruangan ini juga tidak mengatakan apapun! " jawab nya dengan tangan gemetaran.

__ADS_1


"Panggil mereka berdua ke sini! Cepat!! " perintahnya lagi dengan berteriak kencang.


Penjaga tersebut langsung berlari sebelum Ketuanya semakin marah, ia mencari keberadaan temannya yang membawa Abeth. Ia langsung menarik Adi dan Emo yang sedang duduk bersama teman-teman nya yang lain bermain kartu di ruang depan.


"Cepatlah ikut aku! Ketua memanggil kalian sekarang juga! " katanya sambil berjalan cepat.


Adi dan Emo juga ikutan berjalan cepat mengikuti kemana arah mereka berdua di bawa. King Cobra masih di dalam ruangan tersebut dengan wajah merah padam menahan amarah berjalan hilir mudik.


"Mereka datang Ketua! " ucap Penjaga saat Adi dan Emo sudah di ruangan itu.


"Kalian berdua! Perhatikan wajah perempuan itu baik-baik! Kenapa wajahnya berbeda dengan yang di dalam foto, Hah! Jelaskan kenapa?? " teriak King Cobra dengan suara menggelegar.


Adi dan Emo langsung melihat ke arah Abeth, mereka berdua sama-sama kaget karena orang yang mereka tangkap berbeda dengan yang mereka lihat dan mereka incar.


"Sumpah Demi apapun Ketua! Dari awal kami mengintai perempuan yang di dalam foto, dan kami juga sudah yakin karena perempuan itu sepanjang hari memakai jaket ini! " jawab Emo dengan sangat yakin.


"Terus kenapa sekarang perempuan nya berbeda, hah??? Kau pikir ia bisa berubah wajah saat ia kau tangkap, begitu?? " bentak King Cobra dengan mata berkilat amarah.


"Ma-maaf Ketua! Ka-kami juga tidak tahu ! Dan seperti nya kami salah ambil target, karena waktu itu ada dua orang sewaktu di dalam toilet. Ka-kami tidak tau jika kami menangkap orang yang salah! " ucap Adi dengan tangan gemetaran dan menundukkan kepalanya.


"Kalian memang tidak becus!! Bugh.. Bugh.... Bugh.... Bugh... " teriaknya dengan memberikan tendangan pada Adi dan Emo secara bertubi-tubi.


Abeth yang melihat kekerasan di depan matanya semakin ketakutan, ia meringkuk seraya memeluk erat lututnya dengan menangis.


"Diam kau! Kalau kau menangis lagi, aku tidak segan-segan untuk menghabisi mu sekarang juga! " bentak King Cobra pada Abeth dengan keras.


Abeth langsung menggigit bibirnya agar suara tangisan nya tidak kencang, namun saking takutnya bibirnya berdarah karena ia terlalu kuat menggigit bibirnya. Ia masih menggigil ketakutan dan memejamkan matanya karena tidak ingin melihat penjahat tersebut bertindak anarkis pada bawahannya.


Setelah puas memberikan Adi dan Emo sedikit pelajaran, King Cobra langsung keluar dari ruangan itu menuju ruangan nya.


Penjaga mengangguk paham dan ia kembali ke dalam ruangan untuk membantu kedua temannya berdiri karena sudah terkapar di hajar Ketua mereka.


...****************...


Tata dan Tiger akhirnya sampai di titik lokasi tempat Abeth di culik. Ia turun dari Rossi seraya melepas kan helmnya. Ia lalu menekan kembali tombol on pada earphones yang masih terpasang di telinga nya.


"Bagaimana keadaan di dalam, Angel? Apakah sebanyak penjaga di luar ini? " tanya Tata pada Angel.


"Banyak Kak, kakak harus hati-hati jika ingin menyelinap masuk! Mereka bersenjata dan selalu berkeliling setiap lima menit sekali secara bergiliran! Banyak ruangan di bangunan ini, dan aku tidak tahu yang mana ruangan mereka menyekap kakak ipar kakak karena tidak ada CCTV yang mengarah ke sana! Hanya saja titik chip yang ada di kantong jaket kakak ada di ruangan ke enam dari dua lorong sebelah kanan. Aku juga tidak tahu apakah ada Kakak ipar kakak di sana atau hanya jaket kakak saja! " jawab Angel memberikan laporannya.


"Baiklah... Terimakasih! Tolong hubungi Lion supaya membawa suami ku ke lokasi ini setelah aku masuk ke dalam! " ucap Tata memberikan perintah kembali pada Angel.


"Baik kakak! " jawab Angel patuh dari seberang sana.


Tata meminta Tiger untuk mengumpulkan orang-orang nya guna memberikan strategi dan rencana-rencana untuk menghabisi musuh di depan mata. Ia lalu mengokang senjatanya sebelum menaruhnya kembali di kedua sisi pahanya.


"Apa kalian siap? Bergerak sesuai aba-aba dari ku karena dugaan ku di dalam sana jumlah mereka masih banyak! " ucap Tata sambil bertanya kepada orang-orang nya.


"Siap Nona! " jawab mereka pelan dengan menganggukkan kepala dengan mantap.


"Ayo jalan ! Tiger, tetap berada di belakangku! " perintah Tata sambil berjalan mengendap-endap menuju sarang musuh.

__ADS_1


Ia memberikan tanda agar berhenti dengan tangannya, lalu ia dan Tiger berjalan diam-diam mendekati dua orang penjaga dan Tata menepuk bahu penjaga tersebut, saat penjaga itu menoleh, Tata dengan cepat menaiki punggungnya dan memelintir dagunya hingga berbunyi "Krek" dan patah. Satu tumbang, dan satu lagi juga tumbang karena lehernya kena tebasan pedang katana yang di bawa Tiger di punggung.


Tata memberikan tanda pada anak buahnya untuk menyingkirkan dua orang tadi agar tidak ketahuan begitu yang lain datang berpatroli. Lima menit kemudian, dua orang lagi datang dan kembali bernasib sama dengan dua yang sebelumnya, tumbang di tangan Tata dan Tiger. Begitu seterusnya hingga semua musuh yang sudah mereka habisi berjumlah 20 orang.


Setelah yakin jalan masuk aman, Tata memberikan isyarat lagi agar anak buahnya masuk secara bergantian hingga terakhir dirinya dan Tiger.


"Lumpuhkan semua musuh dan jangan sampai kalian lengah! Lindungi satu dengan yang lainnya karena kerja sama tim itu yang paling utama! Kau, bawa mereka ke arah selatan! Kau, bawa mereka ke arah barat! Tiger, bawa mereka ke arah timur! Dan aku sendiri akan mencari keberadaan kakak ku! Ingat untuk berhati-hati! " titah Tata memberikan perintahnya.


"Baik Nona! " jawab mereka dengan mengangguk paham.


"Kak, hati-hati ! " ucap Tiger sebelum pergi.


Tata menganggukkan kepala nya dan langsung melesat pergi mencari ruangan Abeth di sekap. Mereka semua berpencar untuk menghabisi musuh.


Sambil berjalan, Tata memasang peredam suara pada senjatanya agar saat terjadi penembakan tidak ada suara berisik yang memancing siapa pun. Ia berjalan menyusuri semua ruangan untuk menemukan keberadaan Abeth.


Di lokasi yang berbeda, Lion mendapatkan sinyal dari Angel melalui pesan pada ponsel nya titik lokasi yang sebenarnya.


"Ayo kita ke sana sekarang! Kak Tata sudah masuk duluan ke sarang musuh! " ucap Lion memberitahu Dave dan pasukan nya.


"Oh Shitt.. !! " umpat Dave pelan.


Semua orang bergegas memasuki mobil masing-masing dan langsung tancap gas dengan kecepatan penuh agar tidak terlambat sampai di sana.


Sementara itu, King Cobra sedang duduk santai di ruangan nya sembari meminum anggur untuk meredam emosi yang bergejolak di dadanya.


"Dasar bawahan bodoh! Bisa-bisanya mereka membawa target yang salah! Aku tidak mau uang ku hilang! Pokoknya perempuan cantik itu harus aku dapatkan! Harus! " ucapnya dengan mengumpat bawahannya itu.


"Tapi kalau di pikir-pikir perempuan itu cantik juga! Wajah Bule nya, postur tubuhnya yang juga bagus seperti perempuan yang di foto! Lumayan juga untuk senang-senang sebagai pengganti sementara sampai perempuan yang aku mau di dapatkan! Ha... Ha.... Ha... ! Tangkapan yang tidak sia-sia meskipun salah orang, yang penting aku bisa bermain-main bersama nya! " tambah nya lagi dengan tertawa terbahak-bahak dengan wajah mesum nya itu.


Ia lalu keluar dari ruangannya dan berteriak memanggil anak buahnya.


"Hei kalian semua! Bawa perempuan di ruangan itu ke ruangan khusus tempat aku bersenang-senang! Kalian harus berjaga-jaga agar tidak ada yang mengganggu kesenangan ku di dalam! " teriaknya dengan wajah garang.


"Baik Ketua! " jawab mereka juga berteriak patuh.


King Cobra berjalan duluan ke ruangan khusus ia menghisap madu perempuan yang menjadi target nya selama ini. Ia menggosokkan telapak tangannya dengan tersenyum mesum, sungguh sangat menjijikkan untuk di lihat.


Dua orang anak buahnya memasuki kamar Abeth dan memegang lengan Abeth kiri kanan agar berdiri.


"Ayo berdiri! Ketua ingin bersenang-senang dengan mu! Dan jangan melawan jika kau masih ingin hidup! " bentaknya pada Abeth.


"Hiks... Hiks... Hiks.... Aku mohon lepaskan aku! Apa salah ku pada kalian! Aku tidak mau Ketua kalian yang menjijikkan itu menjamah ku! Aku mohon lepaskan aku! " Abeth menangis sambil memohon dan berusaha untuk berontak.


Karena ia hanya wanita yang lemah, semua yang ia lakukan hanya sia-sia karena pegangan mereka berdua pada lengannya sangat kuat dan erat.


Di sisi lain, satu per satu anggota geng Cobra tumbang di buat orang-orang nya Tata yang di latih langsung oleh Tiger.


"Brengsek! Kenapa banyak sekali ruangan di bangunan ini? Ya Tuhan... Dimana Kak Abeth? Mudah-mudahan aku tidak terlambat menyelamatkan nya! " umpat Tata kesal sembari berdoa.


Bersambung....

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat weekend bersama keluarga tercinta...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2