Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Berkenalan keluarga besar!


__ADS_3

Setelah bercengkrama bersama sahabat gesrek nya, Tata di bawa Dave untuk di perkenalkan dengan Grandfa dan Grandma nya yang duduk bersama Aunty dan Uncle nya serta sepupunya.


"Sayang, kenalin ini orang tuanya Papi! Grandfa Luis dan Grandma Elizabeth yang biasa dipanggil Grandma Eliz. Dan ini adik Papi Aunty Daniela atau aunty Ela dan suaminya Uncle Brandon atau uncle Brad. Dan ini sepupu aku Giselle dan Marcell. " ucap Dave dengan semangat memperkenalkan Tata kepada mereka semuanya.


"Hallo Grandfa, Grandma, Aunty, Uncle, Giselle dan Mercell... Selamat datang di keluarga Tata, dan Terimakasih sudah datang ke sini dan ikut merestui pernikahan kami ! Mohon doa nya agar pernikahan ini menjadi pernikahan terakhir untuk kami berdua! Silakan cicipi hidangan yang tersedia di sana ya Grandfa, Grandma dan semuanya! Jangan merasa malu dan sungkan karena mulai hari ini kita adalah keluarga! " ucap Tata ramah dan sopan dengan bahasa Inggris yang fasih dan lancar.


"Amazing.... Grandma menyukaimu sayang! Pintar sekali Dave memilih seorang istri! " jawab Grandma Eliz dengan wajah kagum dan langsung berdiri dan memeluk Tata dengan erat.


Tidak hanya Grandma yang kagum pada Tata, Grandfa dan Aunty dan Uncle nya juga menatap Tata penuh kekaguman. Tidak hanya cantik dan sopan tetapi pintar dalam mengambil hati mereka semua. Grandfa dan Aunty ikutan memeluk Tata dan mencium pipi Tata dengan penuh kasih. Begitu juga dengan Uncle Brad dan Giselle. Namun pada saat Marcell akan memeluk Tata, Dave langsung menarik Tata kesamping sehingga ia memeluk Dave dan bukan memeluk Tata.


"Bukan muhrim! Enak aja main peluk istri orang! " ucap Dave posesif dengan logat Inggris nya kepada sepupunya Marcell.


"**** you! " balas Marcell dengan kesal dan memukul bahu Dave.


"Marcell! Jaga bicara mu! " tegur Aunty Ela dengan tajam dalam bahasa Inggris.


"Aku membencimu Dave! " teriak Marcell dengan marah kepada Dave.


"Oh aku mencintaimu sepupuku sayang! " jawab Dave dengan santai mengejek Marcell.


Tata hanya geleng-geleng kepala melihat Dave menjahili sepupunya yang baru berusia 15 tahun itu. Dengan gesit Tata berjalan mendekati Marcell dan memeluk nya erat dengan akrab.


"You lose.... " ejek Marcell kembali mengejek Dave dengan tertawa devil begitu Tata mendekat dan memeluk nya dengan erat sambil memberikan jempol kebalik untuk Dave.


"Dasar anak kecil! " umpat Dave dengan wajah cemberut.


Grandma dan Grandfa terkekeh kecil melihat aura permusuhan antara Dave dan Marcell yang sama-sama memperebutkan Tata yang memeluk Marcell.


Setelah memperkenalkan Tata kepada keluarga Papi nya, Dave membawa Tata menemui keluarga Maminya yaitu Eyang dan Pakde Bude nya.


"Sayang, kenalin ini Eyang kakung Raden Wijaya Natakusuma dan istrinya Eyang Putri Ratna Galuh Prameswari. Dan ini Kakak laki-laki Mami Satu-satunya Pakde Toto alias Raden Suwito Natakusuma dan Bude Galuh Parwati istrinya. Ini kakak perempuan Mami yang pertama Bude Ditha alias Raden Ayu Aninditha Maheswari dan Pakde Vian alias Malviano Bimantara. Ini kakak perempuan kedua Mami Bude Rini alias Raden Ayu Asmarini Maheswari dan Pakde Hasan alias Ahmad Hasanuddin Palakka ! " ucap Dave memperkenalkan mereka satu persatu secara lengkap kepada Tata.

__ADS_1


Tata dengan hormat dan takzim menciumi tangan kanan mereka semuanya satu persatu.


"Duh ayu ne... Apik tenan koe milih bojo tole, tole... " ucap Eyang Putri dengan wajah berbinar dan menatap lekat Tata dengan tersenyum lebar.


Ia bahkan tidak canggung mengusap pipi mulus Tata dan menciumi nya dengan penuh kasih sayang. Tak hanya Eyang Putri, ketiga Bude Dave langsung menyingkirkan Dave dan membawa Tata duduk di dekat mereka. Mereka tak henti-hentinya mencubit gemes pipi Tata seolah-olah Tata itu sebuah boneka yang menarik perhatian mereka.


"Ayu bilang kamu sudah pernah menikah sebelumnya ya Nduk? Kenapa aku kok rasanya kayak melihat seorang gadis yang baru nikah pertama kali?? Aura mu sungguh kuat terpancar koyo bunga yang baru saja mekar! " ucap Bude Wati ceplas-ceplos.


"Hush.... Sembarangan ngomong asal geplak wae! " tegur Eyang Putri dengan wajah tidak enak sambil menepuk pelan bahu Bude Wati.


Tata yang merasa omongan Bude Wati tidak salah sama sekali langsung menjawab dengan lembut dan sopan.


"Gak papa kok Eyang... Kan Bude hanya bertanya dan Tata gak masalah ataupun tersinggung sama sekali! " jawab Tata dengan tersenyum manis.


"Duh..... Adem nya ati ku dengar kata-katamu Nduk! " sahut Bude Wati dengan wajah makin berbinar kagum.


"Tapi opo yang dikatakan Mbak yu Wati ada benarnya loh Buk! Aku yo koyo mroso koyo ngono ngeliat koe Nduk! Aura koe memang sangat terang dan jernih! " tambah Bude Rini ikut membenarkan ucapan kakak iparnya.


"Bude terlalu memuji Tata! Nanti Tata malah besar kepala lagi! " jawab Tata tersipu malu.


"Bude bicara fakta menurut penglihatan Bude loh Nduk! " jawab Bude Rini dengan wajah serius.


"Sudah.... Sudah... Mau auranya terang ataupun jernih, yang jelas sekarang Tata sudah menjadi bagian keluarga kita! Oya Nduk, kalau boleh tau koe kok mau sih sama keponakan Bude yang rada gesrek dan bangkotan kayak gitu? Bude yakin banget nih kalau koe umurne masih 25an! " sahut Bude Ditha ikutan bicara.


"Weh... Enak aja Bude bilang aku bangkotan! Aku masih 31 baru masuk 32, masih fresh dan kuat! Enak aja bilang aku bangkotan! Bikinin Bude cucu tiap tahun aja aku sanggup! " protes Dave dengan keras.


"Ha.... Ha.... Ha..... Dengar rupanya orangnya! Emang nya koe kira enak melahirkan tiap tahun! Koe aja yang hamil jangan Tata! " jawab Bude Ditha dengan terkekeh kecil.


"Alhamdulillah Tata umur 26 lebih Bude, Empat bulan lagi baru masuk 27. " jawab Tata tersenyum ramah.


"Nah, benarkan Bude bilang! Tata nya masih fresh gini dan masih muda lagi! Sayang aja anak-anakku masih cilik-cilik, kalau gak udah tak ambil sebagai mantuku! " ucap Bude Ditha dengan enteng.

__ADS_1


"Iya, Mbak yu! Aku juga, sayangnya aku juga punya anak lanang cilik ! Coba kalau aku punya sing gede, langsung aku rebut aja tak jadiin mantuku! " sahut Bude Rini tidak mau kalah.


"Aku gak mau toh! " ucap Bude Wati yang membuat ipar-iparnya terheran-heran dan kaget mendengar ucapan Bude Wati.


"Loh, Mbak yu gak mau toh jadiin Tata menantu kalau anak Mbak yu gak masih cilik! " tanya Bude Rini dengan wajah kaget.


"Siapa yang bilang gak mau! Mbak cuma gak mau saran amukan Ayu kalau dia tahu kita mengincar mantunya! " jawab Bude Wati santai.


Bude Ditha dan Bude Rini sontak tergelak mendengar alasan Bude Wati dan membuat Tata ikutan tersenyum kecil melihat kekompakan ipar dan kakak mertuanya ini.


"Ngapain Mbak yu ketawa kencang kayak gitu? Pasti lagi ngomongin aku? " tebak Mami Sita yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Siapa yang ngomongin kamu sih Yu! Geer banget! " jawab Bude Rini dengan tersenyum simpul.


"Iya.... Orang lagi ngomongin Tata sama Dave! " tambah Bude Ditha membela Bude Rini.


"Bude Bohong Mi! Mereka merencanakan untuk merebut Tata dari Mami untuk di jadiin mantu mereka! " jawab Dave sebagai kompor meleduk mengompori Mami nya.


"Dasar ponakan durkahim! Bude ambil beneran baru tahu rasa! " omel Bude Rini sambil berdiri dan menjewer telinga Dave.


"Aduhh Bude.... Sakit! Dave kan sudah gede Bude... Masa iya di jewer kayak anak kecil aja! Bude mah galak nya gak berubah! " ucap Dave meringis kesakitan.


"Alah cemen! Orang Bude jewer nya pelan kok! Bilang aja mau cari perhatian Tata! " jawab Bude Rini dengan sinis.


"Nah, itu Bude tau! " jawab Dave tersenyum jahil.


"Udah ah perkenalkan nya! Kapan-kapan di sambung lagi! Dave mau ada perlu dulu dengan istri Dave! " ucap Dave dengan langsung menarik tangan Tata dan pergi dari hadapan Bude dan Eyang nya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat weekend bersama keluarga readers....

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2