Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
66. Pesta sederhana versi orang kaya


__ADS_3

Di sebuah rumah bergaya Jawa kuno..


"Pi, ayo cepetan makan nya! Kita harus menemui calon menantu kita di restoran. Mami udah gak sabar pengen ngundang dia di acara ultah Abeth nanti! " desak Mami Sita kepada Papi Dayton.


"Iya, sebentar Mami! Nanti keselek ini Papi! " jawab Papi Dayton dengan logat Bule nya.


"Ish, Papi lelet banget makannya! Dasar jompo! " omel Mami dengan pelan, takut kedengeran sang Papi.


Papi Dayton pun segera meminum minuman yang terakhir agar tenggorokannya gak seret. Ia kemudian menyusul istrinya yang sudah keluar rumah duluan menunggu di samping mobil dengan berkipas-kipas cantik.


Melihat suaminya sudah keluar, Mami Sita langsung masuk ke dalam mobil karena sopirnya juga sudah standby di dalam mobil.


Papi Dayton pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping istrinya itu.


Mobil secara perlahan meninggalkan rumah mereka menuju restoran tempat Tata bekerja.


Begitu sampai di sana, Mami Sita langsung keluar dari mobil bersama Papi Dayton. Mereka langsung memasuki restoran untuk bertemu dengan Tata.


"Permisi Dek! Bisa bertemu dengan owner restoran ini, nak Tata? " tanya Mami Sita kepada salah satu karyawan yang bertugas menyambut pelanggan.


"Bisa, Bu! Ayo saya antar ke ruangan Bu Tata! " jawab karyawan itu dengan ramah.


Karyawan itu berjalan dengan Mami Sita dan Papi Dayton yang ikut dari belakang. Karyawan itu langsung mengetuk pintu dan terdengar suara dari dalam.


"Bu, ada tamu yang mau nemuin Bu Tata! " ucap karyawan tersebut kepada Tata.


"Langsung suruh masuk ya Sa! " jawab Tata tanpa menoleh dari layar laptopnya.


Karyawan yang di panggil Nisa itupun mempersilahkan tamu Tata untuk masuk ke ruangan Tata.

__ADS_1


Mendengar suara langkah yang masuk ke ruangan nya, Tata mendongakkan kepala nya dan sangat terkejut melihat siapa tamu nya.


"Loh, Mami, Papi? Ayo masuk! Silahkan duduk! " ucap Tata kaget dan langsung bangkit dari singasana nya dan menyalami Mami Sita dan Papi Dayton bergantian.


"Maaf ya, Nak! Pasti kedatangan Mami sama Papi gangguin kerjaan kamu! " sahut Mami Sita dengan logat medok jawanya.


"Ya Allah, Mami, Papi! Gak gangguin kok! Tata gak tau aja kalau tamu nya itu Mami sama Papi. " jawab Tata sambil duduk di samping Mami Sita.


Papi Dayton duduk di sofa single tepat di samping istrinya. Tata menghubungi karyawan nya melalui telepon interkom untuk membawa kan minuman dan makanan untuk tamunya.


"Gak usah repot-repot, Nak! Mami dan Papi ke sini mau ngundang Nak Tata untuk datang di acara ulangtahun anak sulung Mami Abeth. Minggu depan di rumah Mami. Hanya perayaan kecil-kecilan saja kok, Nak! Kamu datang ya? Bawa teman-teman mu ya, Nak! Kalau bisa juga bawa keluarga mu dan orangtua mu! " ucap Mami Sita dengan panjang lebar.


"Gak ada repot kok Mami! Kan memuliakan tamu adalah anjuran yang sangat di anjurkan nabi. " jawab Tata ramah.


"InsyaAllah ya Mi, tapi seperti nya Tata bawa teman-teman aja deh Mi, soalnya Ibuk Tata lagi di bandung. Beliau gak mau pulang ke Jakarta, katanya betah tinggal di sana! " jawab Tata lagi dengan jujur.


Karyawan Tata datang sambil membawa makanan dan minuman lalu menghidangkannya di atas meja.


"Terimakasih Cah ayu! " jawab Mami Sita dengan tersenyum lebar.


Mereka berdua terlibat obrolan kecil yang ringan-ringan, dan kadang-kadang diselingi canda tawa. Sedangkan Papi Dayton hanya bertindak sebagai pendengar saja, hanya sesekali menanggapi jika mereka meminta tanggapan. Ia lebih asyik ngemil jajanan dalam toples yang di hidangkan karyawan Tata tadi.


🎍🎍🎍


Seminggu kemudian....


Tata sedang bersiap-siap untuk menghadiri undangan Mami Sita bersama dua cs nya Sandra dan Susan.


"Tot, Bontot! " panggil Tata sambil memasang anting-antingnya.

__ADS_1


"Apaan sih Tet! Lagi sibuk aku ini! Aduh, bingung aku mau pakai baju yang mana? " teriak Sandra dengan wajah bingung.


Semua gaun nya sudah keluar dari lemari dan berjejer di atas tempat tidur. Sandra mengambil satu kemudian mematut nya di depan cermin, merasa kurang cocok ia kembali menaruh nya ke atas kasur, lalu mengambil gaun yang lainnya lagi, begitulah seterusnya hingga ia tampak prustasi.


"Astaghfirullah hal adzim Bontot?? Kamu ngapain kayak orang stres cuma karena msalah baju! Lihat, semuanya jadi seperti kapal pecah kayak gini! Kita cuma pergi makan malam aja, Tot! Bukan mau pergi kondangan nikah! " omel Tata dengan wajah terkejut.


"Eh Butet anak nya Pak Sinaga! Di mana-mana kalau holang kaya yang ngadain jamuan makan malam itu pasti mewah, jauh dari kata sederhana! Beda dengan sederhana menurut kita! Gitu aku tengok di pelem-pelem! " jawab Sandra tidak mau kalah.


"Lama amat sih kalian berdua! Bukannya siap-siap malah ngobrol di sini! " celutuk Susan ikut masuk ke dalam kamar.


Tata dan Sandra terbelalak kaget melihat penampilan Susan yang cetar membahana mengalahkan inces syahrono dengan gaun hitam panjang dengan belahan di depan sebatas paha dan tak ketinggalan bling-bling nya. Tata auto memukul jidatnya sendiri melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu.


"Eh Bontot, elo pakai ini aja! Ribet banget mau pakai baju apa! " ucap Susan sambil meraih dress warna hitam sebatas lutut dengan tali selebar tiga jari di kedua sisi nya.


Sandra meraih dress yang di pilihkan Susan, kemudian memakai nya dengan cepat dan ia tampak senang melihat tampilan dirinya di depan cermin yang terlihat sangat cantik, apalagi dengan kulitnya yang putih mulus sangat sesuai di pandang mata.


Tata juga memakai dress selutut dengan lengan panjang, yang juga berwarna hitam, tampak sederhana tapi jika di lihat dari harganya bisa membeli satu motor scoopy.


"Kok, perasaan aku kita ini kayak mau menghadiri pemakaman aja pakai hitam semuanya! " ujar Sandra ketika memperhatikan mereka bertiga.


"Dah lah! Yuk berangkat, malu kalau kita datang telat! " ucap Tata tidak ambil pusing.


Mereka pun berangkat menuju rumah Mami Sita yang tercantum di alamat undangan.


Begitu sampai di sana, mereka masuk dengan wajah lega karena suasana di depan hingga masuk ke dalam rumah tampak biasa saja. Tetapi, begitu pelayan yang mengantarkan mereka ke taman belakang dekat kolam renang, mereka bertiga tampak terkejut melihat dekorasi taman menjadi sangat glamor dan mewah. Di tambah lagi hiasan lampu-lampu yang menghiasi nya membuat taman ini menjadi lebih indah di pandang mata.


"Astaga naga Butet!!! Betul kan apa yang aku cakap tadi?Sederhana versi kita ini berbeda dengan sederhana versi holang kaya! Ckckckck... Sultan mah bebas! " ucap Sandra dengan berdecak kagum.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2