Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
64. Menjadi Mama dadakan.


__ADS_3

Delia masih mengobrol dengan kedua temannya ketika tanpa ia sadari Anika juga berada di tempat yang sama dengan Kadir.


Namun baik Anika dan Delia sama tidak tahu jika mereka berada di cafe yang sama, hanya berjarak dua meja saja dan terlebih lagi posisi mereka saling membelakangi.


Kadir membawa adik dan anaknya makan di cafe sambil refreshing agar pikiran tidak oleng karena di timpa berbagai masalah.


"Bang, kenapa bawa kita ke cafe ini? Mendingan kita ke warung bakso atau warteg aja Bang! Di sana pasti lebih murah dan gak semahal di sini? " ucap Anika dengan setengah berbisik.


"Abang sengaja bawa kalian ke sini! Lagian kan sekali-kali gak papa kita makan di sini! InsyaAllah duit Abang cukup dan tidak akan kurang kok! " jawab Kadir dengan pelan.


Anika akhirnya hanya mengangguk kan kepalanya sambil membuka menu yang ada di hadapannya. Ia membolak-balikan buku menu tersebut karena tidak begitu sreg dengan berbagai macam menu yang di sana.


Tiba-tiba saja Kana merengek dari pangkuan Anika ingin pipis, dan Anika pun beranjak dari duduknya sambil menuntun Kana bergandengan tangan.


Mereka memasuki toilet wanita yang kebetulan ada penjaga nya juga yang sedang bersih-bersih. Anika membantu Kana untuk buang air kecil hingga selesai.


"Kana tunggu di sini ya? Di dekat kaki Tante aja berdirinya. Tante mau cuci tangan dulu ya? " ucap Anika setelah membersihkan Kana dan merapikan pakaian nya.


"Ote Ate! " jawab nya dengan memainkan blouse Anika.


Anika tersenyum dengar jawaban cadel Kana, ia pun berdiri dan mencuci tangan nya dan kemudian mengeringkan nya. Ketika ia hendak melangkah keluar, ia panik Kana sudah tidak ada lagi di samping nya.


"Mbak, lihat keponakan saya yang berdiri di sini tadi gak? " tanya Anika dengan wajah cemas kepada petugas bersih-bersih yang sedang mengepel lantai.


"Ada Mbak, saya lihat tadi ia keluar seperti mengejar sesuatu! " jawab petugas tersebut menunjuk ke arah luar.


Anika pun bergegas keluar setelah mengucapkan terimakasih kepada petugas tersebut. Ia bernafas lega ketika melihat Kana dalam gendongan wanita cantik berkulit putih seperti perpaduan orang Tionghoa tapi yang campuran.


"Ya ampun Kana! Kan udah di bilang jangan kemana-mana? " ucap Anika pelan dengan rasa cemas ketika menghampiri wanita cantik tersebut.


"Maaf ya Mbak, tadi anaknya berlari sambil memeluk kaki saya! " sahut wanita itu dengan wajah tidak enak takut Anika salah paham.

__ADS_1


"Iya Mbak ga papa, keponakan saya aja yang aktif gak mau diam! " jawab Anika tidak mempermasalahkan nya.


"Loh, ini bukan anak Mbak ya? " tanya wanita tadi dengan raut wajah kaget.


"He... He... Bukan Mbak! Kana keponakan saya, anak Abang saya! " jawab Anika dengan kekehan nya.


"Ha... Ha... Ha... Maaf ya Mbak, saya tadi pikir anak anda, jadi saya was-was jika di salah kan. " jawab wanita itu ikutan tertawa.


"Santai aja Mbak, sini Kana sama Tante! " jawab Anika sambil meminta Kana untuk turun.


"Dak au, au cama Mama! " rengek Kana menolak dan mau menangis.


"Kana sayang, Tante ini bukan Mama kana! Ayo kita ke depan lagi sama Tante! " ucap Anika dengan pelan berusaha menggendong Kana.


"Dak au, Ana au Mama! Au cama Mama! " jawab nya sambil menangis ketika Anika menggendong nya.


"Biar sama saya aja Mbak! Kasihan Kana nya menangis! " ucap wanita tadi dengan wajah kasihan.


Ia pun meraih Kana dalam gendongan Anika, dan Kana seketika langsung terdiam sambil memeluk erat leher wanita tersebut.


"Gak papa Mbak, saya senang kok! Oh ya, perkenalkan saya Sandra. " jawab nya tersenyum sambil memperkenalkan diri.


"Saya Anika Mbak! Panggil Anika saja Mbak, gak usah pake Mbak nya soalnya mudaan saya kayaknya dari Mbak, maaf bukan maksud saya bilang Mbak tua, tapi gak etis aja masak yang tua memanggil Mbak juga dengan yang muda. Biar saya aja yang panggil Mbak, Mbak cukup panggil Anika saja! " jawab Anika sambil menggaruk kepala nya karena takut salah bicara.


"Ha.. Ha.. Ha.. Santai aja! Gak usah takut gitu! Saya paham kok maksud nya! Panggil kakak aja ya lebih enak dengar nya! " jawab Sandra sambil tertawa geli.


"Mama, ana lapel! Mau akan! " ucap Kana tiba-tiba.


"Astaga sayang! Maaf, Tante lupa kalau kita mau makan tadi! " sahut Anika sambil menepuk pelan jidatnya.


"Ayo Kak ikut kita! " ajak Anika sambil menarik tangan Sandra sebelum Sandra menjawab iya.

__ADS_1


Sandra terpaksa ikut karena Kana masih dalam gendongan nya dan tidak mau turun. Ia mengikuti langkah Anika menuju meja yang mana sudah menunggu seorang pria dewasa dan seorang anak kecil usia sekolah.


"Maaf Bang lama! Oh ya, kenal kan Kak Abang nya Anika Papa nya Kana dan ini Kayla yang paling tua! Dan ini Kak Sandra, Bang! " ucap Anika sambil memperkenalkan Kadir dan Sandra.


"Atak! Acu unya Mama! Ini Mama acu atak! " pamer Kana dengan cadel nya kepada kakaknya Kayla.


"Hah, Mama? " ucap Kadir dengan wajah bingung.


"Iya Bang! Kana langsung main klaim aja sama Kak Sandra kalau Kak Sandra Mama nya! Dia malah nangis waktu aku gendong dan langsung diam ketika di gendongan Kak Sandra! Gak papa ya Bang, kak Sandra gabung sama kita! " sahut Anika sambil meminta izin.


"Bo-boleh kok! Ayo pesan, karena pesanan kami sudah datang! " jawab Kadir salah tingkah dan tampak grogi.


"Eh iya Bang! Gak usah, saya nemanin Kana aja! Soalnya saya kebetulan sudah makan! " jawab Sandra jujur.


"Acu au uapin Mama! "ucap Kana dengan wajah polosnya.


"Iya, sini Mama suapin! Duh, gemesin banget sih! " jawab Sandra dengan gemes sambil menciumi pipi gembil Kana dengan keras hingga membuat Kana cekikikan tertawa.


Kadir melongo dengan tatapan tidak percaya melihat anaknya seakrab itu dengan Sandra, padahal mereka baru aja ketemu. Ia tersenyum miris mengingat Yuli tidak pernah berinteraksi seperti itu dengan Kana selama ini ketika mereka menjenguk anak-anaknya.


Hati kecil nya merasa tercubit melihat keakraban itu, ia sadar jika anak-anaknya membutuhkan kasih sayang seorang ibu yang tidak mereka dapatkan dari ibu kandung mereka sendiri.


"Bang, ngapain melamun! Ntar kesambet loh! " ucap Anika pelan dengan menepuk bahu Kadir.


Kadir hanya tersenyum dan kembali melihat Sandra begitu telaten menyuapi Kana makan.


"Ila juga mau makan di suapin Mama! " celutuk Kayla tiba-tiba yang mana langsung membuat Kadir kesedak hingga terbatuk-batuk.


Bersambung...


Nah loh, kayak nya kode anak-anak nya babang Kadir tuh mau Mama baru🤭🤭🤭

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..


__ADS_2