Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kewaspadaan Tata...


__ADS_3

Dave dan semua keluarganya sudah bertolak dari Jakarta menuju Bandung jam 15.30 waktu setempat. Mereka pergi rombongan dengan menggunakan mobil pribadi dan dua mobil box yang membawa barang seserahan dan oleh-oleh untuk keluarga Tata di Bandung.


"Assalamualaikum sayang..... Mas dan rombongan sudah otewe nih ke Bandung! Sampai ketemu di sana besok! Love you, sayang!😘😘! "


"Waalaikumsalam Mas, Hati-hati ya Mas! love you too! 😘😘"


Dave senyum-senyum sendiri melihat balasan chat WA nya dengan Tata sepanjang perjalanan. Tingkah Dave menarik perhatian Arkan dan Giselle sepupunya Dave dari adik Papi Dayton yang duduk di samping Dave. Arkan yang duduk di bangku depan di samping sopir memberikan isyarat dengan menaikkan dagunya menunjuk Dave dengan menoleh ke belakang dan Giselle hanya menjawab dengan gelengan kepala dan menaikkan bahunya menyatakan tidak tahu.


Arkan langsung melengos ketika Giselle juga tidak bisa memberitahu nya penyebab Dave senyum-senyum sendiri.


"Gak usah kepo! Liatin aja tuh jalanan di depan! " tegur Dave tiba-tiba memecah kesunyian di dalam mobil.


"Hah.... Kok Bos tau?? " jawab Arkan kaget sekaligus heran.


"Sekarang kita gak di kantor! Walaupun aku gak lihat, tapi aku tahu tingkah kalian berdua yang grasak grusuk kepo dengan urusan ku! " ucap Dave dengan mengangkat wajahnya dengan menunjuk Arkan dan Giselle dengan jari tengah dan telunjuk.


"Kayak cenayang aja bisa nebak! " sahut Giselle dengan logat Indonesia yang masih belepotan.


"Gak perlu jadi cenayang juga karena sudah menjadi kebiasaan warga +62 yang suka kepo dengan urusan orang lain! " jawab Dave dengan bersungut kesal.


"Ha.... Ha.... Ha.... Bisa juga loe bro ngelawak nya! " sahut Arkan dengan cengengesan.


"Yang ngelawak siapa? Memang kenyataannya gitu kan? " ucap Dave lagi sambil kembali melihat ponselnya.


"Iya deh iya.... " jawab Arkan akhirnya mengalah.


"Emang gak pernah bisa menang kalau debat ama Bule atu tuh, pasti ada jawaban ngeles nya! " gumam Arkan dengan wajah merenggut.


"Aku masih dengar! " ucap Dave dengan suara keras.


"Apa juga aku bilang... Huft.... " sungut Arkan lagi sambil menghela nafasnya.


"Kamu sih, kalau mau ngomel-ngomel itu dengan suara pelan! Gimana gak kedengaran kalau ngomong nya kayak toa mesjid! " tambah Giselle dengan tawa cekikikan di bangku belakang.


"Ngerti juga lu sama suara toa mesjid?? " tanya Arkan dengan menoleh kebelakang menatap Giselle.


"Mata di jaga! Bukan muhrim itu! " ucap Dave dengan mengusap muka Dave dengan telapak tangannya.


"Fuhhh.... Fuh.... Bau banget tuh tangan! Gak cuci tangan elu ya waktu cebok! " sahut Arkan dengan mengelap area mukanya dengan tisu.

__ADS_1


"Sue lu.... Aku selalu cuci tangan pakai sabun habis buang air! Ini bau terasi bego! " jawab Dave dengan menoyor kepala Arkan.


"Jiahhh.... Gini nih kalau Bule nya Bule Kw yang doyan bener dengan terasi! " ucap Arkan mengejek Dave.


"Suka-suka ane lah... " jawab Dave masa bodo dengan ejekan Arkan.


Obrolan mereka terhenti karena mobil yang mereka tumpangi ikut berhenti karena mobil yang di depan mereka berhenti mendadak.


"Astaga.... Kenapa sih pada berhenti mendadak gini?? " ucap Arkan agak kesal.


"Maaf Mas, saya juga ndak tau! Tiba-tiba aja mobil Nyonya besar berhenti, makanya saya ikutan berhenti! " jawab sang sopir dengan agak takut.


"Iya ya... Kenapa mobil Mami berhenti tiba-tiba?? " ucap Giselle ikutan heran.


Mobil yang di depan mereka adalah mobil yang di tumpangi Mami Sita dan Papi Dayton. Entah apa yang menyebabkan mobil mereka berhenti mendadak dan tidak berapa lama kemudian mobil mereka pun jalan kembali.


Perlahan tapi pasti mobil mereka kembali melaju seperti biasanya dengan kecepatan sedang. Dave memutuskan untuk tidur saja karena masih satu jam lagi perjalanan mereka untuk memasuki kawasan Kota Bandung.


🌿🌿🌿


Di sebuah kamar yang memang di buat gelap, seorang perempuan sedang mengutak-atik laptop yang ada di hadapannya dengan wajah serius. Berkali-kali ia menghela napasnya dengan kasar sambil mengusap mukanya dengan telapak tangan.


"Ternyata tua bangka itu rakus juga dengan uang! " gumam Tata sambil merentangkan kedua tangannya untuk melemaskan otot-otot nya yang mulai tegang.


Tata menonton file yang di kirimkan mata-matanya di bisnis ilegal Galang dengan menggunakan headset agar tidak ada yang curiga jika kamar tersebut ada penghuni nya.


"Benar-benar biadab tua bangka itu! Bisa-bisanya ia menjual hewan yang di lindungi hanya untuk memuaskan nafsunya akan harta! Kita lihat kawan, sampai kapan kau akan menutupi bangkai mu itu dari pihak yang berwajib! " ucap Tata dengan seringainya yang membuat siapapun yang melihatnya langsung tegak bulu ketek.


Tata memberikan instruksi nya kepada Lion dan Tiger agar selalu waspada dan selalu bertindak hati-hati agar mata-mata mereka tetap aman dan tidak di curigai sebelum Tata memberikan perintah untuk mengeksekusi mereka semua.


Ia juga lah yang memberikan kuasa kepada Tegar agar mencarikan bodyguard yang fisiknya seperti preman besar untuk menjaga keamanan Villa untuk acaranya besok. Karena pada saat ini, orang-orangnya Tiger masih berpencar dan melakukan tugas mereka masing-masing untuk menjaga dan mengawasi orang-orang yang dianggap membahayakan Tata dan keluarga nya.


Sedangkan Angel ia tugaskan untuk mengamankan akses data pribadinya yang beberapa hari yang lalu di usik oleh hacker yang tidak di kenal. Untung saja kode keamanan milik Angel tidak bisa di tembus oleh pihak manapun karena ia membuat nya memang khusus hanya untuk Tata. Secuil saja ada yang menyenggol Database Tata maka akan langsung terhubung langsung dengan laptopnya Angel di manapun ia berada. Dan setiap Cyber atau hacker yang mencoba menembus keamanan data Tata akan langsung K.O dan akan membuat perangkat lunak mereka terkena virus dan Boom hangus.


"Kak, pekerjaan beres! Keamanan data sudah aku tingkatkan lagi lima kali lipat dari biasanya! Oh ya, ada kabar baru nih dari jelajah ku di dunia hacker! " ucap Angel dengan pesan email kepada Tata.


"Kerja bagus! Kabar apa itu?? " jawab Tata membalas email Angel.


"Anak perempuan nya Galang yang bernama Ajeng masuk rumah sakit! Dari data yang aku lihat ini ya, kalau dia melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya dan sekarang keadaan nya sudah lumayan bagus! " lapor Angel lagi.

__ADS_1


"Oh..... Terimakasih atas informasinya! Aku tunggu untuk laporan selanjutnya dari tugas yang aku perintahkan minggu lalu! Oh ya, kalau ada perkembangan anaknya Galang kasih tau lagi ya! " jawab Tata balik dan menutup pesan email mereka.


Tata menarik napasnya perlahan sambil memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Perempuan bodoh! Hanya karena cinta membuat nya nekad mau bunuh diri! Apa dia pikir enak mati bunuh diri! Mati yang tidak di terima Tuhan dan sangat di benci oleh Tuhan karena mendahului takdir yang telah di tentukan Tuhan! Benar-benar bodoh! Dunia tidak akan hancur kalau kau di tolak cowok yang kau suka! Cih... Sempit sekali pikirannya! " ucap Tata dengan sinis setelah mendengar kabar dari Angel.


Setelah mengumpat kebodohan Ajeng, Tata tampak merenung sesaat dan tiba-tiba ia terpikir sesuatu hal yang membuatnya segera membuka kembali laptopnya dan mengirimkannya kepada Angel dan Tiger.


"Angel, Perketat kembali pengawasan terhadap keadaan rumah sakit tempat anaknya Galang di rawat dan kau Tiger, suruh anak buah mu untuk selalu mengawasi Galang dan tangan kanannya tanpa terkecuali dan jangan sampai kalian lengah dan usahakan untuk mengikuti kemana pun mereka pergi bahkan ke toilet sekalipun. Entah kenapa rasanya ada yang janggal jika Galang terlihat biasa-biasa saja melihat anaknya seperti itu! Kalau perlu kirimkan mata-mata bayangan yang selalu ada di sisi Galang atau tangan kanan nya selama 24 jam penuh agar kita tahu apa rencana mereka dan kita bisa waspada berjaga-jaga ketika mereka bertindak diluar batas! " begitulah bunyi pesan email Tata untuk Angel dan Tiger.


Disaat Tata sedang mengatur siasat menjaga keamanan keluarganya, di rumah utama sedang heboh dan panik karena mereka sedang mencari keberadaan Tata yang tiba-tiba menghilang dari kamarnya.


"Gimana Sandra, Susan? Apa kalian tahu dimana Tata sekarang? Aduh, ibuk benar-benar cemas Tata menghilang! Bisa-bisanya ia pergi di saat genting kayak gini! " ucap Ibuk dengan wajah khawatir bertanya kepada Sandra dan Susan.


"Emang kenapa Buk? Kan perawatannya udah selesai kan dari tadi siang? Kenapa malam-malam perawatan juga? " tanya Susan balik dengan heran.


"Iya, tadi siang cuma luluran dan pijatan aja karena Tata nya ketiduran dan susah banget di bangunin sama mbak-mbak terapis nya! Padahal yang paling penting perawatan nya itu belum dilakukan sama sekali! Aduhh... Benar-benar bikin Ibuk pusing itu anak!!! " jawab Ibuk sambil memijit pelipisnya tanda ia pening dengan kelakuan anak perempuan nya.


"Lah, emang perawatan penting apa sih sampai segitunya nyari si Butet kayak anak ayam kehilangan induknya? " tanya Susan lagi bertambah bingung.


"Dah lah, Ibuk mau suruh Tegar dulu nyariin Tata! Kalian juga bantu Ibuk nya cari Tata sampai ketemu! " sahut Ibuk sambil berlalu pergi tanpa menjawab pertanyaan Susan.


"Itu loh Kak, perawatan khusus perempuan yang sudah pernah menikah! Kakak Tata nya tadi siang tidurnya lama banget sampai susah di bangunin, makanya kami mau melakukan perawatan malam ini sebelum kami pulang! Lama kok, palingan hanya satu jam aja! " jawab salah satu terapis spa yang di sewa Ibuk nya Tata.


Sandra yang langsung connect pun membisikkan sesuatu di telinga Susan yang mana langsung membuat mata Susan melotot dan tak lama ia pun tertawa terpingkal-pingkal begitu Sandra selesai berbisik.


"Ha.... Ha... Ha.... Gak kebayang aku lihat Tata di suruh melakukan treatment perawatan **** ********** agar kembali sempit kayak perawan. Secara kan dia masih bersegel, nanti bisa-bisa tambah ketutup itu pintu goa menjadi rapat dan terkunci sehingga pas malam pertama Si Bule bingung mau masuk kok gak bisa-bisa..... Ha.... Ha.... Ha... " ucap Susan berbisik ke kuping Sandra yang mana membuat Sandra ikutan tertawa terbahak-bahak.


"Iya Bon.... Kau kalau ngomong betul juga! Makin tambah kuat itu segelan nya Tata kalau dia melakukan perawatan itu! Ha.... Ha... Ha.... Sampai-sampai nanti Si Bule gak bisa ngebobol goa hantu dalam semalam saking kuatnya segel... " jawab Sandra tertawa terbahak-bahak.


"Ha.... Ha.... Ha... Betul itu Tot! Yang tadinya bisa ngegol dalam semalam malah jadi sebulan baru bisa tembus golnya karena di cicil tiap malam..." sahut Susan kembali membalas omongan Sandra.


"Huahahaha..... Ha.... Ha... " mereka kembali tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut mereka yang mulai kram kebayakan ketawa.


Bersambung...


Memang itulah sahabat, selalu menertawakan sahabat nya jika sahabatnya kesulitan. Ibarat kata ketika melihat sahabat nya kecebur got, sebelum ia tolong ia tertawakan dulu lah insiden itu sampai sakit perut saking banyaknya tertawa.


Seperti pepatah berkata Tertawa saja dulu, tolong nya kemudian πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2