Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Nasib King Cobra!


__ADS_3

Dave masih diam tidak bergerak ataupun beranjak dari tempat ia berdiri.


Melihat suaminya tidak bereaksi apa-apa, Tata kemudian berjalan mendekati suaminya. Ia memeluk erat tubuh suaminya meskipun tidak ada balasan pelukan dari suaminya.


Ia mendusel-ndusel hidungnya ke dada suaminya dengan manja seperti anak kucing yang meminta di elus-elus oleh babu nya.


Karena tingginya hanya sebatas bahu suaminya, ia nekat berjinjit mengendus-endus leher suaminya yang menimbulkan sensasi geli di leher Dave.


Dave yang masih kesal dan perasaan amarahnya masih membuncah di dalam hatinya, mendorong tubuh Tata ke dinding dengan kedua telapak tangan mereka saling bertautan. Ia dengan kasar ******* bibir Tata yang lebam di sudut bibirnya dengan sepenuh hati nya.


Ia menyalurkan rasa amarahnya dengan memakan bibir Tata dengan kasar dan brutal. Tata yang menyadari ciuman suaminya sangat kasar hanya membiarkan saja suaminya berbuat seperti itu. Ia bahkan dengan sengaja membalas ciuman suaminya juga dengan sangat agresif.


Ciuman yang biasanya begitu lembut dan manis, sekarang berubah menjadi kasar dan menuntut lebih. Dengan kedua tangan masih saling menggenggam, mereka saling membalas ciuman, *******, hisapan dengan begitu brutal, tergesa-gesa.


Dave bahkan menyusuri leher Tata dengan memberikan kissmark yang begitu lama dan membekas kuat jejaknya. Ia baru menghentikan aksinya saat mendengar suara ******* yang keluar dari bibir istrinya itu.


"Aku bisa gila jika terjadi sesuatu pada mu sayang?? Kenapa kau tidak jujur jika bajingan itu juga sempat meninggalkan luka ini padamu? " bisik Dave akhirnya berbicara dengan pelan di telinga Tata.


Tata menatap suaminya dan ******* sekilas bibir suaminya sebelum ia bicara.


"Aku suka dengan ciuman yang kasar seperti tadi! " bisik nya dengan suara nakal.


Bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Tata malah memancing gairah suaminya dengan berbisik mesra di telinga Dave.


"Jangan memancingku sayang!! Aku masih waras untuk tidak melakukannya di ruangan UGD ini ! Kalau saja ini sudah di rumah, kau akan aku buat tidak bisa berjalan selama seminggu! " balas Dave dengan suara serak karena sedikit terpancing dengan ulah istrinya itu.


"Aku menantikan nya Sayang.. ! " jawab Tata lagi dengan memberikan gigitan kecil di telinga suaminya.


Setelah melakukan itu, ia dengan santai menjauhi suaminya dan berjalan keluar ruangan.


"Oh shitt..... ! Awas kamu sayang, kau sudah berani menjahili aku! Tunggu saja saat nya aku membuatmu untuk tetap di tempat tidur selama seminggu penuh, atau mungkin sebulan penuh! " ucap Dave dengan geram karena Tata mempermainkan nya.


Tata tersenyum kecil keluar dari ruangan UGD sambil memakai jaketnya kembali. Dave yang sudah menetralisir kodrat alaminya sebagai seorang laki-laki normal, berlari menyusul istrinya menuju ruang IGD. Ruang IGD dan UGD sebenarnya letaknya bersebelahan, hanya saja karena ruangan IGD itu luas dan besar maka ruang UGD terlihat sangat jauh dari ruang IGD, apalagi pintunya juga agak berbeda letaknya.


Ruang IGD di peruntukkan untuk pasien gawat darurat yang sangat parah tingkat penanganannya karena di dalam ruangan IGD tidak hanya ada dokter umum, tetapi ada juga dokter spesialis. Seperti Abeth tadi yang langsung di tangani Dokter spesialis.


Sedangkan ruangan UGD, dokter yang bertugas hanya dokter umum saja seperti saat ia menangani luka lebam Tata dan sewaktu Mami nya Dave pingsan tadi.


Namun sebenarnya fungsi mereka sama yaitu menangani pasien darurat yang datang. Hanya saja yang membedakan nya tingkat penanganannya saja. Jika sangat parah dan membutuhkan dokter spesialis maka langsung di bawa ke ruang IGD, tapi jika hanya luka ringan di bawa ke ruang UGD karena tidak memerlukan dokter spesialis untuk menanganinya.


"Permisi Sus... ! Apa kalian lihat rombongan keluarga pasien yang di IGD tadi? Kenapa tidak ada di sini? " tanya Tata saat tidak menemukan siapa-siapa di depan pintu IGD.


"Oh, yang itu! Mereka sepertinya ikut ke ruang operasi Mbak, soalnya pasien sedang di operasi ! Bukan nya Mas yang tampan itu juga ikut tadi? " jawab perawat itu dengan menunjuk Dave.


Tata merenggut kesal karena suaminya diam saja dan membuatnya malu sudah bertanya.


"Mas ih nyebelin! Bukannya ngasih tau aku, malah aku di biarin bertanya sama perawatnya! " ucap Tata dengan merenggut kesal.

__ADS_1


Ia lalu berjalan dengan menghentakkan kakinya ke lantai pertanda ia marah dan kesal. Dave tersenyum geli melihat wajah kesal istrinya, ia berlari mengejar Tata dan meraih jemari Tata, menggenggamnya dengan erat sambil berjalan bersisian.


"Kamu kan gak nanya sama Mas! Dah lah, yuk kita ke apotek saja! Ambil obat yang sudah di resep kan dokter tadi untuk luka mu! " jawab Dave santai sambil membawa Tata ke arah yang berbeda.


...****************...


Markas eksekusi di pagi hari.


Martin keluar dari ruangan tempat King Cobra di sekap oleh kelompok nya.


"Akhirnya sudah hampir vakum dua tahun mengobati musuh, sekarang kembali lagi bertugas ! Mudah-mudahan kemampuan ku masih tetap bagus menyembuhkan mereka ! " ucap Martin sewaktu keluar dari ruangan itu.


"Kalau kemampuan mu mengobati musuh sudah hilang, kakak tidak akan memakai mu lagi apalagi memanggil mu! " sahut Lion dengan santai.


"Kau itu, sejak kapan kau juga berkata pedas seperti pria yang disebelah mu? " ucap Martin sebel.


"Aku masih dengar sindiran mu ! Kalau sudah selesai lekas lah kau pulang ke sarang mu! " jawab Tiger dengan wajah datar.


"Oh ya, ngomong-ngomong benarkah ketua sudah menikah? Kenapa aku tidak mendapatkan kabarnya? Aku di jadikan anak tiri oleh kalian! " ucapnya dengan nada agak merajuk.


"Tidak usah banyak drama! Cepat pergi sana! Nanti juga ada kabarnya karena belum di umumkan di khalayak ramai! " sahut Tiger dengan menendang bokong Martin agar segera menjauh.


"Dasar manusia datar ! Sampai kan salam ku untuk Angel! Aku akan datang besok sore! " teriaknya dari kejauhan.


Tiger tidak menjawab, ia hanya melengos berjalan meninggalkan ruangan tersebut bersama Lion yang sudah pergi duluan.


Sepertinya Tata sengaja membuatnya untuk tetap hidup dan memberikan siksaan yang lebih lagi jika seandainya insiden Abeth tidak terjadi.


Sebenarnya Tata ingin membuat King Cobra tidak berkutik dan mengirimnya ke rumah Galang dengan mengantarkan nya langsung di hadapan Galang. Tapi semuanya berubah karena Abeth menjadi pendarahan akibat mencoba menolong diri nya.


...****************...


Rumah sakit....


Operasi yang dilalui Abeth memakan waktu hampir 6 jam, karena operasi nya termasuk operasi besar karena mereka juga mengeluarkan janin di rahim Abeth yang baru berusia 8 minggu.


Tepat jam 9 pagi, lampu di luar ruang operasi pun padam. Henry berlari menyambut Dokter yang keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana dengan istri saya Dokter? Apakah ia baik-baik saja? " tanya Henry dengan sangat tidak sabaran .


"Alhamdulillah semua nya baik-baik saja! Operasi nya lancar dan pasien juga baik-baik saja! Beberapa menit lagi perawat akan membawa nya menuju ke ruang perawatan. " jawab Dokter itu dengan tersenyum ramah.


"Alhamdulillah ya Allah.... ! " ucap Mami Sita dan semuanya dengan penuh syukur.


"Mi, Pi, dan semuanya! Lebih baik kalian pulang saja! Biar aku dan Henry yang berjaga di sini! Dari kemarin kalian pasti tidak istirahat dan juga dari semalam di sini dan tidak beristirahat sama sekaki! Kita bergantian saja jaga di rumah sakit ini! Sekalian bawa Tata pulang ya Mi.. ! " ucap Dave dengan tegas tanpa bisa di bantah.


"Benar kata Dave, Daddy dan Mommy pasti lelah, begitu juga dengan bapak dan Ibuk! Kita semau sama-sama lelah dan butuh istirahat! Jika kita sakit juga bagaimana kita mau menjaga Abeth! Ayo besan kita pulang dan istirahat di rumah! " sahut Papi Dayton membenarkan ucapan anaknya.

__ADS_1


" Iya, kalau gitu kami pulang saja ke rumah! Nanti sore kami akan datang lagi! " ucap Pakde Toto mengiyakan nya.


Pakde Hasan dan Pakde Vian juga ikut mengangguk dan mereka semua pulang ke rumah untuk beristirahat termasuk Tata juga ikut.


Begitu mereka pulang, Abeth di pindahkan ke ruang perawatan yang seperti hotel bintang lima. Henry tetap setia mendampingi saat Abeth keluar dari ruang operasi menuju ruang perawatan nya.


...****************...


Ruang eksekusi...


"Ha-haus..... Haus..... ! " ucap King Cobra dengan suara lirih sampai tidak terdengar.


Matanya masih tertutup rapat karena terasa berat untuk membuka matanya akibat obat bius yang diberikan Martin.


Tenggorokan nya terasa kering dan ia benar-benar butuh air minum untuk membasahi dahaga nya.


"Ha-haus..... ! " ucap nya lagi dengan lirih.


Ia mencoba untuk membuka matanya namun terasa sangat susah. Berkali-kali ia mencoba akhirnya ia bisa melihat tapi masih berupa bayang-bayang.


"Dimana ini?? " ucapnya lagi dengan mata melihat di sekelilingnya.


Kosong dan gelap, tidak ada apapun yang bisa di jadikan acuan untuk dugaannya akan tempat ia saat ini. Saat ia hendak memegang wajahnya yang terasa berdenyut, ia kaget begitu mendapati kalau kedua tangannya di pakaikan gelang besi yang berantai di tancapkan ke dinding. Begitu juga dengan kakinya yang juga di pasang gelang besi seperti orang yang di pasung.


Hanya saja posisi kedua tangan nya di pasang gelang besi dengan di tancapkan di sisi kanan dan kiri pada dinding. Meskipun kakinya di pasang gelang besi tapi masih bisa di gerakkan walaupun sangat susah karena berat.


"Apa yang sebenarnya terjadi?? Mengapa aku ada di ruangan gelap ini? " ucapnya lagi dengan wajah bingung.


"Ssssshhhhh... Semua badanku terasa sakit dan remuk, wajahku seperti mati rasa. Aku kira aku sudah mati di hajar wanita itu! Tidak aku sangka di balik wajah cantik nya tersimpan sisi iblis yang menyeramkan! " gumamnya dengan lirih.


Ia berusaha menggerakkan tangan nya namun karena di rantai kuat pergelangan tangan nya menjadi sakit. Ia juga menggerakkan kakinya namun terasa sangat berat dan sakit sekali.


"Aku harus keluar dari tempat ini! Aku harus bisa melepaskan diri dari rantai ini! Aku tidak mau mati konyol di tangan perempuan iblis itu! " gumamnya dengan pelan.


Karena ruangan tersebut gelap, ia tidak menyadari jika ada seseorang yang duduk di sebuah kursi dengan kaki bersilang melihat semua yang ia lakukan dengan wajah datar.


"Tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup, bahkan semut sekali pun! " ucap seseorang dari kegelapan dengan nada dingin.


Bersambung...


Hayoo.... Siapa ya kira-kira orang itu???πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Selamat membaca dan beristirahat readers ku...


Maaf agak telat Up yang kedua ini, lagi sibuk banget nih!!


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...

__ADS_1


Lope-lope sekebun cabe🌢🌢🌢...


__ADS_2