Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Lamaran


__ADS_3

Tata mencibir ketika Anika mencari perlindungan pada Dave, dan ia pun segera menyalami Mami Sita, Papi Dayton, ayah Jamal serta Mak Ijah. Karena ibuk sibuk membantu Susan yang teler karena mabuk darat, Tata menunggu Ibuknya selesai mengurus Susan.


"Gimana Nak? Sudah enakan belum? Ya Allah... Kenapa sampai teler seperti ini sih?? " tanya Ibuk dengan nada khawatir.


"Noh Buk, tanya aja langsung sama tersangkanya! " tunjuk Susan ke arah Tata.


Tata yang di tunjuk seperti itu hanya nyengir dengan memperlihatkan barisan giginya yang putih rapi. Semua mata masih melihat ke arahnya karena Tata masih tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Adek, kenapa Susan sampai kayak gini? " tanya Ibuk dengan suara lembut.


"Gak kenapa-napa kok Buk! Susan nya aja yang manja, pakai mabuk segala! " jawab Tata sambil memalingkan wajahnya.


"Gak kenapa-napa kamu bilang Butet monyong???? Gara-gara kamu ngebut kayak di kejar setan, aku kayak gini tau gak?? " teriak Susan dengan wajah berapi-api.


"Ish lebay... Gitu doang cemen! " ejek Tata dengan memberikan jempol kebalik.


"Emangnya kakak bawa mobilnya kecepatan berapa sampai kakak ini teler kayak gini? " tanya Riko penasaran.


"Gak banyak kok Ko, cuma 350m/jam! " jawab Tata santai.


"Apaaaaaaaa??? " pekik Riko dan Dave dengan wajah shock.


"Ya ampun sayang... Kamu gak papa kan??? " sahut Dave berlari mendekati Tata dan membolak-balikan tubuh Tata seolah-olah takut Tata kenapa-napa.


"Astaghfirullah kakak.. Pantesan aja kakak ini sampai semaput gini! Kalau aku yang jadi kakak ini, mungkin aku sudah gak ada nyawa lagi waktu keluar dari mobil! " ucap Riko dengan geleng-geleng kepala.


"Yah, Metong dong Ko! " ledek Tata lagi yang langsung mendapat pukulan di bahunya dari Susan.


"Dasar borokokok nyebelin! Seneng banget udah bikin aku kayak gini! " omel Susan yang hanya di tanggapi Tata dengan cengiran.


"Sudah, sudah! Ayo kita masuk! Mak, tolong buatin teh anget ya agar mual nya reda! " lerai Ibuk sambil membawa Susan masuk.


"Emangnya kenapa sih Dave dengan kecepatan mobil Tata yang bikin kamu shock takut gitu! " tanya Mami Sita penasaran.


"Ya jelas aja Dave shock Mami!! Hanya orang luar biasa yang mampu bawa mobil dengan kecepatan seperti itu perjam. Pembalap profesional aja mereka bawa kecepatan mobil mereka hanya 300km/jam, itu di lintasan balap! Lah ini di jalanan umum, gimana Dave gak shock coba! " jawab Dave sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Astaghfirullah hal Adzim.... Beneran itu nak Dave?? " tanya ayah Jamal dengan wajah benar-benar terkejut.


"Benar yah! " jawab Dave mengangguk.


"Wah... Benar-benar luar biasa menantu Mami itu! Mami jadi kepengen ngerasain naik mobil cepat kayak gitu! " celutuk Mami Sita dengan bangga.


"What.... No honey! No! " jawab Papi Dayton keras.


"Tuh Mami dengerin noh suaminya! " ucap Dave dengan mengejek Mami nya.


"Ish Papi mah gak asyik! " sahut Mami Sita dengan muka di tekuk.


"Nak Dave, jangan beritahu Ibuk nya Tata ya tentang kegilaan Tata bawa mobil! Ayah khawatir nanti Tata habis di marahi Ibuk nya! " pinta ayah Jamal dengan penuh harap.


"Santai aja yah! Dave gak bakalan ngomong kok soal itu! " ucap Dave dengan tersenyum devil.


Dave senang sekali karena ia bisa menjadikan ini sebagai senjata jika Tata tidak mau mengikuti kemauannya. Ia menyeringai senang karena di kepala nya sudah banyak rencana yang akan membuat Tata mau menerima lamarannya.


Karena matahari sudah semakin naik ke atas, Ibuk meminta Mami Sita dan keluarga nya untuk makan siang bersama mereka. Mami Sita senang sekali ketika di ajak Ibuk untuk masak di dapur di bantu Mak Ijah dan beberapa pelayan yang lain termasuk Suster Sumi.


Susan tergeletak di dalam kamar karena badannya benar-benar lemas akibat muntah dan kepala nya juga pusing. Ia di dalam kamar bersama Anika yang juga ikutan berbaring di sebelah Susan. Sedangkan Tata duduk di ruang tamu bersama Dave, Papi dan ayah Jamal.


"Kenapa kalian hanya berdua saja, Nak! " tanya ayah Jamal ketika Tata duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Sandra lagi jagain anak-anaknya Bang Kadir yah! Sedang kan Nana menjaga Sandra dan Bang kadir agar mereka gak kebablasan jika di tinggal hanya berdua di rumah! " jawab Tata sekenanya.


"Kok gitu? Emang nya kenapa harus di jagain segala? " tanya ayah Jamal lagi dengan bingung.


"Harus banget yah! Bisa-bisa nanti Kayla sama Kana langsung punya adik kalau mereka di tinggal berdua! " jawab Tata lagi sambil mencomot brownies yang di atas meja.


"Kok bisa?? " tanya ayah Jamal lagi.


"Ya bisa dong yah, karena dua orang yang lagi kasmaran kalau di biarkan hanya berdua bisa bahaya dan membuat mereka tidak terkontrol. Kalau ada Nana kan lumayan aman ninggalin mereka di rumah! " jawab Tata dengan mulut selalu mengunyah.


Mendengar jawaban Tata, ayah Jamal mengangguk paham sambil tersenyum bahagia.


"Jadi begitu?? Terus, kalau kamu gimana? Gak kasmaran juga kayak Sandra sama Kadir? " tanya ayah Jamal dengan tersenyum.


"Hah !!! Aku maksud ayah!! " ucap Tata dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Ya iya lah, emangnya siapa lagi! Masa Anika yang ayah tanya! Gimana hubungan kamu dengan Nak Dave? Kapan kamu mau melepaskan kesendirian mu itu? " sahut ayah Jamal dengan mengangguk.


"Tata kan gak ada hubungan apa-apa dengan yang Bule itu omongin ! " jawab Tata dengan memalingkan wajahnya.


Dave tersenyum miring mendengar jawaban Tata yang menyangkal nya di depan ayah Jamal.


"Emangnya ayah anak SD yang langsung percaya omongan kamu! Kalau gak ada hubungan apa-apa gak mungkin Nak Dave datang melamar kamu ke sini! " ucap ayah Jamal tidak percaya.


"Apaaaaaa?????Ja-jadi Papi dan Mami datang ke sini mau melamar aku! " pekik Tata dengan kaget dan langsung melihat ke arah Papi Dayton.


"Benar Tata! Papi dan Mami datang ke sini untuk melamar kamu buat Dave! Sekarang ini kami semua menunggu jawaban dari mu! " jawab Papi Dayton menganggukkan kepala nya.


Tata melihat ke arah Dave, namun Dave hanya masam mesem gak jelas yang langsung membuat Tata manyun dan cemberut.


"Dasar Bule nyebelin! Seenaknya aja datang ke sini mau melamar! Orang melamar secara pribadi aja belum, main lamar aja langsung sama Ibuk! Awas aja nanti, akan aku beri perhitungan sama itu Bule! " batin Tata dengan kesal merutuki Dave.


"Aku tahu, pasti saat ini kamu mengumpat ku dalam hati sayang! Tapi aku tidak akan menyerah, dan akan aku pastikan kau menerima lamaran ku, sayang! " batin Dave juga menyeringai melihat wajah kesal Tata.


"Akan Tata pertimbangan kan dulu yah, soalnya ini bukan persoalan main-main. Tata tidak mau gagal lagi untuk kedua kalinya, makanya Tata minta waktu untuk meminta petunjuk sama Allah tentang lamaran ini! " jawab Tata dengan sopan agar tidak menyinggung siapapun.


"Ayah mengerti, dan Ibuk kamu juga pasti mengerti dengan permintaan mu! " ucap ayah Jamal paham.


"Saya juga paham! Saya dan keluarga akan memberikan Tata waktu untuk berpikir! Dan jika pun Tata menolak lamaran ini, itu tidak akan membuat kami memutuskan tali silaturahmi antara kita semua! " sahut Papi Dayton dengan bijak.


"Terimakasih banyak Papi atas pengertian nya! " ucap Tata dengan haru.


"Ish, Papi ngeselin banget sih! Seharusnya Papi menekan Tata agar dia mau menerima lamaran ku tanpa menunggu berlama-lama lagi! " gerutu Dave kesal dalam hatinya.


Ia mendelikkan matanya ketika melihat Tata tersenyum mengejek ke arah nya seolah-olah mengatakan kalau ia yang berkuasa. Dave mendengus kesal di ejek seperti itu, tapi ia tiba-tiba saja tersenyum miring karena teringat akan kartu As Tata yang berada dalam genggaman nya.


Giliran Tata yang tersenyum kecut melihat Dave memberikan tatapan tajam dengan tersenyum misterius yang langsung membuat Tata ketar ketir dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti.


"Ayo semuanya kita ke ruang makan! Makan siang sudah siap! " ucap Ibuk yang membuyarkan perang batin Tata dan Dave.


Tata cepat-cepat berlari menyamakan langkah Ibuknya dengan Bergelayut manja menuju meja makan.


"Wow, amazing makan siang kita hari ini! " ucap Papi Dayton dengan wajah sumringah dan langsung menelan air liur melihat hidangan yang tersaji di depan matanya.


"Jangan terlalu memuji Mister! Ini hanya makanan kampung biasa! Maklum lah orang kampung seperti kami ini tidak bisa menyajikan makanan yang mewah! " jawab Ibuk merendah.


"Siapa bilang ini makanan kampung! Justru ini lah yang di namakan makanan mewah! Saya suka yang seperti ini Besan! " ucap Papi membantah omongan Ibuk.


"Jeng besan jangan heran dengan suami saya! Tampang nya aja yang Bule, tapi seleranya Indonesia banget! Jadi jangan ketipu dengan penampilan Bule itu, rata-rata keluarga suami saya lidahnya Indonesia semua! " sahut Mami Sita lagi memberitahu Ibuk.

__ADS_1


"Wah, beneran Mi? " tanya Tata dengan pandangan tidak percaya.


"Suer deh! Gak terkecuali Bule yang satu itu tuh! Lihat, orang belum makan dia sudah makan duluan! Dasar tidak sopan! " omel Mami Sita dengan mulut menunjuk Dave yang sudah duluan menyendok kan nasi ke dalam piringnya.


"Lapar Mami lihat makan enak di depan mata! Masa iya cuman di lihatin doang! " jawab Dave membela diri.


Ibuk dan Mak Ijah terkekeh geli melihat Dave sudah tidak sabaran untuk makan siang.


"Maaf ya jeng! Aduh, jadi malu saya punya anak kelakuannya kayak gini! Jeng, gak papa kalau jeng dan Tata menolak lamaran Dave. Justru saya yang merasa kasihan sama jeng Besan jika punya mantu yang kelakuannya kayak anak saya ini! " sahut Mami Sita enteng.


"Apa??? Gak bisa gitu dong Mi! Enak aja main tolak-tolak! Pokoknya kalau Tata nolak Dave maka Dave akan terus melamar sampai Tata bosan! " ucap Dave protes dengan ucapan Mami nya.


"Ha.... Ha.... Ha... " Ibuk tidak bisa lagi menahan tawa nya melihat hubungan antara ibu dan anak tersebut.


"Ya Allah, jeng! Sungguh saya suka dengan pribadi Dave yang apa adanya, bukan ada apanya! Saya pribadi tidak akan menolak lamaran dari laki-laki yang baik, namun semuanya balik lagi dengan Tata nya sendiri. Karena yang akan menjalani nya dia, bukan saya. Jadi sepenuhnya saya akan mendukung apapun keputusan Tata! Nah, ayo dimakan! Mumpung belum dingin, kalau sudah dingin rasanya sudah kurang seger! " sahut Ibuk dengan mempersilahkan semuanya makan.


Mereka pun makan siang dengan lahap sambil mengobrol ringan. Sedangkan Susan dan Anika sudah di antar makanan nya ke dalam kamar oleh Suster Sumi.


🌿🌿🌿


Seorang pria tersenyum bahagia dengan kabar baru yang di bawa orang-orang nya. Ia menatap secarik kertas dengan wajah sumringah. Ia menghembuskan asap rokoknya sambil meminum kopi yang tergeletak di atas meja.


"Putri ku sayang! Akhirnya tidak lama lagi kita akan bertemu! Tunggu papa sayang, papa akan menjemput mu dan membuatmu bahagia! " ucap nya sambil tertawa bahagia karena usaha tidak sia-sia menyewa orang untuk membuntuti Tata, meskipun orang-orang nya sempat kehilangan jejak karena ketinggalan jauh ketika mereka membuntuti Tata dari Jakarta.


Yah, Harisman menyewa detektif untuk mengawasi Tata karena firasatnya mengatakan jika anak nya di sembunyikan perempuan itu. Setelah sekian lama, akhirnya pencariannya membuahkan hasil. Ia akan mempersiapkan semua nya matang-matang agar rencana nya tidak ketahuan dan terhendus oleh pihak Tata.


🌿🌿🌿


Setelah sholat dzuhur, Mami Sita dan keluarga nya pamit untuk pulang kembali ke Jakarta. Ibuk sempat melarang dan meminta mereka untuk menginap semalam, namun Mami Sita dengan halus menolak nya.


Ketika melihat Mami nya sedang berbicara serius dengan Ibuk Tata, Dave diam-diam membawa Tata menjauh dengan membekap lembut mulut Tata yang di hadiahi Tata dengan pukulan di lengan kokoh Dave.


Setelah merasa aman, Dave melepaskan bekapannya di mulut Tata dan memojokkan Tata ke sudut ruangan di sebelah ruang makan.


"Hah... Hah... Hah... Ya ampun Mas! Mas mau membunuh aku ya? Hampir aja aku kehabisan nafas Mas buat! " omel Tata dengan menghujam Dave dengan pukulan.


"Sini aku kasih nafas buatan kalau kamu memang kehabisan nafas! " jawab Dave dengan menangkap tangan Tata.


"Ish, itu sih mau nya Mas! Dasar mesum! " ucap Tata pelan dengan memalingkan wajahnya yang bersemu merah.


"Aku mesum hhmmm... Kalau mesum itu kayak gini sayang! " sahut Dave dengan meraih tengkuk Tata dan tanpa ampun ******* bibir Tata dengan lembut.


Tata yang tidak menyangka dengan aksi Dave sontak membulatkan matanya dan memukuli dada Dave yang membuatnya tidak bisa bernafas kembali. Dave tidak tinggal diam, ia menahan tangan Tata dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya menahan tengkuk Tata, dia memperdalam ******n nya hingga membuat nya gemes karena Tata masih menutup mulut nya.


Dave menggigit pelan bibir Tata yang membuat Tata memekik kecil sehingga mulut nya terbuka, Dave langsung menyerang nya dengan mengabsen seluruh isi mulut Tata yang mana membuat Tata semakin melotot kaget karena ini pengalaman pertama nya berciuman dengan lawan jenis.


Perlahan tapi pasti, Tata menyambut ******n Dave dengan pelan-pelan meskipun terkesan agak kaku. Mereka saling bertukar saliva dengan tangan Tata melingkar dengan sendirinya di leher Dave. Karena ia takut lepas kontrol, Dave mengakhiri ciuman mereka dengan menempelkan keningnya ke kening Tata.


"Aku sangat mencintaimu sayang! Aku menunggu keputusan mu! Ini adalah ciuman terakhir ku sebelum aku menghalalkan mu di depan penghulu nanti! I love you! " ucap Dave lembut dengan menghadiahi kecupan lembut di kening Tata.


Tata menatap Dave dengan mata berkaca-kaca, ia merasa hangat karena di cintai begitu dalam oleh seorang pria yang selama ini tidak pernah ia dapatkan. Ia begitu tersentuh dengan kata-kata lembut yang keluar dari mulut Dave.


"Aku juga mencintai mu Mas! Cup ! " jawab Tata malu-malu dengan pipi bersemu merah dan langsung berlari keluar rumah setelah memberikan kecupan di pipi kanan Dave.


Dave tersenyum bahagia dengan jawaban Tata, kalau saja ini rumah nya mungkin ia akan guling-guling kegirangan karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Seseorang melihat pemandangan di depannya dengan tersenyum jahil, ia pun langsung pergi sebelum ada yang menyadari keberadaan nya mengintip pasangan tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2