Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Macan tutul dari Sumatera..


__ADS_3

"Mas, sakit banget! Aku gak bisa berdiri dan gak bisa jalan! " rengek Tata hendak menangis mengadu pada suaminya saat Dave menyentuh bahunya.


"Ya Allah sayang... ! Mas kira ada apa! Sakit banget! " ucap Dave dan bertanya kembali.


"Iya Mas... ! " jawab Tata mengangguk.


Dave langsung berusaha membuka selimut pembungkus tubuh Tata untuk melihat bagaimana kondisi sarangnya junior.


"Mas mau ngapain? " tanya Tata yang masih memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya.


"Buka sayang... ! Mas ingin lihat bagaimana keadaan kondisi sarangnya junior sampai kamu kesakitan begini! " ucap Dave dengan santai.


"Apa?? Kan bisa dari bawah Mas, ngapain semuanya di buka! " sahut Tata kaget dan mendengus sebel dengan ucapan santai suaminya.


"Oh iya ya.... Mas gak kepikiran kalau bisa lihat dari bawah aja! " ucap Dave cengengesan.


"Ish.... Bilang aja Mas pengen lihat aku bugil lagi! " jawab Tata dengan wajah merenggut.


"He.... He.... He.... Tau aja sayang ku ini... ! " ujar Dave terkekeh dengan mencubit kecil hidung bangir nya Tata.


Tata mendengus sebel saat Dave mengangkat tubuhnya dan mendudukkan nya di atas tempat tidur.


"Ayo sayang di buka pahanya! Mas mau lihat gimana kondisi sarangnya junior sampai kamu kesakitan begini! " perintah Dave saat menyingkap selimut bagian bawah tapi Tata menutup rapat kakinya.


"Malu Mas... ! Masa iya aku ngangkang lagi di depan Mas! " ucap Tata dengan wajah memerah menahan malu.


"Mas pengen lihat sayang! Lagian mau kamu ngangkang lagi juga gak papa! Mas sudah lihat semua yang ada di tubuh kamu tanpa ada yang terlewati, bahkan Mas juga sudah menikmatinya loh! " sahut Dave dengan mengedipkan matanya pada Tata.


"Ish.... Dasar Bule mesum! Tetap aja aku malu Mas! " jawab Tata bersikeras menolak membuka pahanya.


"Ayo lah sayang... ! Buka pahanya! Mas mau lihat sarangnya junior yang sakit! " rayu Dave dengan memegang kaki Tata.


"Gak mau! Nanti malah Mas kepengen lagi dan aku makin tambah sakit! " tolak Tata dengan alasannya.


"Janji deh.. ! Mas cuma lihat aja! Mas gak bakalan menyerang kamu lagi! Suer... ! " ucap Dave dengan menautkan jari kelingking nya pada kelingking Tata sebagai tanda janjinya.


"Awas kalau Mas ingkar janji! Aku gak mau lagi! " ancam Tata dengan menatap tajam suaminya.


"Iya... Iya... Mas janji! " ucap Dave dengan serius.


"Gak mau nolak maksud nya! " lirih Dave dengan seringai nya tanpa sepengetahuan Tata.

__ADS_1


"Mas ngomong apa tadi? Kok gak kedengaran! " tanya Tata saat hendak membuka kakinya.


"Mas gak ngomong sayang, itu perasaan kamu aja! " elak Dave.


Tata pun pelan-pelan membuka pahanya dengan Dave jongkok di bawah nya. Betapa kagetnya Dave saat melihat sarang junior yang memerah dan bengkak itu.


"Astaga... ! Kenapa bentuknya jadi kayak gini? Sakit banget ya sayang?? Mas gak nyangka junior garang banget sampai bikin sarangnya bengkak kayak gitu! " ucap Dave kaget tapi masih sempat nya menyalahkan junior.


"Halah.... Junior kan sama kayak Abang biangnya! Pakai nyalahin junior lagi! " cibir Tata dengan mendengus sebel.


"Ha.... Ha.... Ha.... ! Istriku ini emang lucu! " sahut Dave tergelak kencang.


Ia pun berdiri dan meraih ponselnya seperti menghubungi seseorang masih dengan tubuh bertelanjang dada yang hanya di balut handuk sebatas pinggang.


Tidak lama kemudian suara Mami Sita memanggil-manggil mereka dari luar kamar tepatnya depan pintu.


"Dave.... Tata.... Buka pintunya! " teriak Mami dengan suara gedoran pintu.


Dave berjalan santai membuka pintu kamar dan Mami Sita langsung menyelonong masuk dengan membawa sesuatu di tangannya.


"Kamu itu ya... ! Mentang-mentang buka segel, mau seharian aja di dalam kamar! Emangnya menantu Mami bisa kenyang di kasih junior kamu melulu! Anak sama ayah sama aja kelakuannya! Omong-omong berapa ronde tandingnya tadi? Dari pagi di dalam kamar gak keluar-keluar sampai siang gini! " omel Mami dengan bertanya seraya berbisik pada Dave.


Dave tepok jidat dengan kelakuan Mami nya, sedangkan Tata membuang muka karena malu dengan pertanyaan absurb mertuanya.


"Dasar pelit... ! Nih, ramuan untuk Tata rendaman di bath up dengan air hangat dan ini salep di oles kan setelah mandi setiap hari sehabis mandi! Tunggu sampai bengkaknya hilang dan reda baru bisa kalian lanjut tanding lagi! Karena kalau masih bengkak gini kamu hajar juga, alhasil sarangnya junior akan semakin luka dan bengkak bahkan bisa iritasi. " ucap Mami Sita panjang lebar.


"Ya ampun.... Sampai segitunya! " sahut Dave agak tidak percaya.


"Emang kayak gitu, kalau kamu gak percaya tanya aja sama dokter nya! Itulah resiko jika punya suami Bule yang ukurannya berbeda dengan yang lokal apalagi tenaganya kayak kuda liar, bringas dan garang! " ucap Mami Sita yang semakin membuat Tata memerah karena malu.


"Yah... Dianya curhat lagi! Dah ah... Mami keluar aja! " ucap Dave dengan menuntun tangan Mami nya untuk keluar kamar.


"Hei.... Mami mau tanya berapa ronde tandingnya tadi? Kok Tata Mami lihat masih baik-baik aja gak terkapar ! " teriak Mami ngotot bertanya padahal ia sudah di luar karena Dave dengan sigap langsung menutup pintu saat Mami nya sudah di luar kamar.


"Haduh... Begini banget punya emak yang kelakuan nya di atas normal emak-emak pada umumnya! Santai amat nanya anak nya berapa ronde main gulat! Dia gak tau apa muka mantunya udah kayak udang masak gitu... Tinggal makan aja lagi... ! " gerutu Dave begitu pintu tertutup dan ia kunci lagi.


Ia lalu mendekati Tata setelah meletakkan plastik kecil yang di berikan Mami nya tadi di atas meja rias. Ia mengambil botol ramuan untuk berendam dan membawanya ke kamar mandi. Ia tanpa sungkan menyiapkan semuanya dengan mengisi air hangat sesuai petunjuk Mami nya tadi, menuangkan ramuan tersebut ke dalam bath up.


Dave keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya yang masih duduk di atas tempat tidur berbalut selimut seperti kepompong.


"Ayo sayang Mas bantu! " ucap Dave pada Tata yang mendongakkan wajahnya menatap mata suaminya.

__ADS_1


Dengan sekali angkat, Dave menggendong Tata dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Dave menurunkan kaki Tata pelan-pelan di dalam bath up dan dengan sekali hentakan selimut yang menutupi tubuh Tata terbuka dengan memperlihatkan tubuh Tata yang sudah seperti macan tutul karena cap stempel dari Dave di sekujur tubuhnya, seperti lengan, perut, paha, punggung, leher dan bagian dada yang paling banyak.


"Astaga Mas... Kok aku jadi macam tutul kayak gini? " pekik Tata saat ia melihat semua tubuhnya penuh dengan bekas kemerahan yang agak kebiruan di sekujur tubuhnya.


"Kan kamu emang macan sayang! Macan tutul dari Sumatera Utara! Nih lihat... ! " ucap Dave santai sambil memperlihatkan punggungnya yang di cakar Tata.


Tata menutup mulutnya dengan kedua tangan karena kaget melihat punggung suaminya yang memerah dengan banyak sekali bekas cakaran dan beberapa bekas gigitan di bahu suaminya kiri dan kanan.


Sedari tadi ia tidak terlalu memperhatikan punggung suaminya dengan seksama. Ia menatap jari jemarinya yang sudah membuat punggung suaminya seperti itu.


"Maaf ya Mas... ! Aku gak nyangka kalau bekas nya jadi seperti itu! " ucap Tata dengan suara merendah dan begitu menyesal.


"Santai saja sayang... Memang agak sedikit perih kalau terkena air, tapi rasa sakit ini tidak sebanding rasa sakit yang kau alami! Bagaimana airnya? Nyaman kah? " sahut Dave santai dengan bertanya kembali saat ia melihat Tata sudah menenggelamkan diri dalam bath up sebatas lehernya.


"Nyaman Mas, hangat lagi! Aku suka! Ekhm... Mas, bisa minta tolong gak! " jawab Tata dengan menatap suaminya.


"Apa sayang?? " tanya Dave yang sedang merapikan handuk untuk Tata.


"Itu Mas, seprei nya tolong taruh di keranjang pakaian kotor! Malu Mas kalau sampai di lihat Mbok Nah dan di cucinya! Bau muntahan nya junior dan ada bercak darah! Nanti biar aku cuci sendiri! " jawab Tata lagi dengan wajah malu.


"Eh jangan.... ! Kamu gak boleh bekerja mencuci nya! Biar si Mbok saja yang bekerja, lagian si Mbok juga gak masalah karena dia juga pernah muda dan jadi pengantin baru! " cegah Dave melarang Tata mencuci seprei kasur mereka.


"Gak Mas... ! Aku gak mau! Kalau yang lainnya aku gak masalah, tapi yang ini beda! Inikan hal yang sensitif buat aku dan aku gak mau ada orang lain yang mencuci nya selain aku! " ucap Tata tegas.


"Ya sudah kalau itu mau mu! Tapi ingat, jangan terlalu capek ya? Mas gak mau kamu kecapean! Nanti Mas taruh di keranjang pakaian kotor! " jawab Dave mengalah.


"Terimakasih ya Mas! Jadi sayang deh.... ! " ucap Tata dengan tersenyum manis.


"Jangan kasih senyuman! Kalau Mas khilaf Mas gak tanggung loh ya sayang... ! " sahut Dave yang langsung membuat bibir Tata mengerucut kesal.


Dave terkekeh melihat wajah kesal istrinya, ia pun pergi keluar kamar mandi untuk mengambil seprei bekas pergumulan mereka tadi pagi.


Ia tersenyum melihat seprei yang ada noda bercak darah tanda Tata bukan lagi seorang gadis tapi sudah menjadi seorang wanita seutuhnya. Memang tidak banyak, hanya beberapa tetes saja dan ia memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor.


Sepeninggalan suaminya keluar kamar mandi, Tata berendam dengan memejamkan matanya meresakan sensasi nyaman dari ramuan yang di berikan Mami, yang bau nya begitu khas dan menenangkan sehingga rasa perih dan ngilu yang ia rasakan memang berkurang. Ia sudah bisa menggerakkan kedua pahanya dari dalam air dengan bebas tanpa merasa kan sakit lagi.


"Mudah-mudahan gak sakit lagi kayak tadi sehabis mandi ini! Kalau masih kayak tadi sakitnya, bisa keok aku lama-lama di buat Mas Dave! Heran aku lihat nya, aku udah lemas gak bertenaga kayak gini eh dianya malah seger banget aku lihat! Emang bikin kesel aja tuh orang! Ibarat kata aku kayak bunga layu yang di ambil madu nya dan sang kumbang malah sehat segar bugar! " celoteh Tata bicara sendiri di dalam bath Up.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


Jangan lupa jaga kesehatannya... Sudah mulai terik cuaca beberapa hari ini... !


__ADS_2