
"Sekarang cepat kau cerita kenapa ponsel mu hanya suara operator saja yang jawab semingguan ini! " ucap Sandra dengan tegas.
"Tunggu dulu! Aku mau minum! Haus ini! " tahan Tata dengan memanggil pelayan.
Ia memesan minuman berupa jus dan beberapa camilan untuk menemani mereka mengobrol.
"Udah pesan kan?? Cepat cerita jangan bertele-tele banyak tingkah! " ucap Sandra menatap lekat-lekat wajah Tata.
"He.. He.. He... Galak amat jadi orang! " jawab Tata cengengesan ketahuan mengulur waktu.
Tata pun menceritakan kejadian di mall saat Abeth di culik dan penculiknya salah sasaran hingga ia berkelahi dengan penjahat tersebut. Ia juga menceritakan saat Abeth menjadi tameng saat penjahat itu hendak memukulinya dengan tongkat bisbol hingga Abeth mengalami pendarahan dan masuk rumah sakit.
Ia juga mengatakan jika Abeth melakukan operasi pengangkatan sel telur karena sudah rusak akibat parahnya efek pukulan tersebut hingga akan membuatnya kesulitan punya anak dengan cara alami.
"Ya Allah... Kasihan kali kakak ipar kau Tet.. ! Tapi kan masih ada harapan meskipun hanya beberapa persen! Setidaknya kita bisa berusaha sebagai manusia dan biarkan tangan Tuhan yang bekerja! " ucap Sandra dengan prihatin.
"Iya Tot, aku jadi merasa bersalah sama kakak ipar aku itu! Mereka mau culik aku tapi ternyata salah tangkap karena waktu itu kakak memakai jaket ku! " sahut Tata dengan wajah sendu.
"Gak usah kau merasa bersalah gitu.. ! Biar bagaimana pun ini sudah takdir Allah untuk ipar kau Tet.. ! Nantik kau pulak yang sakit karena kepikiran mulu! Masih banyak perempuan di luaran sana gak bisa punya anak tapi mereka happy, karena anak dalam pernikahan adalah bonus! Walaupun nanti kakak ipar kau gak bisa melahirkan anak, tapi kan nanti ada anak kau, keponakan kandung nya yang mempunyai darah yang sama. Itu kan sama aja anak nya dia juga lah meski bukan dia yang lahir kan! " ucap Sandra menguatkan Tata.
"Dah... Jangan sedih gitu mukak mu! Gak cocok! " sahutnya lagi menambahkan.
"Pauk lah kau... ! " jawab Tata kesal.
"Ha... Ha... Ha... Nah, itu baru cocok! " ucap Sandra tergelak dengan memberikan jempolnya.
πΏπΏπΏ
Galang pulang ke rumah nya dengan wajah pucat seperti mayat hidup. Teguran Sekar dan Ajeng tidak ia hiraukan. Ia masuk ke ruang kerjanya dan langsung mengunci pintu dari dalam.
Ia mondar-mandir di ruang kerjanya sambil menggigit jempolnya karena cemas.
"Tidak aku sangka keturunan Kusuma seorang psikopat gila. Dengan santai nya ia menyiksa manusia tanpa merasa takut dan kasihan. Bagaimana bisa Ajeng jatuh cinta pada laki-laki gila seperti itu?? Sungguh tidak habis pikir! " ucapnya pelan dengan wajah masih shock.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ini?? Bagaimana laki-laki gila itu tahu jika bajingan itu orang bayaran ku?? Si brengsek itu benar-benar bodoh, bagaimana bisa ia bisa ketahuan saat beraksi! Katanya geng pembunuh paling hebat, tapi nyatanya tidak becus menculik dan menghancurkan satu perempuan saja! Bikin sial saja! " umpatnya merutuki King Cobra.
Ia tampak berpikir keras untuk keluar dari masalah ini dan cuci tangan agar tidak di salahkan orang terutama keluarga istrinya.
Tiba-tiba ia tersenyum senang karena ia mendapatkan ide bagus dan langsung mengubungi tangan kanannya Bima untuk ketemuan di tempat biasa alias rumah bordil milik nya.
Saking asyiknya ia mengurung diri di ruang kerjanya, ia tidak menyadari jika hari sudah malam dan menunjukkan pukul 21.00 waktu setempat.
Ia pergi dari rumah untuk menemui Bima di salah satu rumah bordil milik nya yang berkedok penginapan sederhana.
"Tuan, apa maksud anda menemui ku malam-malam begini?? " tanya Bima begitu mereka duduk berhadap-hadapan.
"Aku ingin kau cari tahu bagaimana Dave bisa tahu jika si brengsek itu orang bayaran ku! " jawab Galang langsung.
"Bagaimana caranya Tuan, sedangkan waktu itu hanya ada kita bertiga saja! Terlebih lagi di ruangan itu tidak ada kamera CCTV nya! Bagaimana aku bisa mencarinya? Apakah aku harus masuk ke sarang geng Cobra itu untuk mencari tahu??? " tanya Bima balik dengan bingung.
"Iya juga ya... ! Haish.... Benar-benar sial! " umpat Galang kesal karena idenya itu sulit di jalankan.
"Sial... Sial... Sial.... ! Perempuan sialan! Bruk..!!! " ucapnya lagi dengan memukul meja yang ada di hadapannya.
"Tuan, bukan kah ketua geng Cobra itu sudah mati?? Kenapa Tuan cemas begini?? Secara yang menerima tugas sudah mati, toh tidak ada bukti yang bisa bicara mengatakan anda yang menyuruh nya dan menjadi dalang dari kasus ini! Lagi pula kita tidak mendengar ada korban dari apa yang dilakukan geng Cobra itu! " sahut Bima mengemukakan pendapatnya.
__ADS_1
"Kau benar juga! Kenapa aku tidak berpikir sampai ke sana! " teriak nya dengan wajah sumringah.
"Ha... Ha... Ha... ! Kau benar Bima! Tidak ada bukti yang menguatkan aku jika mereka menuduh ku melakukan semua itu! Untung saja laki-laki gila itu sudah membunuh ketua geng Cobra, jadi tidak ada saksi hidup yang akan bicara karena saksi nya sudah mati! Ha... Ha... Ha.. ! " sahutnya lagi dengan tertawa gembira.
Ia tidak sadar jika ia menggali kuburan nya sendiri, karena Tata memiliki rekaman saat ia memerintahkan King Cobra untuk menghancurkan Tata.
πΏπΏπΏ
Di dalam sebuah mobil, Tata menelpon Tiger dan Lion untuk memberikan tugas selanjutnya.
Saat Dave mampir untuk pulang di kantin rumah sakit, Tata langsung pergi menggunakan taksi karena tidak lama Dave pulang, Sandra juga pulang karena anak-anak mencarinya.
"Tutup telinga mu rapat-rapat menggunakan ini dan jalan kan saja mobil tanpa berhenti kecuali sedang mengisi bensin! Berapapun tarif argo meter nya akan aku bayar dia kali lipat! " ucap Tata datar pada sopir taksi tersebut.
"Baik Nona.. ! " jawab sopir taksi patuh dan menerima headset yang di berikan Tata.
Begitu sopir memakai headset khusus pemberian nya, Tata langsung menghubungi Tiger, Lion dan Angel dalam satu panggilan telepon.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang mengitari jalanan Ibu kota.
"Ya kakak... ! " jawab mereka semua pada Tata.
"Tiger, Lion... ! Tarik semua Orang-orang kita di dalam kelompok Galang, tempat usaha ilegal nya dan juga orang kita yang di tempat istrinya Galang happy fun bersama gigolo muda! Sudah saat nya kita membuat pria itu menuai apa yang ia tanam! Penjahat seperti itu harus segera di basmi dari muka bumi ini! Kematian terlalu mudah untuk pria tua itu, sanksi sosial dari masyarakat lah yang pantas untuk penjahat seperti itu! Ia tidak akan bisa mengangkat wajah sombong dan angkuh nya bahkan akan sulit untuk bernapas! " perintah Tata dengan nada dingin.
"Baik kakak.. ! " jawab Tiger dan Lion menjawab dengan tegas.
"Kau Angel... ! Tengah malam nanti, kau berikan video-video yang kita punya di salah satu stasiun televisi yang bekerja sama dengan kita. Termasuk video kelakuan istrinya juga bersama teman sosialita nya tanpa terkecuali. Pastikan semua video itu di siarkan secara langsung besok lagi jam 7 secara serentak! " ucap Tata lagi pada Angel dengan tegas.
"Baik kakak... ! Kau lihat saja besok pagi jam 7, aku akan melakukannya tanpa ada kesalahan! " jawab Angel patuh dan bersemangat.
Begitu panggilannya terputus, Tata menyandarkan punggungnya ke jok belakang dengan mata terpejam.
"Selamat atas kehancuran mu Galang! Dan kau Ajeng, masih sanggup kah kau keluar rumah dengan kelakuan kedua orang tua mu! Hanya karena membela keinginan gila anaknya, orang tuamu mengusik ku dan membuat kakak ipar ku terbaring di rumah sakit! " ucapnya dengan sinis begitu ia membuka mata.
Setelah memutari Jakarta selama hampir dua jam, Tata pulang di antar taksi tersebut dengan membayar uang 20 juta melalui SMS banking.
Tarif argo taksi sebenarnya hanya lima juta, tapi karena sopir nya patuh dan tidak banyak cerita Tata memberikan bonus 10 juta lagi hingga totalnya 20 juta.
"Kamu sudah pulang, Nak! " tanya Mami Sita saat Tata berjalan memasuki rumah.
"Baru aja Mi... Mami kapan pulang? Kakak sama siapa di rumah sakit kalau Mami pulang? " jawab Tata sambil mencium tangan Mami nya.
"Henry sama orang tuanya sayang! Mami Papi pulang dulu sama Grandma dan GrandFa untuk bersih-bersih! Nanti Eyang dan Pakde kamu akan jenguk ke sana! Mami baru sampai beberapa menit yang lalu! " ucap Mami Sita menjawab pertanyaan Tata.
"Oh... Kalau gitu Tata ke atas dulu ya Mi.. ! " sahut Tata sembari pamit ke lantai atas.
"Iya sayang... ! Habis magrib langsung turun ya, kita makan malam sama-sama! " jawab Mami Sita sambil berteriak.
"Oke Mi... " ucap Tata dari atas.
πΏπΏπΏ
Keesokan paginya...
Semua orang di rumah Ryder heboh dengan teriakan memaki, mengumpat dan mencemooh seseorang di layar televisi.
__ADS_1
Begitu juga di kediaman Galang yang juga heboh sambil menonton televisi.
Di rumah sakit juga seperti itu dan banyak para pasien, perawat dan dokter memberikan komentar nya akan tayangan tersebut.
Termasuk Arkan yang langsung heboh begitu datang ke kamar Abeth.
"Cepat-cepat hidupkan televisi nya! Ini benar-benar gila! " teriaknya dengan nada tidak sabaran.
"Hei... Kau yang gila! Istriku masih sakit dan kau berteriak-teriak begitu! " jawab Henry kesal dengan kedatangan Arkan.
Dave yang baru keluar dari kamar mandi menjadi heran melihat Arkan tiba-tiba datang dan heboh sambil menyalakan televisi.
"Ada apa sih ribut-ribut begini?? " tanya nya heran dengan melihat ke arah Henry dan kakaknya bergantian.
"Ntah lah... ! Arkan datang seperti orang gila begitu! " jawab Abeth dengan mengangkat bahunya tidak tahu.
"Tuh.. Kalian semua nya dengar dan lihat berita itu! " ucap Arkan dengan menunjuk layar televisi.
Di sana terlihat jelas gambar dan suara Galang saat menyuruh King Cobra untuk menghancurkan Tata dan fotonya terlihat jelas di layar televisi lengkap dengan percakapan nya.
Setelah rekaman itu selesai, di sambung dengan rekaman saat ia memperjualbelikan perempuan baru-baru ini pada pria asing. Kemudian rekaman saat ia melakukan transaksi narkoba dan binatang yang di lindungi.
Dan terakhir rekaman saat istrinya Sekar bermain gila dengan gigolo muda bersama teman-teman sosialita nya yang wajah teman-teman nya sengaja di blur.
Abeth menutup mulutnya shock melihat rekaman tersebut dan menangis sedih karena gara-gara Galang lah ia menjadi seperti ini.
"Sekarang aku mengerti dengan apa yang kamu katakan kemarin pagi sayang... ! Kau memang istri ku yang luar biasa! Aku bertambah yakin jika kau lah yang mengirimkan rekaman video Galang dan King Cobra padaku! Kau benar-benar nakal... ! " gumam Dave lirih dan geleng-geleng kepala.
Di rumah, Mami Sita dan Eyang Putri pingsan saat menonton rekaman tersebut.
"Bruk... Bruk... ! " Dua buah kursi hancur di lempar Papi Dayton ke dinding saat melihat semuanya itu.
Ia tampak benar-benar marah atas apa yang di lakukan Galang pada keluarganya terutama pada menantu dan anaknya.
"Bajingan kau Galang! Kau bukan manusia! Aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri! Bajingan kau.. ! " teriaknya dengan wajah memerah dan dada naik turun karena emosi.
"Tenang Son, tenang! Mau marah pun sudah tidak ada gunanya lagi! Yang penting kita sudah tahu siapa dalang di balik semua ini! Sekarang kita pastikan laki-laki itu mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan jahatnya! " ucap GrandFa Luis menenangkan putra nya.
Aunty Ela menangis sambil memeluk Grandma melihat kemarahan kakak nya. Eyang kakung tampak shock dan lemas melihat kenyataan ini. Ia benar-benar terkejut jika Galang lah dalang di balik kejadian yang di alami Tata dan Abeth.
Giselle membantu mbok Nah menyadarkan Mami Sita dan Eyang Putri di bantu Daddy nya Uncle Brad yang memang seorang dokter meskipun dokter jiwa alias psikiater.
Biang kerok yang menyuruh anak buahnya menayangkan video tersebut sedang ngorok di dalam kamar nya dengan bermimpi indah tanpa tahu kejadian yang di alami semua penghuni rumah.
**Bersambung...
Dasar mantu gak ada akhlak π«π«π«... Mertua pingsan dan keadaan heboh, ia enak-enakan molorπ€π€π€..
Di pecat jadi mantu baru tahu rasa kau Ta..
Ingat Ta, nasib mu di tangan othor bukan di tangan Tuhan ππππ€π€π€..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku semuanya..
Semoga hari kalian menyenangkan ππ**...
__ADS_1