Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Berkumpul bersama bestie


__ADS_3

Pria paruh baya itu tidak bisa menyembunyikan kekagetan nya jika ada yang berani menyentuh laptop sang anak.


"Datuk, maafkan jika saya lancang! Tampaknya ada yang membobol isi laptop Tuanku Sahid, karena tak mungkin ada orang lain yang bisa masuk bilik ni dan membuka kunci nya kalau bukan ulah peretas! " ucap pria yang berdiri di sampingnya itu.


"Betul pula yang awak cakap tu! Saya rasa juga cam itu, tak mungkin ada pelayan yang bisa membuka kunci laptop ini! Kalau cam itu, awak panggil lah seseorang yang bisa membalikkan videonya Sahid! Sakit telinga saya mendengar jeritannya ini.. " sahut pria paruh baya itu memberikan perintahnya.


"Baik Datuk.. " jawab pria itu mengangguk patuh.


🌿🌿🌿


Sehabis maghrib, ruangan Tata heboh dengan kedatangan duo S Sandra dan Susan yang langsung ke rumah sakit saat di beritahu Anika.


"Agak lain otak kau sekarang ya Tet?? Ibuk sakit dan pingsan tak ada kau kasih tau aku sama Susan! Kau anggap apa kami berdua ini hah!! " teriak Sandra ngomel-ngomel saat memasuki kamar Tata.


"Gak kepikiran aku mau ngasih tau klen berdua! Namanya juga panik dan terlalu banyak masalah yang aku pikirkan sekarang ini! Cemana kandungan kau Tot?? Minta maaf lah aku sama klen berdua karena lupa aku sesaat sama klen! " jawab Tata tanpa tersinggung sama sekali.


"Iya, Sama-sama! " jawab Susan santai.


"Bah kau ini, baik-baik aja nya kandungan ku! Anaknya si Kadir ini baik hatinya sama mamak nya, gak pernah lagi mual dan muntah! " jawab Sandra juga.


"Jelas aja kau gak mual dan muntah, orang yang mual dan muntah pindah ke bang Kadir! " cibir Susan.


"Betul kah itu?? Cemana bisa bang Kadir yang mual dan muntah?? " tanya Tata agak tertarik.


"Betul Tet.. Aku gak mual dan muntah setelah pemeriksaan waktu itu, tapi seminggu setelah nya Bang Kadir lah yang selalu mual dan muntah setiap pagi sehabis subuh hingga jam 9 pagi! Habis itu ia kayak biasa aja, cuma kalau udah mual dan muntah kasihan kali aku tengok dia sampek lemas dan gak mau makan! Sekarang hamil ku udah jalan 5 bulan aja dia masih aja mual kalau mencium bau nasi walaupun gak tiap pagi kayak dulu! " jawab Sandra sambil tersenyum lebar.


"Wah, daebak.. !! Pengen pulak aku lihat Mas Dave muntah-muntah juga kayak gitu?? " ucap Tata dengan mata berbinar.


"Gilak kau Tet! Baru lahiran kau mau bunting lagi?? " seru Sandra dengan kencang.


"Ya bukan sekarang pauk! Beberapa tahun lagi lah, cemana pulak lah kau ni Tot! " ujar Tata kesal.


"Lucu lah kau ni Tet, cauvage syndrome itu gak bisa di rencanakan. Gak semua suami akan mengalami cauvage syndrome seperti Bang Kadir! " sahut Susan dengan terkekeh geli.


"Haish... Kalau kek gitu malas lah aku hamil lagi, cukup ini aja lah! " ucap Tata yang langsung patah semangat.


"Hahahaha.. Dah lah kau ini Tet, ada-ada ajalah mau kau itu! Oh ya ngomong-ngomong Ibuk kenapa bisa pingsan gitu? Terkejut kali aku waktu Anika nelpon ngasih tau kalo Ibuk tiba-tiba pingsan! " tanya Sandra setelah sebelum nya ia tertawa kecil.


"Alhamdulillah Anika tidak mengatakan penyebab Ibuk pingsan dan rahasia aib Bang Sandi dan istrinya pada Sandra! Karena bagaimana pun juga ini adalah aib keluarga ku yang tidak boleh di ketahui banyak orang! " batin Tata dengan lega.


"Iya Tet, kenapa Ibuk bisa pingsan?? " desak Susan juga ingin tau.


"Ibuk kaget waktu aku ngasih tau kalau Kak Aya istrinya Bang Sandi udah kami temukan bersama kedua anaknya! Ibuk makin shock saat tau cucu keduanya kecelakaan dua tahun lalu dan terduduk di kursi roda! " jawab Tata yang sepenuhnya tidak berbohong.


"Serius kau Tet!! Ya Tuhan, gak nyangka kali aku kalau kau menemukan kakak ipar kau dengan anak-anak nya! " seru Sandra dengan wajah speechless.


"Iya Tet, aku juga gak nyangka kali akhirnya ketemu juga klen dengan Bang Sandi dan anak-anak nya! " ucap Susan ikut bahagia.

__ADS_1


"Yang ketemu itu kakak iparku dengan anak-anak nya aja, soalnya mereka bertiga di tinggal Bang Sandi entah kemana! Mereka bertiga kabur dari Johor Malaysia secara ilegal lewat jalur laut nelayan hingga hidup luntang-lantung di pinggiran Jakarta selama dua tahunan ini! " ucap Tata lagi mendramatisir suasana.


"Ya Tuhan Tet.. ! Pantas aja Ibuk langsung pingsan dengar keadaan menantu dan cucunya yang menyedihkan kayak gitu! Hu.. Hu.. Hu... Tega kali Bang Sandi ninggalin anak istrinya di negeri orang sendiri tanpa saudara hingga nekat masuk ke sini dengan cara ilegal! Gimana coba kalau waktu itu mereka sampai tertangkap, apa gak sedih awak dengar nya! Hu.. Hu.. Hu... " sahut Sandra dengan menangis tersedu-sedu.


Semenjak hamil Sandra sensitif sekali dengan kisah sedih hingga ia langsung menangis saat Tata menceritakan tentang ipar dan keponakan nya.


Susan mengusap lembut punggung Sandra untuk menenangkan ibu hamil tersebut. Tata tampak termenung memikirkan perkataan terakhir Sandra jika seandainya waktu itu kakak ipar dan keponakan nya sampai tertangkap bagian imigrasi entah bagaimana nasib mereka waktu itu.


"Kau benar Tot! Jika saja waktu itu Kak Aya sampai tertangkap entah bagaimana nasib mereka dan tidak menutup kemungkinan jika mereka akan di kembalikan ke Malaysia lagi hingga akhirnya kami tidak akan pernah bertemu dengan mereka sampai kapanpun! " sahut Tata dengan wajah sedih.


"Udah lah klen ini... ! Yang penting sekarang ini itu semua gak kejadian! Tuhan masih melindungi ipar kau dengan anak-anak nya hingga klen bisa ketemu dan berkumpul lagi sekarang! Semua peristiwa wajib kita syukuri karena semuanya sudah menjadi takdir dari Tuhan. Coba kalau Bang Sandi gak ninggalin anak istrinya gak bakalan ketemu kan klen dengan mereka, jadi kita harus banyak-banyak bersyukur akan setiap kejadian meskipun awalnya kita menderita. " ucap Susan dengan begitu bijak.


"Oh Bon-bon... So sweet kali lah kau ini... " ujar Sandra dengan muka di imutkan.


"Huek... Gak udah kau tengok kan muka mu itu Tot! Gak cocok dengan muka sangar kau itu! " ucap Tata pura-pura mau muntah.


"Hahahaha.... " mereka bertiga tertawa bersama dengan kekocakan mereka.


🌿🌿🌿


Di kamar rawat Ibuk, Mami Papi Dave berbincang sebentar dengan Ibuk sebelum mereka pulang. Mereka akan pulang bersama Mak Ijah dan juga Amirah. Ibuk akan tetap di rumah sakit untuk menemani cucunya Aqila. Tapi mereka akan mampir dulu ke apartemen Dave untuk mengambil pakaian Amirah.


"Kakak baik-baik ya di rumah Omi! Jangan nakal dan jangan nyusahin nek Ijah! " pesan Nada pada Putri sulung nya.


"Iya Mah, kakak gak akan nakal kok! " jawab Amirah mengangguk patuh.


"Ya udah, kami pulang dulu ya Jeng! Besok kami ke sini lagi bawain makanan untuk kalian! Assalamu'alaikum... " ucap Mami Sita pamit pada Ibuk dan langsung keluar dari kamar rawat tersebut.


"Assalamualaikum... " ucap mereka bertiga barengan.


"Waalaikumsalam... Kalian ke sini juga?? " jawab Ibuk bersama Nada dengan Ibuk langsung menyapa Sandra dan Susan.


"Iya Buk, maaf baru datang sekarang karena kami baru tau dari Anika kalau Ibuk sakit! " jawab Sandra dengan berjalan pelan dan memeluk tubuh Ibuk.


Begitu juga dengan Susan yang langsung memeluk tubuh Ibuk sembari bertanya keadaan Ibuk. Ibuk bahkan mengelus lembut perut Sandra yang udah keliatan membuncit meskipun tidak terlalu buncit.


"Ibuk gak papa kok, ayo Ibuk kenalkan dengan menantu dan cucu Ibuk! " ajak Ibuk mendekati Nada yang duduk di dekat ranjang nya Aqila.


"Nak, kenalkan ini sahabat rasa saudaranya Tata! Sandra dan Susan! Kalian berdua, ini Aya menantu perempuan Ibuk dan anak bungsunya Aqila! " ucap Ibuk memperkenalkan mereka satu sama lainnya.


"Hai Kak, aku Sandra! "


"Aku Susan Kak! "


"Hai juga, Aku Nada Soraya! Panggil Nada atau Aya juga boleh! " jawab Nada dengan tersenyum ramah.


"Kok banyak amat panggilannya! " cetus Sandra kepo.

__ADS_1


"Maaf, soalnya waktu sampai di sini aku di panggil Nada karena takut ada yang mengenalku jika tetap memakai nama Soraya! Saat masih di Johor aku di panggil Soraya, tapi sekarang aku benci nama itu! Kalau Aya adalah nama panggilan ku waktu kecil! Kalian boleh mau panggil apa aja asal jangan panggil Soraya! " sahut Nada panjang lebar.


"Oh begitu! Ya udah aku panggil Kak Nada aja kayak orang-orang! Biar keluarga aja yang panggil Kak Aya biar beda gitu.. " ujar Susan dengan begitu bersemangat.


"Aku rasa itu tidak buruk! " ucap Sandra juga.


Tata yang masih berdiri beringsut mendekati ranjang keponakannya.


"Aqila sayang.. ! Gimana keadaan Aqila sekarang??" tanya Tata dengan mengusap lembut kepala Aqila.


"Aqila udah sembuh Aunty.. ! Aqila seneng bisa ketemu nenek! Aunty tau gak kalau Aqila udah pernah ketemu nenek waktu Aqila mau berobat! Ternyata nenek yang waktu itu adalah nenek Aqila, Aqila seneng banget deh! " jawab Aqila dengan penuh semangat.


"Benarkah?? Wah, Aunty gak tau kalau sebelum nya Aqila udah pernah ketemu sama nenek! Aqila udah makan sayang?? " ucap Tata sembari bertanya.


"Udah Aunty! Tadi di suapin nenek, tapi Aqila gak suka makanannya karena gak enak! " keluh nya dengan wajah mendung.


"Aqila sayang.. ! Makanan di rumah sakit memang seperti itu, makanya Aqila harus cepat sembuh biar bisa makan enak! Aunty janji deh, kalau Aqila udah sembuh kita makan makanan yang Aqila mau! " ucap Tata memberikan semangat pada Aqila.


"Benarkah Aunty?? Yeay... Aqila mau cepat-cepat sembuh biar bisa makan yang enak-enak! " jawab nya dengan berteriak kegirangan.


Mereka semua tersenyum mendengar teriakan semangat Aqila untuk cepat sembuh.


"Sekarang Aqila istirahat dulu ya karena hari sudah malam, gak baik anak-anak tidur nya malam-malam! " ucap Nada dengan menaikan selimut anaknya.


"Iya Mamah.. " jawab Aqila patuh.


Tata pindah ke sofa bersama dua sahabat nya dan membiarkan Nada duduk di ranjang Aqila. Sedangkan Ibuk berbaring di ranjang nya yang tadi siang di tempati Nada karena pingsan saat trauma nya kumat.


Tiga sahabat itu berbincang ringan sebelum akhirnya Sandra dan Susan pamit untuk pulang karena sudah hampir jam 9 malam.


"Kami pulang dulu ya Tet! Kasihan bumil kalau pulang ke malaman! Lagian Bang Kadir gak bisa jemput karena Restoran lagi ramai-ramai nya! " ucap Susan sambil berdiri dari duduknya.


"Iya Tet.. ! Pulang dulu kami ya.. ! Ibuk gak usah di bangunin, pasti Ibuk capek karena kesenangan bertemu menantu dan cucunya! " sahut Sandra penuh pengertian.


"Kak, kami pulang dulu ya! Semoga Aqila cepat sembuh! " pamit mereka berdua kepada Nada.


"Iya, hati-hati di jalan! Terimakasih sudah datang menjenguk! " jawab Nada dengan mengangguk ramah.


Mereka berdua pulang dengan di antar Tata hingga ke depan pintu. Begitu tubuh mereka hilang dari pandangan, Tata kembali masuk ke dalam dan menutup pintu.


"Kakak udah makan?? " tanya Tata sembari duduk di sofa.


"Udah, tadi sama Ibuk waktu mertua kamu belum pulang tadi! " jawab Nada tidak secanggung waktu pertama tadi.


"Ya udah, sekarang kakak istirahat aja ikut Ibuk sama Aqila yang udah tidur tuh! Tata mau kembali ke ruangan Tata dulu, mau istirahat juga! " ucap Tata yang bangkit berdiri.


"Iya, kamu juga istirahat lah! Ibu menyusui harus banyak-banyak istirahat biar Asi nya tambah bagus! " sahut Nada juga.

__ADS_1


"Iya Kak.. ! Aku kembali dulu ya... Pintunya langsung aku tutup aja! " jawab Tata sambil keluar dan menutup pintu kamar rawat tersebut.


Bersambung...


__ADS_2