Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
78. Janda vs Duda


__ADS_3

Tepat pukul 9 pagi, sidang putusan pengadilan tentang nasib rumah tangga Tata di gelar. Walaupun ia tahu sidang ini sidang terakhir karena hakim akan membacakan keputusan nya, Tata tetap saja merasa gugup dan grogi karena akan menyandang status baru.


Karena hanya menunggu ketok palu, sidang hanya berjalan selama 30 menit dan hakim langsung mengetuk palu mengabulkan gugatan yang di ajukan Tata kepada suaminya Dika.


Tata memejamkan matanya sesaat sambil menarik nafas dalam-dalam dan dengan mantap meyakinkan diri sendiri jika semuanya benar-benar usai.


Ia membuka matanya dan bangkit dari kursinya menyalami hakim dan para Jaksa di dampingi Susan selaku pengacara nya. Ia akhirnya akan mendapatkan selembar kertas yang bertuliskan akta cerai.


"Selamat ya Ta, sekarang kembali menjadi lajang dan semoga status mu cepat berubah lagi, Ha... Ha.. Ha... " ucap Susan dengan santai.


"Ye, emang nya gampang cari laki-laki yang mau sama janda kayak aku? " sahut Tata pesimis.


"Gampang kok! Soalnya aku sudah menunggu janda mu dari pertama kita ketemu! " ucap seseorang di belakang mereka.


Tata dan Susan langsung menoleh kebelakang dan terkejut melihat kalau orang yang barusan bicara tadi adalah Dave.


Dan Dave dengan santainya datang mendekati Tata dengan membawa sekuntum mawar putih bunga kesukaan Tata. Susan langsung menyenggol Tata sambil menaikkan alis nya menggoda Tata akan kedatangan Dave.


"Kenapa kamu ada di sini! " kata Tata dengan ketus.


"Mau ngasih ini! Tanda aku siap menunggu masa iddah mu! " jawab Dave dengan pedenya.


"Yakin banget kalau aku mau! " ucap Tata sambil melipat kedua tangannya di dada dengan melihat Dave dengan seksama.


"100% yakin, karena hanya aku lah yang bisa membuatmu bahagia, Selagi ada Tuhan aku yakin kau akan menjadi ratu di istana ku tidak lama lagi! " jawab Dave dengan narsis nya.


"Oh, so sweet... " sahut Susan sambil menyenggol bahu Tata.


"Gombal! Aku gak butuh cowok pintar gombal! gak kenyang! " jawab Tata memutar bola matanya dengan malas.


"Ayo pergi! Lama-lama aku bisa gila meladeni gombalan Bule sableng! " ajak Tata sambil menarik tangan Susan.


Susan cekikikan tertawa melihat kekesalan Tata atas gombalan Dave dan langsung membuntuti Tata yang berjalan ke arah parkir mobil mereka.


Tata langsung masuk ke dalam mobilnya dan Susan juga masuk di samping Tata karena ia yang akan menyetir mobil nya. Ketika ingin melakukan mobil, Dave datang dengan langsung memasukkan mawar putih yang tadi ia bawa dan menaruh nya di pangkuan Tata, yang kebetulan sekali kaca mobil Tata terbuka. Tidak hanya bunga, Dave meletakkan sekotak coklat di atas buket bunga tersebut.


"Tidak menerima penolakan, kalau nekad menolak aku akan memasukkan paksa coklat tersebut melalui mulutku! " ucap Dave dengan wajah datar.


"Astaga! Dasar gila! " umpat Tata sambil menaikkan kaca mobilnya.


Susan tertawa terbahak-bahak melihat aksi nyeleneh Dave dalam menarik perhatian Tata. Ia melajukan mobil sambil terus tertawa yang membuat Tata semakin keki.


"Ya Allah, kok bisa Mami Sita punya anak sableng kayak gitu! Masa merayu perempuan aja gak ada manis-manis nya! Udah gitu maksa lagi! Bikin kesel aja! " Tata ngedumel sepanjang jalan sambil memakan coklat pemberian Dave.

__ADS_1


"Emang nya Le minerale yang ada manis-manis nya, gitu? " sahut Susan dengan masih tertawa geli.


Mereka memakan coklat pemberian Dave sambil bercanda dengan sesekali Susan menjahili Tata dengan menggoda nya tentang Dave.


"Lihat orang nya kayak malas gitu! Tapi sama coklat nya doyan banget! " sindir Susan pada Tata.


"Biarin! Lagian sayang banget kalau di buang! Dosa tauk buang-buang makanan! " jawab Tata cuek bebek.


Mereka pun pulang kerumah dengan selalu saling menjahili satu sama lain.


Ketika sampai di rumah, betapa terkejut nya Tata begitu keluar dari mobil.


"Astaghfirullah hal adzim.... Siapa sih yang ngasih bunga segede gaban kayak gini? " ucap Tata dengan wajah sedikit shock.


"Huahahaha... Astaga, astaga, astaga,.... Ternyata kamu sudah punya pengagum rahasia sekarang, Tet! Lihat saja, baru beberapa jam menyandang status baru, para pengagum mu mulai menunjukkan taringnya! " ejek Susan dengan tertawa geli.


Tata merengut kesal, ia langsung masuk sambil ngomel-ngomel kesal kepada pemilik bunga yang tidak ada namanya itu.


🌿🌿🌿


Hari ini Bi Sur pergi ke pasar tradisional dengan menggunakan ojek. Ia hendak belanja untuk memasak makanan pesanan Riko. Sudah beberapa hari ini Riko selalu kepengen makan makanan laut yang paling ia tidak suka. Karena ingin membelikan yang masih seger, Bi Sur membelinya di pasar tradisional.


Ketika hendak membayar belanjaannya, Seseorang tanpa sengaja menabraknya dari samping.


"Ya Allah, Nyonya Anika???? " teriak Bi Sur dengan wajah kaget ketika melihat siapa yang sudah menabraknya itu.


"Loh, Bi Sur??? " ucap Anika tidak kalah kaget.


Ia melihat ke sana kemari seperti mencari sesuatu atau mencari seseorang. Bi Sur yang langsung paham melihat gelagat majikannya itu, langsung mengatakan jika ia seorang diri di pasar ini.


"Nyonya, ayo ikut Bibi sebentar! Ada yang ingin Bibi bicarakan sebentar dengan Nyonya! " ajak Bi Sur langsung menarik tangan Anika pelan.


"Bagaimana keadaan Nyonya selama ini? Nyonya tinggal di mana? " tanya Bi Sur dengan sangat penasaran.


"Anika tinggal dengan abang kandung Anika, Bi! Kebetulan hari itu, Anika bertemu Abang Anika di pinggir jalan. Semenjak itu pula lah Anika tinggal bersama Abang Anika! " jawab Anika dengan jujur.


"Alhamdulillah ya Allah... Bibi seneng dengernya! " ucapnya penuh kelegaan.


Bi Sur pun mulai bercerita kepada Anika tentang apa yang terjadi dengan keadaan di rumah nya setelah kepergian Anika. Ia juga menceritakan tragedi yang menimpa Riko karena jebakan Delia. Dan juga tentang terbongkarnya kebohongan Delia dan ia di ceraikan Riko saat itu juga. Sekarang ini keadaan Riko malah semakin aneh karena ia sangat menyukai makanan manis dan berbagai olahan seafood.


"Benar kah Bi Mas Riko seperti itu sekarang ini? " tanya Anika dengan tidak percaya.


Bi Sur menganggukkan kepalanya dengan sorot mata yakin sekali. Anika senyum-senyum sendiri mendengar apa yang di katakan Bi Sur.

__ADS_1


"Oh ya Bi, gimana dengan Delia? " tanya Anika tampak ragu-ragu.


"Saya tidak tahu bagaimana keadaan dia sekarang ini, Nyonya! " jawab Bi Sur dengan gelengan kepalanya.


Anika tampak termenung mendengar jawaban Bi Sur, ia sebenarnya ingin sekali menemui suaminya, tapi ia harus menanyakan kepada Abangnya tentang keinginannya yang ingin kembali kepada suami nya.


"Bi, Anika pulang dulu ya? Insyaallah Anika akan pulang ke rumah. " ucap Anika sambil tersenyum.


"Baik, Nyonya! Bibi senang Nyonya akhirnya mau pulang. " sahut Bi Sur dengan lega.


Anika pun kembali ke rumah Kadir dan berencana untuk kembali pulang ke rumah mereka setelah mengatakan semuanya kepada Kadir.


Di tempat lain, Mami Sita baru saja keluar dari mall dengan menenteng beberapa barang belanjaan di kedua tangan nya dengan wajah sumringah bahagia.


Tiba-tiba saja, seorang perempuan menabrak nya dari arah samping sehingga membuat Mami Sita sedikit terhuyung ke belakang namun tidak sampai terjatuh karena di pegang seseorang dari sebelah sisi kanan nya.


"Heh Mbak, kalau jalan itu kaki nya di kasih mata biar tidak sembarangan menabrak orang! " hardik Sandra dengan ketus.


Ternyata yang menolong Mami Sita dari sisi kanan nya adalah Sandra.


"Kenapa kamu yang sewot? Toh dia juga tidak apa-apa! " jawab perempuan tersebut cuek sambil melenggang pergi tidak perduli.


"Kanjeng Mami gak papa kan? " tanya Sandra sedikit khawatir.


"Alhamdulillah Mami gak papa! Untung ada nak Sandra, jadi Mami gak sampai terjatuh. " jawab Mami Sita dengan wajah lega.


"Wah, wah, wah ! Sepupu ku sayang baru saja selesai berbelanja rupanya! Dimana penyelamat mu yang sok jagoan itu, Ayu? Kemana perempuan sombong itu? Dia sudah membuat aku dan Ajeng mandi berkali-kali karena ulah nya itu, katakan padanya kalau aku akan membalas perbuatannya itu jika bertemu lagi! " ucap Mama nya Ajeng dengan penuh kebencian.


"Kenapa Mbak kesal begitu? Wajar jika Tata berbuat begitu kepada tamu yang tidak diundang datang ke rumah dengan tiba-tiba. " jawab Mami Sita dengan malas.


"Kamu memang sangat sombong, Ayu! Lihat saja, aku bersumpah jika tidak ada seorang wanita pun yang mau dengan laki-laki mandul seperti anak mu itu, Ayu! Dasar tidak tahu di untung! Kalau saja bukan karena permintaan Ajeng, aku tidak sudi mau besanan dengan perempuan yang anaknya mandul! " ucap Mama Ajeng mengata-ngatai Mami Sita.


Bersambung...


Mohon maaf sebesar-besarnya untuk para readers tercinta karena othor baru Up setelah 3 hari Off.


Othor baru saja mendapatkan musibah besar, suami othor meninggal dunia karena pendarahan di otak sepulang beliau kerja. Tanggal 9 juni suami othor dilarikan ke rumah sakit sehabis magrib karena pingsan dan tidak sadarkan diri dan ketika di rumah sakit langsung di katakan koma.


Jam 1 dini hari, suami othor di masukkan di ruangan ICU dan jam 5 subuh lewat 40 menit dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 10 juni hari jumaat.


Othor begitu terpukul karena beliau pergi secara mendadak tanpa meninggalkan pesan apa-apa😭😭😭Beliau juga tidak pernah sakit, dan apa lagi beliau pergi dengan meninggal kan dua orang anak, yang sulung berumur 14 tahun dan yang bungsu berumur 2 tahun. Maaf jika nanti othor Up nya tidak bisa banyak-banyak seperti biasanya dulu.


Othor harap para readers sekalian mau mendoakan othor agar tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Kuat menjaga dan mendidik kedua anak othor yang sangat membutuhkan othor karena hanya othor lah sekarang orang tua yang mereka punya.

__ADS_1


__ADS_2