Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Rencana bertemu


__ADS_3

Malam harinya, Tata diam termenung di atas bed nya dengan mata melihat ke televisi yang menyala tapi pikiran nya kosong. Malam ini ia dan Dave sengaja meminta semua orang untuk pulang termasuk Abeth dan mertuanya yang baru saja pulang beberapa menit yang lalu.


Tata beralasan jika ia tidak apa-apa tidak di tungguin karena kondisi nya baik-baik saja dan masih ada suami yang akan membantu nya jika ia butuh bantuan.


Karena Tata bersikeras, semuanya menuruti perkataan Tata untuk pulang dan istirahat di rumah saja. Saat ini Dave ikut keluar mengantarkan kakak dan iparnya sampai ke parkiran.


Pikiran Tata melalang buana teringat cerita Susan tadi siang tentang sikap aneh Ibuk nya.


"Siapa ya kenalan yang Ibuk temui tadi pagi di lift?? Kenapa Ibuk bisa sampai melamun seperti yang dibilang Susan! Padahal Ibuk bukan orang yang selalu melamun terlebih jika punya masalah sekalipun! Jadi penasaran siapa orang itu! " batin Tata dengan memegang kepala nya karena berpikir keras.


"Assalamualaikum sayang... ! "


"Sayang... "


"Sayaaang!!! "


"Astaghfirullah hal azim Mas... !! Ngagetin aja sih! " teriak Tata sembari mengusap dadanya karena kaget.


"Mas gak ngagetin sayang?? Mas ngucapin salam gak kamu jawab! Sampai Mas panggil sampai dua kali dengan keras baru kamu kaget kayak gitu! " jawab Dave membela diri.


"Iya kah??? Kok aku gak ngerasa Mas manggil aku! " sahut Tata lagi santai.


"Gimana gak merasa orang kamu melamun kayak gitu! " ucap Dave gemes dengan mencubit hidung bangir Tata.


"Ish, sakit Mas... ! " pekik Tata tidak terlalu kencang dengan wajah merenggut sebel.


Dave terkekeh melihat wajah merenggut istrinya yang sungguh membuat nya gemes. Tanpa pemberitahuan ia meraih tengkuk Tata melabuhkan luma tan kecil pada bibir ranum sang istri hingga membuat Tata megap-megap kayak ikan gak di kasih air.


"Mas ih, bikin aku gak bisa napas ! Ngomong dong kalau mau cium jadi aku bisa hirup oksigen banyak-banyak! " omel Tata dengan memukul pelan lengan kekar suami nya.


"Kelamaan sayang kalau ngomong dulu, jadi langsung eksekusi aja! " jawab Dave dengan menyeringai licik.

__ADS_1


Ia kembali meraih leher Tata agar mendekat dan kembali mendaratkan ciuman pada bibir kecil Tata yang menjadi candunya. Ia menekan tengkuk Tata untuk memperdalam ciuman mereka hingga terdengar bunyi decakan saliva keduanya untuk beberapa menit.


Dave menempelkan kening nya pada kening Tata hingga napas mereka saling berhembus satu sama lainnya.


"Mas sangat mencintaimu sayang! Terimakasih sudah mau menerima lamaran Duda ini! Dan terimakasih sudah memberikan anak-anak yang lucu-lucu untuk keluarga kita! " ucap Dave dengan lirih sambil mengusap lembut pipi Tata.


Tata melabuhkan diri ke dalam pelukan sang suami dengan wajah bahagia dan mendongakkan muka nya menatap langsung wajah tampan Bule blasteran yang menjadi suaminya dengan penuh cinta.


Jemari lentiknya mengusap rahang tegas sang suami dan memberikan kecupan kecil di sudut bibir Dave hingga membuat Dave kembali memagut lembut bibir nya dan mereka kembali perang bibir dengan begitu intens hingga terdengar suara daging ketemu daging yang membuat jiwa jomblo meronta-ronta iri.


"Dalam hidup aku, Mas dan anak-anak kita adalah anugerah terindah yang di berikan Tuhan untuk anak yatim seperti aku! I love you my husband, love you forever! " bisik Tata di telinga Dave dengan merdu.


"Damn it.. ! " rutuk Dave dalam hati karena bisikan Tata membuat anaconda nya seketika bangun.


"Kenapa Mas?? Ada yang sakit?? Kenapa wajahnya memerah kayak udang rebus begitu?? " tanya Tata polos dengan memegang kedua pipi suaminya.


"Ya Allah sayang! Suara bisikan mu membangunkan anaconda kesukaan mu! " jawab Dave dengan wajah frustasi.


"Hehehehe... " bukannya merasa bersalah justru ia terkekeh melihat wajah frustasi sang suami.


"Awas ya! Berani nya ngejekin suami sendiri! Lihat aja ntar setelah dua bulan, Mas akan bikin kamu teriak-teriak minta ampun di ranjang sampai gak bisa jalan lagi! " ancam Dave dengan berjalan ke kamar mandi bermain solo menidurkan sang anaconda.


"Siapa takut??? " jawab Tata malah menantang sang suami dengan mengedip kan matanya.


Dave tidak membalas tantangan istrinya karena ia harus segera menuntaskan semua nya dengan mandi air dingin.


Tata tiba-tiba teringat akan kakak ipar dan keponakannya saat melihat tayangan di televisi tentang anak hilang saat bermain.


"Aku sampai lupa nanyain kabar istri Bang Sandi dengan anak-anak nya pada Mas Dave! Waktu itu kalau gak salah Mas Dave bilang mereka tinggal di apartemen Mas Dave! Nanti aku tanyain lagi ah semuanya pada Mas Dave! Aku harus mempertemukan mereka sama Ibuk dan mencari keberadaan Bang Sandi! " gumam Tata dengan mata masih melihat layar televisi.


Lima belas menit kemudian, Dave keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggang nya saja. Tata menelan ludah melihat roti sobek sang suami yang menggoda iman nya yang setipis tisu.

__ADS_1


Dave menyeringai jahil melihat wajah cengo sang istri yang menatap nya tanpa berkedip. Ia berjalan mendekati bed istri nya dan dengan santai meniup pelan wajah bengong Tata hingga Tata kelimpungan dibuat nya.


"Apaan sih Mas! Jahil banget sama istri sendiri! Kalau aja aku gak dalam masa nifas, udah aku terkam Mas ! Senang banget ya menggoda istrinya nya dengan keluar gak pakai baju gitu! " ucap Tata dengan nada geram pada sang suami.


"Hahahaha... ! Satu sama kan??? " jawab Dave dengan tergelak kencang.


Ia dengan santai berjalan menuju loker tempat penyimpanan baju dirinya dan Tata yang sengaja ia bawa biar gak bolak-balik ke rumah untuk mandi. Dengan gaya slow motion Dave memakai pakaian dalam hingga baju dan celana di depan Tata yang membuat Tata menarik napas panjang akibat godaan yang terpampang di depan matanya.


"Nanti kalau aku udah keluar dari rumah sakit, aku balas Mas lebih pedih dari ini! Lihat aja nanti! " ucap Tata penuh dendam sambil menatap berang sang suami.


"Hahahaha... " Dave semakin tergelak kencang mendengar ucapan sang istri yang penuh dendam padanya.


Pembicaraan mereka terhenti karena terdengar suara ketukan pintu dari luar dan ternyata itu Suster Mila yang mau mengambil stok Asip untuk si kembar.


Setelah Suster Mila pergi, Tata menepuk pelan bed nya seakan mengisyaratkan agar Dave duduk di sebelahnya. Dave menuruti permintaan Tata dan duduk di sebelah Tata.


Tata memeluk erat tubuh besar sang suami dan menghirup lekat aroma parfum khas sang suami yaitu bau Citrus yang membuat nya nyaman berada dalam pelukan sang suami.


Setelah puas menghirup aroma sang suami, Tata melepaskan pelukan nya dan mereka saling berhadapan dengan menatap satu sama lain dengan tatapan penuh cinta.


"Ada apa sayang, apa ada yang ingin kau tanyakan pada Mas?? " tanya Dave lembut.


"Kok Mas tau aku pengen tanya sesuatu sama Mas?? " sahut Tata balik nanya.


"Terlihat dari tatapan matamu sayang! Seperti ada hal yang mengganggu pikiran mu, ya kan?? " jawab Dave dengan begitu yakin.


Tata mengangguk pelan mengiyakan tebakan sang suami. Ia menghela napas dalam-dalam sebelum bertanya pada Dave.


"Mas, gimana keadaan anaknya Bang Sandi?? Karena melahirkan aku jadi lupa jika ada mereka! Aku ingin bertemu mereka secepatnya dan mempertemukan mereka dengan Ibuk! " tanya Tata dengan menatap hangat mata tajam bak elang milik suaminya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2