Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
58. Niat terselubung Delia


__ADS_3

"Sudah larut, sebaiknya kamu tidur gih bersama anak-anak! Biar Abang yang tidur di kamar belakang! " ucap Kadir seraya bangkit dari atas dipan.


"Iya, Bang! " jawab Anika dengan suara serak.


Ia pun berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar depan tempat Kana dan Kayla tidur. Ia pun merebahkan tubuhnya di samping Kana dan menarik selimut hingga sampai ke atas dada.


Sedangkan Kadir memasukkan motornya ke dalam rumah dan menutup pintu serta menguncinya dengan rapat. Ia sengaja minta libur kepada Bos nya untuk libur satu hari karena ada urusan keluarga, begitu yang ia katakan kepada pemilik kedai warung tenda tersebut. Dan alhamdulillah ia di izinkan untuk libur malam ini.


Kadir mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah shalat isya sebelum ia mengistirahatkan tubuhnya agar tidak capek ketika bangun besok.


🎍🎍🎍


Di restoran.


Tata melakukan perombakan besar-besaran di restoran yang di handle Sandra. Ia menyuruh Angel melalui email untuk melacak keberadaan manajer keuangan nya bernama Amel yang hilang tidak tahu rimba nya.


Ia mengubah struktur kepegawaian di restoran tersebut dan merekrut beberapa orang untuk bekerja sebagai keamanan dan bagian pramusaji. Ia juga memberikan bonus kepada karyawan yang rajin, ulet dan jujur dan membuat beberapa fasilitas yang disediakan untuk para karyawan di berbagai bidang, baik itu koki, pramusaji, OB/OG, semuanya bisa menikmati fasilitas tersebut.


Ketika ia sedang meeting online dengan Icha, salah satu manager keuangan di restoran nya yang lain, ia mendapat telepon dari seseorang. Ia mengisyaratkan dalam video agar Icha menunggu sebentar karena ia mau menerima panggilan itu.


"Ya, hallo! "


"Hallo Ta, ada seorang pria yang mengaku kerabat dari Dian ingin membebaskan Dian dengan uang jaminan. Apa yang harus aku lakukan karena ia masih bisa di bebaskan dengan cara tersebut? "


"Bebaskan saja Kak! Minta nominal seperti calon mantan suamiku dulu! Aku punya rencana bagus untuk membuat perempuan itu masuk kembali ke hotel prodeo tanpa bisa di tebus dengan jaminan apapun! "


"Baiklah! Aku akan lakukan sesuai dengan keinginan mu! "

__ADS_1


Setelah mematikan sambungan telepon itu, Tata kembali mengutak-atik ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Hari ini Dian bebas! Suruh orang terbaik mu untuk mengikuti semua aktivitas perempuan itu sekecil apapun! Dan laporkan semuanya kepada ku tanpa ada yang harus kau tutupi. Jangan sampai kau membiarkan perempuan itu lolos dari tangan kita! "


Selesai bicara begitu, Tata langsung mematikan ponselnya dan ia kembali melanjutkan meeting nya bersama Icha.


Setelah selesai meeting online, Tata berdiam diri di kursi panas nya dengan sesekali memutar kursinya dengan mata terpejam.


"Tet, aku bawa surat perintah untuk datang ke sidang pertama perceraian mu! " teriak Susan tiba-tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Astaghfirullah hal adzim, Bon! Bisa gak sih masuk itu ucapin salam dulu, bukan langsung berteriak membuat orang jantungan saja! Kalau jantung aku copot kamu mau gantiin! " omel Tata sambil memegang dadanya yang berdebar kencang.


"He... He.. He... Assalamualaikum Tata, sayang? " jawab Susan dengan cengengesan.


"Basi! " sahut Tata dengan ketus.


"Ya sudah, kasih aja ke bebek biar gak mubazir! Kalau perlu di kasih dedak biar tercampur rata tuh nasi basi nya! " jawab Susan asal.


"Nih suratnya! Bagian nya Dika sudah aku kirim ke penjara! " ucap Susan sambil meletakkan amplop surat bewarna putih dengan logo pengadilan agama di atas meja.


"Oh ya si Bontot kenapa blom balik juga tuh anak? " tanya Susan sembari mendaratkan bokongnya ke sofa.


"Tauk" jawab Tata sambil mengangkat bahunya.


Ia kemudian melanjutkan pekerjaan nya mengutak-atik laptop membuat peraturan baru untuk semua karyawan nya, baik itu karyawan baru maupun karyawan lama. Susan dengan santai memesan makanan dan minuman kekinian untuk di bawakan ke ruangan Tata.


🎍🎍🎍

__ADS_1


Riko kembali ke rumahnya setelah lelah mencari Anika kemana-mana. Ia tidak sengaja melihat Delia membentak dan menghina Bi Sur yang tidak mau di suruh membeli makanan yang ia inginkan.


"Oh... Bagus sekali ya!! Ternyata begini kelakuanmu jika di belakang ku! Dasar perempuan munafik! Manusia bermuka dua, ular berbisa! Entah kau dari hadapan ku! Muak aku melihat wajah sok polos mu itu! Menjijikkan! " ucap Riko dengan tersenyum sinis.


Delia terkejut melihat kepulangan Riko, ia pikir laki-laki itu akan pulang malam atau semacamnya karena mencari kakak madunya itu, walaupun usianya di bawah dia, Delia tetap harus mengakui Anika sebagai kakak madunya.


"Sialan! Bagaimana bisa dia pulang begitu cepat! Bisa-bisa gagal aku menarik simpatinya jika ia membenci ku, dan aku tidak bisa menjebaknya untuk mengakui anak dalam kandungan ku ini! " Batin Delia dengan wajah kecut.


Yah, Delia sengaja memaksa orang tuanya untuk menjadikannya istri kedua Riko karena kekasihnya tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya yang baru ia ketahui ketika berumur tiga minggu. Tidak masalah ia sebagai istri kedua, yang penting ada orang yang mengakui anaknya nanti ketika ia lahir. Di tambah lagi ia tidak sengaja mendengar obrolan Mama nya dengan Mama Riko yang memang berteman sejak dulu jika ia sangat tidak menyukai menantu nya yaitu Anika.


Riko yang masih di kuasai emosi, membuka lemari miliknya dan membuang semua pakaian Delia yang ada di sana keluar kamar hingga tak tersisa sehelai pun.


Delia yang hendak menyusul Riko terkejut dan berjalan cepat memungut semua pakaiannya yang di lempar ke lantai oleh Riko.


"Ini peringatan buat mu! Lain kali jangan lancang memasuki kamar yang bukan hak mu di rumah ini! Dan aku ingatkan sekali lagi, hanya istriku Anika yang aku perkenankan untuk masuk ke kamar kami dan hanya pakaian nya lah yang pantas mengisi lemari ku! Kau camkan itu baik-baik! " ucap Riko dengan menatap Delia dingin.


Setelah mengatakan semua itu, Riko menutup pintu kamarnya dengan keras di hadapan Delia.


Delia kembali memungut pakaian nya dengan tangan terkepal menahan amarah dan wajahnya merah padam. Ia lalu kembali ke kamar nya yang sejak pertama kali datang ke rumah ini.


"Awas kau Riko! Akan aku buat kau bertekuk lutut kepada ku dan akan aku pastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan istri pertama mu itu! Kau akan selamanya menjadi milikku dan ayah dari anakku! " Batin Delia dengan wajah penuh dendam.


Bi Sur yang melihat kejadian Riko membuang pakaian Delia, membuntuti Delia ke kamarnya dan mengintip dari pintu yang tidak tertutup rapat melihat apa yang dilakukan wanita itu di dalam kamar.


"Dari wajah nya seperti ada niat jahat yang terselubung yang ia rencana kan! Aku harus mengawasi perempuan culas itu ! Entah kenapa firasat ku mengatakan jika perempuan itu akan melakukan hal yang jahat terhadap Tuan Riko! Aku tidak rela Nyonya muda Anika di gantikan perempuan seperti itu! " Batin Bi Sur dengan penuh tekad.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2