Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
63. Alasan Delia.


__ADS_3

"Tuan, Tuan... Tuan... " Bi Sur memanggil dan menggedor pintu kamar Riko dengan sangat keras sehingga membuat empunya mau tidak mau harus bangun dari tidurnya.


Riko agak kesulitan bangun karena kepalanya sedikit berat dan pusing. Ia membuka matanya perlahan mencium bau parfum yang berbeda di dalam kamarnya. Parfum yang begitu mencolok wanginya sehingga membuat perutnya tiba-tiba bergejolak dari dalam untuk di keluarkan. Ketika ia hendak duduk, ia terbelalak kaget melihat dirinya tidak memakai pakaian hanya menyisakan pakaian dalam dan tertutup selimut. Ia menoleh ke samping dan melihat perempuan yang sangat ia benci sedang pulas tertidur tanpa merasa terganggu.


Darah Riko tiba-tiba mendidih, ia dengan tergesa-gesa memakai kembali pakaian nya dan dengan kasar menyeret Delia yang sedang tidur turun dari kasur nya yang mana membuat Delia berteriak marah. Riko tidak memperdulikan teriakan Delia, ia tetap menyeretnya hingga keluar dari kamar dengan memakai pakaian dalam.


"Lepaskan! Sakit brengsek! Lepaskan! " teriak Delia berontak tapi apalah daya tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Riko hingga ia pasrah di seret dari atas tempat tidur hingga keluar kamar.


"Kau yang brengsek! Berani sekali kau masuk ke kamar ku dan tidur di samping ku! Dasar perempuan j*l*ng! Entah kau dari hadapan ku! Sial! " hardik Riko sambil menarik rambutnya karena kesal yang menjadi-jadi.


Ia langsung menutup pintu kamar nya dengan kasar dan membuat mual nya hilang seketika. Sedang kan Delia masih berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar Riko.


"Mas, jangan perlakukan aku seperti ini? Apa kau lupa kalau kau yang memintaku untuk tidur dengan mu? Jangan pura-pura lupa kau Mas! Buka pintunya brengsek! Dasar brengsek! Sudah dapat enaknya langsung di buang! " teriak Delia dengan kencang hingga terdengar sampai ke dapur.


Bi Sur tidak berani mendekat karena Delia masih setia menggedor pintu kamar Riko sambil maracau karena sudah di campakkan setelah bersenang-senang.


"Dasar ratu drama! Pintar banget bertindak seolah-olah dia adalah korban. Padahal dialah pelakunya, Duh kasihan banget orang tuanya punya anak yang kayak gitu " Batin Bi Sur sambil geleng-geleng kepala.


Tidak ingin ketahuan sedang mengintip, Bi Sur kembali ke dapur untuk membuat toping brownies yang sempat tertunda karena bahannya habis.


Ia membuat toping keju dan toping meses ceres coklat kesukaan Anika. Setelah semuanya selesai, ia pun memotong dan menyajikan nya di atas piring untuk di berikan kepada Tuannya Riko. Bi Sur juga membuatkan teh jahe madu agar pusing yang Riko alami sedikit berkurang setelah meminum ini.


Delia yang masih setia berteriak-teriak di depan kamar Riko merasa kesal karena aksinya tidak membuat Bi Sur datang dan memihak dirinya.


'Sialan benar sih gue! Gue udah teriak-teriak ampe tenggorokan gue kering tapi tuh babu gak nongol-nongol juga nyamperin gue! Padahal gue pengen buat tuh babu sadar kalau Tuannya itu gak bisa menolak pesona gue di bandingkan istri pertama nya itu! Pokoknya gue akan lakukan apapun agar Riko ngakuin anak dalam perut gue itu anaknya dia! Bodo amat dengan yang lain nya, yang penting anak gue punya ayah! ' Batin Delia dengan wajah masam.


Karena capek, ia pun kembali ke kamar nya dengan tanpa tahu malu hanya mengenakan pakaian dalam saja. Ia tersenyum senang karena mengira rencananya berjalan lancar dan ia hanya tinggal menunggu beberapa minggu saja untuk memberitahu kan tentang kehamilannya kepada mertua dan orang tuanya.

__ADS_1


"Dari pada berdiam diri di rumah gak ngapa-ngapain, mendingan aku jalan-jalan ke Mall. Lebih baik ajak anak-anak aja ke tempat biasanya kita kumpul. " ucap Delia sambil memainkan ponselnya.


Ia pun melakukan panggilan telepon dengan teman-temannya untuk membuat janji ketemu di Mall dua jam dari sekarang. Setelah selesai menelpon, ia pun menyambar handuk nya sambil bersenandung ke kamar mandi.


Delia sudah berpakaian rapi dan mematut dirinya di depan cermin sambil senyum-senyum sendiri. Setelah yakin tidak ada yang kurang, ia pun mengambil dompet dan tasnya keluar dari kamarnya menuju dapur untuk sekedar berpamitan agar ada alasan jika ada yang mencarinya nanti.


"Loh, Mbak mau kemana sore-sore gini? Udah rapi banget! " sapa Bi Sur pura-pura kaget.


"Eh Bi Sur! Mau jalan-jalan sebentar Bi, suntuk di rumah aja ! Saya pergi ya Bi, kalau Mas Riko nanyain bilang aja saya jalan-jalan sama teman-teman saya! " jawab nya sambil berjalan menuju pintu keluar rumah.


Bi Sur mengikutinya dari belakang hingga keluar rumah dan memastikan Delia benar-benar sudah pergi. Bi Sur kemudian mengunci pintu dan melonjak kaget ketika Riko sudah berdiri di belakang nya dengan wajah yang tampak lega.


"Udah beneran pergi gak Bi, tuh orang! " tanya Riko dengan melihat di balik gorden.


"Astaga!! Tuan bikin saya kaget aja! Sudah Tuan! InsyaAllah perempuan itu sudah pergi. " jawab Bi Sur sambil berjalan ke belakang.


Setelah meletakkan sajiannya di atas meja samping laptop Riko, Bi Sur duduk di lantai dengan wajah sangat menyesal.


"Maaf kan Bibi Tuan! Bibi lupa dan tidak menyangka kalau perempuan itu bertindak seperti itu ketika saya pergi keluar rumah. " ucap Bi Sur dengan sangat menyesal.


"Gak papa Bi, saya juga sudah waspada sehari sebelumnya dengan menaruh kamera kecil ini di atas lemari. Saya hanya berjaga-jaga jika ada kemungkinan terjadi sesuatu, dan saya tidak menyangka jika kejadiannya secepatnya ini. Saya akan memindah kan file di memori kamera ini ke dalam laptop. Satu yang saya sesali, saya pura-pura tidur untuk mengelabui perempuan itu, eh malah saya ketiduran beneran! " kekeh nya dengan wajah sedikit cerah.


Bi Sur pun ikutan tertawa mendengar ucapan Riko dan ia sedikit lega karena Riko sudah mulai bangkit dari keterpurukan nya kehilangan Anika.


"Oh ya Tuan, Bibi juga sempat merekam saat perempuan itu membuatkan teh untuk Tuan dan menaruh sesuatu di dalam teh tersebut! " ucap Bi Sur sambil menyodorkan ponselnya kepada Riko.


"Bibi emang te ope deh! Top markotop pokoknya! " puji Riko dengan memberikan dua jempolnya.

__ADS_1


"Saya pinjam dulu ya Bi, ponselnya. Mau saya simpan dulu di laptop biar gak hilang. Oh ya, Bibi bersikap biasa aja sama perempuan itu, jangan nampak kan jika kita mengetahui rencananya itu. Kita lihat saja sampai kapan ia akan menyembunyikan kejadian ini! " ucap Riko sambil berpesan kepada Bi Sur.


"Baik Tuan! " jawab Bi Sur sambil permisi kembali ke dapur.


🌿🌿🌿


Di sebuah cafe, Delia bertemu dengan dua temannya yang sama-sama berdandan seperti mau ngelenong aja. Mereka tertawa cekikikan tanpa menghiraukan tatapan pengunjung lain yang tampak tidak suka dengan keriuhan yang mereka buat.


"Eh Del, gimana laki elo! Kata si Diki elo kemarin minta dia beliin obat tidur ? Mau ngapain elo beli obat tidur? " tanya temannya yang bernama Ayu.


"Iya Del! Ngapain coba elo beli begituan? " tanya temannya yang satunya lagi bernama Dewi.


"Gue beli obat tidur untuk gue kasih ke laki gue! Biar dia tidur pulas dan gue bisa melakukan rencana gue seakan-akan dia udah tidur sama gue! " jawab Delia jujur sambil meminum juice nya.


"Gilak loe Del! Kenapa gak elo kasih obat perangsang aja! Jadi elo bisa nikmatin gimana keperkasaan laki loe! " celutuk Dewi dengan keras.


"Gue gak mau janin gue kenapa-napa dodol! Kalau aja janin gue baik dan sehat kayak emak-emak di luar sana, udah gue kasih laki gue obat perangsang, bukan obat tidur! " jawab Delia dengan ketus.


"Emangnya kenapa dengan janin elo Del? " tanya Ayu pelan.


"Sebelum gue tahu gue hamil, gue flek-flek selama tiga hari. Terus perut gue sakit banget. Gue periksa aja ke dokter, sampai di sana gue di saranin periksa ke bagian kandungan. Katanya gue itu hamil. Ya udah, gue ke bagian kandungan, dan beneran kalau gue hamil. Cuma masalahnya, janin gue itu cukup sehat tapi kandungan gue yang lemah. Gue gak boleh kerja berat-berat, gak boleh stres dan untuk sementara di larang berhubungan intim dulu selama kandungan gue umurnya tiga bulan. Nah, itu yang menjadi pertimbangan gue gak ngasih laki gue obat perangsang. Sia-sia dong gue jebak dia, tapi kandungan gue kenapa-napa? " jawab Delia panjang lebar.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas kembali setelah weekend readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..

__ADS_1


__ADS_2