
"Baby shark...Dududu....Baby shark....Duduudu....Baby shark..... Drrttt.... Drrttt.... " bunyi ponsel Tata yang bergetar dengan nada dering lagu baby Sharks berbunyi memekakkan telinga.
Tata yang masih di alam mimpi menggeliat dengan tangan meraba-raba keberadaan ponselnya. Saat bunyi nya mati, ia kembali tidur dan panggilan tersebut berbunyi lagi dengan nyaring.
"Siapa sih yang nelpon pagi-pagi begini? Gak tau apa orang baru tidur? " omel Tata dengan mata masih terpejam.
Ia lalu menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang memanggil.
"Hallo.... ! Ini siapa? Ada apa nelpon pagi-pagi begini? " jawab Tata dengan suara serak baru bangun tidur.
"Waalaikumsalam... Woi pauk! Pagi apa kau bilang? Udah jam setengah satu ini ! Masih aja kau molor jam segini ! Bukannya ngucapin salam, nanya pulak kau ini siapa! " cerocos Sandra dari seberang sana.
"Apa???? " ucap Tata langsung melonjak duduk dan melihat jam di ponselnya.
"Nanti aku telpon lagi lah kau Tot! Assalamualaikum... ! " ucap nya lagi dengan mematikan panggilan tersebut secara sepihak.
"Alamak.... ! Mati aku! Tinggal di rumah mertua, bangun jam segini! Aduhh... Bisa-bisa di tendang aku jadi mantu kayak di sinetron yang di tonton Mak Ijah! " ucapnya lagi dengan wajah panik.
Ia tidak menyadari jika ia masih polos dan langsung melompat turun dari tempat tidur.
"Awwww.... Sssshhhhh.... ! Perih banget... ! Astaga, aku lupa kalau gak pakai baju! Ish... Gini amat punya suami ganas banget kalau ngerjain istrinya! " jerit Tata sambil menggerutu dengan tangan meraih selimut dan menutupi tubuh nya.
Matanya tidak sengaja melihat makanan yang terhidang di atas meja yang ada di dalam kamarnya. Ia mendekati meja tersebut dan terdapat note yang bertuliskan.
...Tata sayang... Bangun tidur makanan nya langsung di makan ya, biar kamu ada tenaga! Tapi kalau kamu gak suka karena sudah dingin gak usah di makan, kamu panggil aja Mami biar Mami ambilkan yang baru! Susu dan jamu nya jangan lupa di minum ya sayang biar badan kamu fit lagi ! Dave tadi pamit ada meeting di kantor dan berangkat pagi-pagi sekali....
"Ya Allah.... Mami yang menyiapkan semua ini! Berarti Mami masuk kamar dan lihat aku masih tidur? Aduhh, malunya aku sampai ke ubun-ubun! Seumur hidup baru kali ini aku bangun tidur jam setengah satu gini, pantesan Bontot marah-marah tadi di telepon. " Ucap nya lagi dengan wajah malu dan tidak enak hati.
Ia lalu duduk dan memakan makanan tersebut dengan begitu lahap. Untung saja Mami membuatkan sandwich empat potong dengan isian yang lengkap jadi membuat perut Tata lumayan terisi saking kelaparan nya.
"Pantesan aja perut keroncongan, rupanya sudah siang begini! Alhamdulillah ya Allah punya Mami mertua yang perhatian kayak gini! Mudah-mudahan Mami selalu seperti ini sikapnya sama aku sampai kapanpun! " ucap Tata dengan mengusap perutnya yang tadi bernyanyi minta makan.
Dengan berjalan pelan, Tata memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri serta mandi junub.
"Alhamdulillah.... Sudah berkurang lagi perihnya! Untung ada ramuan rendaman dari Eyang, jadi bisa mengurangi rasa perihnya! " ucap Tata begitu keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.
Ia lalu sholat dan berpakaian yang wajar meskipun jejak yang di tinggalkan Dave masih terlihat di lehernya. Tata menggeraikan rambut nya agar jejak tersebut tidak terlalu kelihatan dari jauh.
Tata keluar kamar dengan membawa piring bekas makanan nya tadi dan beberapa gelas kotor yang semua isinya sudah habis.
Mbok Nah yang hendak ke lantai atas langsung menghampiri Tata karena Tata berjalan masih agak pelan dan terlihat agak kewalahan.
"Ya ampun Den Ayu! Sini biar si Mbok yang bawain ke bawah? Kenapa gak panggil si Mbok Den Ayu? " ucap Mbok Nah dengan langsung merebut nampan tersebut dari tangan Tata.
__ADS_1
"Tata gak enak Mbok mau manggil kalian! Udah bangunnya kesiangan gini eh mau nyuruh-nyuruh lagi! " jawab Tata dengan wajah tidak enakan.
"Ya Allah Den Ayu?? Itu memang tugas kami di suruh-suruh, lagian kan wajar Den Ayu bangun jam segini, masih pengantin baru! Nanti lama-lama udah terbiasa dan gak bakalan lagi bangun siang! " sahut Mbok Nah lagi dengan penuh arti menatap Tata.
Tata yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah dan malu, ia memalingkan wajah nya ke sembarang arah agar tidak ketauan jika ia malu. Aksinya itu membuat Mbok Nah melihat jejak yang di tinggalkan Dave di lehernya terlihat jelas.
"Ayo Den Ayu kalau mau turun! Gak usah malu gitu, setiap pengantin baru pasti seperti itu! Si Mbok kan pernah jadi pengantin baru, jadi tahu apa yang Den Ayu rasakan sekarang ini! Pasti Den Ayu malu, gak enakan, serba salah mau ngapain dan gak tau mau bilang apa! " ucapnya lagi dengan tersenyum penuh arti.
"Tata malu Mbok... ! Masa iya menantu bangun nya kesiangan gini! " sahut Tata dengan menggigit bibirnya sambil menunduk.
"Dah, gak usah malu! Anggap aja itu latihan agar besok-besok bangunnya cepat! Den Ayu harus rajin minum jamu bikinin Eyang sepuh karena jamu itu untuk kesehatan Den Ayu agar tidak gampang capek dan lelah! " ucap Mbok Nah memberikan semangat.
"Makasih ya Mbok... ! Tadi Tata udah minum kok Mbok, nanti malam Tata minum lagi lah! " ucap Tata dengan tersenyum tulus.
"Sama-sama Den Ayu! Ayo turun! " sahut Mbok Nah dan mereka turun barengan ke bawah.
Sesampainya di bawah, Tata langsung pergi ke ruang santai menemui Mami dan Abeth yang sedang santai membaca majalah sambil menonton televisi.
"Mi... Kak... ! " tegur Tata dan langsung duduk di tengah-tengah mereka.
"Kamu sudah bangun sayang? Gimana badan kamu? Udah agak segeran atau masih agak lemas? " tanya Mami Sita sesaat Tata sudah duduk di antara mereka.
"Udah agak lumayan Mi, lemes sih nggak, cuman masih agak pegel-pegel lah dikit! " jawab Tata jujur.
"Tapi Kak, aku malu nanti mereka lihat tubuh aku penuh tato gini! " sahut Tata dengan wajah bersemu merah.
"Gak papa itu, mereka tidak akan ember karena itu spa langganan Abeth dan kalau gak salah yang punya kakak teman Abeth! Betulkan kata Mami? " ucap Mami Sita sambil bertanya pada Abeth.
"Betul Mi... ! Benar kata Mami Ta, mereka gak bakalan berani bilang yang macam-macam kalau gak mau reputasi spa mereka hancur! " sahut Abeth membenarkan nya.
"Boleh deh kalau gitu! Aku memang perlu banget di pijat ini, rasanya benar-benar terkuras habis energinya! " keluh Tata dengan menggoyang lehernya kiri kanan.
"Kamu sih, di tolak napa kalau si Bule minta tambah lagi? Kakak kalau udah capek langsung aja tidur, dan Mas Henry juga ikutan tidur! " tuding Abeth pada Tata.
"Gimana mau nolak kakak kalau di bilangin nolak suami di benci malaikat sampai pagi! Gimana coba aku mau nolak! " jawab Tata membela diri.
"Astaga itu Bule! Benar-benar modus banget kelakuannya! Pakai ceramah pula biar bininya gak nolak! Kakak kalau di ancam kayak gitu juga gak bisa nolak sih, takut soalnya di benci Malaikat sampai pagi! He... He... He... ! " ucap Abeth sambil terkekeh geli.
"Nah itu lah yang bikin aku keok kayak gini! Heran aku, Mas Dave kuat banget dan gak capek-capek nya! Habis sholat subuh juga aku di hajarnya lagi hingga bangun kesiangan kayak gini! " sahut Tata lagi yang membuat Abeth tergelak kencang.
"Ha.... Ha... Ha..... Ya Allah.... Sakit perut aku ketawa gini! " ucap Abeth dengan memegang perutnya.
"Bapak sama anak sama-sama kuat! Mami aja dulu sampai di kasih jamu sama Eyang sehari tiga kali minum biar gak gampang capek dan lelah ketika di hajar Papi kalian! Biar Mami bisa mengimbangi permainan Papi kalian juga dan gak gampang lelah serta bisa tidur nyenyak! " sahut Mami Sita ikut nimbrung.
__ADS_1
"Huahahaha..... " Tata dan Abeth yang giliran tertawa mendengar cerita Mami mereka.
"Jadi jamu yang Tata minum itu biar gak gampang capek ya Mi? Bukan jamu kesehatan biasa? " tanya Tata dengan antusias.
"Iya benar! Pokoknya kamu harus rutin minum jamunya biar bisa melawan saat si Bule minta jatah! Jangan biarkan mereka aktif sendiri, kita juga harus aktif. Jangan pasif aja, karena laki-laki itu kebanyakan suka lihat istrinya yang aktif dan agresif di ranjang! Kamu jangan mau kalah sama si Bule, kamu buat juga dia kewalahan dan minta ampun! " jawab Mami Sita mengajarkan Tata dengan penuh semangat.
"Ha.... Ha.... Ha..... Mami bisa aja ngajarin mantunya! " ucap Abeth tergelak kencang.
"Ini bukan untuk Tata aja, kamu harus seperti itu juga sama Henry! Biar mereka makin klepek-klepek sama kita istrinya dan gak akan berpaling mencari lahan baru lagi untuk di garap! " sahut Mami dengan wajah serius.
"Mami ih nakut-nakutin aku aja! " ucap Abeth dengan muka nyiut.
"Mami bukan nakut-nakutin Abeth... ! Tapi Mami bicara yang sebenarnya untuk kalian berdua anak-anak Mami! Laki-laki itu tidak akan berpaling pada lahan baru jika kita bisa memberikan servis yang membuat mereka mabuk kepayang saat bersama kita! Kita wanita juga harus lebih aktif dan agresif memimpin permainan di ranjang. Kita juga bisa meminta duluan kalau memang lagi kepengen di garap! Banyak laki-laki yang di luaran sana selingkuh rata-rata karena urusan ranjang, dan Mami gak mau anak-anak Mami dan Mami sendiri mengalami hal yang seperti itu! Makanya sampai saat ini Mami masih aktif memberikan Papi kalian jatah di ranjang. Mami rajin yoga, dan spa itu ya untuk itu, menyenangkan suami! Dan Mami mau kalian juga seperti itu dengan suami kalian! " sahut Mami Sita panjang lebar.
"Tapi Mi... Malu lah kalau kita minta duluan sama suami ! " ucap Tata dengan malu-malu.
"Kenapa mesti malu sayang.... ! Malah pahalanya besar kalau kita istri meminta duluan pada suami! Kan udah Mami bilang kalau laki-laki itu kebanyakan paling suka saat istrinya meminta langsung dan gak jaim ataupun gengsi! Kabanyakan kita orang Indonesia malu dan gengsi kalau minta duluan, kirain nagih ataupun doyan. Padahal itu hak kita dan hal yang wajar dalam berumahtangga! Itu salah satu kunci dalam kesuksesan berumahtangga dan rumah tangga adem ayem awet sampai kapanpun! " jawab Mami Sita memberikan pengertian lagi pada Tata dan Abeth.
"Ya sudah kalau gitu! Ayo Ta kita ke spa! Kita buat suami kita klepek-klepek sama kita biar betah dan gak cari lahan lain untuk di garap! " seru Abeth langsung berdiri dan penuh semangat.
"Aku ikut ke spa... !! " teriak Giselle yang baru datang dari belakang.
"Lah ini anak, main ngikut aja! Cus lah kuy berangkat! " sahut Abeth dengan membiarkan Giselle ikut.
"Tata ambil jaket dulu ya Kak! " ucap Tata berdiri dan naik ke kamarnya.
"Oke... ! Kamu tunggu kita di sini ya sel.. ! " ucap Abeth pada Giselle setelah memberikan jempolnya pada Tata.
Tata langsung menelpon suaminya untuk meminta izin pergi spa bersama Abeth dan Giselle ke salon langganan nya Abeth di salah satu mall. Dave yang tidak punya firasat apapun memberikan izin pada istri nya itu tanpa menyadari jika bahaya tengah mengintai istrinya.
Mereka bertiga keluar rumah dengan tertawa bahagia masuk ke dalam mobil yang di sopir Tohir.
Beberapa meter dari kediamannya Dave, dua orang pria bergegas masuk ke dalam mobil dan membuntuti mobil yang di tumpangi Tata dan iparnya.
"Bos.... ! Target terlihat keluar rumah dan bergerak dengan dua orang wanita! Kami sedang membuntuti mereka dari belakang! " lapor salah seorang dari mereka melalui sambungan telepon pada Bos nya.
Bersambung...
Aduh... Kenapa jadi deg-degan gini sih ? 😱😱😱 Bikin takut dan cemas aja??😰😰😰..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku tercinta...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
__ADS_1