
Sandra sedang mematut dirinya di depan cermin, Ia memeriksa sekali lagi penampilan diri supaya tidak memalukan saat bertemu dengan Kadir.
"Padahal ketemu setiap hari di rumah, tapi kok ya deg degan kayak gini jantung aku! Kayak baru ketemu pertama kali aja! " gumam Sandra senyum-senyum sendiri di depan cermin.
Ia mengenakan dress panjang semata kaki bewarna sage green dan coat bewarna krem depan rambut yang di tata bergelombang bagian bawah nya, serta make up minimalis membuat wajah oriental nya semakin terpancar kan.
Setelah merasa tidak ada yang kurang dari penampilan nya, Sandra keluar dari kamar nya untuk pergi ke tempat mereka bertemu pertama kali yaitu restoran Tata dikawasan xxx.
"Mang, anterin aku ya ke daerah xxx! " ucap Sandra pada Mang Eko salah satu sopir senior di kediaman Tata.
"Baik Non... " jawab Mang Eko patuh.
Sandra masuk ke dalam mobil dan Mang Eko menghidupkan mesin mobil saat sudah memastikan Sandra memasang seatbelt nya.
Selama perjalanan Sandra tak henti-hentinya menerka-nerka kenapa Kadir mengajak diri nya bertemu di tempat pertama kali mereka bertemu.
Di tempat yang berbeda, Kadir bolak-balik seperti setrika di restoran milik Tata menunggu kedatangan Sandra.
"Ya Allah, Mudah-mudahan Sandra suka dengan apa yang aku lakukan nanti! " gumam nya sembari menggosok-gosok telapak tangan nya karena gugup.
"Bang... ! " tegur Nana dengan menepuk bahu Kadir dari belakang.
"Gimana semua? Udah beres belum? " tanya Kadir saat ia membalik badan nya.
"Beres Bang! Tinggal tunggu Kak Sandra datang aja! Takut banget gak sesuai rencana! " jawab Nana dengan memberikan jempol nya.
"Ya Abang takut aja jadi berantakan! Oh ya makasih ya udah mau bantuin Abang! " ucap Kadir dengan tersenyum tulus.
"Abang kayak ama siapa aja! Asal harga nya sesuai pasti aku bantuin! " goda Nana dengan mengedipkan mata nya.
"Ish, matre banget sih ama Abang sendiri! " sahut Kadir pura-pura merajuk.
"Bukan matre Abang, tapi realistis! " jawab Nana ngeles.
"Ya udah, mau upah apa?? " tanya Kadir balik.
"Bilangin ayah dong Bang kalau Nana pengen juga pacaran kayak teman-teman Nana! Masa iya udah umur 23 tahun gak pernah pacaran. Jomblo mulu dari lahir! Nana kan juga pengen di apelin tiap malam minggu, Jalan-jalan berdua, nonton di bioskop! Ayah gak pernah ngasih izin Nana deket laki-laki! " jawab Nana dengan wajah cemberut.
"Abang gak bisa kalau soal itu, karena Abang gak mau juga kamu di manfaatin laki-laki yang tidak bertanggung jawab! Apalagi kamu yang pernah pacaran sekali pun! Abang setuju dengan sikap ayah! Kalau ada laki-laki yang suka sama kamu, suruh ia temui Abang atau ayah. Biar ia meminta kamu bukan menjadi pacar nya tetapi menjadi istrinya. Ingat Na, pacaran itu dosa! Ingatkan ceramah mamah dedeh, jangan lah kamu mendekati zina karena zina itu dosa besar! " sahut Kadir panjang lebar.
"Iya iya, Abang malah lebih nyebelin daripada Ayah! " ucap kesal sambil menghentakkan kaki nya ke lantai.
Kadir terkekeh melihat adik nya yang misuh misuh kesel karena Kadir berpihak pada ayah Jamal. Sejenak ia melupakan kegugupan nya menanti kedatangan Sandra.
"Assalamualaikum... " ucap seseorang di belakang Kadir dengan suara lembut mendayu-dayu.
"Waalaikumsalam... " jawab Kadir dengan jantung berdebar kencang.
Ia berbalik menghadap seseorang yang ada di belakang nya. Ia melotot kaget melihat penampilan Sandra yang sangat berbeda dari biasanya. Sangat cantik memesona dan Kadir tidak bisa mengalihkan pandangan nya. Dirimu mengalihkan duniaku eaaa, begitulah keadaan Kadir saat ini.
Sandra yang melihat Kadir bengong melihat nya menjadi salah tingkah karena takut penampilan nya membuat Kadir tidak suka.
"Kok Mas lihatin aku kayak gitu? Ada yang salah ya sama penampilan aku hari ini? " tanya Sandra dengan wajah was-was.
"Astaghfirullah... Mas khilaf sayang! Gak ada yang salah sama penampilan kamu! Malah Abang pengen ngurung kamu di dalam rumah biar gak ada yang lihat kecantikan kamu! Mas gak rela semua mata melihat ke arah kamu sayang! Mas gak rela berbagi meskipun hanya sebatas melihat aja! " jawab Kadir dengan nada cemburu.
Sandra tersipu malu mendengar kata-kata bernada cemburu dari mulut sang pujaan hati. Jantung nya berasa mau loncat keluar saking kuatnya debaran dan detak nya.
"Abang ih, aku kan jadi malu ! " jawab Sandra dengan wajah bersemu merah.
"Lah, abang ngomongin kenyataan kok! Kalau Abang banyak duit kayak si Mister, bakalan Abang booking ini restoran biar gak ada yang bisa melihat kamu kecuali Abang! " ucap Kadir lagi yang membuat Sandra semakin melambung tinggi ke awan.
"Sejak kapan Abang jadi tukang gombal kayak Deni cagur gini! Jangan bilang Abang alih profesi jadi pakar gombal! " sahut Sandra semakin salah tingkah.
"Siapa yang bilang Abang gombal! Abang cuma mengutarakan apa yang ada di hati Abang aja kok! " jawab Kadir ngeles.
__ADS_1
"Bang, masih lama gak berdiri nya? Kaki aku pegel nih! " ucap Sandra lagi.
"Astaghfirullah hal Adzim... !Maaf sayang! Gara kamu sih, Abang sampai lupa ngajak kamu duduk! " sahut Kadir dengan menarik sebuah kursi agar Sandra duduk.
"Kok aku yang salah sih Bang? " ucap Sandra protes.
"Ya emang salah kamu sayang! Siapa suruh datang dengan dandanan secantik ini! Bidadari aja lewat! " jawab Kadir mengeluarkan gombalan nya.
"Blush.... "
Wajah Sandra memerah dan tampak kentara sekali dengan kulit nya yang putih bersih.
Mereka berdua duduk berhadap-hadapan dan sejenak mereka hanya diam saja. Sandra yang kikuk memainkan ujung coat nya dengan tangan, sedangkan Kadir merutuki dirinya yang mendadak bisu di hadapan Sandra.
"Mas/San...." mereka bicara berbarengan.
"Kamu aja duluan! "
"Mas aja yang duluan! "
"Hahahaha.... " mereka berdua tergelak kencang karena saling dorong mendorong hanya untuk bicara.
"Sebenarnya Mas meminta ketemuan disini sama kamu ada sesuatu yang perlu Mas omongin sama kamu San... !" ucap Kadir hati-hati.
Jantung Sandra berpacu dengan begitu cepat mendengar ucapan Kadir yang seperti itu. Entah kenapa ia merasa agak takut dengan kata-kata Kadir selanjutnya.
"Mas sadar diri kalau Mas ini bukan laki-laki yang sempurna! Mas bukan orang kaya seperti suaminya Tata, wajah Mas juga gak tampan amat dan tergolong biasa-biasa saja khas orang Indonesia. Apalagi pekerjaan, Mas hanya bekerja di restoran sebagai mandor itupun di restoran nya Tata. Lebih dan kurangnya kamu tahu sendiri kan bagaimana kehidupan pribadi Mas yang gagal menjadi seorang suami dan mempunyai ekor dua! Mas hanya ingin mengatakan, dengan semua kekurangan dan ketidaksempurnaan yang Mas miliki maukah kamu Cassandra Wongso Tjahjadi menjadi istri dan ibu untuk Kayla dan Kana??? " ucap Kadir yang tiba-tiba sudah berlutut di hadapan Sandra.
"Hua... Hua.... Hua... Kenapa Mas ngomong nya muter-muter?? Aku kira Mas mau ngomong jauhi aku dan gak mau lagi dekat-dekat aku! Aku sampai takut tau gak! " jawab Sandra sambil menangis kencang.
Sebuah jawaban yang melenceng dari pertanyaan Kadir dan itu membuat Kadir makin terkekeh-kekeh.
"Ish, malah ngetawain lagi! Sroottt.... " ucap nya sambil membuang ingus nya dengan tisu.
"Abisnya kamu lucu! Jawaban nya apa nih! Mas pegel loh lama-lama berlutut kayak gini! " sahut Kadir yang masih betah dengan posisinya itu.
"Terus jawaban nya apa sayang?? " tanya Kadir kembali.
"Ya mau lah Mas! Masa pakek di tanya lagi! " jawab Sandra malu-malu meong.
"Alhamdulillah... " ucap Kadir dengan wajah bahagia.
Terdengar suara musik yang menyanyikan lagu Bruno Mars - Marry you dan Nana datang dengan mendorong troli berupa kue ulang tahun dengan banyak lilin yang sudah terpasang.
"Selamat ya Kak, Bang! Akhirnya sold out juga! " ucap Nana begitu berhenti di depan mereka berdua.
"Nana.... Kamu ada di sini juga! Btw makasih ya.. "sahut Sandra dengan senyum yang membingkai di wajah nya.
"Aku udah dari pagi di sini Kak! Bantuin Abang menyiapkan semua ini! Ayo buruan di tiup lilinnya, ntar keburu padam! " jawab Nana dengan menyuruh mereka meniup lilin secara bersamaan.
Sandra dan Kadir meniup lilin di atas kue tersebut berbarengan hingga lilinnya padam. Nana mengambil kue tersebut dari atas troli dan meletakkan nya di atas meja di depan pasangan tersebut.
"Dah, tugas Nana udah selesai! Nana mau balik dulu! Bye Kak, Bang! " ucap nya lagi sambil menyalami mereka berdua.
"Hati-hati di jalan! Makasih ya udah bantuin Abang! " sahut Kadir dengan kencang.
"Aku gak bantuin Abang! Aku bantuin Kak Sandra! " jawab Nana ketus alias masih dongkol pada Abang nya.
"Ckck... Masih kesel rupanya! " ucap Kadir geleng-geleng kepala.
"Lah, kesel kenapa Mas?? Perasaan tadi baik-baik aja mood nya! " tanya Sandra herman.
Kadir pun menceritakan permintaan Nana sebelum ia datang. Sandra sontak tertawa kencang mendengar permintaan nya itu.
"Astaga! Lucu banget sih Nana! Tapi aku setuju juga dengan perkataan Abang itu! Kalau ada laki-laki yang suka dengan Nana, langsung temui Abang minimal sebelum menemui ayah! Aku juga sependapat dengan Abang kalau perempuan polos seperti Nana takut jadi permainan laki-laki brengsek yang sengaja memanfaatkan keluguan Nana! " ucap Sandra dengan pemikiran nya.
__ADS_1
"Makanya dari itu sayang ia ngambek! Mungkin kalau tahu kamu di pihak Mas dan Ayah, itu anak makin bertambah ngambek! " sahut Kadir lagi diiringi kekehan nya.
"Iya juga ya Mas... Nana, Nana.. Ada-ada aja kelakuannya! " ucap Sandra tersenyum geli.
"Ayo kita potong kue nya sama-sama! " ucap Kadir dengan memegang pisau pemotong kue.
Sandra mengangguk dan ia juga memegang sama-sama pisau tersebut dan memotong nya dengan di letakkan di atas piring kecil.
"Ayo di makan sayang! " ucap Kadir lagi setelah meletakkan potongan kue tersebut di piring nya juga.
Sandra memakan kue tersebut sesendok demi sesendok dan ia mengernyitkan kening nya saat mulutnya mengunyah sesuatu yang keras dan saat ia lihat ternyata sebuah cincin putih.
"Mas.... " ucap Sandra dengan melihat ke arah Kadir.
"Iya sayang! " Kadir mengambil cincin tersebut dan menyematkan nya di jari manis Sandra.
"Alhamdulillah pas ternyata! " ucapnya dengan tersenyum bahagia.
Wajah Sandra semakin memerah tersipu malu dengan perlakuan Kadir yang bagi nya sangat romantis itu.
"Maaf ya sayang! Hanya cincin Mas putih saja yang sanggup Mas berikan untuk kamu! " Ucapnya lagi dengan merendah kan diri.
"Mas kok gitu ngomong nya! Apa pun yang Mas berikan sama aku, aku dengan senang hati menerima nya! Asal bukan racun aja yang Mas kasih! " jawab Sandra mendelik kan matanya pada sang kekasih.
"Ya gak mungkin lah sayang kamu Mas kasih racun! Kalau racun cinta sih gak papa, biar kamu makin cinta sama Mas! " ucap Kadir yang mulai keluar lagi gombalan nya.
"Mas ih.... " sahut Sandra dengan menutup muka nya dengan tangan.
Kadir tergelak kencang melihat Sandra yang tersipu malu karena gombalan nya. Sungguh sangat berbeda sikap nya hari ini di hadapan Kadir yang membuat Kadir bertambah gemes pengen di karungin dan di bawa pulang.
"Sayang, maaf kalau ucapan Mas ini menyinggung perasaan kamu! Boleh gak kita menikah nya di KUA saja? " tanya Kadir dengan hati deg degan.
"Sebenarnya aku juga mau ngomong gitu sama Mas! Aku pengen kita nikah sederhana aja dengan ijab qabul di KUA di saksikan keluarga besar kita saja! Mas gak keberatan jika kita menikah seperti itu? " jawab Sandra sambil bertanya kembali pada Kadir.
"Ya nggak lah sayang! Justru Mas tadi yang takut kamu nolak kita menikah di KUA. Alhamdulillah, Mas senang dengar nya! Oh ya, kamu mau maskawin apa sayang?? " tanya Kadir lagi.
"Yang murah aja Mas! Kan sebaik-baiknya maskawin itu yang paling murah dan tidak memberatkan! " jawab Sandra yang membuat Kadir semakin ter Sandra-sandra.
"Ya gak gitu juga dong sayang? Masa untuk perempuan secantik kamu maskawin nya murah banget! " ucap Kadir lagi sedikit menolak.
"Aku itu cuma gak mau memberatkan Mas aja! Jadi jangan terlalu memaksakan diri memberikan maskawin untuk aku Mas! Sejatinya aku menyukai hal yang sederhana aja dan gak berlebihan! " jawab Sandra lagi yang membuat Kadir semakin klepek-klepek.
"Duh, jadi makin cinta deh sama calon istri Mas ini! Saranghae... " ucap Kadir dengan memberikan simbol finger heart kayak emak-emak penggemar Korea.
"Hahahaha.... Mas bisa aja! " sahut Sandra tergelak kencang dengan ulah calon suami nya itu.
Tiba-tiba saja ponsel Kadir berdering dengan keras. Ia menautkan kedua alisnya melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
"Siapa Mas?? " tanya Sandra kepo.
"Pihak kepolisian sayang?? " jawab Kadir jujur.
"Jawab aja Mas, siapa tahu ada kabar penting! " sahut Sandra lagi.
Kadir pun menggeser ikon menjawab dan berbicara dengan seseorang di seberang sana. Wajah nya pucat pasi saat menjawab panggilan telepon tersebut dan menutup ponsel nya dengan agak kasar.
"Ada apa Mas?? Kenapa wajah kamu pucat begini?? " tanya Sandra langsung bangkit dari duduk nya mendekat ke arah Kadir.
"Mama Sayang! Mereka bilang Mama di bawa ke rumah sakit jiwa karena mengamuk dengan teman satu kamar nya! " jawab Kadir dengan nada lemah.
"Apaaaa???? " pekik Sandra kaget dengan menutup mulut nya dengan kedua tangan.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semua nya...
__ADS_1
Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..