Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Menjemput bahagia


__ADS_3

Sudah dua hari Aqila di rumah sakit, hari ini ia diperbolehkan pulang. Ibuk juga sudah di perbolehkan pulang hari ini bersamaan dengan kepulangan cucunya Aqila. Ibuk meminta mereka keluar dari Apartemen dan tinggal bersama nya di rumah Tata, tapi Mami Sita ngotot agar mereka bertiga tinggal bersama di kediaman Ryder sebelum Aqila menjalani pengobatan di Amerika.


Karena Mami Sita bersikeras, Ibuk pun mengalah dan Nada mau tidak mau menuruti kemauan mereka. Apalagi semua keluarga Dave sudah mengetahui tentang Nada dan anak-anak nya meskipun secara garis besar nya saja.


"Ayo Nak kita pulang sekarang! Ibuk udah gak betah lama-lama di rumah sakit! Untung Ibuk cepat juga sembuh nya, jadi bisa ikutan pulang bersama kalian! " ajak Ibuk penuh semangat.


"Iya Buk, Aya mau beresin obat-obatannya Qila dulu! Habis itu semuanya beres kok Buk! " sahut Nada yang sedang memasukkan semua obat Aqila yang ada di nakas ke dalam kantong plastik.


Amirah sudah di kediaman Ryder dua hari sebelumnya bersama Mak Ijah. Semenjak hari itu ia di larang ke rumah sakit karena takut tertular penyakit pasien yang ada di rumah sakit. Ia betah di sana karena ada Abeth yang selalu mengajaknya bermain dan belajar.


"Kita mau pulang kemana Nek? Rumah nenek ya? " tanya Aqila saat Ibuk memakaikan nya hijab.


"Kita ke rumah Omi sayang! Rumah nenek jauh di Bandung! Nanti kalau Aqila sudah sembuh dan berjalan lagi kita semuanya akan tinggal di sana! " jawab Ibuk dengan mengusap pipi Aqila.


"Qila mau cepat sembuh Nek biar bisa tinggal di rumah nenek! Rumahnya nenek besar ga kayak rumah nya Tia? " tanya Aqila dengan sangat antusias.


"Besar dong.. ! Halamannya luas, jadi nanti Aqila akan puas bermain kejar-kejaran di sana! Ada pohon pisang, pohon rambutan, pohon kelengkeng, pohon mangga juga ada! Oh ya satu lagi, di sana juga ada kolam ikan gurame sama mujair! Nanti kita sama-sama tangkap ikannya dan akan kita masak sama-sama! " jawab Ibuk yang semakin membuat Aqila kegirangan.


"Asyik.. !! Qila udah gak sabar pengen ke sana! Mah, Qila mau cepat sembuh biar bisa tinggal di rumah nenek! " ucap Aqila dengan berteriak pada Mamah nya.


"Iya sayang! Aqila harus sembuh dulu biar kita bisa ke rumah nenek! " sahut Nada dengan tersenyum kecil.


Pintu ruangan terbuka dari luar dan Martin datang bersama Tata dan Dave.


"Ayo pulang, udah siap semuanya kan?? " tanya Tata menatap Ibuk dan Nada bergantian.


"Sudah kok! Ayo... " jawab Ibuk dengan berjalan di samping Nada.


Martin sudah mengangkat Aqila ke atas kursi roda nya dan ia mendorongnya keluar dari ruangan tersebut. Nada berjalan dengan berpegangan pada lengan Ibuk sambil menenteng plastik berisi barang-barang Aqila selama di rumah sakit.


Tata dan Dave hanya mengantarkan mereka sampai ke depan lift.


"Bye... Bye... Aqila! Sampai jumpa sebentar lagi.. " ucap Tata dengan melambaikan tangan nya.


Begitu pintu lift tertutup, mereka berdua kembali ke kamar rawat Tata.


"Mas, udah semingguan ini Mas di rumah sakit aja! Emangnya gak kerja apa?? Masa semuanya diserahkan sama Papi dan Arkan sih Mas?? " tanya Tata dengan heran pada sang suami.


"Mas gak mau ninggalin kamu sayang.. ! Mas gak bisa tenang biarkan kamu sendirian di rumah sakit apalagi kamu kan baru melahirkan! " jawab Dave dengan alasannya.

__ADS_1


"Ini udah 10 hari loh Mas aku lahiran nya.. ! Lagian gak papa kok aku Mas tinggal kerja! Aku kan gak melakukan pekerjaan berat selain menyusui anak-anak kita! Udah kerja sana, cari uang banyak-banyak untuk kami! " ucap Tata mengibaskan tangan nya agar Dave pergi.


"Oh, jadi udah berani ngusir Mas ya?? " ujar Dave memberikan tatapan mata nya yang tajam.


"Ish, mana berani aku ngusir Mas! Aku kan cuma suruh Mas kerja! Kasihan Papi loh di suruh kerja lagi sementara anaknya bersantai di rumah sakit! " jawab Tata dengan bibir manyun 5 senti.


Dave berjalan mendekati istirnya, ia menarik pinggang ramping Tata hingga tubuh mereka menempel. Kedua tangan Tata memegang dada bidang suaminya sebagai jarak antara mereka. Dave menaikkan dagu Tata hingga mata mereka saling bertatapan dengan begitu intens nya.


Perlahan tapi pasti Dave menundukkan wajahnya mendekati wajah Tata hingga pertemuan bibir mereka berdua tidak dapat di hindari. Kedua benda kenyal itu saling menempel, memagut satu sama lainnya, saling melu mat, meng hisap dan tangan Tata sudah berpindah berkalung di leher Dave.


Suara deca pan keduanya membuat suasana kamar rawat tersebut menjadi sedikit berisik tapi tidak terdengar sampai ke luar. Dave menghentikan luma tan nya saat melihat bibir Tata sedikit membengkak dan itu membuatnya tersenyum bahagia.


"Mas merindukanmu sayang! Rasanya masih lama menunggu tiga puluh hari lagi.. " ucap Dave dengan lesu memeluk tubuh istrinya.


Tata terkekeh kecil sembari memberikan tepukan pada punggung besar sang suami.


"Sabar Mas... ! Orang sabar di sayang istri.. ! Nanti pas buka puasa aku kasih service yang spesial deh! " sahut Tata sambil mengusap punggung Dave.


Dave melepaskan pelukan nya dan melihat istrinya dengan pandangan tidak percaya.


"Kamu gak bohong kan yank?? Mas tunggu loh pas buka puasa nanti! " ucap Dave dengan memicingkan matanya.


"Suer gak bohong! Nanti aku kasih service spesial khusus untuk suami ku tersayang seperti kayak martabak yang spesial ada keju, mesis, kacang dan srikaya! " jawab Tata mengedipkan mata nya.


"Kalau gitu Mas akan pergi kerja sekarang! Kamu gak papa Mas tinggal sendiri di sini? " tanya Dave lagi.


"Gak papa kok Mas! Kan di sini banyak suster nya yang akan bantuin aku! " jawab Tata santai.


" Ya udah, Mas pulang dulu mau siap-siap! Nanti kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi Mas ya sayang.. I love you My Ruby... " ucap Dave kembali memberikan luma tan singkat pada bibir Tata.


"Iya Mas hati-hati.. ! I love you too my husband. " jawab Tata sembari melambaikan tangan nya.


Dave menutup pintu kamar rawat Tata dan segera pulang untuk bersiap-siap kembali bekerja di kantor nya.


Tata mendudukkan dirinya di atas bed ranjang nya sembari mengutak-atik ponsel yang ada di tangannya. Ia menatap sejenak pemandangan di luar jendela kamar rawat nya sembari menghela napas.


Hampir 15 menit Tata berdiam diri menatap ke luar jendela hingga akhirnya suara ketukan pintu kamar nya membuyarkan semua lamunan nya.


"Masuk saja tidak di kunci! " jawabnya agak keras.

__ADS_1


Pintu terbuka dan Tata masih tetap dalam posisinya menatap ke arah luar.


"Kak, aku sudah membawa semua permintaan kakak hari itu! Semua nya lengkap ada di sini, KTP, kartu keluarga, paspor, akta kelahiran hingga buku nikah juga ada di amplop ini! " ucap seseorang yang itu di belakang Tata.


"Terimakasih Angel! Kerjamu sangat bagus! Oh ya, kirimkan mata-mata kita ke keluarga bajingan itu dan minta dia untuk memberikan laporannya setiap satu bulan sekali! Aku tidak ingin kecolongan lagi dan kita harus menyiapkan payung sebelum badai datang! Syukur-syukur kalau mereka tidak mencari lagi keberadaan kakak iparku, tapi jika mereka tetap berbuat begitu maka aku tidak akan tinggal diam! " sahut Tata dingin.


"Baik Kak, aku akan lakukan perintah kakak! " jawab Angel patuh.


"Hmmm. " sahut Tata tanpa mengalihkan pandangan matanya.


"Panggil Martin sekarang juga ke sini! Aku tidak mau menunda-nunda nya lagi! " ucap Tata begitu Angel mau keluar dari ruang rawat nya.


"Iya kakak! " sahut Angel.


Bunyi pintu di tutup pun terdengar keras namun Tata tetap pada posisinya.


"Sudah saat nya Kak Aya dan keponakan ku hidup bahagia! Aku tidak akan membiarkan seekor lalat pun mengerubungi Kak Aya sekarang atau pun nanti! " gumam nya dengan lirih.


Tok.... Tok.... Tok..


"Masuk saja! " jawab Tata


"Nona memanggil saya?? Eh maaf saya lupa, Nyonya memanggil saya?? " tanya Martin dengan menggaruk kepala nya karena salah tingkah.


"Hmm.. Apa pekerjaan mu di tempat mu begitu banyak? Bisakah kau berhenti di sana untuk sementara sampai kakak dan keponakan ku sembuh? Aku butuh bantuanmu! " tanya Tata tanpa basa basi.


"Tidak terlalu banyak Nyonya! Saya hanya di panggil jika keadaan darurat saja, selebihnya tidak! Tapi semenjak menangani Aqila waktu itu saya sudah tidak fokus lagi di sana karena saya sudah mengirim penggantinya selama saya berhalangan! Saya siap melakukan perintah Nyonya! " jawab Martin dengan mantap.


"Bagus! Ambil amplop yang ada di sana untuk mengurus keberangkatan kakakku, keponakan ku dan dirimu ke Amerika secepatnya! Hubungi rumah sakit di sana untuk reservasi kamar rawat selama Aqila di rawat di sana! Temui suamiku di kantornya untuk meminta rekomendasi dokter ahli di rumah sakit itu! Usahakan menerima dokter ahli yang terbaik di bidang nya karena aku tidak menerima kegagalan! " ucap Tata dengan tegas.


"Baik Nyonya! Kalau begitu saya permisi dulu! " jawab Martin pamit seraya mengambil amplop yang di tunjuk Tata tadi.


Tata hanya berdehem saja menanggapi jawaban Martin. Ia menghela napasnya pelan karena langkah awal nya sudah di lakukan.


Sementara itu di markas besar Tata, Sandi berkali-kali memukul pintu kamar nya minta di pertemukan dengan Tata. Hal itu membuat beberapa anggota Tiger menjadi kesal dan akhirnya menyampaikan hal tersebut kepala ketua mereka Tiger.


"Ketua! Orang itu terus mengamuk minta di pertemukan dengan Nyonya Bos! Suara nya sangat berisik hingga membuat kami kesal! Kalau saja dia bukan kakak nya Nyonya Bos sudah lama aku hajar di sampai tidak bisa bicara lagi! " adu salah satu anggota nya dengan wajah kesal.


"Aku akan menyampaikan nya kepada Nyonya Bos! Kalian jaga saja dia sampai Nyonya Bos memberikan perintah nya! " jawab Tiger datar.

__ADS_1


"Baik Ketua! " sahut anggota nya paham.


Bersambung...


__ADS_2