
Nyonya Retno ke sana kemari mencari orang atau pun dealer yang mau membeli mobil anaknya dengan wajah lelah dan lesu. Sudah lima dealer mobil bekas yang ia datangi, tidak satupun yang mau membeli mobil tersebut dengan harga yang ia mau. Rata-rata mereka menawarkan harga yang jauh di bawah harga yang ia mau.
"Aduh, capeknya! Seperti nya hari ini cukup dulu lah aku mencari pembeli mobil Dika! Aku sudah capek sekali, mana perut juga sudah lapar banget! " ucap Nyonya Retno dengan lirih.
Ia pun memanggil tukang ojek dan memintanya untuk mengantarnya pulang ke rumah Dian.
Keesokan harinya, Orang-orang suruhan Tiger sudah siap dengan instruksi yang di berikan pimpinan mereka dari Bos Besar yaitu Tata.
Mereka sudah berperan sebagai pembeli mobil dan langsung menuju rumah Dian menemui Mama nya Dik.
"Permisi Nyonya? Spada... Permisi...! " teriak seorang wanita dengan keras sambil mengetuk pintu.
Nyonya Retno yang masih tidur langsung terbangun mendengar suara teriakan dan ketukan pintu yang sangat keras.
Ia berjalan menuju pintu depan dengan rambut awut-awutan dan masih bau naga.
"Tunggu sebentar! Siapa sih yang bertamu pagi-pagi kayak gini! " ucap nya dengan wajah kesal sambil menguap.
Ia pun membukakan pintu tanpa merapikan dulu tampilannya.
"Kriet... "pintu pun terbuka dan Nyonya Retno kaget melihat sepasang pria dan wanita berdiri di depan pintu dengan pakaian yang sangat bagus dan rapi.
"Ada apa ya? Mau cari siapa? " tanya nya dengan heran.
"Kami mendapat informasi dari Madam Mona kalau anda akan menjual mobil? Kami mau membelinya untuk adik kami. Boleh kami melihat mobilnya Bu! " ucap yang perempuan dengan tersenyum ramah.
"Eh iya, silahkan! Maaf, tunggu sebentar! Saya mau ke belakang dulu! " jawab Nyonya Retno dengan gugup dan langsung berlari kebelakang.
"Aduhhh... Jadi mereka mau beli mobil Dika? Gimana nih, mau mandi kelamaan. Ah sikat gigi aja lah sambil cuci muka. " gumam Nyonya Retno sambil mencuci mukanya.
Setelah merasa cukup rapi dan bersih, ia kembali lagi ke depan menemui tamunya.
"Maaf ya lama! Kalau boleh tau kalian mau beli dengan harga berapa? " ucap Nyonya Retno dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Berapa ibu jual kami beli! " jawab yang pria dengan singkat.
"Benarkah!! " ucap Nyonya Retno dengan mulut menganga kaget.
"Iya Bu, berapa jumlah yang ibu katakan, kami akan membayarnya dengan uang cash! " jawab perempuan itu dengan yakin.
Nyonya Retno semakin lebar senyumnya mendengar perkataan perempuan itu, ia pun langsung menyebutkan harganya tanpa basa basi dan semaunya saja.
"Saya mau jual mobil anak saya 250juta! " ucap Nyonya Retno sengaja di naikkan nya.
"Ok Bu! Kami ambil mobilnya dan di dalam tas ini ada uang 200 juta, dan 50 juta lagi sebentar lagi diantarkan oleh orang saya. " jawab pria itu dengan wajah datar.
Nyonya Retno melonjak kegirangan dalam hatinya mendengar tamu tersebut mengiyakan permintaan nya, padahal ia hanya main-main saja memberikan harga tersebut.
Tanpa menunggu lama, Nyonya Retno langsung memberikan kunci mobil dan STNK mobil tersebut karena belum ada BPKB nya. Mobil tersebut masih di cicil setiap bulannya oleh Dika.
"Oh ya Mas, mobil anak saya kan masih kredit. Apa saya harus memberikan uang ini untuk leasing atau bagaimana? Saya tidak tahu apa-apa kalau menjual mobil yang masih di cicil ini! " tanya Nyonya Retno dengan bingung.
"Terimakasih banyak Mas, Mbak! " ucap Nyonya Retno tersenyum lebar.
"Yes! Aku tidak perlu lagi memberikan uang ini ke pihak leasing! Ya ampun!! Sudah lama banget aku gak pegang uang banyak! Ini pertama kali nya aku pegang uang 250 juta dalam keadaan cash! " Batinnya dengan bahagia yang tidak terkira.
Begitu salah satu orang suruhannya datang dan memberinya sebuah amplop coklat, Wanita itu langsung memberikan koper berisi uang 200 juta dan sebuah amplop coklat berisi 50 juta.
Mata Nyonya Retno berbinar terang begitu membuka koper dan melihat langsung uang tersebut seolah-olah melambai-lambai untuk di sentuh.
Setelah transaksi mereka selesai, mereka pun pergi dari rumah itu dengan membawa mobil yang mereka ambil dari tangan Nyonya Retno.
Tidak ingin menunda lagi, Nyonya Retno menaruh amplop coklat di dalam tasnya yang selalu ia pakai. Ia juga bersiap-siap untuk membebaskan anaknya di penjara mumpung baru jam 10 pagi.
Sedang kan bawahan Tiger langsung membawa mobil tersebut ke tempat rahasia yang hanya kelompok inti lah yang tahu tempatnya.
Seorang pria matang yang memakai masker dan jaket kulit warna coklat datang menemui Tata di sebuah toko buku. Mereka bertemu di dalam toko buku seperti layaknya pembeli normal. Tata berdiri sambil mengambil sebuah buku dan membukanya, dan pria berjaket coklat berada di rak depan Tata seolah-olah mereka mencari buku di rak yang sama tapi terbatas rak di tengah-tengah mereka sebagai pemisah. Ibarat kata mereka berdiri berhadapan dengan rak buku berada di tengahnya.
__ADS_1
"Wanita itu mengajukan jaminan untuk membebaskan anaknya dari penjara Nona! " lapor pria itu sambil membaca buku.
"Biarkan saja! Berikanlah apa yang mereka mau! Dan minta jaminan uangnya dalam jumlah besar melebihi peraturan, dan gunakan uang lebih tersebut untuk fasilitas orang-orang Kakak! " jawab Tata tanpa mengalihkan perhatian nya dari buku tersebut.
"Kenapa Nona membiarkan bajingan itu bebas? " tanya pria itu dengan heran.
"Ah Kakak!! Kalau kita ingin mendapat tangkapan yang banyak, kita harus memasang umpan yang besar pula agar buruan kita memakan umpannya! Aku punya rencana yang besar untuk ibu dan anak tersebut untuk menjadi penghuni hotel prodeo seumur hidup mereka! " jawab Tata dengan seringainya sambil mencari buku yang lain.
Tata berpindah ke rak yang ada di belakang rak yang pertama dan mengambil sebuah buku.
"Kakak pastikan saja tidak ada yang mencurigai gerakan kita, dan pastikan tidak ada yang mengenali ku seperti sebelum-sebelumnya! " ucap Tata lagi sambil menaruh kembali buku tersebut di rak.
Saat ini posisi mereka saling memunggungi dengan mencari buku di rak masing-masing.
"Itukan gadis yang bernama Tata, yang bertabrakan denganku waktu itu? Kenapa sikapnya seperti berbicara dengan seseorang? Tapi dengan siapa? Tidak ada siapa-siapa di sampingnya? Tapi kenapa aku lihat mulutnya bergerak seperti orang berbicara? " Batin Dave sambil terus memperhatikan Tata dengan jarak tiga rak di hadapannya.
"Lebih baik kakak pergi saja sekarang! Sepertinya ada yang memperhatikan aku di ruangan ini! Jangan melihat kanan kiri, dan bersikap lah tidak tahu apa-apa seperti orang yang membeli buku biasanya! Hubungi saja email ku jika kakak perlu sesuatu! " ucap Tata sambil fokus membolak-balikan lembaran buku.
Pria tersebut kemudian mengambil sebuah buku dan membawanya ke kasir untuk di bayar. Ia segera meninggalkan toko buku tersebut dengan santai seolah-olah ia memang datang untuk membeli buku.
"Bagaimana komandan? Apa yang akan kita lakukan? Apakah Nona memberitahu sesuatu? " tanya seorang aparat kepolisian yang memakai pakaian preman.
"Tentu saja! Akan aku katakan nanti di ruangan ku! Ayo kita pergi sebelum ada yang menyadari jika kita ada di tempat ini! " jawab pria yang memakai jaket coklat tersebut tanpa melihat kanan kiri.
Sedangkan Tata masih di dalam toko buku melihat dan mencari-cari buku yang ia inginkan tanpa menghiraukan orang yang memperhatikan dan mengawasinya.
"Semakin aku lihat, kau semakin menarik dan misterius, Sayang? Entah kenapa kau seperti sebuah magnet yang menarik ku untuk mendekati mu! Kau membuat aku selalu pemasaran dengan dirimu! Dan aku merasa jika kau lebih dari yang aku perkirakan! " Batin Dave dengan senyuman smirk di sudut bibirnya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Tetap semangat dan semoga hari kalian menyenangkan 😊😊😊
__ADS_1