Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
50. Kalian memilih lawan yang salah.


__ADS_3

"Tolong!! Tolong!! Ada yang culik ibu saya, tolong!! Tolong!! " teriak Tata sambil menangis.


Semua orang berdatangan mendekati Tata dan berusaha mengejar mobil yang di teriakin Tata, namun semuanya sia-sia karena mobil tersebut melaju dengan sangat kencang.


"Mbak, saya baru saja melaporkan penculikan ini ke polisi! Jadi Mbak siap-siap saja di mintai keterangan nya dan juga rekaman CCTV itu pasti merekam kejadian ini! " ucap salah seorang pelanggan di restoran.


"Terima kasih banyak Mas atas bantuannya. Saya akan memberikan rekaman CCTV-nya kepada pihak kepolisian agar ibu saya cepat di temukan. Apalagi ibu saya itu tidak bisa jalan karena stroke dan hanya duduk di kursi roda.. " jawab Tata dengan linangan air mata.


Semua yang ada di sekeliling Tata mengutuk pelaku penculikan tersebut dan menghibur Tata dengan kata-kata agar selalu sabar dan banyak berdoa.


Satu persatu mereka membubarkan diri dan Tata pun memasuki mobilnya sambil menghapus air matanya. Ia merapikan make up nya yang sedikit berantakan karena air mata, lalu memasang handsfree di telinga kanan nya.


[Target sudah masuk dalam jebakan, lanjutkan rencana selanjutnya.]


Tata berbicara dengan seseorang melalui handsfree dengan wajah datar dan dingin.


Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju arah pusat kota dengan menyusuri jalanan yang tampak begitu lengang dan tidak banyak kendaraan yang lewat.


Tata berhenti di sebuah rumah dua lantai yang terlihat sederhana diantara rumah-rumah mewah di sekeliling nya. Ia keluar dari mobil dan memencet beberapa tombol yang ada di bawah keset dan pintu pun terbuka dengan sendiri nya.


Ternyata sudah ada tiga orang pria yang sudah berpakaian lengkap dengan senjata mereka dan dua orang wanita yang juga sudah lengkap dengan senjata yang tersembunyi di bagian tubuh mereka.


"Apakah semua persiapan nya sudah siap? " tanya Tata dingin dengan mengutak-atik senjata api yang ada di hadapannya.


"Sudah Kak! " jawab salah satu di antara ketiga pria tersebut dengan lantang.


"Bagaimana dengan pencarian mu Athena? Apakah kau berhasil? " tanya Tata kepada seorang wanita yang sedang mengutak-atik laptop yang ada di hadapan nya dengan serius.


"Sudah Nona, mereka mengarah ke luar kota. Seperti nya mereka sengaja memilih lokasi yang jauh agar tidak ketahuan! " jawab Athena tanpa mengalihkan perhatian nya.


"Bagus! Mereka memberi kita tempat yang sangat bagus! " jawab Tata dengan tersenyum miring.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat! Ingat, jangan melakukan kesalahan sedikit pun. Kalian hanya menggertak mereka saja karena akan sangat malu kalau kalian melawan orang-orang seperti mereka yang bukan tandingan kalian! " ucap Tata memperingatkan bawahannya.


"Baik Nona! " jawab mereka serentak.


Mereka berjalan ke bagian samping rumah yang ada sebuah garasi yang tidak pernah di buka jika tidak dalam melakukan misi.


Mereka memasuki sebuah minibus warna hitam dan langsung mengambil tempat masing-masing. Mini bus yang mereka naiki adalah mini bus yang mewah, lengkap dengan senjata dan beberapa minuman yang tidak Tata sentuh sama sekali, dan tempat beristirahat sejenak untuk sang pemimpin.


Mobil itu pun keluar dari garasi yang terbuat otomatis dan juga pagar rumah yang juga terbuka dengan sekali pencet remot khusus pintu pagar yang di lengkapi aliran listrik bertegangan tinggi jika maling mencoba memasuki rumah ini.


🎍🎍🎍


Sedangkan di dalam mobil, Nyonya Retno, Dika dan Dian tertawa lebar karena merasa bangga berhasil menculik ibunya Tata dengan begitu mudah nya.


"Kalian lihat tadi? Bagaimana si Bodoh itu menangis dan berteriak-teriak ketika tua bangka ini kita bawa? Sungguh menyenangkan sekali rasanya bisa membuat si Bodoh itu ketakutan! " ucap Nyonya Retno dengan terkekeh bangga.


"Iya Tante, rasanya senang banget liat wajah ketakutan si Tata itu? Oh ya Tante, sekarang kita mau bawa kemana tua bangka ini? " tanya Dian dengan pelan.


"Baik Ma, " jawab Dika yang segera melajukan kendaraannya ke arah luar kota.


"Berikan ponsel mu Dika, Mama mau nelpon si Bodoh itu agar mempersiapkan jaminan untuk tua bangka ini! " perintah Nyonya Retno lagi sambil menadah tangan nya kepada Dika.


Dika yang sedang menyetir, merogoh kantongnya mengambil ponsel dan memberikan nya kepada Mama nya. Nyonya Retno langsung menghubungi Tata begitu ponsel Dika berada di tangan nya.


[Ya hallo... ]


[Hei Bodoh! Siap kan uang 200 juta untuk menebus ibumu yang ada pada ku! Datang lah sendiri ke daerah xxxx dengan membawa uang tersebut, dan juga cabut tuntutan mu terhadap putra ku! Awas kalau kau menghubungi polisi! Aku tidak segan-segan membunuh ibumu ini! ]


[Jangan sakiti ibuku? Aku mohon? Aku akan lakukan semua perintah mu, asal jangan sakiti ibuku! ]


[Itu semua tergantung dirimu! Kalau kau patuh, ibumu baik-baik saja. Tapi kalau kau sedikit saja membantah, kau akan menerima mayat ibumu ini! Camkan itu! ]

__ADS_1


[Baik lah, aku akan patuh semua perintah mu! ]


Sambungan pun di putusin Nyonya Retno secara sepihak setelah mengancam Tata menggunakan ibunya.


"Ha.... Ha... Ha... Bahagia sekali rasanya mendengar perempuan sialan yang bodoh itu menangis ketakutan ketika aku gertak tadi! Kenapa tidak dari dulu saja aku memerasnya melalui tua bangka ini?? " ucap Nyonya Retno dengan tertawa terbahak-bahak.


Dika dan Dian juga ikutan tertawa mendengar suara ketakutan Tata meskipun hanya melalui sambungan telepon.


"Dian, coba periksa tua bangka itu? Masih bernafas atau tidak? " ucap Nyonya Retno dengan melihat kebelakang.


"Masih bernafas Tante! " jawab Dian yang menempelkan jemarinya ke hidung ibunya Tata yang masih di tutupi karung.


"Bagus! Ayo Dika, percepat laju mobil ini! Mama sudah capek lama-lama duduk di mobil ini! " sahut Nyonya Retno menyuruh Dika ngebut.


Dika pun mengikuti ucapan Mama nya dan menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di tempat yang sudah di tunjuk Mama nya itu.


🎍🎍🎍


Tata sedang berdiri di pinggir jalan menunggu salah satu bawahan Tiger membawa sekoper uang yang di minta Nyonya Retno melalui sambungan telepon. Ia juga akan membawa uang itu dengan menyetir mobil sendiri sesuai perintah Mama nya Dika di telepon.


"Kalian ikuti aku dengan jarak yang normal! Jangan sampai mereka curiga jika aku datang tidak sendiri! Oh ya, berikan tetes mata itu! Aku harus membuat mereka yakin kalau aku begitu sedih dan terpukul karena kejadian penculikan ini! " perintah Tata ketika bawahan Tiger sudah datang sambil membawa semua pesanan Tata.


"Kalian siap bermain!! " ucap Tata dengan lantang ketika memasuki mobilnya.


"Siap Nona! " jawab mereka serentak.


"Oke! Lets go! " jawab Tata sambil menghidupkan mesin mobil nya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan...


__ADS_2