
Pagi harinya...
Kediaman Tata yang besar, ramai dengan teriakan Kayla dan Kana yang bermain di ruangan khusus bermain anak-anak yang sengaja Tata pesan semalam sebelum ia tidur. Ia tidak ingin Kayla kembali trauma mengingat rangkaian kejadian yang terjadi di kontrakan Anika dan yang terjadi rumah kontrakan mereka sendiri.
"Ya ampun Tet, kapan pulak lah kau membuat arena bermain ini?? " ucap Sandra dengan heran.
"Semalam lah Tot, sengaja aku suruh orang toko untuk mengantar barang yang aku pesan sebelum pagi yaitu subuh-subuh. Jadi ketika anak-anak bangun mereka bisa langsung bermain seperti sekarang ini! " jawab Tata sambil memperhatikan mereka bermain.
"Eh, ngomong-ngomong apa kau tahu siapa yang membuat fitnah semalam? " bisik Sandra tiba-tiba.
"Belom, tapi aku akan menyuruh orang-orang ku untuk mencari tahu itu! " jawab Tata lagi.
"Tapi Tet, aku sebenarnya sekilas melihat seseorang keluar dari kerumunan semalam dan berlari menjauh, tetapi ketika aku tengok sudah tidak ada. Terus ketika aku ikut keluar, aku merasa sangat yakin ada seseorang yang memperhatikan aku dan ketika aku menoleh lagi aku tidak melihat siapapun! Tapi aku yakin sekali kalau orang itu memang memperhatikan aku! Seperti gak senang gitu! " ucap Sandra juga sambil duduk lesehan di lantai.
"Yakin kau Tot?? " Tanya Tata juga ikutan duduk di lantai.
"Yakin kalilah aku Tet ! " jawab Sandra sangat yakin.
"Itulah yang aku bicarakan dengan Nana semalam! Nana sangat yakin kalau ada orang yang sengaja memfitnah Bang Kadir karena orang itu tidak suka dengan Bang Kadir! Dan aku pikir-pikir betul juga apa yang di katakan Nana itu! Dan seperti nya kita harus menanyakan langsung dengan Bang Kadir tentang hal ini! " ucap Tata dengan wajah serius.
"Menanyakan apa?? " sahut Bang Kadir yang berdiri di depan pintu.
"Astaghfirullah hal adziim!!! " pekik Sandra dan Tata barengan karena kaget.
"Ya Allah Bang! Cobalah kalau abang datang itu pakai tanda sikit? Jangan kayak hantu gitu lah, bikin kita jantungan aja! Untung buatan Allah, coba buatan china udah jatuh ke lantai itu jantung karena kaget! " ucap Sandra dengan wajah kesal.
"Iya, bikin orang kaget aja! " sambung Tata ikutan kesal.
"Ya maaf... Habis nya kalian berdua serius banget kalau udah ngobrol berdua! " jawab Kadir dengan muka menyesal.
"Awas kalau Abang kayak gitu lagi! " ancam Sandra dengan wajah melotot.
"Iya, iya kanjeng ratu! Maafkan hamba! " jawab Bang Kadir dengan membungkukkan badannya.
"Oh ya tadi kalian mau menanyakan apa?? " tanya Kadir mengalihkan pembicaraan agar marahnya Sandra hilang.
"Itu loh Bang! Selama Abang tinggal di sana, ada gak orang yang gak suka Abang tinggal di sana?? " tanya Tata langsung.
"Setau Abang gak ada! Dan Abang juga gak pernah terlibat cekcok ataupun perselisihan dengan para tetangga di sekitar rumah! Walaupun Abang jarang ketemu mereka karena kesibukan masing-masing, tapi mereka selalu menegur ketika berpapasan di jalan. " jawab Kadir dengan menggeleng kepala.
"Jadi siapa ya yang patut kita curigai?? " ucap Sandra sambil berfikir.
__ADS_1
"Atau mungkin Abang pernah menyinggung seseorang?? " tanya Tata tiba-tiba.
"Setahu Abang gak ada, eh bentar! Rasa Abang, Abang pernah menolak lamaran seorang wanita yang ketika Abang datang ke warung nya saat itu juga ia tidak mau lagi menyapa Abang ketika kami tidak sengaja berpapasan di jalan. Ia meminta Abang untuk menjadikannya istri agar Kayla dan Kana ada yang merawat dan menjaga mereka, tetapi Kayla menolaknya dan bilang kalau wanita itu wanita yang jahat! Wanita itu membantah omongan Kayla dan berkata jika Kayla hanya berkhayal dan berbohong! Kayla langsung marah dan menangis mengajak untuk pulang karena ia tidak mau wanita itu menjadi ibunya! " jawab Kadir dengan tangan di dagu.
"Cih, geer kali di lamar perempuan! " cibir Sandra dengan bibir manyun.
"Ya ampun, sayang! Itu dulu sebelum Abang ketemu kamu! " ucap Kadir dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Udah, udah! Nanti aja rayu merayu nya! " lerai Tata dengan kencang.
"Abang yakin hanya itu saja?? " tanya Tata lagi dengan menatap Kadir tanpa bergeming.
"Yakin banget! Apalagi ketika di rumah sampai di rumah, Kayla bilang kalau perempuan itu berbohong dan suka mencubit nya ketika ia sedang main bersama teman-teman nya di rumah temannya yang tidak jauh dari kontrakan kami! Kayla juga bilang kalau perempuan itu punya keponakan yang sama jahatnya suka merampas makanan Kayla kalau mereka lagi bermain sambil bawa makanan masing-masing! " cerita Kadir dengan wajah serius.
"Wah, kurang ajar kali itu orang! Belum coba dia bogem mentah dari ku! Tante sama ponakan sama saja! Awas aja kalau ketemu di jalan, aku injak-injak sampai gepeng! " ucap Sandra sambil mengepal tangan nya.
"Seperti nya perempuan itu masuk sebagai tersangka! Kita harus menyelidikinya, agar tidak salah tangkap! " sahut Tata sambil berdiri dan melangkah keluar dari ruang bermain.
"Mau kemana kau Tet?? " teriak Sandra kencang.
"Mau menangkap tersangka! Kau jaga saja anak-anak kau! " jawab Tata juga sambil berteriak juga.
Ia langsung masuk ke ruang rahasia bawah tanah dan duduk di depan layar raksasa sambil mengutak-atik keyboard komputer dengan wajah serius.
Layar raksasa tersebut menyala dan menampilkan wajah Tiger dan Lion yang memang sengaja di hubungi Tata.
"Selidiki siapapun tetangga Bang Kadir yang mencurigakan, dan selidiki latar belakang orang tersebut dengan detailnya tanpa terkecuali! Dan jangan lupa kawal kemana pun orang-orang di villa kemanapun mereka pergi, terlebih lagi jangan sampai kalian lengah menjaga dan mengawasi Anika! " perintah Tata dengan tegas dan bermuka datar.
"Baik Kak! " jawab Tiger dan Lion kompak dari layar tersebut.
Setelah memberikan perintah, Tata terdiam sejenak sambil memejamkan matanya. Ia menarik pelan nafasnya dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Kenapa aku tiba-tiba kepikiran Bang Sandi ya? Bagaimana keadaannya sekarang ini? Istrinya? anak-anak nya? Walau bagaimana pun juga kita tetap lahir di rahim yang sama dan sama-sama meminum asi dari sumber yang sama! " batin Tata dengan membuka matanya.
"Apa aku harus mencari tahu keadaan mereka saat ini ya?? " gumam Tata bicara sendiri.
"Tapi, aku masih kecewa dan sakit hati kepada Bang Sandi yang sudah membuat ayah meninggal? Hatiku masih sakit mengingat semua itu! " gumam Tata lagi dengan wajah bingung.
Ia kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil menghela nafas kasar. Ia dilema karena di satu sisi ia masih sakit hati terhadap Abang nya, tapi di sisi lain ia juga ingin tahu bagaimana keadaan mereka karena sudah bertahun-tahun lamanya mereka tidak pernah lagi bertemu dan berbagi kabar.
"Ah, sudah lah! Lebih baik aku suruh Angel mencari tahu keadaan mereka dan mengawasi mereka secara diam-diam! Mudah-mudahan saja Bang Sandi sudah berubah dan mau mengatakan yang sejujurnya kepada Ibuk! Kalau pun masih tidak berubah, mungkin ini yang terakhir kalinya aku peduli dengan keadaannya! " ucap Tata sambil mengutak-atik komputer nya.
__ADS_1
Tata mengirim pesan rahasia kepada Angel melalui email untuk mencari tahu bagaimana keadaan Sandi di negeri jiran tersebut.
Setelah urusannya selesai, Tata keluar dari ruang rahasianya dan kembali lagi ke ruang kerjanya setelah menutup kembali akses jalan ke ruang bawah tanah.
Tata membuka kembali kunci pintu ruang kerjanya dan setelah itu ia kembali duduk di kursi kebesarannya sambil menghidupkan laptop yang ada di atas meja.
"Tok... Tok... Tok... " kepala Kadir melongo masuk ke ruang kerja Tata.
"Napa Bang?? " tanya Tata mengernyitkan keningnya melihat tingkah Kadir.
"Lagi sibuk gak?? " tanya nya dengan agak sungkan.
"Nggak! Hanya mengecek email aja! Ada yang mau Abang omongin sama aku?? " jawab Tata sambil bertanya kembali.
"Eh iya, itu anu! Abang mau minta tolong, bisa gak teman kamu yang pengacara itu bantu Abang mengurus perceraian Abang dengan Yuli! " ucap Kadir dengan malu-malu.
"Loh, jadi sampai saat ini Abang sama Mbak Yuli belum bercerai ya?? " tanya Tata dengan wajah kaget.
"Ish, bukan gitu! Abang sudah bercerai secara agama! Tapi belum secara negara karena waktu itu Abang gak punya uang untuk menyewa pengacara dan di tambah lagi Abang sibuk mengurus anak-anak sambil mencari nafkah. Jadi saat ini Abang ingin segera bercerai secara resmi dengan hukum negara dan punya akta cerai! " jawab Kadir dengan sedikit merenggut.
"He.... He... He... Aku kira tadi Abang bener-bener belum bercerai, jadi kasihan Bontot nanti di bilang orang pelakor lagi! " ucap Tata dengan terkekeh pelan.
"Ya itu juga yang membuat Abang ingin segera memegang akta cerai biar sewaktu-waktu Yuli mengganggu lagi, Abang bisa menekannya dengan akta cerai tersebut! Abang tidak ingin ia bersikap sok karena merasa kami belum bercerai secara resmi jadi ia bisa bertindak semaunya! Abang juga ingin melamar Sandra segera agar anak-anak tidak kehilangan sosok seorang Mama! " sahut Kadir dengan jujur.
"Bang, kalau boleh tahu Abang mau nikahin Sandra karena anak-anak apa karena Abang suka sama Sandra? " tanya Tata dengan serius.
"Karena suka lah, walaupun anak-anak suka tapi Abang tidak suka gak bakalan mau lah Abang sama orang yang gak Abang sukai! Jujur saja, Abang merasa seperti pertama kali jatuh cinta ketika bersama Sandra! Abang merasa seperti diri Abang sendiri tanpa perlu memakai topeng ketika dulu bersama Yuli! Dulu, kami menikah karena Abang balas budi dengan Yuli yang selalu bantu keuangan Abang ketika masih SMA. Setiap mau minta uang SPP sama Mama, Mama bilang uangnya habis untuk keperluan Dika, padahal Ayah Jamal sudah memberikan uang untuk sekolah kami semua. Yuli lah yang membayar biaya SPP Abang hingga tamat SMA. Makanya dulu ketika Yuli mengajak Abang menikah, Abang langsung mengiyakan nya karena Abang tidak ingin Yuli kecewa terlebih lagi ia sudah banyak membantu Abang hingga lulus SMA. Hal itulah yang membuat Abang tidak pernah mengeluh dan protes jika perlakuan Yuli dan orang tuanya tidak menyenangkan terhadap Abang! Tetapi dengan Sandra Abang merasa sangat berbeda sekali, Abang merasa seolah-olah Abang hidup kembali. Dan Abang tidak ingin kehilangan orang yang membuat Abang kembali menjadi diri Abang yang sebenarnya! " jawab Kadir panjang lebar dengan wajah berbinar bahagia.
Sandra yang hendak masuk, menangis haru dengan membekap mulutnya dengan tangan agar tidak ketahuan. Ia tidak menyangka begitu berartinya dirinya bagi Kadir. Tata tersenyum senang mendengar jawaban Kadir, ia sengaja bertanya hal demikian karena ia melihat Sandra yang hendak masuk ke ruang kerjanya dari layar CCTV yang terhubung di laptop.
"Aku senang mendengar nya Bang! Abang tenang aja, aku akan menghubungi Susan biar segera bantu Abang! " ucap Tata dengan tulus.
"Terimakasih ya Ta, Abang benar-benar sungkan dan malu karena di tolong terus oleh orang baik seperti mu! " sahut Kadir dengan mata berkaca-kaca.
"Sama-sama, Bang! Udah ah, ntar lama-lama mewek lagi! " jawab Tata dengan di barengi tawa mereka berdua.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
__ADS_1