Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kau pelengkap hidupku...


__ADS_3

Tanpa memperdulikan teriakan Mami nya, Dave terus menarik tangan Tata dan menggenggamnya berjalan menjauhi mereka dan memilih masuk ke ruang keluarga tempat Ibuk dan lainnya bersantai setiap hari. Tapi karena masih banyak orang yang ada di ruangan tersebut, Dave pun membawa Tata ke luar rumah. Tepatnya mereka ke taman kecil yang ada di samping rumah utama di villa tersebut.


Dave dengan pelan-pelan membawa Tata ke sebuah bangku yang ada di taman tersebut. Ia mendudukkan Tata di atas bangku itu, lalu ia sendiri berlutut di hadapan Tata yang duduk.


"Mas, jangan kayak gini ah! Masa aku duduk di atas, Mas duduk di bawah! Gak etis itu! " ucap Tata dengan raut wajah tidak enakan.


"Santai aja sayang! Mas sengaja karena ada yang ingin Mas katakan padamu! Walaupun masih banyak orang yang lalu lalang, tapi setidaknya tidak berisik dan kamu bisa mendengar apa yang Mas katakan dengan jelas! " jawab Dave dengan serius.


"Mas jangan nakutin Tata deh dengan muka serius kayak gitu? Tata jadi takut dengan apa yang akan Mas omongin! " ucap Tata lagi dengan agak was-was.


"Kenapa jadi takut sih? Mas kan mau ngomong aja, bukan mau makan kamu! " jawab Dave dengan terkekeh kecil.


"Ish Mas ah, orang serius malah bercanda! " ucap Tata lagi dengan bibir mengerucut ke depan.


"Jangan di buat kayak gitu bibirnya sayang! Mas gak mau khilaf di depan banyak orang ini! " sahut Dave dengan menatap Tata dengan lekat.


Tata yang langsung paham maksud perkataan Dave langsung menutup mulutnya dengan dua tangan nya. Kelakuan Tata tersebut membuat Dave tergelak dengan kencangnya.


"Udah ah.... Dengerin Mas ngomong ya sayang! " ucap Dave dengan menurunkan tangan Tata yang menutup mulutnya.


Tata menganggukkan kepalanya dan untuk sesaat mereka menatap satu sama lainnya dengan penuh cinta. Dengan lembut Dave meraih tangan kanan Tata dan mengecupnya dengan begitu lembut dan penuh perasaan. Hati Tata berdesir hebat saat benda kenyal tersebut melekat di punggung tangannya.



Kayak gitu lah kira-kira posisi mereka berdua!


Setelah meluapkan perasaan nya melalui kecupan di punggung tangan Tata, Dave kemudian bicara sambil menatap Tata dengan penuh cinta.


"My Ruby.... Mas tidak menyangka sama sekali jika Mas bisa di titik ini menjadi suami mu. Jujur saja, Mas saat ini masih belum percaya jika kita sudah menjadi suami istri. Rasanya seperti mimpi bisa menghalalkan mu di depan seluruh keluarga besar kita. Mas tidak bisa berjanji yang membuatmu menjadi terbang ke angkasa. Mas hanya ingin membuktikan semuanya dengan tindakan Mas padamu, sayangku! Karena Mas tidak mau berjanji di mulut saja, Mas hanya ingin melakukan nya tanpa perlu janji-janji manis yang mungkin kita tidak tahu apakah kita bisa mewujudkan nya atau tidak. Mas hanya bisa membuktikan nya dengan kau mau menghabiskan semua hidupmu bersama Mas. Bersama-sama kita mengarungi bahtera rumah tangga ini bersama anak-anak kita kelak, saling mencintai, saling percaya, saling mengerti, saling memahami, dan saling mengingatkan satu sama lain jika berbuat salah. Mas hanya ingin melakukan semua itu bersamamu sayangku, My Ruby! Mau kah kau melakukan semua itu bersama Mas, sayang?? " ucap Dave dengan penuh cinta dan ketulusan.


Tata menangis mendengar kata-kata Dave yang langsung menyentuh seluruh hatinya dan dengan air mata yang mengalir di pipinya, Tata menganggukkan kepalanya menjawab permintaan Dave, suaminya.


"Terimakasih sayang, terimakasih! Mas tidak bisa menjanjikan rumah tangga kita bakalan adem ayem karena pasti akan ada masalah dan ujian yang akan menghampiri kita. Yang Mas pinta hanya satu, yaitu agar kita berdua secara kompak bersama-sama menghadapi semua masalah dan ujian yang datang dalam rumah tangga kita kelak. Kau pelengkap hidup Mas yang diberikan Tuhan, sayang. Mas sangat mencintaimu sepenuh hati dan jiwa raga Mas. Mas mencintaimu karena Allah, karena Mas ingin meraih surga nya Allah dengan bersama mu, sayang ku! I love you my Ruby.. I love you so much forever.... " ucap Dave lagi dengan menciumi punggung tangan Tata bertubi-tubi.


Tata semakin menangis terharu mendengar kata-kata Dave hingga menangis dengan terisak-isak. Dave lalu bangkit dari berlutut nya dan ikut duduk di samping Tata. Ia lalu merengkuh tubuh Tata dan membawanya ke dalam pelukannya. Di dalam pelukan Dave, Tata semakin mengeraskan suara tangisannya dan ia membalas pelukan Dave dengan sangat erat.


Dave dengan lembut menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya dan kemudian mengecup lembut kening Tata dengan penuh cinta.

__ADS_1


"I love you Mas, I love you so much..... InshaaAllah aku berjanji akan selalu bersamamu apapun yang terjadi dan bagaimana pun keadaanmu hingga kita tua nanti. Terimakasih sudah mencintai aku sebesar ini... " jawab Tata dengan mendongakkan wajahnya menatap wajah dan mata laki-laki yang menjadi suaminya dengan penuh cinta.


"Terimakasih juga sayang... I love you too my Ruby... " ucap Dave dengan mengecup lama kening Tata yang membuat Tata memejamkan matanya.


"Oh ya, Mas punya sesuatu untuk mu sayang! Entah kenapa kemarin Mas ingin sekali membawanya, padahal sebelum nya Mas sudah berniat untuk memberikan nya padamu pada saat kita menikah. Dan ternyata hari ini kita langsung menikah meski secara agama dulu. " ucap Dave lagi sambil merogoh kantong jas yang ia pakai.


Sebuah kotak berwarna hitam yang tampak sangat indah keluar dari kantong jas Dave. Ia lalu memberikan kotak tersebut ke dalam tangan Tata dengan tersenyum.


"Ayo sayang, dibuka kotaknya! Pasti kamu suka dengan isi kotak tersebut! " ucap Dave lagi pada Tata.


"Kenapa Mas yakin sekali kalau aku bakalan suka dengan isi kotak ini?? " tanya Tata heran sekaligus agak penasaran juga.


"Udah.... Dibuka aja sayang! Emang kamu gak penasaran apa isinya? " desak Dave lagi.


Tata langsung membuka pita kotak tersebut dan perlahan membukanya dengan hati-hati. Ia langsung kaget dan melihat Dave dengan mata yang berkaca-kaca hendak menangis kembali.


"Stop ! Mas melarang kamu menangis lagi sayang! Berjanjilah jika kamu tidak boleh menangis dan mengeluarkan air mata lagi. Kamu wajib tersenyum bahagia dan InshaaAllah Mas akan selalu membuat mu tersenyum bahagia. " ucap Dave ketika ia melihat istrinya akan menangis kembali.


"Ya Allah Mas... Di mana Mas temukan gelang kaki ini? Ini satu-satunya harta Tata pemberian ayah sewaktu ayah masih ada. Waktu itu ayah langsung mengajak Tata ke toko Mas waktu Tata juara taekwondo antar kabupaten. Ayah meminta Tata untuk memilih perhiasan yang Tata suka sebagai hadiah Tata menjadi juara saat itu. Tata langsung suka dengan gelang kaki ini yang simpel tapi tampak mewah dan berkelas pada waktu itu. Ya Allah... Padahal Tata sudah rela kalau gelang ini benar-benar hilang waktu itu... Terimakasih ya Mas... " Ucap Tata dengan wajah sangat bahagia sambil menciumi gelang kaki yang ia pegang.


"Tapi kok agak sedikit beda ya Mas, ini kan hanya gelang kaki perak biasa... MasyaAllah.... Mas yang lakuin ini ya? Mas yang taruh berlian-berlian ini di huruf T ini?? " tanya Tata setelah ia melihat lagi dengan seksama gelang kakinya.


"Ishh.... Sama aja kali Mas! Mas yang suruh! Ya Allah.... Makasih banyak ya Mas, gelang kaki nya jadi bertambah mewah dan elegan kayak gini. Mas repot-repot banget bikin gelang kaki Tata jadi cantik kayak gini. Ngomong-ngomong ini masih perak biasa kan Mas? Bukan emas putih atau titanium? " ucap Tata dengan melihat kembali gelang kaki nya dan menimbang-nimbang beratnya.


"Sebenarnya sih gelang kaki yang asli sudah Mas suruh tukang perhiasan nya untuk di lebur dan di jadi satu dengan perak kualitas tinggi dan Mas minta dia untuk membuat ulang dengan bentuk dan model yang sama persis dengan yang aslinya tadi. Terus Mas minta huruf T nya di bagus kan sedemikian rupa dan di tambahkan biji-biji berlian yang Mas pesan kan langsung dari Jerman. Cuma gitu doang! " jawab Dave santai.


"Subhanallah Mas.... Pantesan gelang kakinya tampak mewah kayak gini... " sahut Tata geleng-geleng kepala.


"Yang penting kan yang asli di beli ayah masih ada sebagai campuran gelang kaki ini dan sini biar Mas pakaikan ! " ucap Dave dengan bangkit dari duduknya untuk berlutut kembali di depan Tata.


Ia meraih pelan kaki kanan Tata dan memasangkan gelang kaki tersebut di kaki Tata.




Begitulah penampakan gelang kaki Tata dengan huruf T nya..

__ADS_1


Tata tampak tersenyum bahagia melihat gelang kaki nya sudah kembali menghiasi kaki nya. Dave kembali duduk dan merogoh kembali kantong celananya. Tampak sebuah kalung mewah berliontin batu Ruby yang berwarna pink fanta agak kemerahan.


Tata semakin terbelalak melihat kalung tersebut diayunkan Dave di depan matanya. Rasanya ia tidak bisa berkata-kata lagi dengan semua yang di berikan Dave hari ini.


"Tunggu sebentar sayang! Akan Mas pasangkan di leher mu! " ucap Dave sambil berdiri membelakangi Tata.



Ini nih kalung yang di belikan Dave berliontin batu Ruby pink fanta kemerahan.


"Sangat cantik seperti orang yang memakainya! " ucap Dave dengan kembali duduk di samping Tata.


"Ya Allah Mas.... Terimakasih banyak pemberian Mas untuk Tata... Maaf kalau Tata belum bisa memberikan apa-apa untuk Mas! " sahut Tata dengan terharu sambil tersenyum bahagia.


"Siapa bilang kamu gak memberikan Mas apa-apa. Kamu sudah memberikan cintamu dan hatimu untuk Mas itu sudah sangat melebihi segala-galanya. Mas harap cinta mu untuk Mas akan terus tumbuh sampai kita tua dan sampai Mas jadi kakek-kakek tua yang lemah dan keriput. " jawab Dave dengan meraih Tata kedalam pelukannya.


🌿🌿🌿


Di rumah sakit Jakarta...


Ajeng sudah sadar dari pengaruh obat yang diberikan dokter beberapa jam yang lalu. Ia kembali sadar setelah tidak sadarkan diri selama sehari semalam.


Semua kakak dan kakak iparnya berkumpul di kamar perawatan Ajeng ketika Sekar mengajarkan kalau adik mereka sudah sadarkan diri.


Ajeng langsung menangis di pelukan Mama nya begitu ia sadar. Ia menangis tersedu-sedu menumpahkan kesedihan di hatinya karena kabar yang ia terima tentang Dave.


"Hu.... Hu.... Hu.... Pupus sudah harapan Ajeng untuk menikah dengan Kang Mas Davin, Ma! Semua yang Ajeng lakukan gak ada gunanya! Mereka tetap melamar perempuan itu untuk Kang Mas Davin... Hu.... Hu.... Hu.... Hati Ajeng sakit Ma, Ajeng sakit hati. Ma! Kenapa Kang Mas Davin tidak melihat cinta Ajeng yang besar untuk nya! Ajeng sangat mencintai Kang Mas Davin Ma! Untuk apa Ajeng hidup kalau gak bisa menikah dengan Kang Mas Davin, Ma! " ucap Ajeng menumpahkan isi hatinya sambil menangis tersedu-sedu.


Galang yang sedang duduk mengupas apel langsung menghentikan kegiatannya begitu mendengar curhatan Ajeng. Sekarang ia mengerti alasan Ajeng nekad untuk bunuh diri karena ia patah hati.


Dengan geram Galang menancapkan pisau buah ke apel dengan keras sehingga menimbulkan suara keras yang mana membuat anak dan istrinya melihat kearahnya.


"Papa akan membuat Davin menikahi mu bagaimanapun caranya nya! " ucap Galang dengan mata merah penuh amarah.


Bersambung....


Nah loh.... Nah loh..... Ibarat pepatah, cinta di tolak papa yang bertindak... wkwkwk 🀭🀭

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas kembali readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2