
Kekagetan Dave membuat semua orang tersenyum geli termasuk sahabat-sahabatnya Tata. Arkan langsung tergelak kencang dan meledek Dave dengan suara keras.
"Aduh.... Kasihan banget pengantin baru gak bisa tinggal serumah bareng istri... Status aja yang rupanya berubah tapi kenyataannya tetap sendiri seperti saat masih jomblo... " ledek Arkan dengan diiringi gelak tawa sahabat-sahabat Tata dan para sepupu-sepupu Dave.
"Iya Bang.... Ha... Ha... Ha... Gagal deh impian tidur ada yang nemenin... Gagal juga impian mau dua-duaan bareng istri! " tambah Riko dengan penuh semangat menambah sumbu kompor.
"Apa lagi mau malam pertama... Buahahaha.... " sahut Gendis dengan tertawa kencang.
"Huahahaha.... " Semua nya kembali tergelak menertawakan Dave.
Tata menunduk malu mendengar celotehan sepupu dan sahabat suaminya. Wajahnya memerah karena panas dengan kata-kata frontal Gendis yang menyebutkan malam pertama.
Dave melengos kesal mendengar ledekan dari sahabat dan sepupu nya itu. Ia kembali merengek merayu Eyang putri agar membatalkan keputusan nya itu.
"Ayolah Eyang... Masa iya udah halal dan sah di suruh tinggal sendiri-sendiri?? Emangnya Eyang gak mau cepat-cepat punya cicit?? Ayolah Eyang... Batalin keputusan yang satu itu?? Kalau yang lainnya terserah Eyang deh, asal jangan kami berdua di suruh tinggal terpisah! " rengek Dave dengan memeluk manja lengan Eyang Putri.
Semua orang makin tergelak kencang mendengar kata-kata absurb Dave merayu Eyang Putri. Tata semakin tertunduk malu dengan wajah memerah seperti kepiting rebus mendengar kata absurd dari mulut suaminya itu.
"Rasain lu Bro... "
"Kapok kan Mas... "
"Gagal berduaan... "
"Huahahaha..... Kasihan deh lo... "
Begitulah bunyi ejekan yang di lontarkan sepupu-sepupu nya dan sahabatnya pada Dave yang membuat Dave semakin keki bin gondok.
"Keputusan Eyang sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat! Selama dua bulan kalian tinggal terpisah! Mulai hari ini Tata akan tinggal di kediaman keluarga Ryder, dan kamu Dave kembali ke apartemen mu selama dua bulan ini! " ucap Eyang Putri dengan tegas.
"Hahhhh..... " Dave menghela napas dengan kasar mendengar keputusan Eyang nya.
"Udah.... Gak usah pasang wajah nelangsa kayak gitu! Dua bulan itu sebentar kok! Ingat kata pepatah Semua akan indah pada waktunya ! " ucap Bude Wati dengan mengedipkan matanya sambil berlalu meninggalkan Dave yang tampak stress.
"Arghhh.... " teriak Dave frustasi dengan menarik pelan rambutnya.
"Yang sabar ya Mas... Sebentar kok dua bulan itu! " ucap Tata dengan lembut dan tersenyum kecil.
"Sayang.... Kamu gak merasakan jadinya aku! Aku kan pengen berduaan sama kamu sayang... Masa iya harus menahan lagi sampai dua bulan... " rengek Dave dengan muka memelas seperti anak kucing.
"Iya Mas, aku ngerti! Tapi kan semua nya sudah keputusan Eyang! Lagian kan kita emang tidak tinggal bareng, tapi masih bisa ketemu kayak biasanya! " jawab Tata lagi dengan polosnya.
Dave tercenung sesaat menelaah kata-kata istrinya dan ia langsung tersenyum lebar saat sesuatu hal melintas di otaknya.
"Silakan saja kalian semua tertawa sepuasnya! Karena aku punya rencana sendiri agar bisa berduaan dengan istriku dan melepaskan segel perjaka ku selama ini... Ha.... Ha... Ha.... Dave memang pintar! " batin Dave tertawa menyeringai dalam hatinya.
Melihat suaminya senyum-senyum sendiri membuat Tata semakin cemas karena takut suaminya kenapa-napa.
"Mas gak papa kan?? Tata jadi takut lihat Mas senyum-senyum sendiri kayak gitu! " tanya Tata dengan hati-hati.
"He... He... He.... Gak papa kok sayang! Mas hanya membayangkan saja setelah dua bulan nanti kita akan hidup bersama seperti keluarga normal lainnya! " jawab Dave dengan cengengesan.
Tata hanya mengangguk pelan dan lega mendengar jawaban suaminya, padahal ia tidak tahu saja di otak suaminya sudah tersusun berbagai rencana untuk membawa Tata pergi dan menghabiskan waktu berdua bersama merajut kasih sebagai pengantin baru pada umumnya.
"Dave, Tata! Ngapain kalian masih duduk di sana! Kamu Dave, buruan bantu Mami bawa ini ke mobil! Ibuk kamu banyak banget bawain kita makanan! " panggil Mami Sita dari lorong arah belakang.
__ADS_1
Dave membantu Tata untuk berdiri dan menemui Mami nya. Ia melihat Mami nya membawa kotak-kotak yang entah apa isinya dengan susah payah.
"Ayo sayang kamu ganti baju dan berkemas! Kita akan langsung pulang ke Jakarta nanti sore dan langsung pulang ke rumah! " ucap Mami Sita pada Tata dengan lembut.
"Dave, buruan bantu Mami! Jangan bengong aja kamu! Semuanya sudah punya tugas masing-masing! Buruan bawa ke dalam mobil! " ucap Mami Sita agak berteriak dan sedikit membentak Dave.
"Eh iya Mi... " jawab Dave tersadar dari lamunannya.
Ia pun mengangkat kotak-kotak tersebut dengan mulut komat kamit mengulang omongan Mami nya dengan nada mengejek.
"Emang pilih kasih ini Kanjeng Ratu! Masa iya sama anak sendiri bentak-bentak, giliran sama mantunya lembut banget kayak kapas! " ucap Dave menggerutu sepanjang jalan menuju parkir mobil.
Tata pun naik ke kamar nya lantai atas untuk bersiap-siap seperti yang di katakan Mami mertuanya. Ternyata di dalam sudah ada duo S yang sedang duduk santai di atas tempat tidur.
Tata jongkok dan meraih koper dari bawah tempat tidur yang masih ada laptopnya. Ia mengambil laptop tersebut dan memberikan kopernya kepada Duo S dengan tersenyum manis.
"Sahabat-sahabat ku yang tercinta! Tolong masukkan peralatan make up dan Skincare ku yang ada di meja ke dalam koper ya? Bantu aku beres-beres kecuali baju! Bajunya biarkan saja di lemari ini jadi kalau ke sini tidak perlu lagi bawa-bawa baju! Aku ada kerjaan dulu! " ucap Tata dengan mulut manisnya.
"Kalau ada maunya manis kali mulut kau Tet! Ayo Bon, bantu aku ! "jawab Sandra dengan mendorong bahu Susan.
"Gak bisa kau pelan sikit ya Tot! Matikan aku... Ahh... Gagal lagi aku naik level ini! " pekik Susan dengan kencang karena ia sedang bermain games.
Tata langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa pakaian ganti dan tidak ketinggalan laptopnya beserta headset.
Ia dengan santai duduk di closed dengan mengoperasikan laptopnya untuk melihat kembali file video yang di kirim Angel tadi siang padanya.
Dengan wajah serius ia melihat rekaman CCTV kamar Ajeng yang memperlihatkan seluruh keluarga nya dan ia mendengarkan dengan seksama apa yang mereka bicara kan. Tata tersenyum misterius ketika melihat Galang yang berniat menikahkan Ajeng dengan Dave bagaimana pun caranya.
Ia menyeringai saat semua kakak Ajeng keluar kamar dan melihat Ajeng memohon pada ibunya dengan wajah penuh kepalsuan.
"Tidak semudah itu kau mengambil suamiku, Ajeng! Kau mungkin bisa berpura-pura di depan semua orang, tapi aku tidak akan mudah tertipu dengan wajah bohong mu yang pura-pura terluka itu! Akan aku pastikan kau akan membayarnya jika kau menyentuh suamiku bahkan seujung rambutnya! " batin Tata dengan tangan terkepal.
"Tiger... Selalu pantau gerak gerik Galang dan tangan kanannya yang bernama Bima itu di manapun mereka berada! Jangan lupa untuk menempatkan orang-orang mu yang terbaik agar selalu di sisi Galang ataupun Bima agar kita bisa tau apa yang akan mereka rencana kan! "
"Lion... Kau dan bawahan mu agar selalu memantau keadaan di sekitar rumah Galang, orang-orang yang berhubungan dengan mereka meskipun pelayannya sekali pun. Awasi gerak gerik Ajeng atau pun Sekar dan teman-temannya jika ada yang terlihat mencurigakan! "
"Angel... Kau pantau selalu keadaan di rumah sakit dan segera laporkan jika ada pergerakan yang mencurigakan di area rumah sakit tersebut walaupun itu dokter atau perawatnya sekali pun! Jangan sampai lengah dan membuat kita kehilangan kesempatan merekam semuanya! "
Tata mengirim pesan tersebut secara bersamaan dan tak lama kemudian terdengar bunyi notif pesan yang masuk ke email nya.
"Okey.... "
"Baik kak... "
"Okey kak... "
Tata tersenyum puas membaca jawaban kaki tangannya yang memang selalu tanggap jika ada tugas dari nya. Ia lalu mengganti pakaian kebayanya dengan celana jeans, kaos oversize warna hitam. Ia lalu mematikan laptopnya dan keluar dari kamar mandi.
"Kau ini kebiasaan kali lah Tet.... Di mana-mana kerjaan aja yang kau pikirkan! Sempat-sempatnya kau mikirin kerjaan di saat seperti ini! Sini kau duduk! Bukak dulu sanggul kau itu! " ucap Sandra dengan memerintahkan Tata duduk di hadapannya.
Tata dengan patuh duduk di depan Sandra dengan posisi membelakangi Sandra. Dengan lihai Sandra membuka tatanan rambut Tata yang menyerupai sanggul lalu kemudian menyisir nya secara perlahan agar tidak sakit saat rambutnya ketarik.
Sandra merapikan rambutnya, dan Tata sendiri menghapuskan make up yang ada di wajahnya dengan concealer water by Garnier. Susan jangan ditanya, anak itu sibuk dan heboh bermain game karena tadi ia kesal di ganggu Sandra sehingga membuat nya kalah total.
Di lantai bawah, Dave dengan yang lainnya membawa semua hadiah yang sengaja di siapkan oleh Ibuk mertuanya untuk di bawa ke Jakarta. Sedangkan oleh-oleh yang mereka bawa dari Jakarta sudah ludes dibagikan kepada semua tetangga yang hadir dan ikut membantu mempersiapkan acara ini dari dua hari yang lalu.
__ADS_1
"Mi.... Sampai di Jakarta nanti bisa kok Mami langsung buka lapak di pinggir jalan jualin semua oleh-oleh ini! " ucap Dave dengan kencang menyindir Mami nya.
"Uenak aja... Moh aku! Ini untuk makan kita, enak banget mau di jual lagi! " jawab Mami Sita gak kemakan sindiran Dave.
"Ya ampun Mami.... Kira-kira dong Mi kalau mau bawa oleh-oleh! Mami mau bikin Ibuk mertua aku bangkrut! Lihat tuh... Oleh-olehnya sudah penuh satu mobil box! Kesiniin dodolnya! " ucap Dave menunjuk mobil box dengan dagunya sambil merebut dodol yang di bawa salah satu pelayan Tata.
"Gak usah banyak protes! Tuh, kamu aja doyan makan nya! Jadi jangan banyak mengeluh, toh yang ngasih juga gak protes! Keluarga kita kan banyak, jadi wajar dong jeng besan ngasih oleh-oleh sebanyak ini! " jawab Mami Sita santai.
"Son....Ayo berpamitan sama mertua mu! Istrimu sudah menunggu di sana! " panggil Papi Dayton dari depan pintu masuk.
Dave memasuki rumah dan menuju ruang keluarga. Tampaknya di sana sudah berkumpul semuanya termasuk ayah Jamal, dan mak Ijah.
"Nak Dave, walaupun kalian tidak tinggal bersama selama dua bulan ini, tolong jagain Tata ya? Ibuk titip Tata, ya Nak! " ucap Ibuk dengan menatap teduh menantunya.
"Loh, emangnya Ibuk gak ikut kita ke Jakarta? Gak tinggal di rumah sana aja selama dua bulan ini? " tanya Dave dengan heran dan bingung.
"Gak Nak! Dua hari lagi Ibuk dan Mak Ijah akan bertolak ke Medan. Kami akan mempersiapkan segalanya dari sama karena Ibuk ingin ada yang akan di suguhkan dari kampung halaman ayah Tata langsung saat pesta nanti! InshaaAllah dua minggu menjelang hari H, Ibuk dan Mak Ijah ke Jakarta lagi. Untuk sementara villa ini akan kosong selama dua bulan. Ayah Jamal dan lainnya akan ikut ke Jakarta lusa bersama Sandra dan yang lainnya. " jawab Ibuk sambil memeluk Tata dari samping.
"Jadi Ibuk ke Medan berdua saja sama Mak Ijah? " tanya Dave lagi dengan agak khawatir.
"Gak usah khawatir Mister! Saya akan bersama mereka ! " jawab Tegar dengan suara beratnya.
"Alhamdulillah... Dave lega! Kirain hanya berdua saja ke Medan nya. " sahut Dave mengusap dadanya.
"Dek.... Sekarang adek bukan hanya anaknya Ibuk, tapi anaknya Mami Sita juga! Adek harus hormat pada mertuanya adek dan anggap mertuanya adek seperti ibu adek sendiri! Dan jangan bertindak sembrono dan seenaknya aja ya dek! Ingat, adek sudah menjadi seorang istri dan seorang menantu! Pandai-pandai lah menjaga diri dan menjaga nama baik suamimu! Ibuk titip Tata ya Nak Dave! " ucap Ibuk lagi pada Tata yang membuat Tata menangis di pelukan Ibuk nya.
"Ya ampun adek... Ibuk ke Medan itu hanya mau mempersiapkan makanan yang akan di bawa ke Jakarta! Lagian gak lama kok! Hanya sebulanan lebih aja! Masa sampai nangis gitu! " ujar Ibuk geleng-geleng kepala.
"Bukan soal itu Ibuk.... Tapi dari tadi sandal tinggi Ibuk pijak kaki adek !!! Sakit ini.....Hua.... 😭😭" jawab Tata menunjuk ke bawah kaki nya.
"Astaghfirullah hal adzim.... Maaf sayang, Ibuk gak sengaja! " ucap Ibuk kaget begitu melihat ke bawah dimana hak sandalnya memijak kelingking kaki Tata.
"Pauk lah kau tet..... ! " tukas Sandra kesal dengan menoyor pelan kepala Tata.
"Iya.... Bikin orang cemas aja kau ini! " omel Susan dari seberang sana.
Dave hanya tersenyum geli melihat keisengan istrinya itu untuk menutupi rasa sedihnya berpisah dari Ibuk nya walaupun hanya sesaat. Pindah ke rumah baru bukan lah yang mudah di lakukan, apalagi itu rumah mertua kita. Sebisa mungkin harus bisa menjaga diri agar tidak salah langkah yang nantinya menjadi momok terjadinya salah paham antara menantu dan mertua walaupun hanya tinggal sebentar saja.
"Kak, nanti di Jakarta boleh gak Anika main ke rumah nya mertua kakak! Di rumah pasti sepi, Kak Nana dan Kak Sandra pasti pergi kerja, Bang Kadir juga, Anika sepi kalau gak ada teman mainnya! " tanya Anika dengan wajah penuh harap.
"Kan ada aku sayang! Aku temenin deh kalau kamu mau main! " sahut Riko menyela.
"Gak mau! Bosan main sama Mas! Mainan nya juga lain! Bikin kesel! " tolak Anika dengan wajah cemberut.
"Ha.... Ha.... Ha.... Boleh kok, main aja ! Kan tadi sudah akrab juga dengan Wiwid dan Caca! " jawab Dave dengan tergelak kencang karena mengerti maksud perkataan Anika.
Riko hanya cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar penolakan istrinya.
"Udah selesai belum, sayang! Kalau sudah, ayo kita buruan berangkat! Nanti keburu malam kita sampai di Jakarta! " tanya Mami Sita yang datang mendekat.
"Udah Mi... " jawab Tata sambil bangkit untuk berdiri bersama Ibuk nya berjalan ke luar rumah.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
Jangan lupa jaga kesehatan di saat cuaca yang tidak menentu saat ini...