Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Sultan mah bebas...


__ADS_3

Dave yang tengah asyik membalas email yang masuk di MacBook nya di kejutkan tangisan seseorang yang membuat bulu kuduknya berdiri.


"Astaga sayang! Hampir aja Mas kira ada Mbak Kunti masuk ke kamar kita! " ucap Dave pelan sembari mengusap dada nya saat sadar jika itu tangisan istri nya.


Dave bangkit dari sofa mendekati tempat tidur dan duduk di sebelah sang istri.


"Kenapa sayang?? Apa kamu bermimpi buruk?? " tanya Dave sembari mengusap rambut panjang istrinya.


"Kangen GrandFa! Pengen di peluk GrandFa ! Mas jauh-jauh sana, aku gak mau lihat wajah Mas! " jawab Tata masih menangis sambil menutup wajah nya dengan selimut.


"Mulai kumat lagi.. ! " gumam Dave dengan lirih agar tidak kedengaran istrinya.


"Ya sudah, Mas akan pergi! Jangan nangis lagi ya? GrandFa akan datang sebentar lagi sayang! Kamu kan tahu sendiri jika jarak Indonesia dengan Inggris itu jauh, butuh waktu 17 jam jika naik pesawat biasa. Tapi karena GrandFa naik pesawat pribadi, mungkin sebentar lagi mereka sampai! " ucap Dave sembari membuka pintu kamar.


Mendengar pintu kamar terbuka, tangisan Tata malah makin kencang sehingga terdengar sampai keluar kamar.


"Ada apa Dave?? Apa yang terjadi sama Tata? " tanya Mami Sita yang datang dengan wajah panik.


Tidak hanya Mami Sita yang keluar, Ibuk yang tidur di kamar sebelah Dave juga ikut keluar. Abeth dan Henry di kamar depan juga keluar dan mereka semua masuk ke dalam kamar Dave dan Tata.


"Tata sayang, kenapa Nak? Apa ada yang sakit? " tanya Ibuk dengan duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap selimut yang menutupi tubuh Tata.


"Mas Dave jahat Buk! Mas Dave gak cinta lagi sama Tata! Mas Dave mau keluar ninggalin Tata di kamar! " jawab Tata di balik selimut sambil menangis tersedu-sedu.


Semuanya sontak menatap Dave dengan tatapan tajam setajam silet.


"Kan kamu sendiri yang suruh Mas jauh-jauh sayang? Kamu bilang gak mau lihat wajah Mas! " ucap Dave dengan wajah frustasi.


"Iya, aku gak mau lihat wajah Mas yang ngeselin itu! Tapi gak keluar kamar juga! Hu... Hu.. Hu... ! " jawab Tata dengan segudang alasan nya.


"Ya Allah ya Rabbi... " ucap Dave dengan mengusap kasar wajah nya.


Abeth menahan tawanya mendengar alasan Tata menangis dan wajah frustasi adik nya. Mami Sita melotot kan mata pada Dave memberikan kode agar Dave membujuk istrinya.


"Iya iya... Mas gak keluar kamar! Mas duduk di sofa saja! Ya sudah, jangan menangis lagi! Kasihan si dedek nanti ikutan nangis di bikin Mami nya! " jawab Dave mengalah.


Mendengar perkataan suaminya, tangisan Tata langsung berhenti. Ibuk hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya sejak hamil ini.


"Mas menghadap ke dinding sana! Jangan lihat ke sini! " perintah Tata dengan membuka selimut yang menutupi tubuh nya.


Dave menuruti perintah istrinya dengan menghadap ke dinding. Papi Dayton menepuk pelan bahu Putra nya seakan-akan memberikan dukungan agar lebih banyak bersabar.


"Ada apa lagi sayang? Kenapa wajah mu masih di tekuk seperti itu? " tanya Mami Sita berjalan mendekat dan duduk di dekat kaki Tata.


"Kangen GrandFa Mami! Pengen peluk! " rengek Tata manja.


"Sebentar lagi GrandFa sampai sayang! Di tunggu ya?? " jawab Mami Sita lembut.


"Pengen peluk GrandFa Mami.. ! Tata pengen peluk sekarang! " ucap nya lagi dengan mata berkaca-kaca.


"Sama Papi aja ya Nak! GrandFa belum sampai! Papi sama GrandFa kan hampir mirip... " bujuk Papi Dayton.


"Hu..Hu..Hu...! Gak mau! Mau GrandFa! Papi kan gak garang kayak GrandFa! Gak mau sama Papi! " tolak Tata dengan tangisan nya yang terisak-isak.


"Ya Allah... Calon keponakan aku ternyata doyan Aki-aki! " gumam Abeth sambil menahan tawa nya.


Papi Dayton hanya menghela napas dalam-dalam karena tidak berhasil membujuk menantunya yang merengek meminta Daddy nya datang.


Mami Sita dan Ibuk berupaya membujuknya agar bersabar dan berhenti menangis. Meskipun mereka bilang calon bayinya juga akan menangis tidak menghentikan tangisan Tata sama sekali. Ia malah semakin kencang menangis, Dave yang mendengar tangisan istrinya semakin merasa tidak berguna sama sekali karena membuat Ibu dari anak-anaknya menangis seperti itu. Meskipun itu pengaruh hormon, tetap aja ia merasa frustasi tidak bisa membuat istrinya bahagia.


"Jangan frustasi dan merasa bersalah begitu! Menghadapi mood perempuan hamil itu tidak mudah! Butuh banyak kesabaran dan keikhlasan karena itu bukan mau nya dia! Kamu tahu sendiri kan dengan sifat mandiri istri kamu! Nah, anggap saja itu sebagai pembelajaran untuk menjadi calon orang tua! " nasihat Papi Dayton saat melihat wajah frustasi Putra nya.


Karena kelelahan menangis, Tata akhirnya ketiduran dengan mata yang sembab. Mami Sita menaikkan selimut hingga sebatas pinggang Tata sembari mengecup kening nya. Ibuk melakukan hal yang sama dengan mengecup kening Putri nya.


"Ayo kita keluar! Sudah jam 9 malam! Biarkan Tata istirahat! Dave, kau juga harus istirahat! Jangan sampai jatuh sakit karena Tata butuh perhatian mu meskipun mood nya berubah-ubah! " ucap Papi Dayton lagi dengan menepuk pelan bahu Dave.


Dave hanya mengangguk dan mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Tepat pukul 21.30 GrandFa dan GrandMa sampai di kediaman Ryder.

__ADS_1


Papi Dayton yang menyambut kedatangan orang tua nya mengantarkan mereka berdua ke kamar Dave untuk melihat Tata. Semua orang sudah tidur termasuk Mami Sita dan Dave.


Papi Dayton membuka pintu kamar Tata dan Dave yang memang tidak di kunci oleh Dave. Dave sengaja tidak menguncinya karena jika ada apa dengan Tata semua orang bisa langsung masuk saat ia tidak ada di kamar.


Dave langsung terbangun mendengar suara pintu terbuka, ia takut jika Tata yang terbangun dan keluar kamar diam-diam. Saat melihat wajah Papi nya ia langsung lega, apa lagi saat dua orang juga ikut masuk ke kamar nya.


"GrandFa, GrandMa! " ucap Dave pelan dengan berjalan ke arah mereka berdua.


GrandMa memeluk erat cucu laki-laki nya dan menciumi seluruh wajah Dave dengan raut bahagia.


"Oh Son... ! GrandMa bahagia sekali mendengar kabar bahagia ini! Kau lihat pria tua yang dingin dan angkuh itu tidak henti-hentinya tersenyum begitu mendengar kabar ini! " ucap GrandMa sambil memeluk erat tubuh cucu nya.


"GrandFa membuat istri kesayangan ku menangis! " adu Dave pada GrandMa nya.


"Why... ??? " tanya GrandFa Luis dengan heran.


"Cucu menantu Daddy merindukan Daddy! Dia pengen di peluk Daddy! Biasanya dia mau di peluk ku tapi dari pagi tadi dan puncak nya malam ini ia menangis karena pengen di peluk Daddy! Katanya aku tidak garang seperti Daddy! " jawab Papi Dayton dengan wajah cemberut.


"Hahahaha... ! Sepertinya calon cicit ku begitu menyukai Buyut nya yang garang ini! " ucap GrandFa Luis dengan tertawa bangga.


"Dasar pria tua arogan dan dingin! Jangan sampai cicit-cicit ku mempunyai sifat yang sama seperti mu! " sungut GrandMa kesal dan menghampiri Tata yang tertidur pulas.


Ia membelai pipi Tata dengan tersenyum hangat, lalu mencium kening Tata agak lama. GrandFa juga melakukan hal yang sama seperti istrinya, setelah itu mereka keluar untuk istirahat di kamar yang sudah di persiapkan untuk mereka.


🌿🌿🌿


Tata bangun dari tidur nya saat perutnya bergejolak hebat. Ia langsung berjalan ke kamar mandi dan memuntahkan isi perut nya. Dave langsung terbangun mendengar suara pintu kamar mandi yang terbentur kuat karena dorongan Tata.


Ia langsung loncat dan berlari ke kamar mandi. Ia memijat tengkuk Tata yang muntah di wastafel dengan tangan kiri memegang rambut Tata agar tidak terkena muntahan.


"Kumur-kumur dulu sayang! " ucap Dave dengan membasuh mulut Tata tanpa merasa jijik sekalipun.


"Mas gak jijik? Bauk itu muntahan nya! " tanya Tata dengan lirih saat Dave mengusap mulutnya yang basah dengan tisu.


"Gak sayang! Mas malah sedih lihat kamu seperti ini! Ini baru dua hari, bagaimana jika sampai beberapa bulan, atau sampai anak-anak kita lahir? Rasanya Mas gak tega lihat kamu seperti ini! " jawab Dave dengan wajah sendu.


"Gak papa Mas.. ! Aku senang bisa mengalami semua ini! Aku mau pipis Mas! " ucap Tata pelan dengan di tuntun Dave menuju closet.


"Mas, mau ambil wudhu! " pinta Tata pada suaminya.


"Sebentar ya sayang! Mas pegangin lengan kamu aja biar wudhu nya gak batal! " ucap Dave membetulkan posisi mereka.


Tata mengambil air wudhu dengan di pegangin Dave, kemudian ia memapah Tata hingga ke atas tempat tidur tanpa menyentuh kulitnya sama sekali.


"Mas mau pipis juga sekalian ambil wudhu dulu! Kamu tunggu sebentar! Sholat nya kali ini duduk saja, jangan berdiri! " pesan Dave dengan memberikan perlengkapan sholat untuk Tata.


Tata mengangguk pelan dan Dave langsung ke kamar mandi buang air kecil sekalian ambil wudhu. Ia tersenyum melihat Tata sudah siap memakai mukena dengan duduk di atas sajadah.


Dave memakai perlengkapan sholat nya dan mereka sholat subuh berjamaah dengan Tata yang sholat sambil duduk.


Begitu selesai mengucapkan salam, perutnya kembali bergejolak hebat dan ia langsung mual sembari berdiri. Dave dengan sigap membawa Tata ke kamar mandi tanpa melepaskan mukena nya.


"Huek... Huek... Huek... "


Tata kembali muntah dengan cairan bening yang keluar. Dave seperti biasa membersihkan nya dengan telaten dan membuka mukena Tata yang sedikit basah terkena air waktu membersihkan mulut Tata.


Dave kembali menggendong Tata hingga menaruhnya dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur.


Dave membereskan perlengkapan sholat mereka dan melipat nya dengan rapi. Ia membalur tubuh Tata dengan minyak telon karena Tata tidak menyukai bau minyak kayu putih.


"Permisi Mr! , " ucap seseorang dari luar pintu kamar.


"Masuk saja! Tidak di kunci pintunya! " jawab Dave dari dalam kamar.


Pintu terbuka dengan kedua Suster masuk dengan pakaian yang sudah rapi.


"Kalian sudah rapi jam segini?? " tanya Dave dengan menautkan alis nya heran.

__ADS_1


"Sudah Mr.. Kami sudah bersih sebelum sholat subuh! Kami harus siap kapan pun di perlu kan dan kami terbiasa bersih sebelum bekerja meskipun ini bukan di rumah sakit. " jawab Suster Mila dengan nada rendah.


"Kalian tidak memakai pewangi? " tanya Dave lagi karena ia tidak mencium bau apapun.


"Tidak Mr. Ibu hamil sangat sensitif dengan bau-bau seperti parfum. " jawab Suster Sari.


"Bagus! Tolong jaga istri saya! Saya mau olahraga dulu! " ucap Dave sembari bangkit dari atas tempat tidur.


"Baik Mr.. ! " jawab mereka patuh.


Dave langsung keluar dari kamar nya menuju lantai bawah lebih tepat nya ruang gym. Suster Sari pergi ke dapur untuk mengambil baskom dan beberapa handuk kecil yang sudah tersedia di dalam lemari yang di tunjukkan Mbok Nah kemarin.


Suster Mila memijit kepala Tata yang pusing dan terasa agak berat.


"Sus, berapa lama saya mengalami morning sickness seperti ini? " tanya Tata pelan dengan mata terpejam.


"Tergantung Nona! Setiap Ibu hamil itu beda-beda morning sickness nya. Ada yang tidak mual sama sekali, ada yang mual saat pagi saja, dan ada yang mual hingga sembilan bulan. Biasanya yang paling umum mereka mengalami morning sickness selama trimester pertama yaitu saat usia kandungan sampai tiga bulan. Tapi untuk hamil kembar seperti Nona saya kurang tau, karena ini pengalaman pertama saya menangani Ibu hamil kembar! " jawab Suster Mila jujur sebagai mana yang ia tahu selama ia menjadi perawat.


"Nona, ini saya buatkan teh madu dengan daun mint! Siapa tahu Nona suka! Saya melihat nya semalam di internet! " ucap Suster Sari datang dengan nampan berisi secangkir teh.


"Boleh deh Sus! Tapi sikit-sikit aja ya! Takutnya malah keluar lagi! " jawab Tata mengangguk pelan.


Suster Sari membantu Tata meminum teh yang di buat Suster Sari dengan dua tegukan. Ia kembali bersandar di sandaran tempat tidur yang di alasi bantal.


"Kalau Nona masih pusing, berbaring juga gak papa! Jangan di paksa untuk duduk! " ucap Suster Mila sambil jari jemari Tata.


"Gak Sus, capek baring terus! " tolak Tata pelan.


"Kalau gitu gimana kalau kita keluar kamar saja menghirup udara luar! Lumayan ganti suasana biar gak di kamar terus! " usul Suster Sari pada Tata.


"Mau Sus.. ! Saya juga bosan di kamar aja kayak orang sakit! " jawab Tata dengan wajah sumringah.


Mereka berdua membantu Tata turun ke lantai bawah dengan memegang lengan Tata kiri kanan agar tidak terjatuh karena tubuh Tata masih lemas.


"Kenapa rumah ramai sekali?? Siapa mereka? " tanya Tata heran dengan melihat orang lalu lalang membawa beberapa barang dan menaruh nya di dalam sebuah kamar dekat ruang gym.


"Entahlah Nona! Tadi tidak ada waktu saya ambil baskom! " jawab Suster Sari menggelengkan kepala nya.


Karena tidak ada yang bisa ia tanyain, ia memutuskan untuk menemui suaminya di ruang gym.


"Sus, tunggu sebentar! Saya mau ke ruang gym dulu! Saya kepo banget ini! " ucap Tata meminta kedua Suster menghentikan langkah mereka.


Kedua Suster terkekeh mendengar ucapan Tata. Mereka mengantar Tata hingga ke depan pintu masuk ruang gym.


"Mas.. ! " panggil Tata pada Dave yang sedang berlari di atas treadmill.


Dave langsung berhenti saat mendengar suara yang memanggil. Wajah nya kaget melihat sang istri sudah ada di ruang gym.


"Loh sayang! Kamu disini? Sama siapa? " tanya Dave menghampiri Tata.


"Sama kedua Suster, lagi di luar nungguin! Aku bosan di kamar Mas! Aku kan bukan sakit! " jawab Tata dengan bibir mengerucut.


"Cup.. ! Sudah beberapa hari Mas gak mendapatkan vitamin C ini! " ucap Dave santai dengan mengecup bibir Tata.


Tata mendelik kesal dan ia akhirnya ingat akan tujuan nya menemui suaminya di sini.


"Mas, di luar lagi ramai-ramai itu apa?? Kok banyak barang-barang di bawa ke kamar yang di sebelah! " tanya Tata kepo.


"Oh, itu alat USG yang di bawa GrandFa semalam! GrandFa ingin kamu gak perlu lagi ke rumah sakit jika akan USG, cukup di rumah saja dengan memanggil Dokter Aisyah! " jawab Dave santai.


"Apa??? " teriak Tata kaget.


"Gak cuma itu, GrandFa juga bawa chef dari tiga benua untuk memberikan kamu kemudahan jika menginginkan makanan berbagai negara, ada chef makanan asia, chef pastry dan chef makanan Eropa dan timur Tengah! " ucap Dave lagi membuat mulut Tata melongo karena kaget bin terkejut.


"Astaga Mas... ! Sampai segitu nya GrandFa sama aku! Ya Allah... ! Sultan mah bebas mau apa aja! Nak, nak! Masih dalam perut aja kalian di manjain buyut kalian, gimana nanti kalau kalian lahir! " sahut Tata sambil mengusap dada kembali ke sifat aslinya yang sederhana.


Dave hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya nya kembali ke tabiat seorang Thalita Ruby Sinaga yang hidup mandiri dan sederhana.

__ADS_1


Bersambung...


Alhamdulillah bisa juga akhirnya Up double hari ini😌😌😌


__ADS_2