Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Gelar baru


__ADS_3

Tata yang masih lemah langsung mendaratkan pukulan nya pada lengan kekar sang suami. Sedangkan perawat yang membersihkan tubuh Tata hanya tersenyum geli mendengar ucapan absurb anak pemilik rumah sakit ini.


Tata menggigit kencang lengan Dave saat Dokter Aisyah menjahit bagian bawahnya tanpa obat bius.


"Aaaaaaaaaaaaa... ! " Dave berteriak kencang saat gigi Tata menancap di lengannya hingga mengeluarkan sedikit darah dan berbekas.


"Siip... Selesai.. ! " ucap Dokter Aisyah sedikit keras.


"Sakit nya tidak seberapa Mr, dibandingkan sakit waktu Nona Tata melahirkan tadi.. " tambah nya lagi dengan nada sedikit mengejek.


"Iya Dokter saya tau, cuma kaget aja di gigit tanpa aba-aba! " sahut Dave membela diri.


"Terimakasih Tante... ! " ucap Tata dengan lirih dan mata tertutup.


Melihat Tata menutup matanya kontan membuat Dave panik dan ketakutan.


"Sayang, sayang.. Bangun sayang.. ! Jangan tutup matamu.. ! Aku mohon sayang! Buka matamu! " ucap Dave panik dan menepuk-nepuk pelan pipi Tata.


Ia parno karena pernah mendengar Ibu-ibu meninggal usai melahirkan, dan ia tidak mau Tata mengalami hal seperti yang ia dengar dari orang-orang dengan meninggalkan ia dan anak-anak nya.


Dokter Aisyah menatap jengah laki-laki yang panik di hadapan nya. Ia membuka sarung tangan lateks nya dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di sudut ruangan tersebut.


"Istrimu hanya tidur Mr, bukan meninggal! Dia kelelahan karena kehabisan banyak tenaga! Ckckck... Segera urus administrasi nya karena istrimu akan di pindahkan ke ruang perawatan. " sindir Dokter Aisyah tanpa merasa takut sedikitpun.


"Tidur??? Ya Allah, terimakasih jika hanya tidur! " ucap Dave dengan wajah lega.


Ia langsung keluar dari ruang observasi di IGD karena akan mengurus kepindahan Tata ke ruang perawatan.


Jangan di tanya kenapa Tata tidak di bawa ke ruang persalinan tapi malah di ruang observasi IGD waktu melahirkan. Dokter Aisyah sengaja karena situasinya darurat dan tidak sempat untuk di bawa ke ruang persalinan. Terlebih lagi saat itu ruang persalinan penuh dengan pasien Ibu yang mau melahirkan dengan ibu yang keguguran karena di kuret.


Begitu Dave keluar dari ruang tersebut, ia di serbu semua keluarga nya dengan beragam pertanyaan.


"Di bawa kemana cucu-cucu Mami tadi Dave? "


"Bagaimana keadaan Tata? "

__ADS_1


"Apa jenis kelamin cucu-cucu Papi? "


"Apakah cicit Eyang beneran enam?? "


"Kenapa kau diam saja Dave?? "


Begitulah pertanyaan beruntun yang mereka tanyakan kepada Dave sehingga membuat nya tiba-tiba di serang migrain.


"Stooooppppp!! Satu-satu kalau nanya??? Ini rumah sakit bukan pasar! Bro, tolong urus administrasi Tata dengan ambil ruangan suite VVIP! " pekik Dave dengan sedikit keras sambil meminta pertolongan Henry iparnya.


"Sudah gue beresin Bos... ! " ucap seseorang yang berdiri di belakang Dave.


Dave menoleh dan tersenyum lega karena Arkan sudah duluan mengambil alih semuanya.


Ia mendekati Arkan dan menepuk pelan bahunya sambil berjalan menuju kursi tunggu yang masih kosong.


"Alhamdulillah Tata baik-baik aja! Dia tidak sempat operasi karena saat datang pembukaan nya sudah sempurna dan ia ngotot mau lahiran normal! " ucap Dave setelah mengambil napas beberapa saat.


"Apa??? Alhamdulillah ya Allah.. ! Mantu Mami hebat melahirkan anak kembar dengan persalinan normal! " ucap Mami Sita dengan suara tertahan dan wajah sangat bangga.


"Alhamdulillah Tata gak papa Buk.. ! Sekarang ia lagi istirahat karena kelelahan dan sekarang lagi dibersihkan! " jawab Dave dengan suara lega.


"Terus kenapa cucu-cucu Mami gak sama-sama Tata? " tanya Mami Sita dengan heran.


"Iya, Dave! Apa cicit-cicit Eyang baik-baik saja?? Eyang khawatir.. ! " tanya Eyang Putri juga pada Dave.


Tatapan yang sama diberikan Grandma dan GrandFa nya atas pertanyaan Mami dan Eyang nya. Dave menghirup oksigen banyak-banyak sebelum menjelaskan kenapa bayi-bayi nya tidak bersama mereka.


"Mami Papi, Ibuk, Eyang-Eyang, GrandFa Grandma, Pakde Bude dan semuanya yang ada di sini... Anak-anak Dave harus di masukkan ke dalam inkubator di ruangan bayi karena berat badan mereka di bawah normal, kata Dokter itu hal wajar untuk bayi kembar yang lebih dari satu. Mereka harus di pantau oleh dokter Anak sampai berat badan mereka naik dan bisa di bawa pulang! " jawab Dave dengan mata menatap semua keluarga nya.


"Apa mereka baik-baik saja??? " tanya Eyang Kakung agak cemas.


"Cicit-cicit Eyang semuanya sehat, walaupun tadi si bungsu sempat tidak menangis saat lahir, tapi semua nya kembali normal setelah di bantu Dokter Aisyah! " jawab Dave dengan jujur.


"Alhamdulillah ya Allah.. ! " ucap semua orang mengucap syukur.

__ADS_1


Obrolan mereka terhenti karena pintu darurat ruang IGD terbuka lebar. Dua orang perawat mendorong bed yang di atas nya ada Tata yang masih terbaring dengan mata tertutup. Semuanya berkerumun mendekati Tata tapi tidak bersuara banyak karena takut membangunkan Tata yang tampak kelelahan dari raut mukanya yang damai saat tidur.


"Kami akan memindahkan Nyonya Tata ke ruangan nya! " ucap salah satu perawat memberitahu semua orang.


"Iya Suster, silahkan! " jawab Arkan dengan cepat ikut mendorong bed Tata dari belakang.


Dave ikut berdiri dan berjalan di samping Papi nya bersama keluarga yang lainnya. Saat ini mereka semua seperti bukan keluarga tapi satu kampung yang datang menjenguk orang sakit saking banyaknya keluarga mereka.


Tata masuk ke dalam ruangan yang lebih dikatakan seperti hotel bintang tujuh bukan rumah sakit pada umumnya.


Setelah memindahkan Tata di ranjang nya, para perawat keluar dengan membawa bed yang membawa Tata tadi kembali ke ruang IGD.


"Buk, Pak.. ! Ayu sama Mas Dayton mau pulang dulu karena mau mandi, lihat piyama Mas Dayton juga penuh dengan darah Tata! Untung saja tadi sholat subuh di pinjam kan baju sama petugas Mushola! Kalau gak, gak sholat subuh kami tadi saking paniknya! " ucap Mami Sita pada kedua orang tua nya.


"Yo wes, kalian pulang saja! Biar Bapak sama Ibuk mu yang menjaga Tata untuk sementara! Besan juga pulang saja bersama mereka! Kalian juga pulang, bukannya kalian akan bekerja.. ! " sahut Eyang Kakung pada besan dan anak menantu nya.


"Kami di sini juga Besan! Biarkan Sita dan Dayton yang pulang! " jawab GrandFa menolak ikut pulang.


"Mendingan Daddy dan Mommy ikutan pulang sama kami! Daddy dan Mommy kan juga belum bersih-bersih waktu kemari! Nanti kita ke sini lagi sambil bawa sarapan! Biarkan Bapak Ibu mertua yang disini bersama besan ku! " ujar Papi Dayton pada orang tuanya.


"Iya Dad, Mom.. ! Kita pulang untuk bersih-bersih dulu, nanti kita kesini lagi! " ajak Mami Sita pada kedua mertuanya.


Wajah Grandma agak berat meninggalkan cucu menantu nya yang masih tertidur habis melahirkan itu. Ia menghela napas kasar karena perkataan anak dan menantu nya memang sangat benar. Ia dan suaminya belum mandi dan baru terjaga dari tidur nya saat mendengar teriakan Dave.


"Ya sudah, Ayo Dad kita pulang dulu! Nanti kita akan kesini dan Mudah-mudahan Tata juga sudah bangun saat kita kembali! " sahut Grandma pada suaminya.


Ia perlahan mendekati bed Tata dan memberikan kecupan pada dahi Tata dengan lembut. GrandFa juga melakukan hal yang sama pada Tata sebelum keluar menyusul istrinya.


Mami Sita dan Papi Dayton juga mengecup kening Tata dengan hangat sebelum keluar dari ruang perawatan tersebut. Begitu juga dengan Bude-Bude Dave yang juga melakukan hal yang sama. Suami mereka sudah keluar duluan bersama orang tuanya Papi Dayton.


"Eh... Kemana Nak Dave dan Nak Arkan??? " tanya Ibuk celingak celinguk mencari keberadaan Dave yang tidak ada di ruangan tersebut.


"Iya ya.. Kok gak ada?? Kemana anak itu?? " ucap Eyang Putri juga ikutan heran.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2