Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Tersiksa siang malam...


__ADS_3

"Keterlaluan kau Davin!! Apa begini sikap seorang pria pada seorang wanita! " bentak Sekar dengan membantu Ajeng berdiri.


"Aku sudah meminta baik-baik pada Putri mu, tapi di masih keukeh tidak mau lepas! Jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar begini! " jawab Dave dengan ekspresi datar dan dingin.


Sekar tersentak mendengar jawaban Dave yang terkesan begitu dingin.


"Kenapa kau berubah Kang Mas? Apa kau tidak mengingat masa kecil kita yang bahagia dulu? Dulu kau begitu peduli padaku, jika ada yang menggangguku kau selalu membelaku! Tapi kenapa hanya karena perempuan itu kau bersikap kasar padaku! Selama ini aku selalu mengejar mu, mendekatimu, tetapi kau tidak pernah berbuat kasar sekalipun. Tapi sekarang kau bersikap kasar bahkan menyakiti fisik dan perasaanku! " kata Ajeng penuh penghayatan sambil menangis sedih.


"Aku tidak berubah! Aku tidak pernah merasa bahagia bersama mu walau masih kecil dulu! Dahulu aku membelamu hanya sebatas kau saudara ku! Kau kan juga tahu bagaimana sikap aku padamu ketika masih kecil dulu. Selama ini aku hanya diam saja karena sikapmu yang masih terlihat wajar, tapi sekarang aku tidak bisa diam saat kau mencoba menyakiti wanita yang aku cintai yaitu istriku. Kau bahkan bersikap lancang dengan menyentuhku. Dari dulu hingga sekarang aku paling benci di sentuh oleh perempuan lain selain keluarga dan istriku. " jawab Dave panjang sambil menggendong Tata.


"Apa sebegitu buruk nya aku di matamu Mas?Sehingga kau sama sekali tidak melihat ku! Aku sangat mencintai mu dari dulu hingga sekarang! Hatiku sakit saat kau mengacuhkan aku, tapi lebih sakit lagi saat kau membela perempuan yang baru kau kenal dari pada aku yang sudah lama mengenalmu! Apakah aku tidak punya kesempatan lagi untuk memiliki dirimu juga hati mu Mas? " ucap Ajeng mencurahkan segala isi hatinya dengan menangis pilu duduk di lantai.


"Kau tidak buruk, hanya saja aku tidak pernah sekalipun menyukaimu sebagai seorang perempuan. Bagiku kau hanya saudara dan selamanya tetap saudara! Pulanglah selagi aku masih berbaik hati! Carilah laki-laki yang mencintai mu dengan tulus dan jangan pernah menyentuh istriku sehelai rambut pun atau kau akan tahu sendiri akibatnya! " sahut Dave lagi dengan dingin dan langsung meninggalkan Ajeng yang masih terduduk di lantai meratapi cintanya yang tidak terbalas.


Dave tidak menghiraukan raungan Ajeng dan jeritannya, ia tetap melangkahkan kaki nya menuju lantai atas dengan menggendong suaminya. Tata diam tidak berkata apa-apa dalam pelukan suaminya selama ia di gendong hingga sampai ke dalam kamar.


Setelah Dave pergi, Eyang Putri dan Eyang kakung juga pergi meninggalkan Ajeng yang masih tidak bergeming dari tempat ia duduk. Ia terus menerus menangis dengan memukuli dadanya yang sakit karena penolakan Dave untuk kesekian kalinya. Hatinya benar-benar hancur dan terluka karena Dave lebih memilih bersama istrinya dari pada mendengar kan permintaan nya.


Mami Sita dan semua orang termasuk Abeth dan suaminya juga pergi meninggalkan Ajeng dan ibunya, masuk ke dalam ruang tengah untuk bersantai dan sebagian lagi memutuskan untuk istirahat di kamar melepaskan lelah karena drama yang di buat Ajeng.


Sedangkan Sekar berusaha membujuk Ajeng agar menghentikan tangisannya dan mengajaknya untuk pulang.


🌿🌿🌿

__ADS_1


Hari demi hari pun berganti menjadi minggu, minggu bertambah menjadi minggu yang berikutnya hingga sampai tiga minggu lamanya Tata tidak di biarkan Mami Sita pergi seorang diri ataupun sendiri di rumah saja.


Dave sedang memeriksa berkas-berkas pekerjaannya yang sangat menumpuk membuatnya sakit kepala.


"Apa ada pergerakan dari Galang dan kaki tangannya? " tanya Dave pada Arkan yang baru saja memasuki ruangan.


"Belum ada Bro! Yang membuat aku heran, orang suruhannya juga tidak menampakkan batang hidung nya! Sebenarnya apa yang mereka rencana kan? Aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengawasi markas mereka jika mereka mulai bergerak! " jawab Arkan menghela napas panjang.


"Jangan risau! Aku yakin mereka akan keluar jika tiba waktunya! Mereka pasti menunggu pergerakan dari istriku karena hingga saat ini istriku masih tetap di rumah, bekerja dari rumah, dan belum di izinkan pergi keluar jika tidak bersama kami! Tetap waspada dan jangan sampai lengah karena kita tidak tahu kapan bahaya mengintai kita! " ucap Dave memperingatkan Arkan.


"Oke Bro! Ngomong-ngomong kenapa mukamu terlihat kusut begitu? Selama ini berkas yang kau tangani lebih banyak dari ini muka mu datar saja tidak ada ekspresi nya. Tapi kenapa hanya berkas yang segini wajah mu kusut seperti kertas yang di remas hingga lecek begitu? Apa yang terjadi? " tanya Arkan dengan melihat Dave dalam-dalam dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Arrrrgggghhhhhh..... ! Lama-lama aku bisa gila jika seperti ini! " teriak Dave dengan sangat frustasi dan menghentikan kegiatannya.


Ia melempar berkas yang ia pegang sembarangan begitu juga dengan penanya. Ia menutup mukanya dengan kedua tangan seperti orang yang terhimpit masalah besar yang tidak ada jalan keluarnya.


"Apaaa??? Ha... Ha... Ha.... Jadi kau kesal dan tersiksa karena kau membuang bibit keturunan mu di kamar mandi?? " sahut Arkan dengan tertawa terbahak-bahak.


"Tidak usah mengejek! Kau juga selalu seperti itu! " tukas Dave dengan wajah bertambah kesal.


"Kalau aku wajar Bro, karena aku masih single! Lah, kau kan sudah menikah dua kali, masa iya main sama Tante Lux terus sih! Emangnya Tata gak mau bermain gulat bersama mu? " jawab Arkan membela diri.


"Masalahnya itu bukan istriku gak mau, tapi keadaan yang memang tidak meridhoi kami indehoy berdua menikmati surga dunia! " ucap Dave dengan gusar.

__ADS_1


"Keadaan apa sih? Jangan bikin aku bingung gini? " tanya Arkan dengan wajah bingung.


"Ya keadaan itu, yang di alami perempuan setiap bulannya! Aku udah nekad diam-diam masuk ke dalam rumah biar gak ketahuan orang yang di rumah, eh pas baru mau pemanasan istri ku kedatangan tamu bulanannya tiba-tiba! Kan bikin aku bete! Mau marah gak berani, takut di laknat sama Allah karena semua itu memang pemberian Allah pada semua wanita! " curhat Dave dengan wajah benar-benar lesu.


"Ha..... Ha.... Ha..... Yang sabar ya Bos! Ha..... Ha.... Ha... ! " ucap Arkan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sue lu..... Bukannya cariin solusi malah ngetawain aja! " sahut Dave dengan jengkel.


"Ha... Ha... Ha..... ! Sorry.... Sorry! Abisnya elu lucu sih Bro! Mau lepas segel malah apes! Nasib.... Nasib... ! " jawab Arkan lagi masih tertawa.


"Yang bikin aku tersiksa bukan hanya masalah itu, tapi masalahnya aroma tubuh istriku yang seperti menghipnotis ku siang dan malam. Aroma yang berbeda dari biasanya membuat aku selalu teringat dan terbayang siang maupun malam. Seperti saat sekarang ini pun aroma nya sungguh sangat memabukkan. " ucap Dave lagi dengan mata menerawang mengkhayal dengan tersenyum sendiri.


"Aroma parfum maksud elu Bro? " tanya Arkan sambil bertopang dagu.


"Bukan... ! Aroma nya wangi khas gitu! Baru pertama kali aku cium aroma yang begitu dari tubuh istriku! Selama ini aku senang dengan wangi Lavender yang keluar dari tubuhnya saat ia dalam dekapanku! Tapi kali ini aroma yang membuat aku seperti di hipnotis menjadi terbayang-bayang bahkan sampai membuat aku bermimpi mencumbu istriku dan membuat aku harus bangun pagi-pagi sebelum subuh untuk mandi wajib! "jawab Dave dengan wajah nelangsa dan menderita.


"Ha.... Ha.... Ha..... ! Astaga Bro... ! Aku gak menyangka kau begitu tersiksanya dengan bermain solo sambil membayangkan istrimu sendiri! " gelak Arkan lagi dengan tertawa lepas sambil memegang perut nya.


Dave merenggut kesal melihat asisten sekaligus sahabatnya tertawa terbahak-bahak di meja kerjanya.


Bersambung...


Ya Allah.... Hari ini banyak sekali kerjaan yang begitu menyita waktu sehingga hanya bisa Up sekali saja😩😩😩. Mana si kakak balik lagi demam dan Flu nya yang bikin kerjaan rumah mak nya keteteran...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beristirahat reader's ku semuanya...


Selamat weekend bersama keluarga tercinta...


__ADS_2