
Tata tertawa melihat Mertuanya berteriak-teriak menyuruh nya pergi.
"Duduk kan mereka semua di kursi itu! " perintah Tata dengan nada dingin.
"Dasar perempuan iblis! Psikopat! Bla.... Bla... Bla... " umpat Nyonya Retno memaki-maki dan menyumpahi Tata dengan mengabsen semua penghuni kebun binatang.
"Tutup mulutmu wanita tua! Atau aku buat mulut mu tidak bisa bicara selamanya? " hardik Tata dengan bengis menatap Nyonya Retno.
"Tata sayang? Kenapa kau berubah seperti ini? Kemana Tata yang dulu selalu berkata lembut dan tidak pernah membantah? " ucap Dika dengan lembut mencoba merayu Tata.
"Cih, sayang? Sejak kapan kau memanggilku sayang? Oh iya, kau selalu memanggil ku sayang ketika ada maunya! " jawab Tata dengan sinis yang mana langsung membuat wajah Dika merah padam karena malu.
"Hei perempuan mandul! Lepaskan aku! Lepaskan! " teriak Dian ketika di duduk paksa sambil memaki Tata.
"Plak... Berani sekali mulut kotor mu itu mengatai ku mandul! Mas, apa kau tidak mengatakan sejujurnya kepada gundik mu ini kalau aku tidak mandul? " sahut Tata dengan menampar Dian dengan keras sehingga meninggalkan bekas di wajahnya.
Dika langsung pucat dan menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Tata yang mengatakan ia tidak mandul. Karena nyatanya hingga saat ini pun mereka belum pernah tidur bersama alias Tata belum di unboxing.
Karena Dian masih saja berontak dan berteriak-teriak, Tata memerintahkan orang-orang nya untuk mengikat perempuan itu di kursi dengan tali dan menutup mulutnya dengan lakban.
"Akhirnya, tertutup juga mulut sampah ini! Bikin sakit kuping aja aku dengarnya! Masih mendingan kalau yang keluar kata-kata bijak atau pun kata-kata yang mengandung manfaat, ini malah semua kebun binatang yang keluar dari mulut busuk nya itu! " ucap Tata dengan nada jengah dan malas.
"Waktunya bermain-main!! " teriak Tata dengan wajah kegirangan.
"Dasar perempuan gila! Psikopat! Perempuan iblis ! Beraninya kau main keroyokan! " maki Nyonya Retno dengan berusaha berontak dari ikatannya.
"Apa kau tidak takut jika perbuatan mu itu melukai hati Ibumu? Ibumu pasti malu dan tidak mau mengakui kau sebagai anaknya yang mempunyai jiwa psikopat dan seorang iblis! " ucap nya lagi dengan membawa nama ibunya Tata.
"Ibu yang mana yang kau maksud itu nenek tua? Yang ini? " jawab Tata dengan tersenyum remeh sambil membuka karung yang menutupi wajah perempuan yang mereka klaim sebagai ibunya Tata.
__ADS_1
"Apaaaa??? Bagaimana Bisa?? " ucap Nyonya Retno dan Dika berbarengan dengan wajah terkejut.
"Ba-bagaimana bisa ja-jadi seperti ini Ma? Terus kalau wanita itu bukan ibunya Tata, dimana ibunya Tata yang sebenarnya?? " sambung Dika lagi dengan terbata-bata.
"Tentu saja bisa mertuaku sayang?? Kalian itu yang bodoh, sudah masuk dalam jebakan ku! Perempuan yang kalian culik itu memang perempuan ini, yang berpura-pura menjadi Ibuku dan duduk di kursi roda. Gimana? Hebat kan aku? Bisa menipu kalian? " jawab Tata dengan dingin dan angkuh.
"Kalian pikir bisa memeras ku dengan mencoba menculik Ibuku? Mimpi lah kalian! " ucap Tata dengan mencengkram erat dagu Nyonya Retno kemudian membuangnya dengan kasar.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti Ibuku, walaupun sehelai rambut pun! Ingat itu, siapapun! Kalian pikir aku bodoh dengan tidak memberikan pengawalan untuk keselamatan Ibuku??Iya??Cih, sungguh pikiran yang naif! " ucap nya lagi dengan pandangan yang meremehkan.
"Kalian itu hanya sekumpulan tikus-tikus kotor yang mesti di basmi, agar tidak memberikan penyakit untuk manusia yang masih murni pikiran nya! " sambung Tata lagi dengan tersenyum sinis.
"Dasar perempuan tidak tahu diri! Tidak tahu di untung! Aku sumpahi kau tidak akan hidup bahagia selamanya!! " pekik Nyonya Retno dengan wajah merah padam.
"Oww takut 😱😱 " jawab Tata dengan wajah pura-pura ketakutan.
"Plak.. "
"Plak.. "
Tata menampar wajah Nyonya Retno berulang kali kiri dan kanan sehingga cap lima jari tertempel di pipinya.
"Tata!! Beraninya kau memukuli Mama ku? Dimana hati nurani mu memukuli wanita yang harusnya kau hormati seperti ibumu sendiri! " teriak Dika dengan wajah marah.
"Bugh.. "
"Bugh.. "
"Bugh.. "
__ADS_1
Tata meninju perut Dika dengan keras sehingga ia batuk darah dan berteriak kesakitan.
"Kau bilang apa Hah! Hati nurani! Apa otak mu itu sudah konslet! Kau menanyai hati nurani ku? Kau sendiri bagaimana? Apa kau juga punya hati nurani? Kau bahkan hanya diam saja ketika Mama mu itu memukuli ku dan menendang ku, kau masih menanyakan hati nurani ku?? Jawab brengsek! " hardik Tata dengan suara menggelegar dan tangan terkepal menahan emosinya.
Dika langsung kecut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Tata, ia hanya bisa diam karena apa yang dikatakan Tata memang benar adanya. Ia menunduk malu dengan wajah memerah dan tidak punya nyali untuk mengangkat wajah nya.
"Kurang ajar kau perempuan sialan! Lepaskan aku! Seenaknya saja kau menyakiti anak ku! Akan ku balas kau sialan! " teriak Nyonya Retno berapi-api.
Tata yang masih di kuasai emosi langsung mendekati Nyonya Retno dan melepaskan ikatannya. Tanpa ampun ia menghajar Nyonya Retno dengan tamparan, pukulan dan tendangan yang beruntun sehingga nenek tua itu memuntahkan darah segar dan meringkuk kesakitan memegang bagian tubuhnya yang sakit.
Dika membuang muka nya ketika Tata memukuli Mamanya dan Dian menangis dalam diam melihat kejadian tersebut karena mulutnya di tutup dengan lakban.
Tidak tahan lagi melihat tubuh Mama nya di hajar seperti itu, Dika memohon maaf dan ampun dengan lelehan air mata kesedihan.
"Tata, sudah cukup kau menyiksa Mama ku?Apa kau tidak kasihan melihat Mama ku yang sudah kesakitan seperti ini? Aku mohon... Maaf kan kata-kata Mama ku yang sudah menyakiti hati mu? Aku mohon Tata sebagai suami mu? " ucap Dika dengan menangis.
"Sekarang kau baru meminta maaf pada ku? Kemarin-kemarin kau kemana saja, hah! Untuk orang seperti Mama mu itu tidak ada kata kasihan. Apalagi dengan mulut busuk dan kotor nya itu yang sudah menyakiti hati orang. Sekarang kau baru menyadari jika kau seorang suami? Lalu apakah kau selama ini sudah bertindak sebagai seorang suami? Kau selama ini tidak pernah menganggap aku sebagai istrimu! Kau bersenang-senang dan berfoya-foya bersama keluarga mu tanpa memikirkan aku yang selalu sedih karena menjalani hidup sendiri jauh dari suami! Bahkan kau tega berselingkuh dan berzina di rumahku, di kamar pribadi kita. Apa itu yang di sebut seorang suami? Katakan?? Jangan diam saja kau brengsek?? " hardik Tata dengan mata memerah dan suara bergetar mengeluarkan uneg-uneg nya selama ini.
"Sekarang bawa mereka semua ke kantor polisi! Dan serahkan rekaman CCTV sewaktu mereka menculik di depan restoran! Aku sudah muak melihat wajah mereka! Kalau bukan di Indonesia, mungkin aku sudah menghabisi mereka sampai mati! " perintah Tata dengan dingin dan tanpa ekspresi.
"Dan kau! Tunggu saja surat cerai untukmu dari pengadilan di dalam penjara! " tunjuk Tata kepada Dika dengan wajah datar.
Bersambung...
Haduh... Susah juga ternyata nulis part ini! Selalu saja salah dan ketukar kata-kata nya...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan...
__ADS_1