Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Pertemuan keluarga besar


__ADS_3

Kediaman Ryder Jakarta..


Malam hari ketika sedang bersantai di ruang keluarga, Mami Sita mendapat penggilan telepon. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat siapa yang menelpon nya itu.


"Siapa honey? " tanya Papi Dayton yang melihat istrinya dengan kening berkerut.


"Ibuk Pi? Kenapa perasaan Mami gak enak gini ya Pi? " jawab Mami Sita dengan bimbang untuk menjawab panggilan Ibu nya.


"Di angkat saja, siapa tahu ada yang penting! " saran Papi Dayton lagi.


Mami Sita mengangguk patuh dan ia pun menggeser tombol ke atas untuk menjawab panggilan tersebut.


"Hallo, assalamualaikum Buk? Apa?? Iya Buk, Ayu akan tunggu Ibuk dan Bapak di rumah. Waalaikumsalam... " begitu isi pembicaraan Mami Sita dengan Ibu nya.


Mami Sita termenung memikirkan kenapa gerangan kedua orang tuanya ingin bertemu dengan nya dan mereka akan ke Jakarta esok pagi.


"Honey, what happen? " tanya Papi dengan menepuk pelan bahu Mami Sita yang sedang termenung.


"Eh Papi, itu dia Pi! Mami lagi bingung, kenapa ya Ibuk dan Bapak tiba-tiba mau ke Jakarta dan katanya mau bicara penting sama Mami. " jawab Mami Sita dengan raut muka bingung.


"Gak usah bingung, berpikiran positif saja lah! Siapa tahu Ibuk sama Bapak kangen sama kamu dan kepengen main ke Jakarta ketemu cucunya yang lain! Gak usah terlalu dipikirkan, nanti Mami juga yang sakit kepikiran terus! " ucap Papi dengan mengusap punggung istrinya.


Mami Sita menghela napas dalam-dalam dan kemudian ia mengangguk paham dengan ucapan suaminya.


"Ayo sekarang kita istirahat, sudah malam! " ajak Papi sambil meraih tangan Mami Sita untuk berdiri.


Sepasang suami-istri itu pun berjalan ke lantai atas menuju kamar mereka untuk melepaskan lelah.


Dave yang hendak ke dapur mengambil air minum menghentikan langkah nya ketika mendengar Mami nya mendapat telepon dengan berbicara sangat kencang. Ia memutar balikkan langkah nya menuju ruang keluarga ingin tahu siapa yang menghubungi Mami nya. Ia menguping dengan jelas pembicaraan kedua orang tuanya tentang rencana kedatangan kedua eyang nya ke rumah ini.


"Tumben banget eyang mau main ke Jakarta? Biasanya setiap di ajak ke Jakarta selalu menolak ! " gumam Dave dengan heran.


"Kenapa aku merasa ada yang sangat penting dengan kedatangan eyang ke sini! Pokoknya besok aku harus tahu apa yang menyebabkan eyang datang ke sini secara tiba-tiba! " gumam Dave sambil kembali ke tujuannya semula.


Pagi harinya...


Mami Sita memberikan instruksi nya kepada pekerja yang ada di rumahnya untuk mempersiapkan kedatangan orang tua nya dengan membersihkan semua sudut rumah dan memasak makanan kesukaan Bapak dan Ibu nya.


"Mi, kenapa sih sibuk banget? Memangnya siapa yang mau datang? " tanya Dave pura-pura tidak tahu.


Ia yang sudah bersiap hendak ke kantor langsung mengambil tempat di sebelah Mami Sita duduk di sofa teras depan.


"Eyang kamu mau ke sini, ke rumah kita. Mereka berangkat naik kereta api saat ini dari Yogyakarta. " Jawab Mami Sita dengan fokus memberikan perintah kepada asisten rumah tangga.


"Tumben eyang mau ke sini? Ada hal apa? " tanya Dave lagi.


"Entahlah, Mami juga gak tau! Hanya saja perasaan Mami agak gak enak saja karena ini sangat tiba-tiba. " jawab Mami Sita dengan menghela napas pelan.


"Ya sudahlah kalau gitu, Dave berangkat ke kantor dulu Mi! Nanti kalau eyang sudah sampai langsung kasih tau Dave ya? Assalamualaikum ! " sahut Dave sambil bangkit dari duduk nya dengan mencium tangan dan pipi Mami nya sebelum pergi ke kantor.


"Waalaikumsalam... " jawab Mami melepaskan kepergian putranya.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, hingga tidak terasa sudah jam 11 siang lewat 15 menit. Orang tua Mami Sita sudah dalam perjalanan ke rumah dan di jemput oleh sopir keluarga Ryder di stasiun kereta api.

__ADS_1


Mami Sita mondar-mandir di hadapan suaminya dengan meremas kedua tangannya. Ia bahkan terkadang menggigit bibirnya dengan perasaan galau dan menerka-nerka kedatangan orang tua nya.


"Tenang lah Honey... Tidak ada hal perlu kau khawatir kan tentang kedatangan Bapak dan Ibuk! " ucap Papi Dayton mencoba menenangkan kegelisahan istrinya.


Mami Sita pun kembali duduk di samping suaminya dengan menatap keluar gerbang rumahnya. Tidak sampai lima belas menit, sebuah mobil memasuki gerbang rumah dengan diikuti tiga mobil lainnya yang juga ikut masuk ke dalam pekarangan rumahnya.


Mami Sita langsung bangkit dari duduknya menuju mobil untuk menyambut kedatangan orang tua nya. Pintu mobil terbuka dan keluar lah sepasang suami-istri yang rambut sudah memutih memakai pakaian Jawa yang lengkap dengan blangkon di kepala.


Mami Sita menyalami dan memeluk kedua orang tuanya dengan wajah bahagia. Begitu juga Papi Dayton juga melakukan hal yang sama kepada mertuanya.


Mobil yang tiga di belakang juga terbuka dan turunlah orang yang membuat Mami Sita melotot kaget.


"Mbak yu, Kang Mas! " pekik Mami Sita kaget dengan kedatangan kakak dan Abang nya yang juga datang berbarengan dengan kedua orang tuanya.


Kakak dan Abang Mami Sita juga melakukan hal yang sama kepada orang tua mereka seperti Mami Sita tadi.


Meski diliputi perasaan heran dan bertanya-tanya dalam hati, Mami Sita mempersilahkan semua keluarganya untuk masuk ke dalam rumah.


"Ya Allah Pi, Mami gak tau kalau Mbak yu dan Kang Mas juga ikutan datang kesini! Untung aja tadi Mami masak banyak, jadi gak akan kurang jika untuk makan semuanya! " bisik Mami Sita kepada suaminya dengan berjalan pelan di belakang orang tua nya.


"Mbok, bikinin minum yang seger-seger ya Mbok! " ucap Mami Sita ketika ia pamit ke belakang.


"Siap Ndoro! " jawab Mbok Nah memberikan jempolnya.


Setelah Mami Sita memerintah asisten rumah tangga nya, ia kembali lagi ke depan menemui keluarga besarnya.


Kakak laki-laki Mami Sita, Raden Suwito Nata Kusuma dan istrinya Galuh Parwati, Kakak perempuan pertama Mami Sita Raden Ayu Anindita Maheswari dan suaminya Malviano Bimantara, kakak kedua Mami Sita Raden Ayu Asmarini Maheswari dan suaminya Ahmad Hasanuddin Palakka duduk bersama-sama di ruang keluarga dengan orang tua mereka dan Mami Sita berserta suaminya.


Mereka berbincang dengan bercanda bersama tanpa ada satupun perbedaan hingga waktunya makan siang. Mami Sita mengajak semua keluarga nya untuk makan siang, namun sebelum itu ia sempat mengabari Putranya melalui pesan singkat kalau kedua eyangnya sudah datang dengan kedatangan pakde dan Bude nya yang juga ikut berkumpul di kediaman mereka.


Ketika mereka sedang asyik makan, Dave datang dari kantor nya bersama dengan Arkan yang tidak ketinggalan juga ikut nebeng.


Dave menyalami kedua eyangnya dan juga Pakde dan Bude nya hingga selesai dengan Arkan yang juga melakukan hal yang sama seperti Dave. Hanya saja yang membedakan yaitu Dave tidak pernah absen mencium pipi eyang putrinya dengan sayang seperti saat masih kecil dulu begitu juga hal yang sama ia lakukan kepada Bude-Bude nya.


Diantara semua anak-anak nya, Mami Sita lah yang pertama kali memberikan mereka berdua gelar eyang kakung dan eyang putri. Karena semua kakak- kakak nya sulit untuk mendapatkan keturunan, hal itulah yang membuat mereka begitu memanjakan Abeth dan Dave semasa mereka kecil. Namun perlakuan itu tidak membuat mereka berdua menjadi anak manja karena Mami Sita dan Papi Dayton mendidik mereka menjadi anak yang mandiri sedari mereka kecil.


"Wes mantuk koe Le? " tanya eyang putri dengan bahasa Jawa halusnya.


"Wes Eyang! Dave sengaja pulang cepat mau makan bareng sama eyang kung dan eyang uti! " jawab Dave sambil duduk di sebelah Mami nya.


"Yo wes, Mari madang! Ayo Le! " ucap eyang putri lagi dengan mengajak Arkan.


Mereka semua melanjutkan makan siang mereka dengan tanpa bersuara hingga makanan mereka yang ada di piring habis. Setelah makan mereka bubar karena akan sholat dzuhur dulu di kamar masing-masing yang memang sudah di persiapkan Mami Sita.


"Mbak yu, ono opo toh Mbak Bapak karo Ibuk datang neng kene mendadak wae! " tanya Mami Sita pelan ketika sudah memastikan Ibuk nya naik ke lantai atas.


"Mbuh lah Yu, Mbak juga ora ngerti! Soale Kakang mu ngasih taunya pas pagi tadi, itupun dia juga ora ngerti maksud Bapak karo Ibuk ngumpulin kita neng kene! " jawab Bude Galuh Parwati.


"Betul iku Yu, Mbak wae sampe kaget di telpon karo Ibuk e malam-malam cuma minta Mbak karo Mas Vian kumpul di rumah koe! " sahut kakak perempuan nya yang pertama ikut bergabung mereka.


"Aku kok jadi cemas yo Mbak dengan apa yang terjadi nanti! " ucap Mami Sita lagi dengan perasaan gundah.


"Ora usah cemas, InsyaAllah jika ada apa-apa kita gak akan tinggal diam! " jawab Bude Rini kakak Mami no 2.

__ADS_1


"Loh, kalian semua kok pada kumpul di sini? Gak pada sholat toh? " tegur Pak de Toto yang hendak ke kamar tamu.


"Sholat Mas! " jawab mereka barengan.


"Yo wes! Ayo, nanti keburu habis waktu ne! " ajak Pak de Toto sambil masuk ke dalam kamar.


"Mbak ke kamar dulu yah yo mau sholat! Abis sholat kita kumpul lagi! " sahut Galuh sembari berjalan mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar.


Satu persatu kakak Mami Sita pergi untuk sholat di kamar yang sudah di siapkan untuk mereka istirahat sebelum Bapak dan Ibuk nya memanggil mereka dan mengatakan kenapa mereka di kumpulkan begini.


Dave duduk di ruang kerja bersama Arkan yang sedang sibuk dengan laptop yang ada di hadapan nya. Karena Dave ingin cepat pulang, terpaksa ia ikut dengan membawa pekerjaan ke rumah Dave.


"Ka, Kira-kira kenapa ya eyang kung dan eyang uti tiba-tiba datang ke Jakarta sampai ngumpulin Pakde dan Bude lagi? " tanya Dave sambil bertopang dagu menatap Arkan.


"Mana saya tau Bos! Saya kan bukan cenayang yang bisa tau niat seseorang! " jawab Arkan sekenanya tanpa melihat ke arah Dave.


"Ya kan kamu bisa menebak Arkan!! " tekan Dave dengan begitu geram.


"Saya paling gak suka main tebak tebakan Bos! Bikin sakit kepala mikirin nya! " jawab Arkan lagi dengan cuek.


"Dasar asisten Asemmm! " Dave mendumel kesal mendengar jawaban Arkan.


Ia melamun sendiri dengan memainkan ayunan bandul yang terdapat di atas meja kerja. Sedangkan Arkan tetap fokus pada pekerjaan nya tanpa memperdulikan tingkah atasannya itu.


Setelah selesai sholat, kedua orang tua Mami Sita memutuskan untuk istirahat sejenak melepas lelah setelah melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Mereka berdua sepakat akan membicarakan masalah Batari setelah habis Asar saja.


🌿🌿🌿


Siang ini Tata bertolak ke Medan seorang diri tanpa di temani siapapun. Urusan restoran ia limpahkan kepada Sandra dan Nana yang di minta untuk mengawasi semua cabang restoran selama Tata di Medan.


Baru saja sampai di Bandara Kualanamu, Tiger menghubungi Tata melalui pesan singkat jika ia dan orang-orang nya sudah menemukan pelaku yang membuat Kadir di usir warga.


"Jangan lepaskan orang itu tanpa persetujuan ku! Tetap awasi dia 24 jam sampai aku kembali lagi ke Jakarta! Setelah aku kembali, baru akan kita pikirkan akan di apakan orang itu! " perintah Tata melalui SMS.


"Mudah-mudahan urusan di sini tidak memakan waktu yang lama! " gumam Tata pelan ketika mobil jemputan nya sudah datang.


Ia meminta sopirnya untuk langsung ke Loundry karena akan menemui pegawai nya yang kena kasus kemarin. Ia tidak ingin masalahnya bertele-tele dan memakan tenaga dan waktu.


Ketika Tata keluar dari mobil, Lusi yang baru saja pulang dari menjemput anaknya sekolah langsung memekik kaget melihat kedatangan Bos nya itu.


"Ya ampun Non Tata! Kenapa gak ngomong kalau mau datang? Kan saya bisa jemput! " ucap nya dengan heboh sambil turun dari atas motornya.


"Santai aja Kak Lusi, Tata sengaja datang diam-diam karena ingin ketemu langsung dengan Kania! Dimana Kania sekarang! " jawab Tata santai sambil melihat keadaan.


"Kania ada di dalam Non! Semenjak kejadian itu ia hanya murung di kamarnya, apalagi setelah orang tua nya mengusirnya dari rumah karena Kania tidak mau menerima uang ganti rugi dan mencabut laporan nya! " ucap Lusi dengan wajah sedih.


"Apa??? Mereka menawarkan uang ganti rugi? Dan orang tua Kania mengusir nya hanya karena Kania tidak mau menuruti keinginan mereka? " tanya Tata dengan sangat terkejut.


"Benar Nona! Malang sekali nasib Kania! " jawab Lusi sambil mengajak Tata masuk ke dalam tempat usaha mereka.


"Seperti nya ini tidak bisa di biarkan! Aku harus memberikan keadilan untuk Kania! " gumam Tata dengan tangan terkepal.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


__ADS_2